View Single Post
Old 28th December 2016, 09:43 AM   #1
Sek Des
 
Join Date: 1 Oct 2016
Userid: 5563
Location: Tasikmalaya, Jawa Barat
Posts: 465
Real Name: AnggiDoclo
Likes: 0
Liked 0 Times in 0 Posts
Post Inilah Cara Tepat Untuk Mengatasi Klamidia

Klamidia atau penyakit menular seksual, mungkin sudah tidak asing lagi jika anda mendengar tentang penyakit yang satu ini kan? Salah satu penyakit yang di sebabkan karena adanya bakteri yang bernama Chlamydia Trachomatis. Yang mana penyakit ini adalah suatu penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual tanpa menggunakan alat pengaman (kondom).

Klamidia pada umumnya paling sering diidap oleh wanita yang berusia muda, namun penyakit ini bisa juga di derita oleh pria dengan segala usia. Penyakit ini juga bisa menimbulkan gangguan kesehatan yang lebih serius jika tidak segera mendapatkan penanganan dengan tepat.

Anda bisa saja jika menyadari bahwa anda memiliki bakteri klamidia karena beberapa orang yang mengalaminya tidak menunjukkan tanda atau gejala apapun. Namun, jika anda menderita klamidia tanda umum yang terjadi adalah rasa sakit yang terasa pada organ genital dan keluarnya cairan dari vagina atau penis.

Klamidia dapat menginfeksi serviks, anus, saluran kencing, mata dan tenggorokan. Klamidia ini juga telah menginfeksi sekitar 131 juta orang di dunia setiap tahunnya, klamidia ini dapat mempengaruhi seseorang yang berusia 25 tahun ke bawah. Klamidia ini juga lebih umum terjadi dari gonora (kencing nanah) dan 50 kali sama umumnya dengan silipis, yang mana keduanya merupakan infeksi menular seksual.

Tanda-tanda klamidia
Klamidia memang jarang sekali menunjukkan beberapa gejala dan tanda pada tahap awal, namun ketika gejala mulai muncul biasanya akan berupa tanda seperti:
  • Demam ringan
  • Pembengkakan di area vagina atau testis
  • Sakit di bagian perut bawah
  • Cairan vagina yang tidak normal
  • Merasa sakit selama berhubungan seksual
  • Pendarahan yang terjadi diantara masa menstruasi
  • Sakit pada bagian testis
Gejala ini mungkin baru akan muncul dalam waktu 1 hingga 3 minggu dari masa penularan. Jika anda mengalami 1 atau lebih gejala yang ada seperti di atas, cobalah untuk segera mungkin berkonsultasi dengan dokter.

Penyebab klamidia
Klamidia di sebabkan oleh bakteri yang di sebut Chlamydia Trachomatis dan dapat menyebar dengan mudah melalui seks vagina, oral dan anal. Jika seorang ibu hamil yang sedang mengidap klamidia, maka anda akan dapat menyebarkan infeksi terhadap bayi yang sedang di kandungnya. Yang mana bayi itu nantinya akan mengidap pneumonia atau infeksi mata serius.

Klamidia dapat di obati dengan mudah dan tidak boleh di biarkan karena jika tidak di obati maka akan berdampak buruk bagi kesehatan tubuh, dan jika anda mencurigai diri anda atau pasangan anda memiliki klamidia, silakan untuk menemui dokter agar segera ditangani.

Klamidia bukan hanya menyebabkan infertilitas, tapi juga akan dapat menyebabkan beberapa komplikasi seperti:
  1. Cystitis. Yang mana hal ini akan jika terjadi peradangan pada kandung kemih.
  2. Prostatis. Hal ini bisa terjadi ketika kelenjar prostat membengkak.
  3. Reiterís syndrome. Ini menyebabkan radang sendi, mata memerah dan masalah pada saluran kemih.
  4. Berbagi infeksi. Dengan berbagi infeksi akan dapat mempengaruhi lapisan pada saluran kencing pada laki-laki dan area dubur atau mata.
Pengobatan rumahan untuk mengatasi klamidia
Untuk dapat mengatasi resiko anda terhadap klamidia, maka ada beberapa cara untuk mengatasi klamidia ini. Untuk lebih jelasnya, bisa anda simak di bawah ini. Berikut diantaranya:
  • Jangan melakukan seks. Ini berarti tidak terlibat dalam kegiatan seksual apapun termasuk seks melalui vagina, anal dan oral. Karena dengan tidak melakukan seks adalah cara terbaik untuk menghindari infeksi seks yang menular.
  • Setia. Ketika anda dan pasangan anda tidak memiliki pasangan seks lain, maka anda sudah dapat mengurangi resiko terkena klamidia.
  • Praktikan seks aman. Dalam hal ini anda perlu menggunakan kondom untuk berbagai tipe seks, karena dengan menggunakan kondom anda bisa menjaga darah, cairan vagina dan air mani dari perpindahan bakteri ke orang lain.
  • Pahami bahwa metode pencegah kehamilan lain tidak dapat menjaga anda. Pencegah kehamilan lain seperti pil kontrasepsi, injeksi kontrasepsi, implan, intrauterine devices (IUDs), diafragma dan spermisida tidak dapat melindungi anda dari berbagai infeksi penularan seksual termasuk klamidia.
  • Melakukan diskusi dengan pasangan seksual. Sangat penting untuk berkomunikasi secara terbuka dengan pasangan mengenai kehidupan seksual anda dan infeksi menular yang di miliki, dan juga gunakan selalu kondom sebelum anda melakukan seks.
Mungkin hanya itu saja yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat
anggisaputra is offline   Reply With Quote
Sponsored Links