View Single Post
Old 27th September 2013, 03:14 PM   #1
Administrator
 
admin's Avatar
 
Join Date: 5 Jul 2012
Userid: 1
Posts: 5,267
Likes: 1,721
Liked 196 Times in 118 Posts
Default R-80 Pesawat Kebanggaan Indonesia akan digunakan oleh NAM Air

Nam Air pesan 100 pesawat, Habibie kembali bersemangat

http://www.merdeka.com/uang/nam-air-...rsemangat.html#

Reporter : Idris Rusadi Putra
Jumat, 27 September 2013 09:17:00

Presiden ketiga Indonesia BJ Habibie tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya atas rencana maskapai Nam Air yang akan menggunakan pesawat yang tengah dirancangnya yaitu R-80. Habibie mengaku sangat bersyukur. Sebab, pembelian 100 unit pesawat ini akan meneruskan perjuangannya yang dulu sempat mati.

"Saya sebagai orang tua syukur alhamdulillah mereka (Nam Air) meneruskan perjuangan tidak mengenal lelah. Oleh karena itu saya datang ke sini dalam tanda tangan jual beli pesawat," kata Habibie di Jakarta, Kamis (26/9) malam.
Habibie mengaku sangat bersemangat mengembangkan pesawat tipe R-80. Burung besi tersebut merupakan buatan PT RAI yang tak lain adalah perusahaan milik Habibie. Pesawat ini bisa mengangkut 80 penumpang. Kemampuannya mendarat di landasan pendek membuat pesawat ini cocok untuk menembus pelosok tanah air.

Habibie mengaku api semangatnya untuk mengembangkan industri kedirgantaraan kembali menyala setelah ada maskapai yang mau menggunakan pesawat buatan dalam negeri. "Saya sekarang umurnya 77 tahun sebentar lagi tinggal 3 tahun sudah 80. Tapi dengan ini semangat saya sama seperti saya 17 tahun," katanya.

Dengan tegas Habibie menjanjikan bahwa pesawat R-80 sudah bisa mengudara di langit Indonesia pada 2017. "Semangat ini saya temukan kembali dari kerjasama ini, anak dan cucu saya yang intelektual. Pesawat terbang R-80 tahun 2016 atau 2017 akan mengudara. Ini surprise sekali," tutupnya.



Menanti aksi Nam Air unjuk gigi di langit Indonesia

Reporter : Wisnoe Moerti
Jumat, 27 September 2013 08:04:00

http://www.merdeka.com/uang/menanti-...indonesia.html

Bisnis sektor penerbangan di Indonesia seolah tak terganggu dengan turbulensi terhadap sistem perekonomian nasional yang terjadi akhir-akhir ini. Cerahnya bisnis kedirgantaraan nasional sudah diprediksi sebelumnya oleh International Air Transport Association atau IATA.
Lembaga ini memprediksi Indonesia akan menjadi pasar terbesar kesembilan di dunia untuk penerbangan domestik pada 2014 nanti. Selain itu, Indonesia juga diprediksi menjadi pasar dengan pertumbuhan tercepat keenam di dunia untuk penerbangan internasional.
Tidak terbantahkan bahwa besarnya ceruk bisnis penerbangan dalam negeri tidak lepas dari kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari beberapa pulau yang dipisahkan oleh lautan. Otomatis, pesawat terbang menjadi salah satu alat transportasi utama untuk pergerakan manusia dari satu pulau ke pulau lain.
Kementerian Perhubungan juga mengatakan pasar penerbangan nasional masih terus tumbuh sekitar 15-20 persen per tahun, seiring pertumbuhan ekonomi nasional yang masih cukup positif.
Menggeliatnya pasar penerbangan nasional pada akhirnya turut membidani beberapa maskapai penerbangan baru yang bakal menghiasi langit Indonesia. Pada tahun ini saja sudah ada 2 maskapai baru yang bergerak dalam penerbangan pelayanan penuh dan eksekutif, terbang di langit Indonesia.
Salah satunya adalah Batik Air. Maskapai ini adalah milik PT Lion Mentari Airlines. Batik Air sudah resmi terbang perdana pada mei 2013. Maskapai kedua yang sebentar lagi bakal ikut meramaikan penerbangan Indonesia adalah Nam Air. Nam Air adalah anak usaha maskapai penerbangan Sriwijaya Air yang akan bergerak dalam bisnis penerbangan layanan medium.
Kemarin, Nam Air resmi memperkenalkan diri ke publik. Di bawah bendera Sriwijaya Air, maskapai ini bakal fokus untuk menggarap pasar penerbangan perintis atau antar kabupaten/kota. Dengan tampilan yang tidak jauh berbeda dengan Sriwijaya Air, Nam Air siap menantang maskapai lain yang menggarap pasar yang sama semisal Merpati Airlines maupun Garuda Indonesia.
"Nam Air diproyeksikan untuk penerbangan ke wilayah lebih dalam, seperti tingkat kabupaten dan Kotamadya di wilayah Indonesia," kata Presiden Direktur Sriwijaya Air Chandra Lie saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (26/9).
Untuk tahap awal, Nam Air akan menggunakan armada pesawat Boeing 737-500 dengan kapasitas 120 penumpang. Yang terdiri atas dua kelas yakni eksekutif dan ekonomi. Untuk selanjutnya, Nam Air bakal menggunakan 100 pesawat R-80 yang merupakan pesawat buatan Presiden ketiga Indonesia BJ Habibie.
Chandra mengaku sudah lama berkomitmen untuk menggunakan pesawat karya Habibie tersebut. Namun, pesawat tersebut hingga saat ini masih dalam tahap pra desain. Dia mengklaim, dengan menggunakan pesawat buatan anak bangsa, Nam Air bangga dengan produk dalam negeri.
Terlebih, kata dia, dari segi keselamatan, pesawat buatan anak bangsa juga cukup terjamin dan tidak perlu diragukan. "Mudah-mudahan 2018 sudah bisa didatangkan dan dipakai," ucapnya.
Selain akan menggunakan pesawat buatan Habibie, Nam Air juga telah menyiapkan armada lain yang diyakini bisa memperkuat barisan pesawat yang digunakan untuk menjelajah nusantara. Sebelum menggunakan pesawat buatan Habibie, Nam Air terlebih dahulu menggunakan pesawat jenis ATR dan Bombardier. Proposal pemesanan pesawat-pesawat tersebut akan segera disampaikan kepada dua perusahaan yang memproduksi pesawat jenis itu.
Untuk penerbangan perdana, Nam Air telah menyiapkan dua unit pesawat yang akan beroperasi untuk rute-rute pendek. Rute jarak jauh yang bakal dijelajahi Nam Air antara lain Jakarta-Sorong (pp), Jakarta-Kupang (pp), Jakarta-Pangkal Pinang (pp), Jakarta-Pontianak (pp), Surabaya-Luwuk (pp), Surabaya-Pangkalanbun (pp).
Sementara rute jarak pendek meliputi Surabaya-Biak (pp), Surabaya-Denpasar (pp), Denpasar-Waingapu (pp), Denpasar-Maumere (pp), Denpasar-Kupang (pp).
Kapan maskapai ini mulai menjelajah langit Indonesia? Rencana awal, Nam Air mulai take off pada 1 Oktober 2013, bertepatan dengan hari kesaktian Pancasila. Namun ternyata maskapai anak usaha Sriwijaya Air tersebut belum mempunyai AOC (Air Operator Certificate). Padahal, izin ini mutlak dikantongi setiap maskapai penerbangan.
Padahal, manajemen maskapai sangat berambisi bisa mulai terbang sesuai jadwal. "Kita masih tahap berjalan mengerjakan itu. Saya ingin mengejar mimpi saya 1 Oktober, hari kesaktian Pancasila kita go," kata Chandra.
Pihaknya hanya bisa berharap keinginannya untuk menerbangkan Nam Air bertepatan dengan hari kesaktian Pancasila bisa terwujud. Saat ini Nam Air baru mengantongi izin SIAU (Surat Izin Usaha Angkutan Udara) Niaga berjadwal dengan nomor SIUAU/NB - 031 tanggal 2 Agustus 2013.
Menarik untuk menantikan aksi Nam Air berhadapan dengan maskapai penguasa langit Indonesia semacam Lion Air, Garuda Indonesia, Air Asia, Merpati Airlines.
admin is offline   Reply With Quote
Sponsored Links