View Single Post
Old 10th January 2017, 01:32 PM   #1
Sek Des
 
Join Date: 1 Oct 2016
Userid: 5563
Location: Tasikmalaya, Jawa Barat
Posts: 465
Real Name: AnggiDoclo
Likes: 0
Liked 0 Times in 0 Posts
Post Cara Menghindari Gangguan Penglihatan Pada Usia Muda

Mungkin bagi setiap orang, adanya perubahan pada penglihatan cenderung kabur pada saat usia kian bertambah. Sejak dulu memang tidak banyak sekali orang pada usia 20-an menggunakan kaca mata. Namun, dengan seiring berkembangnya zaman banyak sekali masalah pada penglihatan yang muncul sebelum anda memasuki usia tua.

Hal seperti ini terjadi karena gaya hidup yang tidak sehat dan dipengaruhi juga oleh kondisi medis. Anda tidak usah khawatir, karena anda sudah berada di situs yang tepat dimana pada kesempatan kali ini kita akan mencari tahu apa yang menjadi penyebab penglihatan menjadi menurun dan juga di sertai dengan cara menghindarinya.

Oleh karena itu bagi anda yang ingin mengetahui penyebab dan bagaimana cara menghindarinya, anda dapat menyimak ulasan berikut ini.

Penyebab penglihatan bisa berkurang pada usia muda & cara menghindarinya
Di bawah ini ada beberapa penyebab dan cara menghindari berkurangnya penglihatan pada usia muda, diantaranya sebagai berikut:
  1. Anda sering menatap layar hampir sepanjang hari
    Sebagian besar dari kita seringkali menghabiskan waktu sekitar 400 menit sehari dengan melihat layar komputer, laptop, tv dan ponsel. Semua ini sebenarnya hanya akan menempatkan anda pada resiko menderita ketegangan masa digital atau digital eye strain (DES).

    Dimana gejala DES ini meliputi mata lelah dan penglihatan menjadi kabur, ketika ingin melihat layar tanpa anda sadari diri anda jarang berkedip dan ini malah akan menambah buruk keadaan, menyebabkan mata kering dan iritasi.

    Dan ada sebuah studi yang menunjukkan, frekuensi berkedip berkurang hampir sebanyak 70% ketika seseorang menggunakan perangkat digital, membaca rangkaian huruf-huruf di layar komputer atau ponsel akan membuat mata anda menjadi bekerja lebih keras.

    Penyebabnya, huruf digital terbentuk dari titik-titik kecil dan tidak tajam yang didefinisikan sebagai karakter yang solid pada halaman yang dicetak, jelas Jeffrey Anshel, OD, seorang optometrist di Carlsbad, California, dan penulis buku Visual Ergonomics in the Workplace.

    Untungnya, gejala DES bisa dicegah dengan mereka di tempat pertama dengan mengikuti aturan 20:20:20.

    Setiap 20 menit menatap layar, tutup mata atau layangkan pandang sejauh 20 kaki (sekitar enam meter) selama 20 detik. “Ini membantu memecah intensitas pandangan yang dapat menyebabkan ketegangan mata,” kata Anshel.
  2. Memakai lensa kontak terlalu lamaSemakin lama anda memakai lensa kontak, maka akan semakin banyak kotoran, lendir, protein dan mineral yang terbangun. Selain mengaburkan penglihatan, kotoran-kotoran ini juga menyebabkan mata Anda menjadi kering dan sakit.

    Cara mudah untuk melihat apakah lensa kontak Anda yang harus disalahkan atau tidak adalah, coba anda copot lensa kontak dan ganti dengan kacamata. Jika penglihatan Anda menjadi lebih jelas ketika memakai kacamata, artinya lensa kontak Anda mungkin kotor.

    Meski lensa kontak tampak baik-baik saja, penting untuk membersihkannya setiap hari dan menggantinya sesuai dengan jadwal yang disarankan pada kotak kemasan.

    Kebanyakan lensa kontak yang beredar di pasaran saat ini, dirancang untuk diganti setiap hari, dua mingguan, atau bulanan. “Dari tiga jenis itu, lensa kontak harian adalah yang terbersih dan teraman, serta dapat membantu memastikan penglihatan Anda tetap jernih dan nyaman,” kata Susan Resnick, OD, spesialis lensa kontak di New York.
  3. Menggaruk kornea mata
    Arasi kornea adalah luka pada permukaan pelindung yang menutupi bagian depan mata. Selain perih, tanda kornea Anda mungkin terluka adalah penglihatan kabur, mata berwarna kemerahan, atau merasa mata seperti berpasir.

    Segera temui dokter mata jika Anda mencurigai kornea Anda tergores atau terluka, apapun penyebabnya. Memakai lensa kontak terlalu lama, juga bisa melukai kornea mata.
  4. Sedang hamil
    Perubahan visual, seperti kabur dan penglihatan ganda, adalah umum terjadi selama kehamilan. Alasannya; perubahan hormon dapat memicu pergeseran cairan yang terletak di belakang kornea, mengubah bentuk dan ketebalannya.

    Hal ini dapat menyebabkan beberapa wanita hamil menjadi seolah-olah rabun jauh atau rabun dekat sampai setelah melahirkan. Calon ibu juga rentan mengalami mata kering, yang dapat menyebabkan penglihatan menjadi kabur.
  5. Minum antihistamin, obat tekanan darah tinggi atau antidepresan
    Semua obat-obatan ini dapat menyebabkan perlambatan produksi air mata dan/atau mengubah komposisi air mata sehingga lebih cepat menguap. Hasilnya, mata terasa kering seperti dilanda kemarau dan terasa berpasir.

    Kaum wanita lebih rentan mengalami mata kering, berkat perubahan hormon yang disebabkan oleh kehamilan, kontrasepsi oral dan terapi hormonal. Kondisi medis seperti rheumatoid arthritis dan diabetes, juga meningkatkan risiko gangguan penglihatan.

    Bicarakan dengan dokter mengenai kemungkinan Anda mengganti obat yang tidak menimbulkan efek samping seperti di atas, atau kemungkinan Anda memakai air mata buatan, saran Marguerite McDonald, MD, seorang profesor oftalmologi di Tulane University Health Sciences Center, New Orleans.
Mata yang kering lebih mungkin untuk terinfeksi dan dapat menyebabkan kehilangan penglihatan secara permanen.

Inilah penyebab dan bagaimana cara menghindarinya secara efektif, maka dari itu usahakan untuk selalu menjaga dan merawat kesehatan mata anda bisa juga dengan cara menerapkan pola makan yang tepat dan juga tidak sembarangan menggunakan produk untuk mata seperti lensa atau yang lainnya.

Baca juga artikel lainnya di http://www.tokoacep.us/

Mungkin hanya itu saja yang dapat saya sampaikan, semoga informasi ini dapat bermanfaat
anggisaputra is offline   Reply With Quote
Sponsored Links