View Single Post
Old 17th July 2012, 06:06 PM   #18
endar.agustyan
[M]
Sek Cam
 
endar.agustyan's Avatar
 
Join Date: 16 Jul 2012
Userid: 17
Location: Bandung
Posts: 2,185
Real Name: Endar Agustyan
Likes: 43
Liked 85 Times in 51 Posts
Default

Pelindo II Kebut Pembangunan Tiga Pelabuhan Baru

jurnas

Quote:
Jurnas.com | UPAYA PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II mengefektifkan Perpres tentang Sistem Logistik Nasional (Sislognas) guna menekan biaya logistik Indonesia direalisasikan melalui pembangunan tiga pelabuhan baru. Ketiganya dikebut pengerjaannya selama dua tahun ke depan.

Pelabuhan-pelabuhan itu ialah Terminal Peti Kemas Kalibaru Tanjung Priok dengan nilai investasi Rp22,6 triliun dan pelabuhan kontainer di Sorong, Papua (Rp10 triliun) yang mulai dibangun tahun ini. Selain itu ada pula pelabuhan bongkar muat di Tanjung Sawuh, Batam, berkapasitas 4 juta TEUs (twenty-foot equivalent units/ukuran standar sebuah kontainer) senilai Rp20 triliun mulai digarap tahun depan.

Proyek-proyek tersebut diharapkan bisa meningkatkan konektivitas antarwilayah di Indonesia. Utamanya untuk pelabuhan di Batam dan Sorong ditujukan guna mengintegrasikan wilayah Indonesia timur ke barat. Jika konektivitas jalur laut di Tanah Air berjalan efektif diyakini bisa menekan biaya logistik nasional.

Pasalnya, Bank Dunia mencatat biaya logistik dari kawasan industri ke pelabuhan di Indonesia bahkan lebih tinggi dari Malaysia. Henry Sandee selaku Perwakilan Bank Dunia dalam diskusi soal sistem logistik nasional (Sislognas) Indonesia, di Jakarta, Selasa (26/6), mencontohkan dari kawasan industri Cikarang menuju Pelabuhan Priok dengan jarak 55,4 km memerlukan biaya logistik sebesar US$750.

Sedangkan di Malaysia, dari kawasan industri Pasir Gudang ke Pelabuhan Tanjung Pelepas sejauh 56,4 km hanya memelukan ongkos logistik US$450. Ia berpendapat, sekalipun Indonesia berhasil menciptakan layanan kepelabuhan yang bagus takkan berarti jika tidak ada perbaikan dalam pembangunan infrastrukturnya.

Menyadari kondisi ini maka Pelindo II mengebut melaksanakan pembangunan ketiga pelabuhan tadi. Misalnya, dengan keberadaan Pelabuhan Sorong nantinya barang dari Australia bisa transit di sana sebelum dikirim ke negara lain daripada harus transit ke pelabuhan di Singapura. Dengan pembangunan pelabuhan peti kemas di tanah Papua maka perdagangan domestik antardaerah pun lebih berkembang.

Sementara untuk pelabuhan di Batam, keperluannya bukan untuk meningkatkan perdagangan, melainkan lebih kepada menggaet peluang kapal China ke Eropa. Pasalnya, terdapat enam pelabuhan di China bagian barat yang mengirimkan barang-barangnya ke Eropa melalui Selat Malaka.

Jika seluruh infrastruktur ini bisa tergarap dengan baik diyakini biaya logistik Indonesia dapat kian murah. Pada 2008, sekitar 65 persen peti kemas yang mau masuk ke RI harus transit dulu di Singapura kemudian pada 2011 tinggal 18 persen.

Sebagai catatan, sebelum Pelabuhan Batam yang ada saat ini dibangun maka kapal menuju Jakarta harus bongkar muat di Singapura dulu. Setelah Pelabuhan Batam dibangun pada 1970-an sampai sekarang, sejumlah 80 persen kapal langsung menuju Jakarta tanpa ada bongkar muat di Singapura
endar.agustyan is offline   Reply With Quote