View Single Post
Old 15th September 2012, 10:42 AM   #1
Sek Des
 
gladiator's Avatar
 
Join Date: 11 Sep 2012
Userid: 218
Location: bandung
Posts: 239
Likes: 7
Liked 47 Times in 33 Posts
Default Sukses dengan Bisnis Online dan Bengkel Motor


Di kala anak muda lain masih mengandalkan pemberian orangtua mereka, tidak demikian halnya dengan Krisna Leonard. Guna mendapat uang saku tambahan Krisna yang kini berusia 22 tahun sudah mulai merambah dunia bisnis sejak dia sekolah.

Krisna yang kala itu masih berseragam putih abu-abu di sebuah sekolah di daerah Jakarta Barat mencoba peruntungannya sebagai pebisnis dengan berjualan sepatu. Sepatu dipilih karena kala itu merupakan produk yang sedang tren di kalangan teman-temannya.

Saat itu, Krisna dapat dikatakan menjadi "juragan" sepatu di lingkungan sekolahnya. Menguntungkan, bisnis ini digelutinya hingga ke perguruan tinggi. Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya, Krisna pun menerapkan pangsanya yang semula anak sekolah menjadi mahasiswa. "Memang menguntungkan, tapi karena (barangnya) agak lama (dikonsumsi) jadi pada belinya jarang-jarang," terang Krisna seperti dikutip dari Okezone.

Seiring usaha Krisna berjualan sepatu, dirinya disodorkan dengan kecanggihan teknologi, yakni berjualan di dunia maya. Krisna pun mulai tertarik dengan luasnya jaringan pada dunia maya. Bukan untuk menjelajah pada situs jejaring sosial seperti yang dilakukan oleh kebanyakan orang. Krisna melihat adanya potensi mengembangkan bisnisnya lewat dunia maya.

Namun, niatan Krisna untuk melakukan ekspansi bisnisnya lewat dunia maya nampaknya tidak didukung oleh potensinya saat itu. Anak kedua dari tiga bersaudara ini dapat dikatakan sama sekali tidak mengerti dunia maya alias gagap teknologi (gaptek).

Tapi hal tersebut tidak menghalangi Krisna untuk tetap mencoba melakukan ekspansi bisnisnya. Bermodalkan hotspot yang difasilitasi kampusnya dan sebuah laptop, Krisna pun mulai belajar cara berselancar di internet. Dia bahkan rela merogoh koceknya sebesar Rp100 ribu untuk membayar temannya agar mau mengajarkan dia cara berjualan lewat online. "Yang penting saya bisa bikin treat untuk jualan dan balas postingan aja deh," kenangnya.

Usahanya membuahkan hasil yang cukup memuaskan, lewat sebuah forum jual-beli Kaskus, Krisna berhasil meningkatkan omzet penjualannya mencapai hampir 75 persen. "Ini karena saya mau belajar," ujarnya sambil tersenyum.

Roda pasti berputar, pasang surut sebuah usaha sepertinya dirasakan oleh setiap orang yang terjun dalam dunia bisnis tak terkecuali Krisna. Setelah merasakan kenaikan omzet, memasuki semester kedua kuliahnya. "Saya lupa kapan, tapi waktu itu sebelum lebaran tahun 2009," ungkapnya, Krisna harus dihadapkan pada kemunduran usahanya, bahkan dapat dikatakan stuck. "Saat itu omzetnya benar-benar nol persen," ucap Krisna.

Krisna menuturkan, menurunnya omzet penjualan akibat persediaan sepatu yang selama ini dia jajakan telah habis dan distributornya sudah tidak menjualnya lagi. Tak mau pasokan dananya berhenti, Krisna pun menghubungi semua temannya. "Saat itu semuanya saya tanyakan, ‘Lu ada bisnis apa? Gw ikut dong’," papar dia. Pucuk dicinta ulam pun tiba, salah seorang temannya yang bernama Patrick merespons pertanyaan Krisna.

Patrick yang juga seorang pembalap menawarkan Krisna untuk merambah ke dunia automotif. Patrick juga lah yang saat itu mengenalkan Krisna kepada distributor kendaraan aksesoris kendaraan bermotor roda dua. Alih-laih menjual kulit Krisna pun mencoba pertungannya dalam menjual besi.

De Javu, Kejadian yang sama berulang kembali, itulah yang saat itu kembali Krisna alami. Ketidaktahuannya akan dunia automotif membuatnya kesulitan dan berimplikasi pada sulitnya menjelaskan produk yang dia jajakan. "Namun saya bertekad mau belajar dan perlahan saya mulai mengerti serta memahami manfaat dari benda-benda yang terpasang di motor," ucap dia. Masih lewat dunia maya, Krisna kembali menjajakan dagangannya di forum yang sama.

Bisnisnya kali ini memang berkembang, akan tetapi guna mendalami permasalahan dalam kendaraan roda dua, Krisna akhirnya membeli kedaraan roda dua, dan pilihannya jatuh pada Bajaj Fulsar 200. Krisna yang baru memiliki motor bajaj bergabung dengan komunitas yang sama-sama memiliki jenis motor yang sama itu Krisna bahkan dinobatkan sebagai wakil ketua umum Pulsar Rider Society (Prides). "Itu tempat saya mulai menimba ilmu, serta mencari jaringan dan mulai hobi dengan motor," kata Krisna.

Bermodalkan hasil penjualan di internet serta tambahan investasi dari orang tua, Krisna pun akhirnya melakukan ekspansi bisnisnya di dunia nyata dengan membuka bengkel yang bertempat di jalan panjang. Untuk dapat memperoleh bengkel ini, Krisna harus merogoh koceknya untuk sewa bangunan sebesar Rp100 juta per tahunnya . "Dana untuk membuka bengkel ini totalnya Rp250 jutaan," tutur dia.

Dengan adanya reputasi pada komunitas kendaraan bermotor tersebut membuat bengkel bertajuk XO Motor ini menjadi terkenal terutama dikalangan penggemar Pulsar di daerah Jakarta Barat. XO Motor sendiri dikunjungi rata-rata enam sampai sepuluh orang orang pengunjung per harinya. "Karena tidak semua bengkel bisa pegang, tetapi kami tetap membuka pintu bagi kendaraan roda dua jenis lainnya," sambung Krisna.

Satu hal yang menurutnya bisa menjadi keunggulan bengkelnya adalah karena bisnis spare part yang digelutinya, dikala bengkel lain kesulitan dengan spare part Pulsar, maka bengkel Krisna lah yang menjadi alternatif, menurutnya, memang penjualan spare part di bengkelnya tidak terlalu menguntungkan. “Tapi dari situ kan bisa jadi poin tambahan, itu yang orang sering miss, mereka lihat spare part kurang menguntungkan dibandingkan reparasi, padahal kalau enggak ada spare part, (servis) enggak jalan juga kan," tuturnya, "Jadi yang kayak gitu yang harus jadi perhatian saya," sambung dia.

Guna lebih dikenal, Krisna mengusung tema Fifth Element Plug and Play Performance Part. Lebih rinci Krisna menyampaikan lima elemen itu adalah pengapian atau (Ignition), air, bahan bakar (Fuel), listrik (Electricity) dan mesin (Engine). Ide ini didapatkannya melihat mahalnya harga BBM, dan ingin mengiritnya setiap orang namun kendaraannya tetap bertenaga. "Kan itu yang orang mau," jelas dia.

Dengan mengusung tema tersebut, maka "pasien" Krisna yang datang semakin bertambah, rata-rata para pasien ingin motornya mampu dipacu dengan lebih cepat dari biasanya dan perawatan biasa. "Harga-harga yang kami tawarkan saya nilai dapat terjangkau yaitu dari Rp400 ribu sampai jutaan, sesuai dengan jargon kita yaitu dengan alat-alat yang mudah pemasangannya tetapi cukup baik hasilnya," urainya.

Meskipun saat ini dirinya jarang aktif dalam penjualan online, namun dia memiliki seorang staf yang tetap ditugaskan memantau penjualan via online, pasalnya dalan sehari saja Krisna mampu meraup omzet Rp2 juta. "Sekarang saya dalam sebulan bisa mengantongi uang sebanyak Rp100 juta lebih," aku Krisna.

Walaupun demikin Krisna mengaku ketimbang membuka gerai berbisnis di dunia maya lebih menguntungkan. Menurutnya dengan berjualan di online maka tidak perlu mengeluarkan biya untuk sewa tempat dan jika dihitung-hitung, pemasukan dari reparasi tidak terlalu dominan. “Kontribusi bengkel terhadap pemasukan paling 25 persen,” ucapnya.

Tujuan lain Krisna adalah untuk mengaplikasikan ilmunya dia setelah kuliah dulu. Menurutnya dalam ilmu marketing itu ada unsur utama dalam membuka sebuah usaha, yaitu place atau tempat, untuk menjualkan produknya. "Saat ini tempatnya ada dua online dan nyata, untuk online sudah saya kuasai sekarang tinggal dunia nyatanya untuk kita coba taklukan dan berutujuan untuk menambah revenue saya," tutupnya.

Sumber: Sukses dengan Bisnis Online dan Bengkel Motor
__________________
blom punya signature..
Likes:(1)
gladiator is offline   Reply With Quote
Sponsored Links