View Single Post
Old 2nd October 2012, 03:41 PM   #1
Sek Des
 
gladiator's Avatar
 
Join Date: 11 Sep 2012
Userid: 218
Location: bandung
Posts: 239
Likes: 7
Liked 47 Times in 33 Posts
Default Mantan Pegawai Pabrik Mebel Ini Kini Jadi Bos Tas Rotan Kualitas Ekspor


Menjadi karyawan atau wirausahawan merupakan pilihan bagi setiap orang. Hal ini yang dialami oleh Panut Mulyajaya asal Bantul, Yogyakarta.

Panut menggeluti usaha tas rotan kualitas ekspor, setelah menjadi karyawan selama 11 tahun pada sebuah perusahaan mebel berbahan baku rotan.

Berangkat dari pengalaman kerja itu, pada tahun 2001, Panut akhirnya mendirikan Anggun Rotan yakni usaha pembuatan handicraft berbahan baku rotan namun dengan konsep produk berbeda. Panut melihat peluang produk tas berbahan baku utama rotan. Tidak disangka, respons pasar terhadap produk buatannya sangat tinggi.

"Saya ingin cari inovasi dan produk baru, yang belum banyak orang produksi tapi basic-nya rotan, akhirnya ke handicraft yakni tas," kata Panut kepada detikFinance saat ditemui di JCC beberapa waktu yang lalu.

Seiring berlalunya waktu, pangsa pasar produk tas rotan panut pun meluas hingga negeri Sakura Jepang dan Iran, Timur Tengah. Selain itu, Panut mengaku pangsa pasar produknya 50 persen ditujukan untuk ekspor.

"Ekspor paling banyak ke Jepang, Iran, ke Thailand juga ada," tambahnya.

Harga yang ditawarkan oleh Anggun Rotan ralatif terjangkau untuk kualitas dan model yang ditawarkan. "Harganya Rp 50 ribu-Rp 250 ribu karena saya produksi sendiri pasarkan sendiri, kalau di luar negeri jutaan," tambahnya.

Usaha yang dijalankan Panut sejak 2001 silam ini, akhirnya berbuah manis. Panut per bulan bisa meraup omzet hingga Rp 80 juta. "Dari karyawan 7 orang sekarang 40 orang, dulu omzet saya kecil sekarang sudah lumayan. Omzet Rp 80 juta per bulan," sebutnya.

Bisnis tas rotan Panut selama 11 tahun ini juga penuh tantangan, salah satunya ketika ia menerima pesanan tas senilai ratusan juta rupiah dari Iran. Setelah produk pesanan jadi lantas pihak pemesan malah tidak mengambilnya.

Namun pria lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Jember ini tidak putus semangat, ia pun memetik hikmah dari setiap cobaan yang menerpa usahanya.
"Nilainya Rp 135 juta itu nggak diambil," sambungnya.

Pada kesempatan itu, Panut tidak lupa berpesan kepada para calon pengusaha ataupun yang sudah berusaha. Ia mengatakan menjadi seorang pengusaha harus optimis dan total dalam berusaha serta tidak takut gagal.

"Kalau setengah-setengah mending tidak usah, jadi apa yang kita kerjakan mesti berhasil, kalau itu salah itu nomor dua yang penting kita coba dulu," pungkasnya.

Sumber: Mantan Pegawai Pabrik Mebel Ini Kini Jadi Bos Tas Rotan Kualitas Ekspor
__________________
blom punya signature..
Likes:(1)
gladiator is offline   Reply With Quote
Sponsored Links