View Single Post
Old 4th February 2014, 12:27 PM   #6
positifi
Wk. RT
 
Join Date: 9 Jul 2012
Userid: 2
Posts: 54
Likes: 6
Liked 20 Times in 12 Posts
Default Re: Mari mentadaburi al qur’an (mma) ke -4 : Tafsir isti’adzah

5. Dari Abu Said Al Khudri rodhiallahu anhu ia berkata:
كُنَّا فِي مَسِيرٍ لَنَا فَنَزَلْنَا فَجَاءَتْ جَارِيَةٌ فَقَالَتْ: إِنَّ سَيِّدَ الْقَوْمِ سَلِيمٌ، وَإِنَّ نَفَرَنَا غُيَّبٌ، فَهَلْ مِنْكُمْ رَاقٍ؟ فَقَامَ مَعَهَا رَجُلٌ مَا كُنَّا نَأْبِنَهُ بِرُقْيَةٍ، فَرَقَاهُ فَبَرَأَ، فَأَمَرَ لَهُ بِثَلَاثِينَ شَاةً، وَسَقَانَا لَبَنًا، فَلَمَّا رَجَعَ قُلْنَا لَهُ: أَكُنْتَ تُحْسِنُ رُقْيَةً أَوْ كُنْتَ تَرْقِي؟ قَالَ: لَا، مَا رَقَيْتُ إِلَّا بِأُمِّ الْكِتَابِ . قُلْنَا: لَا تُحْدِثُوا شَيْئًا حَتَّى نَأْتِيَ أَوْ نَسْأَلَ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَلَمَّا قَدِمْنَا الْمَدِينَةَ ذَكَرْنَاهُ لِلَّنِبِّي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: وَمَا كَانَ يُدْرِيهِ أَنَّهَا رُقْيَةٌ؟ اِقْسِمُوا وَاضْرِبُوا لِي بِسَهْمٍ .
“Tatkala kami berada di suatu perjalanan kami singgah (di sebuah desa), tiba-tiba datanglah seorang wanita kepada kami seraya berkata: ‘Sesungguhnya kepala suku dalam keadaan sakit (disengat kalajengking), sedangkan orang-orang kami sedang tidak ada, apakah di antara kalian orang yang bisa mengobati?’ Maka bangkitlah seseorang bersama wanita tadi, dan kami tidak menyangkanya bisa mengobati, lalu ia mengobatinya dengan ruqyah, setelah itu sembuhlah pemuka desa itu, lalu ia memerintahkan untuk memberi 30 ekor kambing kepada orang yang mengobatinya dan memberi kami minum susu, ketika ia kembali kami katakan kepadanya: ‘Apakah kamu pandai mengobati dengan ruqyah? Apakah kamu biasa meruqyah?’ Ia menjawab: ‘Tidak, aku hanya membaca surat al Fatihah.’ Kamipun berkata: ‘Janganlah kalian melakukan sesuatu sampai kita mendatangi dan bertanya kepada Rosulullah shallallahu alaihi wasallam.’ Ketika sampai di Madinah kami ceritakan hal itu kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam, beliaupun bersabda: ‘Dari mana dia mengetahui kalau surat al Fatihah adalah obat, bagikan kambing tersebut dan beri aku bagian.” (HR. Bukhori: 5007, Muslim: 2201)

Faedah:

- Keutamaan surat al Fatihah yang merupakan obat, dengan izin Allah menyembuhkan semua penyakit terutama demam yang disebabkan sengatan hewan berbisa.
- Al Quran adalah obat penyakit hati dan penyakit badan.
- Anjuran membantu orang yang kesusahan walaupun di tengah perjalanan.
- Membalas keburukan dengan kebaikan, karena di riwayat Bukhori disebutkan bahwa penduduk desa sebelumnya tidak mau menjamu para sahabat yang singgah di desa tersebut.
- Boleh mengambil upah dari mengobati seseorang dengan membacakannya al Quran, demikian halnya boleh mengambil upah bagi orang yang mengajarkan al Qur’an, namun dengan syarat tidak berlebihan, apalagi ditentukan nominalnya harus dengan jumlah yang besar.

6. Dari Abu Huroiroh rodhiallahu anhu ia berkata:
خَرَجَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ وَهُوَ يُصَلِّي، فَقَالَ: يَا أُبَيُّ! فَلْتَفَتَ ثُمَّ لَمْ يُجِبْهُ، ثُمَّ قَالَ: أُبَيُّ! فَخَفَّفَ أُبَيٌّ ثُمَّ انْصَرَفَ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيْ رَسُولَ اللهِ، قَالَ: وَعَلَيْكَ السَّلَامُ، قَالَ: مَا مَنَعَكَ أَيْ أُبَيُّ إِذْ دَعَوْتُكَ أَنْ تُجِيبَنِي . فَقَالَ: كُنْتُ فِي الصَّلَاةِ . قَالَ: أَوَلَسْتَ تَجِدُ فِيمَا أَوْحَى اللهُ إِلَيَّ: اِسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ . قَالَ: بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ لَا أَعُودُ، قَالَ: أَتُحِبُّ أَنْ أُعَلِّمَكَ سُورَةً لَمْ يُنَزَّلْ فِي التَّوْرَاةِ وَلَا فِي الْإِنْجِيلِ وَلَا فِي الزَّبُورِ وَلَا فِي الْفُرْقَانِ مِثْلَهَا . قُلْتُ: نَعَمْ أَيْ رَسُولَ اللهِ، قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنِّي لَأَرْجُو أَنْ لَا أَخْرُجَ مِنْ هَذَا الْبَابِ حَتَّى تَعْلَمَهَا . قَالَ: فَأَخَذَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِي يُحَدِّثُنِي وَأَنَا أَتَبَطَّأُ مَخَافَةَ أَنْ يَبْلُغَ قَبْلَ أَنْ يَقْضِيَ الْحَدِيثَ، فَلَمَّا دَنَوْنَا مِنَ الْبَابِ قُلْتُ: أَيْ رَسُولَ اللهِ، مَا السُّورَةُ الَّتِي وَعَدْتَنِي؟ قَالَ: مَا تَقْرَأُ فِي الصَّلَاةِ؟ قَالَ: فَقَرَأْتُ عَلَيْهِ أُمَّ الْقُرْآنِ، قَالَ: وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، مَا أَنْزَلَ اللهُ فِي التَّوْرَاةِ وَلَا فِي الْإِنْجِيلِ وَلَا فِي الزَّبُورِ وَلَا فِي الْفُرْقَانِ مِثْلَهَا؛ إِنَّهَا السَّبْعُ الْمَثَانِي .
“Rosulullah shallallahu alaihi wasallam keluar (dari rumah) menuju Ubay bin Ka’ab yang sedang sholat, beliau berkata: ‘Hai Ubay.’ Diapun menoleh namun tidak menjawabnya. Lalu beliau berkata: ‘Hai Ubay.’ Maka Ubay mempercepat sholatnya kemudian ia mendatangi Rosulullah shallallahu alahi wasallam, ia berkata: ‘Assalamu ‘alaika ya Rasulullah.’ Beliau menjawab: ‘Wa ‘alaika assalam.’ Beliau berkata: ‘Apa yang menghalangimu menjawab panggilanku di saat aku memanggilmu?’ Ubay menjawab: ‘Aku sedang dalam kondisi sholat.’ Beliau berkata: ‘Bukankah kamu mengetahui ayat yang Allah wahyukan kepadaku: ‘Penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepada kamu.’ [QS. Al Anfal:24] Ubay menjawab: ‘Benar ya Rasulullah aku tidak akan mengulanginya.’ Rosulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: ‘Apakah kamu suka jika aku ajarkan kepadamu surat yang tidak diturunkan di Taurot dan tidak pula di Injil dan tidak pula di Zabur, dan tidak pula di al Quran semisalnya?’ Ubay menjawab: ‘Ya aku mau ya Rasulullah.’ Beliau berkata: ‘Aku berharap tidak keluar dari tempat ini sampai kamu mengetahuinya.’ Ubay berkata: ‘Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menggandeng tanganku seraya berbincang denganku, sedangkan aku memperlambat jalan karena aku khawatir sudah sampai pintu namun beliau belum menyampaikan hadits itu, ketika kami dekat dengan pintu aku bertanya kepadanya: ‘Ya Rasulullah, surat apa yang engkau janjikan kepadaku?’ Beliau bersabda: ‘Apakah yang kamu baca di dalam sholat?’ Ubay berkata: ‘Akupun membacakannya surat al Fatihah.’ Beliau bersabda: ‘Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, Allah tidak menurunkan surat di Taurot, tidak pula di Injil, tidak pula di Zabur, tidak pula di al Quran surat yang semisalnya, sesungguhnya ia adalah as sab’ul matsani dan al quranul adhim yang dikaruniakan kepadaku.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan Syaikh Albani di Shahih Tirmidzi: 2037)

Faedah:

- Seorang sahabat yang sholat sunnah, lalu dipanggil oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam, ia wajib membatalkan sholatnya untuk memenuhi panggilannya, demikian halnya seorang yang sholat sunnah lalu dipanggil ibunya maka ia wajib membatalkan sholat dan menjawab panggilannya sebagaimana kisah Juraij yang diriwayatkan Bukhori dan Muslim. Adapun selain panggilan Nabi dan ibu tidak boleh bagi seseorang membatalkan sholatnya, karena tidak ada dalil tentang hal ini.
- Boleh menoleh di dalam sholat jika ada hal yang penting atau darurat.
- Seseorang yang telah niat memanjangkan sholat, tidak mengapa merubah niatnya di tengah sholat untuk mempercepat sholatnya apabila ada urusan yang penting, namun dengan syarat harus tetap thuma’ninah.
- Kesungguhan sahabat Ubay bin Ka’ab radhiallahu anhu untuk mendapatkan ilmu sehingga ia memperlambat jalannya agar memperoleh ilmu yang akan disampaikan Nabi shallallahu alaihi wasallam, dan beliau sendiri adalah sahabat yang paling hafal al Quran.
- Keutamaan surat al Fatihah yang merupakan surat yang paling mulia yang diturunkan oleh Allah Ta’ala.

Demikian keterangan yang dapat saya jelaskan pada pertemuan ini, mudah-mudahan Allah memudahkan kita mempelajari dan mengamalkan al Quran sesuai dengan pemahaman yang benar, mudah-mudahan Allah selalu memberi taufik kepada kita sampai kita berjumpa dengan-Nya. Amin ya Robbal ‘alamin.

Jumat pagi 30 shofar 1435 H/3 jan 2014 M
Masjid At Tauhid Betiting Cerme Gresik
Penulis: Ahmad Jamil bin Mohammad Alim.
positifi is offline   Reply With Quote