View Single Post
Old 30th January 2017, 11:28 AM   #1
Ketua RT
 
numpanglewat's Avatar
 
Join Date: 15 Feb 2016
Userid: 4855
Posts: 137
Likes: 0
Liked 1 Time in 1 Post
Default Mengenang dan Meneladani Bob Sadino


Roda kehidupan selalu berputar. Orang yang dulunya kaya, bisa saja tiba-tiba jadi miskin. Dan itulah yang dialami oleh seorang pria bernama Bob Sadino. Apa yang dilakukannya setelah ia jatuh miskin? Simak kisahnya berikut ini.

Terlahir dengan nama Bambang Mustari Sadino, Bob lahir di Lampung pada 9 Maret 1933. Pria yang lahir dari keluarga yang berkecukupan ini, merupakan anak bungsu dari lima bersaudara. Pada saat orang tuanya meninggal, pria ini mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya saat berusia 19 tahun. Melihat kakak-kakak Bob yang sudah mempunyai kehidupan yang mapan dan berkecukupan, maka Bob lah yang mendapatkan harta warisan dari keluarganya. Pria yang kerap disapa Bob Sadino ini menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia. Dalam perjalanannya berkeliling dunia, Bob singgah di Belanda. Bob menetap di Negeri Kincir Angin itu selama kurang lebih 9 tahun. Selama berada di Belanda, Bob bekerja di Djakarta Lylpd di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Saat tinggal di Belanda, Bob bertemu dengan seorang wanita bernama Soelami Soejoed yang akhirnya menjadi pasangan hidupnya.

Pada tahun 1967, Bob beserta keluarganya kembali ke negara asalnya, yaitu Indonesia. Dua buah mobil mercedes miliknya buatan tahun 1960-an dibawa serta ke Indonesia. Demi membeli sebidang tanah, salah satu mobil yang dimilikinya rela ia jual. Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya. Bob memiliki tekad ingin bekerja secara mandiri.

Setelah keluar dari perusahaan, Bob bekerja menyewakan mobil Mercedes yang dimilikinya dengan ia sendiri yang menjadi sopirnya. Tetapi sebuah musibah terjadi. Bob mengalami kecelakaan yang mengakibatkan mobilnya rusak parah. Bob tidak memiliki uang sepeserpun. Akhirnya, Bob beralih pekerjaan menjadi tukang batu. Menjadi tukang batu malah membuat Bob menjadi makin depresi. Gaji yang hanya Rp. 100 membuatnya menjadi tertekan. Di dalam ketertekanannya, seorang teman Bob menyarankan agar ia memelihara ayam dan membuka usaha. Bob tertarik dan memulai usahanya. Ketika mulai beternak ayam, Bob mendapatkan inspirasi untuk berwirausaha menjual telur ayam.

Dari rumah ke rumah, Bob mendatangi calon pembeli, menawarkan barang dagangannya. Tak jarang, makian keluar dari mulut pelanggan. Walaupun dimaki-maki, Bob semakin semangat dan memperbaiki pelayanannya. Perubahan drastis pun terjadi. Bob yang dulunya hanya sales telur kini menjadi pemilik tunggal supermarket Kem Chicks. Bob selalu tampil sederhana dengan kemeja lengan pendek dan celana pendek. Bisnis pasar swalayan Bob berkembang pesat, merambah ke agribisnis, khususnya holtikutura, mengelola kebun-kebun sayur mayur untuk konsumsi orang asing di Indonesia. Karena itu ia juga menjalin kerjasama dengan para petani di beberapa daerah.

Bob percaya, jalan untuk menempuh kesuksesan tidaklah mulus. Banyak hal yang harus dilalui. Kegagalan demi kegagalan harus dilewati. Baginya uang bukan yang nomor satu. Yang penting kemauan, komitmen, berani mencari dan menangkap peluang

Selain mengenalkan telur ayam negeri, Bob adalah orang pertama yang menggunakan perladangan sayur dengan sistem hidroponik di Indonesia yang berkembang hingga sekarang.

Catatan awal tahun 1985 menyebutkan, rata-rata per bulan perusahaan Bob menjual 40-50 ton daging segar, 60-70 ton daging olahan, dan sayuran segar 100 ton. Hal itulah yang membuat Bob yakin dan percaya untuk mengembangkan bisnisnya hingga saat ini.

Pengusaha nyentrik Bob Sadino akhirnya mengakhiri perjalanan bisnisnya dan menghembuskan nafas terakhirnya pada 19 Januari 2015 di RS Pondok Indah, Jakarta.

Untuk meraih kesuksesan tidaklah mudah. Bob, sudah berhasil meraih kesuksesannya. Apakah Anda mau mecoba meraih kesuksesan Anda? Selamat meencoba dan semoga memberi inspirasi.
numpanglewat is offline   Reply With Quote
Sponsored Links