View Single Post
Old 17th July 2012, 06:41 PM   #9
endar.agustyan
[M]
Sek Cam
 
endar.agustyan's Avatar
 
Join Date: 16 Jul 2012
Userid: 17
Location: Bandung
Posts: 2,185
Real Name: Endar Agustyan
Likes: 43
Liked 85 Times in 51 Posts
Default

Pembangunan Jalan Tol Bogor Ring Road Seksi 2A Dimulai Juli

iyaa finance

Quote:
JAKARTA (IFT) - Perusahaan konstruksi, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) akan memulai pengerjaan proyek pembangunan jalan tol Bogor Ring Road seksi 2A Kedung Halang-Yasmin sepanjang 2 kilometer mulai Juli 2012. Proyek senilai Rp 340,8 miliar tersebut ditargetkan tuntas dalam 17 tahun ke depan. Natal Agrawan, Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya, mengatakan proyek tersebut merupakan milik PT Marga Sarana Jabar, perusahaan patungan antara PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dengan BUMD Jawa Barat PT Jasa Sarana yang memegang hak konsesi jalan tol Bogor Ring Road 2A. “Ini merupakan proyek lanjutan dari ruas Bogor Ring Road seksi 1. Kami akan bangun sebanyak dua lajur dengan lebar masing-masing 10,3 meter,” ungkapnya di Jakarta, Senin. Menurut dia, ruas tol tersebut akan dibangun dengan model jalan layang (elevated) menyerupai jalan tol Cawang-Tanjungpriok. Perusahaan akan menggunakan teknologi precast double box girder (beton pracetak dengan rangka ganda) yang dicetak bertahap (span by span). Muhammad Zahir Siregar, Direktur Utama Marga Sarana Jabar, menambahkan proyek dengan kebutuhan investasi sekitar Rp 598 miliar itu siap dibangun menyusul telah tuntasnya proses pembebasan lahan seluas 1,2 hektare sekaligus tender kontraktor pelaksananya. “Karena dibangun elevated, maka kebutuhan lahan tidak terlalu besar. Pembangunan kami harapkan tuntas pada akhir 2013, sehingga seksi ini dapat mulai dioperasikan pada awal 2014," jelasnya. Ia mengungkapkan, keberadaan ruas Bogor Ring Road seksi 2A Kedung Halang-Yasmin diharapkan dapat mendongkrak volume transaksi di jalan tol tersebut. Pasalnya, berdasarkan kajian di lapangan, sebanyak 70% kendaraan yang melewati ruas tersebut bertujuan untuk keluar di Yasmin. Diharapkan dengan adanya seksi lanjutan ini, trafik harian akan semakin meningkat. Selain itu, ruas ini diharapkan dapat mengatasi kemacetan lalu lintas di wilayah Bogor dan sekitarnya. Kontrak Baru Natal Agrawan menambahkan dengan perolehan kontrak proyek tol Bogor Ring Road seksi 2A Kedung Halang-Yasmin, perusahaan telah mengantongi kontrak baru sebesar Rp 7,54 triliun sepanjang semester I 2012. Perolehan tersebut setara dengan 45,64% dari target kontrak baru tahun ini, yaitu Rp 16,52 triliun. “Selama Juni saja kami telah memperoleh kontrak baru sebesar Rp 1,89 triliun. Jadi hingga Juni total kontrak baru yang kami peroleh telah mencapai Rp 7,54 triliun," katanya. Sebelumnya, sepanjang periode Januari hingga Mei 2012, perusahaan konstruksi pelat merah tersebut mencatat perolehan kontrak senilai Rp 5,65 triliun. Sepanjang 2012, perusahaan menargetkan perolehan kontrak sebesar Rp 32,09 triliun, termasuk kontrak carry over dari 2011 senilai Rp 15,57 triliun. Proyek-proyek yang digarap Wijaya Karya antara lain pembangunan PLTG Tanjung Batu berkapasitas 50-60 megawatt (MW) senilai Rp 530 miliar, 4 paket proyek JGSB Pembangunan Jembatan dan Kereta Api Baru Jawa Tengah senilai Rp285 miliar, serta pekerjaan rehabilitasi dan konstruksi Bangunan Sabo Dam Sleman Yogyakarta Paket I senilai Rp 240 miliar. Selain itu, proyek procurement and installation of Refery MOP FENI PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) bernilai Rp 323,20 miliar dan proyek lanjutan JICT Tanjung Priok senilai Rp 101,40 miliar, proyek pembangunan Bukit Golf Apartemen di Surabaya, Jawa Timur senilai Rp 360,30 miliar, proyek pembangunan Dermaga Utara Pelabuhan Laut Batu Ampar Batam sebesar Rp 349,90 miliar, serta proyek pembangunan Jalan Tol Gempol-Pandaan Tahap 1 Paket 2 senilai Rp 255 miliar. Perusahaan operator tol PT Jasa Marga Tbk (JSMR) berencana menambah satu jalur laying (elevated) di ruas tol dalam Kota Jakarta sepanjang Cibubur-Cawang-Kuningan-Semanggi. Penambahan jalur bertujuan untuk meningkatkan kapasitas jalan tol hingga sekitar 30%-35% dan mengurai kemacetan di ruas tersebut. Hasanudin, Direktur Operasi Jasa Marga, mengatakan saat ini perusahaan tengah mematangkan desain dan kajian terkait kelayakan teknis rencana penambahan jalur tersebut. “Sekarang kami sedang bahas secara internal untuk melihat kelayakan secara teknis. Usulannya, kalau mau jalur elevated harus mulai dari Cibubur lalu ke Cawang, Kuningan, Semanggi, dan turun di pintu tol Senayan,” ujarnya. Jalur elevated itu nanti didedikasikan khusus untuk melayani lalu lintas kendaraan jarak jauh dari Cibubur yang langsung menuju Senayan.
endar.agustyan is offline   Reply With Quote