View Single Post
Old 18th September 2017, 10:19 AM   #1
Warga Forumku
 
Join Date: 18 Sep 2017
Userid: 6514
Posts: 3
Likes: 0
Liked 0 Times in 0 Posts
Thumbs up Cerita Legneda Batu Menangis

Disebuah gunung yang jauh berasal dari desa, didaerah Kalimantan hiduplah seseorang janda miskin dan seorang anak gadisnya.

seorang gadis janda itu terlampau cantik jelita. akantetapi sayang, beliau membawa perilaku yang benar-benar buruk. Gadis itu benar-benar pemalas, tak dulu mendukung ibunya melaksanakan pekerjaan-pekerjaan rumah. Kerjanya hanya bersolek tiap-tiap hari. doa dhuha

Selain pemalas, seorang gadis itu diapun sikapnya manja sekali. Segala permintaannya perlu dituruti. Setiap kali beliau meminta suatu hal kepada ibunya kudu dikabulkan, tanpa memperdulikan suasana ibunya yang miskin, setiap hari kudu membanting tulang mencari sesuap nasi.

Pada suatu hari anak gadis itu diajak ibunya turun ke desa untuk berbelanja. Letak pasar desa itu sangat jauh, sehingga mereka perlu berjalan kaki yang lumayan melelahkan. seorang gadis itu berjalan melenggang dengan kenakan baju yang baik atau bersolek agar seseorang dijalan yang terpantau nanti akan mengagumi kecantikannya. Sementara ibunya berlangsung dibelakang sambil membawa keranjang bersama busana terlampau dekil. namun dia hidup dibagian terpencil, tidak seorang tahu bahwa ke-2 perempuan yang terjadi itu adalah ibu dan anak.

Ketika beliau jadi memasuki desa, orang-orang desa melihat mereka. Mereka begitu kagum memandang kecantikan seorang gadis itu, terutama para pemuda desa yang tak puas-puasnya memandang wajah gadis itu. Namun saat memandang seseorang yang berlangsung dibelakang anak gadis itu, sungguh kontras keadaannya. Hal itu memicu orang bertanya-tanya.

Di antara orang yang melihatnya itu, seorang pemuda mencapai dan bertanya kepada gadis itu, “Hai, anak gadis cantik. Apakah yang berlangsung dibelakang itu ibumu?”
Namun, apa jawaban anak gadis itu ?
“Bukan,” katanya dengan angkuh. “Ia adalah pembantuku !”
Kedua ibu dan seorang itu lantas meneruskan perjalanan. Tak seberapa jauh, mendekati lagi seorang pemuda dan menanyakan kepada anak gadis itu.
“Hai, manis. Apakah yang berjalan dibelakangmu itu ibumu?”
“Bukan, bukan,” jawab gadis itu bersama dengan mendongakkan kepalanya. ” dia adalah budakk!”
Begitulah setiap gadis itu bersua dengan seseorang disepanjang jalur yang bertanya mengenai ibunya, selalu jawabannya itu. Ibunya diperlakukan sebagai pembantu atau budaknya.

Pada mulanya mendengar jawaban putrinya yang durhaka jika ditanya orang, si ibu masih bisa menghindar diri. Namun sehabis berulang kali didengarnya jawabannya serupa dan yang sangat menyakitkan hati, akhirnya si ibu yang malang itu tak dapat mencegah diri. Si ibu berdoa.

“Ya Tuhan, hamba tak kuat mencegah hinaan ini. Anak kandung hamba begitu teganya memperlakukan diri hamba sedemikian rupa. Ya, tuhan hukumlah anak durhaka ini ! Hukumlah dia….”
Atas kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa, perlahan-lahan tubuh gadis durhaka itu berubah jadi batu. Perubahan itu di awali dari kaki. Ketika perubahan itu sudah raih setengah badan, anak gadis itu menangis memohon ampun kepada ibunya.

” Oh, Ibu..ibu..ampunilah saya, ampunilah kedurhakaan anakmu sepanjang ini. Ibu…Ibu…ampunilah anakmu..” Anak gadis itu terus meratap dan menangis memohon kepada ibunya. Akan tetapi, seutuhnya sudah terlambat. Seluruh tubuh gadis itu selanjutnya beralih jadi batu. Sekalipun menjadi batu, namun orang bisa melihat bahwa kedua matanya masih menitikkan air mata, seperti tengah menangis. Oleh gara-gara itu, batu yang berasal berasal dari gadis yang mendapat kutukan ibunya itu disebut ” Batu Menangis “.

Demikianlah cerita berwujud legenda ini, yang oleh masyarakat setempat dipercaya bahwa kisah itu sangat pernah terjadi. Barang siapa yang mendurhakai ibu kandung yang sudah melahirkan dan membesarkannya, tentu kelakuan laknatnya itu akan mendapat hukuman berasal dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
rejamakan is offline   Reply With Quote
Sponsored Links