View Single Post
Old 9th October 2016, 11:36 PM   #1
Ketua RT
 
Join Date: 3 Oct 2016
Userid: 5572
Posts: 156
Likes: 0
Liked 2 Times in 2 Posts
Default Mengenal Kapal Perang SIGMA Kelas Diponegoro Milik TNI AL

---- source: http://www.hobbymiliter.com/4306/men...-milik-tni-al/ ------- HobbyMiliter.com – Kapal perang Korvet SIGMA kelas Diponegoro didesain dan dibuat oleh galangan kapal Belanda, Damen Schelde Naval Shipbuilding. Kapal ini merupakan pesanan TNI AL, yang diserahkan pada medio 2007 hingga 2009. Sebanyak 4 unit kapal telah masuk dalam masa dinas aktif di jajaran Satuan Kapal Eskorta TNI AL.
Sistem penggerak yang mutakhir serta kemampuan patroli laut yang dimiliki kapal ini menjadikan kapal SIGMA kelas Diponegoro cocok untuk melakukan operasi di wilayah perairan Indonesia. Kapal ini dapat ditugaskan untuk misi SAR atau penyelamatan di laut, patroli Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia, serta misi anti kapal selam.
Konsep Ship Integrated Geometrical Modularity Approach (SIGMA)

Kapal korvet SIGMA kelas Diponegoro milik TNI AL dibuat dengan menggunakan konsep desain Ship Integrated Geometrical Modularity Approach (SIGMA). Konsep ini memberikan fleksibilitas tinggi dengan biaya produksi yang cukup rendah. Hasil tersebut dicapai dengan cara melaksanakan proses produksi kapal dengan sistem modular, yakni desain kapal dibagi kedalam beberapa modul, kemudian dibangun secara terpisah dan disatukan pada fasilitas perakitan sebelum akhirnya diluncurkan.
Kapal perang kelas Diponegoro ini memiliki dimensi panjang total 90,71 meter, lebar 13,02 meter, serta draft 3,60 meter. Adapun berat benaman dari kapal perang tersebut yakni* 1.700 ton dan diawaki oleh 80 orang.
Proses Konstruksi Kapal Korvet SIGMA

Peletakan lunas untuk unit kapal pertama sekaligus Lead Ship di kelas ini, KRI Diponegoro 365 dilaksanakan pada bulan Maret 2005. KRI Diponegoro kemudian diluncurkan pada September 2006 dan masuk pada dinas aktif di TNI AL bulan Juli 2007. KRI Hasanuddin 366 masuk dinas aktif pada 24 November 2007. KRI Sultan Iskandar Muda 367 masuk dinas aktif pada bulan Oktober 2008. Dan kapal terakhir dari kelas ini, KRI Frans Kaisiepo 368 masuk dalam dinas aktif pada bulan Maret 2009.

KRI Diponegoro 365, saat sedang melaksanakan misi di perairan Lebanon dibawah bendera PBB. Tampak logo United Nations atau UN terpasang pada badan kapal sebelah kanan.
Sumber : defence.pkSistem Senjata Yang Dipasang Di Korvet SIGMA Kelas Diponegoro

Kapal perang kelas Diponegoro ini dilengkapi dengan rudal anti kapal permukaan MBDA Exocet MM40 Block 2. Selain rudal anti kapal, kapal perang kelas Diponegoro ini juga dilengkapi dengan rudal anti serangan udara MBDA Tetral Mistral. Meriam utama Oto Melara kaliber 76 milimeter tipe Super Rapid gun dapat menembak dengan kemampuan tembakan 120 peluru per menit. Sementara untuk meghalau ancaman dalam skala kecil dari sekeliling kapal, disiapkan senjata meriam kaliber 20 milimeter Denel Vector G12. Untuk melawan kapal selam, telah disiapkan 2 unit peluncur torpedo B515 dalam Triple-Barrel Launchers atau tiga tabung peluncur per unit nya.
Sistem Radar dan Sensor Korvet Kelas Diponegoro

Sistem sonar frekuensi medium Kingklip yang dipasang di bagian haluan menjadi “mata” utama untuk mendeteksi kapal selam musuh. Untuk mengarahkan penembakan senjata disiapkan sistem radar kendali penembakan LIROD Mk2. Untuk sistem radar pengenalan target ditanamkan perangkat MW08 3D multibeam radar yang beroperasi pada frekuensi C-band.
TACTICOS Combat Management System dari perusahaan Thales menjadi sistem komando dan manajemen pertempuran bagi kapal ini.
Dibagian belakang kapal terdapat helipad yang dapat di darati helikopter dengan bobot maksimal 5 ton. Selain berbagai sistem tersebut diatas, juga dipasang sistem peluncur decoy Terma SKWS atau soft kill weapon system. DR3000 ESM system dan Racal Scorpion 2L ECM menjadi alat pernika atau Perang Elektronika.
SIGMA kelas Diponegoro digerakkan dengan dua mesin diesel SEMT Pielstick dengan daya maksimal 8.910 kW. Sistem propulsi ini membuat kapal dapat bergerak dengan kecepatan maksimal 28 knot dan dapat menempuh jarak 3.000 nautikal mil dalam kecepatan 18 knot.
Penugasan Ke Lebanon
Segera setelah masuk dalam dinas aktif TNI AL, kapal kelas Diponegoro segera ditugaskan kedalam berbagai misi. Dari sekian banyak misi yang telah diembankan, mungkin misi yang paling spesial bagi pengawak KRI kelas Diponegoro ini adalah misi menjaga keamanan laut perairan Lebanon dibawah bendera PBB. Bergabungnya kapal kelas Diponegoro ke dalam Satuan Tugas (Satgas) Maritim atau Maritime Task Force UNIFIL atau United Nations Interim Force In Lebanon, menjadikan kapal perang SIGMA kelas Diponegoro sebagai wakil Indonesia dalam kancah pengamanan laut internasional. Kapal pertama yakni KRI Diponegoro 365 ditugaskan untuk misi ini pada bulan April hingga Oktober 2009. Kapal – kapal lainnya dari kelas yang sama menyusul secara simultan atau bergantian mengikuti misi menjadi wakil negara dalam upaya mengamankan lautan dan perairan wilayah Lebanon.
hobbymiliter is offline   Reply With Quote
Sponsored Links