View Single Post
Old 17th July 2012, 04:52 PM   #32
endar.agustyan
[M]
Sek Cam
 
endar.agustyan's Avatar
 
Join Date: 16 Jul 2012
Userid: 17
Location: Bandung
Posts: 2,185
Real Name: Endar Agustyan
Likes: 43
Liked 85 Times in 51 Posts
Default

BANDAR UDARA—Pemerintah & Angkasa Pura Didesak Bangun Bandara

bisnis-kti



Quote:
JAKARTA: Pemerintah dan perusahaan pengelola bandara di Tanah Air harus secepatnya menyiapkan infrastruktur bandara untuk dapat menampung serbuan maskapai penerbangan yang terus menambah armadanya.

Sekjen Indonesia National Air Carriers Association (INACA), Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional, Tengku Burhanuddin mengatakan pemerintah harus secepatnya mengejar ketertinggalan penyediaan infrastruktur pendukung penerbangan di Tanah Air khususnya soal bandara yang mayoritas sudah kelebihan muatan atau over capacity.

“Pemerintah harus tanggap agar ekonomi yang dihasilkan dari transportasi udara berkembang. Jangan terlambat, itulah risiko ekonomi Indonesia yang growthnya (pertumbuhannya) membaik terus,” kata Tengku kepada Bisnis, Selasa (12/6).

Dia menambahkan diharapkan bandara-bandara di Tanah Air dalam dua-tiga tahun kedepan sudah berkembang, diantaranya Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Bandara Kuala Namu Medan, Ngurah Rai Denpasar dan Sepinggan Balikpapan.

“Kunci pertumbuhan ekonomi yaitu pemerintah harus perhatikan bandara. Kalau tidak akan stagnan. Kasihan maskapai, mau maju tetapi terhambat, mau parkir dimana pesawat-pesawat yang terus bertambah itu,” tuturnya.

Menurutnya, pemerintah harus cepat melakukan pengembangan bandara, karena bukan hanya Lion Air yang menambah pesawat, juga Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Sky Aviation, Indonesia Air Asia. “Lebih cepat lebih baik, jangan lambat. Pada 2015 saat penerapan Asean Open Sky, kita harus sudah ready to take off. Kalau pemerintah beralasan karena keterbatasan anggaran, dapat mencari investor dari bank lokal,” ucapnya.

Soal pengembangan bandara ini, pemerintah sudah mengeluarkan Peraturan Pemerintah No.40/2012 tentang Pembangunan dan Pelestarian Lingkungan Hidup Bandara, didalamnya diatur kalau bandara yang sudah diusahakan (yakni oleh Angkasa Pura), pengembangannya diserahkan kepada pengelola termasuk untuk sisi udara seperti runway (landasan pacu).

Menurut Tengku, dengan keluarnya PP No.40 ini artinya pengelola bandara, yakni PT Angkasa Pura I dan II harus melaksanakannya. “Kalau tidak untuk apa peraturan itu. Makanya, jangan cari untung besar-besar dulu, uangnya dipakai untuk pengembangan bandara, diinvestasikanlah,” imbuh Tengku.

Bangun 45 bandara

Untuk mengatasi keterbatasan bandara di Tanah Air ini, Kementerian Perhubungan sudah memprogramkan untuk membangun 45 bandara periode 10 tahun ke depan. Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Herry Bakti S Gumay mengatakan total 45 bandara tersebut akan tersebar di seluruh Indonesia dan untuk tahap pertama akan bangun 24 bandara baru sampai 2017, kemudian sisanya akan dibangun bertahap hingga 2022.

“Pembangunan bandara-bandara tersebut sebagai langkah antisipasi pertumbuhan industri penerbangan Tanah Air yang terus melonjak drastis. Tidak hanya dalam jumlah penumpang, pertumbuhan industri juga dipicu oleh aktifnya pembelian armada oleh maskapai serta ekspansi rute,” tuturnya.

Dia menjelaskan hingga kini sudah ada delapan bandara baru yang pembangunan sudah menunjukkan kemajuan, yakni Bandara Muara Bungo (Jambi), Bandara Tual Baru (Maluku), Bandara Waisai Raja Ampat (Papua Barat), Bandara Enggano (Bengkulu), Bandara Sumarorong Tahap II (Mamasa), Bandara Waghete Baru (Papua), Bandara Kamanap Baru (Papua) dan Bandara Pekonserai (Lampung Barat). Bahkan Bandara Muara Bungo Jambi sudah diresmikan pada akhir pekan lalu.

Bandara-bandara baru tersebut umumnya memiliki panjang dan lebar landas pacu (runway) 900 meter x 300 meter atau 1.400 meter x 300 meter yang masing-masing hanya bisa didarati oleh pesawat ATR-42, DHC-7, dan Cassa 212, atau pesawat Hercules 130 dan ATR-72.

Menurut Herry, diperlukan dana minimal Rp200 miliar membangun bandara baru yang kondisi tanahnya bagus. Untuk tahun ini Kemenhub memperoleh alokasi Rp3 triliun untuk pembangunan infrastruktur bandara.

Kemenhub mencatat jumlah penumpang pesawat udara sepanjang 2011 naik 13% dari 2010 menjadi 66 juta orang. Pada kuartal I/2012, Badan Pusat Statistik mencatat jumlah penumpang pesawat udara domestik naik 5,7% menjadi 17,1 juta orang dari posisi yang sama tahun lalu yang masih 16,2 juta orang. Jumlah penumpang internasional baik yang menggunakan penerbangan nasional maupun asing mencapai 3,8 juta orang atau naik 13,98% dibanding periode yang sama tahun lalu yang masih 3,3 juta orang.

INACA bahkan memprediksi jumlah penumpang udara pada 2015 mencapai 100 juta dengan pertumbuhan 11%-12% per tahun. Ketua INACA Emirsyah Satar mengatakan pertumbuhan per tahun ini sedikit lebih rendah dari tahun-tahun sebelumnya yang 15% karena ada pengaruh dari krisis di Eropa
endar.agustyan is offline   Reply With Quote