View Single Post
Old 26th October 2012, 08:23 PM   #2
andi.teguh
[M]
newbie
 
andi.teguh's Avatar
 
Join Date: 22 Sep 2012
Userid: 285
Location: http://www.forumku.com
Posts: 1,697
Real Name: andi teguh
Likes: 0
Liked 232 Times in 171 Posts
Default Uraian Tentang Pasukan Elite Indonesia

b. Logo Kesatuan








Satuan 81 Gultor Kopassus disamping mempunyai logo sendiri juga terikat dengan logo dari Kesatuan Induknya yaitu Kopassus. Logo Kopassus pada awalnya dibentuk pada tahun 1955 oleh Letan Dua Inf. Dodo Sukanto selaku perwira biro pengajaran dan dibantu juru gambarnya Sersan Hasan. Logo Gambar yang tercipta memadukan beberapa komponen diantaranya Unsur Komando diwakili oleh gambar Pisau komando. Unsur Laut atau Air diwakili oleh gambar Jangkar. Unsur Udara diwakili oleh gambar Sayap Sepasang dan secara keseluruhan dibingkai dengan Tali Komando. Logo ini hingga kini dipakai sebagai emblem dalam Baret Merahnya. Pada tahun 1964 logo tersebut dirampingkan dengan menempatkan Pisau Komando pada depan Baret yang bergambar emblem logo sebelumnya. Logo kesatuan yang dipakai di pakaian atau seragam kesatuan hanya diwakili oleh Pisau Komando dengan bertuliskan Kopassus berada diatasnya.

Pataka Komando Pasukan Khussus bertuliskan “Tribuana Chandraca Satya Dharma” mempunyai makna :

1) TRIBUANA atau Tiga Jagat bermakna

a) Sebagai manusia hamba Tuhan yang diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna maka dalam pribadinya terdiri dari tiga unsur yaitu cipta, rasa dan karsa yang harus diaktualisasikan sebagai karya nyata.

b) Sebagai prajurit harus mampu berkiprah di tiga matra yaitu darat, laut dan udara.

2) CHANDRACA

a) Sebagai senjata ampuh berbentuk tombak bermata tiga dan hanya digunakan pada saat terakhir dalam pertempuran.

b) Senjata ampuh yang berbentuk kecil menggambarkan bahwa Pasukan Khusus meletakkan kemampuan di atas jumlah dan digunakan untuk tugas-tugas yang bernilai strategis.

3) SATYA DHARMA

a) Kesetiaan dan dedikasi sebagai sifat yang tidak terpisahkan dari sifat luhur prajurit yang dijiwai Sapta Marga dan Sumpah Prajurit.





Sementara Satuan 81 Gultor Kopassus membunyai logo bergambar Pisau Komando berdiri tegak di tengah dan di latar belakangi dengan 3 Kilatan Petir serta dengan semboyan SIAP – SETIA – BERANI. Makna tersebut mengambarkan :

a) Pisau Komando

Pisau Komando terhunus, menunjukkan bahwa prajurit Satuan 81 Gultor Kopassus tetap tegak penuh wibawa dan siap melaksanakan tugas disertai keberanian dalam setiap penampilan dan selalu berpegang teguh pada Janji Prajurit Komando.

b) Kilatan Petir

Kilatan Petir, melambangkan suatu gerakan yang cepat sigap dan tepat pada target sasaran dengan penuh keberanian, kesetiaan terhadap tugas pokok dan menuju kemenangan/ kejayaan, jumlah kilat 3 buah melambangkan semboyan setiap prajurit Satuan 81 Gultor Kopassus yang senantiasa menjunjung ketiga kata dari Siap, Setia dan Berani dalam pengabdiannya baik sebagai prajurit maupun sebagai manusia.

c) Lingkaran Cincin pada Pisau Komando

7 (tujuh) lingkaran cincin pada gagang pisau menunjukkan bahwa setiap tindakan prajurit Satuan 81 Gultor Kopassus selalu setia dan berjiwa pada Sapta Marga.

Sementara dalam Visi dan Misinya Pasukan ini dalam menjalan operasinya selalu “Tidak Diketahui, Tidak Terdengar dan Tidak Terlihat”, bagai siluman menyusup di tengah medan sasaran.


c. Tugas Pokok

Tugas Pokok dari Satuan 81 Gultor Kopassus secara umum tidak terlepas dari Induknya yaitu Kopassus dimana fungsinya bertugas Melaksanakan Perintah Panglima TNI melalui Kasad dan diteruskan pada Danjen Kopassus untuk kemudian dilaksanakan pada KaSatuan 81 Gultor Kopassus dalam membina fungsi dan kesiapan operasional pasukan khusus serta menyelenggarakan Operasi Komando, Operasi Sandhi Yudha dan Operasi Penaggulangan Teror. Tugas-tugas yang dibebankan pada pasukan kopassus bukanlah tugas sembarangan tetapi merupakan tugas-tugas secara khusus yang mempunyai nilai strategis yang tinggi dengan ujian medan begitu berat, termasuk operasi-operasi yang dirahasiakan keberadaannya. Demikian juga dengan tugas Satuan 81 penanggulangan teror, tugas-tugas yang dibebankan pada satuan ini berkaitan dengan operasi masalah teror termasuk jaringan terorisme dengan segala macam bentuk target sasaran serta operasi intelijen terorisme yang menyusup secara sembunyi-sembunyi bagai hantu bergentayangan dalam memantau pergerakan para gembong terorisme dan hasilnya diinformasikan pada BIN (Badan Intelijen Negara) baik yang berskala nasional maupun international.

















* Tugas yang diemban oleh Satuan 81 Gultor Kopassus adalah melaksanakan operasi penanggulangan masalah teror dari berbagai macam bentuk sasaran gedung perkantoran, bandara, kerate api, terminal bahkan di dalam hutan belantara termasuk misi misi intelijen menyusup bagai hantu bergentayangan memantau pergerakan target sasaran yang tak diketahui oleh lawan *



d. Keanggotaan

Keanggotaan dari Satuan 81 Gultor Kopassus merupakan anggoata-anggota pilihan yang mempunyai spesifikasi dalam bidang penanggulangan teror. Penerimaan anggota didahului dengan menempuh pendidikan khusus sebagai Prajurit Para Komando. Pendidikan Komando merupakan kualifikasi tertinggi di TNI Angkatan Darat, dimana didalamnya memuat tahap basis, gunung hutan, rawa laut dan long march Bandung – Cilacap menempuh sejauh 500 km, kesemuanya itu ditempuh dalam waktu 7 bulan pendidikan penuh. Dalam proses pendidikannya para calon prajurit Kopassus harus menempuh pendidikan tahap basis di Pusdik Kopassus di Batujajar Bandung selama 3 bulan, kemudian dilanjutkan pada tahap kedua yaitu gunung-hutan berlokasi di Situ Lembang selama 2 bulan dan sisanya pada tahap ketiga adalah memasuki tahap rawa-laut dimana di dalamnya terdapat long march sejauh 500 km dari lokasi Bandung sampai ke cilacap. Jika semua tahapan itu lulus dijalani, maka calon prajurit komando yang lulus akan dilantik dalam penutupan pendidikan Komando tersebut dengan penyematan “Baret Merah”. Tidak gampang untuk memasuki “Kesatuan Prjurit Komando” dengan cirri khas baju loreng darah mengalir dengan baret merahnya, banyak calon prajurit yang gagal memasukinya mulai dari tahap 1, tahap 2 dan 3. Jika pada penempuhan tahap mengalami kegagalan atau tidak lulus, maka secara otomatis tidak diperbolehkan melanjutkan ke tahap berikutnya dan hal ini berdampak pada gugurnya sebagai calon prajurit komando ini.

Setelah dilantik menjadi “Prajurit Para Komando” dengan menyandang “Baret Merah” pada acara pelantikan, maka para prajurit ini dikembalikan ke Markas Komando untuk beristirahat dan di Markas Kopassus inilah mereka akan dispesialisasikan berdasarkan minatnya, apakah sebagai prajurit Operasi Para Komando, Operasi Sandi Yudha dan Operasi Counter Terorism. Untuk yang terakhir inilah yang diwadahi oleh Satuan 81 Gultor Kopassus. Untuk menenpuh hal ini, maka para prajurit akan menempuh pendidikan lagi yaitu pendidikan anti teror di Satuan Latihan Sekolah Pertempuran Khusus di Batujajar. Hingga sampai lulus sebagai anggota Satuan 81 Gultor Kopassus.

Anggota-anggota dari Satuan 81 Gultor Kopassus ini banyak diterjunkan dalam misi-misi khusus yang dilaksanakan di berbagai tempat diantaranya pemantauan pelarian gembong teroris, Pembebasan pembajakan kapal di Somalia, serta misi-misi intelijen di bawah Badan Intelijen Negara yang sifatnya rahasia.
andi.teguh is offline   Reply With Quote