View Single Post
Old 17th July 2012, 06:08 PM   #19
endar.agustyan
[M]
Sek Cam
 
endar.agustyan's Avatar
 
Join Date: 16 Jul 2012
Userid: 17
Location: Bandung
Posts: 2,185
Real Name: Endar Agustyan
Likes: 43
Liked 85 Times in 51 Posts
Default

INVESTASI PELABUHAN: RIP Tanjung Perak belum didukung RTRW Surabaya

bisnis



Quote:
SURABAYA: Otoritas Pelabuhan III menyatakan konsep Rencana Induk Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya telah memasuki tahap akhir meski rancangan pengembangan kawasan pelabuhan itu belum didukung Rancangan Tata Ruang Wilayah Kota Surabaya.


Padahal, dukungan keberadaan RIP telah masuk dalam RTRW Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Bangkalan yang ketiganya telah tuntas disahkan sebagai peraturan daerah.


Kepala Otoritas Pelabuhan III, I Nyoman Gde Saputra mengatakan RIP Tanjung Perak sudah hampir tuntas. ”Final report RIP sudah selesai, konsep pengembangan pelabuhan itu telah didukung oleh keberadaan Perda RTRW dari Jatim, Gresik dan Bangkalan. Namun, RIP belum didukung RTRW Kota Surabaya yang saat ini masih dibahas,” katanya kepada Bisnis, Senin, (9/7).


Gde Saputra menjelaskan pihaknya hingga kini mendapat informasi bila RTRW Kota Surabaya masih belum bisa diperdakan. ”Artinya konsep RIP saat ini masih menunggu dukungan dari proses perda RTRW Kota Surabaya. Pengembangan RIP Tanjung Perak meliputi tiga wilayah yaitu Surabaya, Gresik dan Bangkalan, sedangkan Gresik, Bangkalan dan Jatim telah memiliki RTRW dalam bentuk perda yang telah mengakomodir konsep RIP Tanjung Perak,” katanya.



Dia menegaskan dukungan penuh dari tiga wilayah itu termasuk Jatim dengan perda RTRW-nya yang mengakomodir RIP menjadi keniscayaan. ”Dukungan kelengkapan RTRW semua wilayah yang menjadi lokasi pengembangan Pelabuhan Tanjung Perak dalam skema RIP sangat diperlukan. Apabila itu semua [RTRW] sudah lengkap, konsep RIP bisa dilanjutkan untuk diajukan ke Kementerian Perhubungan spaya ditetapkan dengan regulasi nasional,” tegasnya.


Anggota Komisi D DPRD Jatim, Nizar Zahro menegaskan pihaknya sangat berkepentingan supaya RIP Tanjung Perak segera bisa diaktualisasikan dalam bentuk regulasi berskala nasional.



”Pelabuhan Tanjung Perak merupakan terbesar kedua, bahkan perannya sangat vital tidak saja bagi Jatim namun juga bagi Indonesia Timur. Artinya dengan RIP yang telah disahkan pemerintah, pengembangan Tanjung Perak lebih terarah dengan jangka waktu yang terukur mulai jangka pendek, menengah dan panjang,” katanya.



Keberadaan RIP, tegas Nizar, akan semakin membuat nilai tambah bagi keberadaan Jembatan Surabaya-Madura. ”Konsep RIP yang digagas oleh OP III, PT Pelindo III dan sejumlah stakeholder Tanjung Perak berdimensi jauh kedepan sehingga wilayah pengembangannya juga mencakup tiga daerah yaitu Kota Surabaya, Kab. Gresik dan Bangkalan. Artinya pengembangannya akan terintegrasi dengan dukungan ketiga wilayah dalam sektor pelabuhan maupun industri maritim,” ujarnya.


Bagi Madura, kata Nizar, RIP akan menjadi pedoman untuk mengarahkan Kabupaten Bangkalan menjadi lebih vital dengan menjadi wilayah pengembangan kawasan industri maritim termasuk pendirian pelabuhan skala internasional baik oleh pemerintah maupun swasta.


”Karena informasinya di wilayah Bangkalan, Pemerintah telah menyiapkan desain pembangunan pelabuhan petikemas skala besar di Tanjungbulu Pandan, Arosbaya. Untuk swasta, PT Lamicitra Nusantara telah memiliki proyek besar MISI [Madura Industrial Seaport City] di Socah. Ini akan memberikan nilai tambah bagi Bangkalan secara signifikan,” ungkapnya.
endar.agustyan is offline   Reply With Quote