View Single Post
Old 2nd June 2013, 06:06 PM   #1
Sek Des
 
alnpr's Avatar
 
Join Date: 12 May 2013
Userid: 1032
Location: Pamulang
Age: 25
Posts: 398
Likes: 0
Liked 78 Times in 70 Posts
Default Pengembangan Geotermal Andalkan Kerjasama Swasta

Spoiler

Quote:
Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Barat akan mengadopsi model dan skema kerjasama dengan swasta di sektor geothermal. Nilai investasi yang tinggi dan cenderung memberatkan APBD menjadi penyebabnya.

Kepala Bidang Migas dan Panas Bumi Dinas ESDM Jabar, Achmad Fadillah, mengilustrasikan, biaya pengembangan satu sumur geothermal bisa memakan biaya sekitar 7 juta dolar AS atau sekitar Rp 70 miliar, sedangkan dalam pengembangan geothermal minimalnya ada tiga titik sumur. "Nilai itu terlalu berat bila semuanya ditanggung oleh APBD. Oleh sebab itu, kami menerapkan sistem lelang, terutama untuk bekerja sama dengan swasta untuk mengembangkan geotermal," ujarnya saat ditemui "PRLM", Jumat (31/5/2013).

Di Jawa Barat saat ini terdapat 11 lapangan wilayah kerja pertambangan (WKP) geothermal. Dari kesebelas lapangan WKP itu, baru empat WKP yang telah beroperasi, yakni WKP Darajat, WKP Gunung Salak, WKP Kamojang, dan WKP Wayang Windu. Selama tahun 2012, kapasitas total keempat WKP itu sebesar 1.075 MW.

Sementara WKP Karaha Bodas dan WKP Patuha masih dalam tahap konstruksi, dan direncanakan pada tahun 2014 bisa berjalan secara komersial, atau terhubung ke PLN. Adapun WKP yang masih dalam tahap eksplorasi adalah WKP Ciater, WKP Cibuni, WKP Tangkuban Parahu, WKP Tampomas, dan WKP Cisolok Cisukarame.

Keempat WKP yang sudah beroperasi dikembangkan oleh beragam pengembang, seperti Chevron Geothermal Indonesia (WKP Darajat), Chevron Geothermal Salak (WKP Gunung Salak), Pertamina Geothermal Energy (WKP Kamojang), dan Star Energy (WKP Wayang Windu).

Adapun WKP yang dalam tahap konstruksi, pengembangnya adalah Pertamina Geothermal Energy (WKP Karaha Bodas), dan Geodipa (WKP Patuha). Lalu, pengembang yang sedang melakukan eksplorasi adalah Wahana Sambada Santi (WKP Ciater), Yala Tekno Geotermal (WKP Cibuni), Geodipa (WKP Patuha), Tangkuban Parahu Geo Power (WKP Tangkuban Parahu), Wijaya Karya Jabar Power (WKP Tampomas), dan Jabar Rekin Geothermal (WKP Cisolok Cisukarame).

"Investasi total dalam sebuah pengembangan WKP geothermal berkisar 3,5 juta dollar AS/MW," kata Achmad.

Bila melihat kepada kapasitas terpasang pada 2012 di keempat WKP yang sudah beroperasi, kapasitas WKP Darajat sebanyak 271 MW, WKP Gunung salak sebanyak 377 MW, WKP Kamojang sebanyak 200 MW, dan WKP Wayang Windu sebanyak 227 MW.

Selain sebelas WKP yang sudah ada, pihaknya juga sedang berupaya mengembangkan sebelas WKP yang baru di wilayah Ciseeng, Gede Pangrango, Tasikmalaya, Cibingbin Kab. Kuningan, Ciheuras Kab Tasikmalaya, Cilayu-Cisewu Kab. Garut, Gunung Kromong Kab Cirebon, Gunung Galunggung Kab Tasikmalaya, Gunung Pancar Kab. Bogor, Jampang Kab Sukabumi, dan Tanggeung Kab Cianjur.

Achmad mengatakan, pengembangan geothermal bisa memberikan pendapatan daerah dari bagi hasil dengan pengembang, dan juga peningkatan investasi daerah. Dia menyebutkan, pendapatan daerah dari bagi hasil pengembangan geothermal pada tahun 2011 sebanyak Rp 56 miliar. Jumlah tersebut meningkat drastis pada tahun 2012 menjadi Rp 120 miliar.
Sumber: http://bit.ly/ZDrChs
alnpr is offline   Reply With Quote
Sponsored Links