View Single Post
Old 31st July 2013, 08:40 PM   #1
Sek Des
 
alnpr's Avatar
 
Join Date: 12 May 2013
Userid: 1032
Location: Pamulang
Age: 25
Posts: 398
Likes: 0
Liked 78 Times in 70 Posts
Default Asing Kuasai Sumber Daya Alam, Indonesia Tak Akan Maju

Spoiler

Quote:
Pemerintah berencana menata ulang tata kelola sumber daya alam (SDA) untuk kesejahteraan rakyat sesuai dengan Undang Undang Dasar 1945. Hal tersebut mengingat SDA tanah air yang masih banyak dikuasai asing seperti pengelolaan tambang emas di Grasberg, Papua yang dikelola PT Freeport Indonesia serta tambang batu hijau milik PT Newmont Nusa Tenggara.

"Pada UUD 1945 Pasal 33 itu ada dua acuan utama untuk negara yaitu perekonomian nasional dan kesejahteraan sosial masyarakat. Kata kuncinya itu disana adalah dikuasai negara dan sebesar-besar kemakmuran rakyat," ujar Hatta di Hotel Grand Cempaka, Jakarat, Rabu (31/7/2013).

Lebih lanjut Hatta menjelaskan, sumber daya mineral hingga kini sebagian besar juga dikuasai asing. Sumber daya mineral hanya digunakan sebagai sumber devisa melalui ekspor barang mentah. Oleh sebab itu pemerintah melakukan pelarangan ekspor barang mentah pada 2014 mendatang sesuai dengan UU Nomor 4 Tahun 2009 mengenai Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).

Dia menilai, bangsa Indonesia tidak akan pernah maju jika hanya bisa menjual barang mentah saja. "Bangsa ini tidak akan pernah maju dari jual barang mentah dan kita selamanya menjadi bangsa yang selalu bergantung," tukas Hatta.

Selain pelarangan ekspor pada barang tambang mentah, tindakan pemerintah lainnya seperti renegosiasi kontrak karya. "Pemerintah itu pada dasarnya menghormati seluruh kontrak yang dibuat di masa lampau. Namun, jika kontraknya habis perlu strategi ulang untuk mengelola sumber barang tambang itu," ucap dia.

Sementara pada PT Freeport Indonesia sebagai pengelola tambang emas dan tembaga terbesar di Tanah Air, Hatta menuturkan pemerintah meminta agar Freeport bisa membangun pemurnian dan pengolahan barang tambang mentah (smelter). "Ini kemudian, melepaskan sebagian lahannya yang dikuasai, peningkatan royalti dan divestasi saham 51 persen. Ini akan menjadi pegangan kita untuk mengelola masa depan kita," tutup Hatta.
Sumber: http://bit.ly/16CRFns
alnpr is offline   Reply With Quote
Sponsored Links