View Single Post
Old 8th October 2012, 03:45 PM   #1
[M]
newbie
 
andi.teguh's Avatar
 
Join Date: 22 Sep 2012
Userid: 285
Location: http://www.forumku.com
Posts: 1,697
Real Name: andi teguh
Likes: 0
Liked 232 Times in 171 Posts
Default Presiden SBY: TNI bagian dari pendorong Reformasi


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (FOTO ANTARA)

....Dulu di Indonesia, ABRI melakukan reformasi internal sehingga bisa diterima masyarakat." Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (FOTO ANTARA)

....Dulu di Indonesia, ABRI melakukan reformasi internal sehingga bisa diterima masyarakat."



Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan TNI merupakan salah satu unsur anak bangsa yang ikut serta dalam proses Reformasi dan menjadi salah satu pendorong proses Reformasi berlangsung.

"Tidak benar bila ABRI (TNI-red) dianggap tidak punya andil dalam Reformasi. Saya yakin meski peran kita berbeda dengan tokoh Reformasi yang lainnya, sesungguhnya dengan cara yang tepat kita bagian dari perubahan," kata Presiden saat memberikan sambutan di hadapan alumni Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) angkatan 1970 dalam acara peluncuran buku mengenai angkatan tersebut di Jakarta, Selasa (2/10) malam.

Presiden mengatakan peran TNI (ABRI waktu itu-red) dalam kancah Reformasi, dengan peran yang dimiliki dan kapasitas yang ada memberikan andil terhadap perjalanan Reformasi dan juga demokrasi yang saat ini sama-sama dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia.

Menurut Kepala Negara andil militer dalam perjalanan Reformasi di negara manapun termasuk Indonesia sebagai contoh kasus bisa memberikan efek dan hasil positif terhadap gerakan Reformasi.

Presiden Yudhoyono memaparkan, dalam beberapa kesempatan ia bertemu dan berdiskusi dengan Presiden AS Barrack Obama dan juga Menlu AS Hillary Clinton. Dalam diskusi itu menurut Presiden antara lain membicarakan mengenai proses reformasi di Mesir.

"Saya katakan kepada kedua pejabat itu, proses reformasi di Mesir penting juga dilakukan oleh militer. Dulu di Indonesia, ABRI melakukan reformasi internal sehingga bisa diterima masyarakat," jelas Presiden.

Saat bertemu dengan Presiden Mesir, Mursyi, Kepala Negara juga mengatakan tanpa bermaksud menggurui, namun Indonesia membagi pengalaman bagaimana menghadapi dan melanjutkan Reformasi.

"Saya memberikan dorongan pada Mesir. Dengan pihak Myanmar juga kita berdiskusi bagaimana proses demokrasi di Indonesia. Kaum militer harus menjadi bagian aktif dari reformasi. Demokrasi bisa berkembang dan HAM akan dihormati. Militer juga menjaga persatuan, kebersamaan dan juga stabilitas keamanan," tegasnya.

Presiden menghadiri acara yang berlangsung di Balai Kartini Jakarta tersebut didampingi oleh Ibu Negara Ani Yudhoyono.

Buku berjudul "Mengawali Integrasi, Mengusung Reformasi" terdiri atas enam bab setebal 520 halaman dengan 40 foto.

Tim penyusun terdiri atas Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo, Mayjen TNI (Purn) Sudradjat, Kombes Pol (Purn) Achmad Hambali, Carmelia Sukmawati, Stella Warouw, Dr Yudha B Tangkilisan, Brigjen TNI (Purn) Anwar Muis, Atmadji Sumarkidjo dan sejumlah alumni Akabri 1970 lainnya.

Sejumlah lulusan Akabri 1970 yang berperan dalam pentas nasional dan dikenal oleh masyarakat luas antara lain Bernard Kent Sondakh, Fachruk Razi, Johny Lumintang, Subagyo HS, Agus Widjojo dan Bimantoro.

Taufiqurahman Rukie, Bibit Samad Rianto, Muchdi PR, Tyas Sudarto juga termasuk ke dalam angkatan 1970.

Enam alumni Akabri 1970 yang mencapai jenderal bintang empat adalah Jenderal Subagyo HS, Jenderal Fachrul Razi, Jenderal Tyasno Sudarto, Jenderal Luhut Pandjaitan, Jenderal (Pol) Suroyo Bimantoro dan Laksamana Bernard Kent Sondakh.

Akabri angkatan 1970 merupakan angkatan pertama di mana pendidikan taruna angkatan darat, udara dan laut serta kepolisian disatukan.

Hadir mendampingi Presiden dalam acara itu antara lain Menhan Purnomo Yusgiantoro. (P008/Z002)

sumber
andi.teguh is offline   Reply With Quote
Sponsored Links