View Single Post
Old 4th February 2014, 12:25 PM   #4
positifi
Wk. RT
 
Join Date: 9 Jul 2012
Userid: 2
Posts: 54
Likes: 6
Liked 20 Times in 12 Posts
Default Re: Mari mentadaburi al qur’an (mma) ke -4 : Tafsir isti’adzah

HUKUM MEMBACA SURAT AL FATIHAH DI DALAM SHOLAT

Membaca surat a-Fatihah di dalam shalat hukumnya wajib bahkan tidak sah sholat seseorang yang tidak membaca surat al-Fatihah, ini adalah pendapat Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hanbal; dan ini adalah pendapat yang benar. Dari Ubadah bin Shamith radhiallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ .
“Tidak sah sholat seseorang yang tidak membaca surat al-Fatihah.” (HR. Bukhori:756, Muslim:394)

Dari Abu Huroiroh radhiallahu anhu ia berkata, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
لَا تُجْزِئُ صَلَاةٌ لَا يُقْرَأُ فِيهَا بِأُمِّ الْكِتَابِ .
“Tidak sah sholat yang tidak dibacakan di dalamnya surat al-Fatihah.” (HR. Ibnu Khuzaimah:893, Ibnu Hibban:1789, dishohihkan oleh Albani di Shohih Mawarid Dhom’an:384)

Dari Abu Huroiroh radhiallahu anhu ia berkata, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
مَنْ صَلَّى لَمْ يَقْرَأْ بِهَا بِأُمِّ الْقُرْآنِ فَهِيَ خِدَاجٌ، هِيَ خِدَاجٌ، هِيَ خِدَاجٌ، غَيْرُ تَمَامٍ .
“Barangsiapa sholat tidak membaca surat al-Fatihah maka sholatnya kurang, sholatnya kurang, sholatnya kurang; tidak sempurna.” (HR. Muslim:395)

HUKUM MEMBACA SURAT AL FATIHAH BAGI MAKMUM

Dalam permasalahan ini para ulama berbeda menjadi tiga pendapat;

Pendapat pertama; wajib bagi makmum membaca surat al-Fatihah setiap rokaat sebagaimana yang diwajibkan kepada imam.

Dari Ubadah bin Shamith radhiallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ .
“Tidak sah sholat seseorang yang tidak membaca surat al-Fatihah.” (HR. Bukhori:756, Muslim:394)

Pendapat kedua; tidak wajib bagi makmum membaca surat al-Fatihah; baik sholat sirriyyah (sholat yang dibaca pelan seperti sholat dhuhur) atau sholat jahriyyah (sholat yang dibaca keras seperti sholat subuh).

Dari Jabir bin Abdillah rodhiallahu anhuma ia berkata, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
مَنْ كَانَ لَهُ إِمَامٌ فَقِرَاءَةُ الْإِمَامِ لَهُ قِرَاءَةٌ .
“Barangsiapa yang sholat di belakang imam, maka bacaan imam termasuk bacaannya.” (HR. Thohawi, Daroquthni, Baihaqi, lihat takhrijnya di Ashl Sifat Sholat Nabi:1/336)

Pendapat yang ketiga; wajib bagi makmum membaca surat al-Fatihah di sholat sirriyyah (sholat yang dibaca pelan), dan tidak diwajibkan membacanya di sholat jahriyyah (sholat yang dibaca keras). Pendapat ini adalah pendapat yang lebih kuat, karena ini adalah pertengahan dari ketiga pendapat yang disebutkan, pendapat ini yang dipilih Ibnu Katsir dalam tafsirnya.

Dari Abu Musa rodhiallahu anhu ia berkata: Rosulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
إِنَّمَا جُعِلَ الْإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ؛ فَإِذَا كَبَّرَ فَكَبِّرُوا، وَإِذَا قَرَأَ فَأَنْصِتُوا .
“Hanya saja dijadikan imam itu untuk diikuti; apabila imam bertakbir maka bertakbirlah, dan apabila imam membaca maka diamlah.” (HR. Muslim:404)

Dari Abu Huroiroh radhiallahu anhu ia berkata, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda tatkala beliau selesai menunaikan sholat subuh:
هَلْ قَرَأَ مَعِي مِنْكُمْ أَحَدٌ آنِفًا؟ فَقَالَ رَجُلٌ: نَعَمْ؛ أَنَا يَا رَسُولَ اللهِ . فَقَالَ: إِنِّي أَقُولُ: مَا لِي أُنَازَعُ؟! قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ: فَانْتَهَى النَّاسُ عَنِ الْقِرَاءَةِ مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيمَا جَهَرَ بِهِ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْقِرَاءَةِ حِينَ سَمِعُوا ذَلِكَ مِنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَقَرَؤُوا فِي أَنْفُسِهِمْ سِرًّا فِيمَا لَا يَجْهَرُ فِيهِ الْإِمَامُ .
“Apakah ada seseorang di antara kalian yang membaca surat bersamaku tadi? Salah seorang sahabat menjawab: ‘Ya, aku wahai Rosulullah.’ Beliau bersabda: ‘Sesungguhnya aku berkata: ‘Kenapa bacaanku diganggu?!’ Abu Huroiroh berkata: ‘Maka para sahabat berhenti membaca bersama Rosulullah shallallahu alaihi wasallam di sholat yang bacaannya dikeraskan Rosulullah shallallahu alaihi wasallam setelah mereka mendengarnya dari Rosulullah shallallahu alaihi wasallam, dan mereka membaca sendiri secara pelan di sholat yang imamnya tidak mengeraskan bacaannya.” (HR. Malik dan yang lainnya, dishohihkan Albani, lihat takhrijnya di Ashl Sifat Sholat Nabi:1/336)

Dari Jabir bin Abdillah rodhiallahu anhuma ia berkata, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
مَنْ كَانَ لَهُ إِمَامٌ فَقِرَاءَةُ الْإِمَامِ لَهُ قِرَاءَةٌ .
“Barangsiapa yang sholat di belakang imam, maka bacaan imam termasuk bacaannya.” (HR. Thohawi, Daroquthni, Baihaqi, lihat takhrijnya di Ashl Sifat Sholat Nabi:1/336)

Maksud hadits di atas adalah siapa yang sholat dibelakang imam maka cukup baginya bacaan imam di sholat jahriyyah, namun apabila di sholat sirriyyah maka wajib bagi makmum membaca surat al-Fatihah.

Demikian keterangan yang dapat saya jelaskan pada pertemuan ini, mudah-mudahan Allah memudahkan kita mempelajari dan mengamalkan al Quran sesuai dengan pemahaman yang benar, mudah-mudahan Allah selalu memberi taufik kepada kita untuk istiqomah di atas jalan yang lurus sampai kita berjumpa dengan-Nya. Amin ya Robbal ‘alamin.

Rabu pagi 20 Robiul Awwal 1435 H/22 jan 2014 M
Masjid At Tauhid Betiting Cerme Gresik
Penulis: Ahmad Jamil bin Mohammad Alim.
positifi is offline   Reply With Quote