View Single Post
Old 2nd August 2013, 06:43 PM   #1
Sek Des
 
alnpr's Avatar
 
Join Date: 12 May 2013
Userid: 1032
Location: Pamulang
Age: 25
Posts: 398
Likes: 0
Liked 78 Times in 70 Posts
Default Ekonomi RI Bisa Terpuruk di Bawah 5,8%

Spoiler

Quote:
Badan Pusat statistik (BPS) baru saja mencatatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2013 sebesar 5,8 persen. Sebelumnya, BI menetapkan target pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir tahun berkisa pada 5,8-6,2 persen.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Pery Warjiyo mengatakan, saat ini pihak masih belum bisa memutuskan apakah akan merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir tahun.

"Nanti tunggu saja waktu komunikasi Rapat Dewan Gubernur (RDG), kami sedang mengkaji semuanya, mengkaji realisasi PDB, realisasi inflasi dan bagaimana dampaknya terhadap perkiraan ekonomi kita ke depan," kata Pery di Gedung BI, Jakarta, Jumat (2/8/2013).

Dia mengatakan, sebelumnya BI memang telah mengemukakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mengalami penurunan akibat dari kondisi global yang masih bergejolak.

"Sebelumnya perkembangan-perkembangan sudah kita kemukakan dari awal bahwa ekonomi showing down karena kinerja ekspor kita menjadi lemah karena permintaan dunia yang melemah dan harga juga melemah seperti itu, katanya.

Dia mengatakan meski pertumbuhan Indonesia menurun pada kuartal kedua ini, namun menurutnya kondisi ekonomi Indonesia masih kondusif. Pasalnya, dampak dari gejolak ekonomi global tidak hanya terjadi di Indonesia tapi juga berdampak pada negara lain seperti China yang mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi dari 7,7 persen menjadi 7,5 persen.

"Perkiraan kita kan sebenarnya 5,8-6,2 persen. Harusnya bisa 5,9 persen tapi realiasinya 5,8 lebih rendah karena memang kinerja ekspornya jauh lebih rendah dari yang kita perkirakan. Kita bisa melihat bahwa China yang sebelumnya 8 persen, turun menjadi 7,7 persen bahkan diperkirakan akan turun 7,5 persen bukan kita saja, tuturnya.

Dia mengatakan kondisi saat ini masih mencerminkan current account defisit Indonesia masih relatif tinggi.

"Jadi relatif pertumbuhan kita 5,8 persen itu rendahnya kalau dibandingkan kapasitas output nasional kita, potensi tumbuh kita tapi lebih tinggi dibandingkan negaralain yang showing down, kata dia.

Dia mengatakan, kemungkinan pertumbuhan Indonesia memang bisa mengarah ke bawah 5,8-6,2 persen. "Kita masih optimistis sekitar 6 persen tapi realisasi kuartal II dan juga ekonomi China, India masih showing down, berikutnya akan mengarah ke batas bawah di kisaran 5,8-6,2 persen," tandasnya.
Sumber: http://bit.ly/14L9y0m
alnpr is offline   Reply With Quote
Sponsored Links