View Single Post
Old 26th October 2012, 08:23 PM   #3
andi.teguh
[M]
newbie
 
andi.teguh's Avatar
 
Join Date: 22 Sep 2012
Userid: 285
Location: http://www.forumku.com
Posts: 1,697
Real Name: andi teguh
Likes: 0
Liked 232 Times in 171 Posts
Default Uraian Tentang Pasukan Elite Indonesia

Untuk memantapkan kemampuan anggota satuan ini sering menjalin hubungan antar TNI untuk berlatih bersama misalnya dengan Kopaskhas TNI-AU dan Marinir TNI-AL termasuk dengan tentara luar negeri Jerman, Inggris dan Australia.























* Satuan 81 Gultor Kopassus adalah pasukan mempunyai kemampuan lebih, sejak dilantiknya menjadi anggota Kopassus, maka diarahkan pada spesialisasi dengan penempuhan beberapa pendidikan hingga mempunyai keahlian tempur dan penanganan masalah teror dalam berbagai macam obyek sasaran melalui 3 matra udara, laut dan darat melalui berbagai karakter medan seperti dalam gedung, bandara penerbangan, bis kota, kereta api bahkan wilayah perairan termasuk di dalam hutan belantara serta misis penyusupan yang tak terdeteksi oleh lawan dalam operasi misi intelijen *



e. Senjata Yang Digunakan

Karena kesatuan ini berhadapan dengan pengacau-pengacau masalah keamanan dan ketertiban yang mempunyai kadar tinggi, maka pasukan ini dilengkapi dengan persenjataan standard militer seperti persenjataan yang digunakan oleh Korps Kopassus. Senjata yang digunakan untuk Satuan Gultor Kopassus adalah senjata yang fleksibel dalam penggunaannya. Karena medan operasi bisa saja dengan kondisi sempit sehingga senjata yang digunakan tidak terlalu panjang seperti yang dilakukan dalam pertempuran di ruang bebas. Senjata yang dapat menyesuaikan keadaan di lapangan dengan moncong senapan pendek. Jenis ini termasuk HK MP5 dengan berbagai varian, SS2 V5 dalam varian dan Pistol FN.








* Senjata yang digunakan oleh para pasukan Satuan 81 Gultor Kopassus adalah senjata senapan serbu standard militer, karena musuh yang dihadapi adalah musuh berkadar tinggi dan senjata ini sering dipakai oleh korps Kopassus sebagai induknya seperti HK MP5, SS2 V5 dalam varian dan Pistol FN *



f. Kendaraan Operasi

Dalam melaksanakan operasional tugas Pasukan ini dilengkapi kendaraan khusus sebagai alat angkut pasukan untuk melaksanakan tugas operasi berdasarkan target sasaran tergantung dari kondisi dan situasi dilapangan. Kendaraan tersebut seperti pesawat berbadan lebar sebagai alat angkut pasukan dengan target operasi tergolong jarak jauh, helicopter, panser, mobil khusus angkut pasukan di wilayah daratan bahkan sampai wilayah perairan.














* Segala macam kendaraan operasi yang dimiliki oleh Satuan 81 Gultor Kopassus dengan beragam karakter adalah untuk menunjang terselenggaranya operasi yang dilakukan dalam menangani gangguan masalah terorisme di Indonesia *



g. Komandan dan Kepangkatan

Komando Pasukan Khusus TNI AD dipimpin oleh Komandan Jendral atau (Danjen) berpangkat Mayor Jendral dengan simbol kepangkatan bintang dua dan atasannya yang memberi perintah dan memerima pertanggug jawabannya adalah Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia angkatan darat atau (KASAD TNI-AD) berpangkat jendral dengan simbol kepangkatan bintang empat. Sementara Komandan Grup dalam Kopassus termasuk Komandan Sat 81 Gultor Kopassus adalah berpangkat Lenan Kolonel dengan simbol kepangkatan melati dua. Komandan Grup mendapat perintah dan bertanggung jawab kepada Komandan Jendral Kopassus.



h. Markas Komando

Markas Komando Satuan 81 Gultor Kopassus berada dalam komples yang berlokasi di Cijantung Jakarta Timur.



2. BATALYON INFANTERI RAIDER TNI-AD



Batalyon Infanteri Raider adalah Batalyon Pasukan Elit Infanteri dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD). Satuan Pasukan Raider adalah sebagai kekuatan unsur penindak terhadap ancaman keamanan diwilayah tingkat Kodam. Keberadaan Batalyon ini adalah sebagai kekuatan pasukan elit di tingkat Kodam (Komando Daerah Militer) yang ditempatkan di beberapa Kodam di seluruh Indonesia. Kemampuan dari Batalyon Raider ini adalah berkualifikasi tiga kali lipat dari kekuatan Batalyon Infanteri biasa di lingkungan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat. Setiap Batalyon Raider terdiri dari 747 Personel yang mempunyai kualifikasi setingkat pasukan komando, dimana para prajurit Raider ini dilatih di Pusat Pendidikan Kopassus di Batujajar selama 6 bulan dengan materi data intelijen tempur, infiltrasi, eksfiltrasi, pertempuran kota, pertempuran jarak dekat, operasi penyerbuan, pembebasan tawanan, penghacuran sasaran hingga mobilitas udara dengan memakai helicopter. Dengan mempunyai kemampuan setara dengan pasukan komando itu, diharapkan pasukan Raider mampu sebagai kekuatan pendindak dan pemukul cepat terhadap masalah gangguan keamanan di tingkat propinsi di bawah Komando Daerah Militer (Kodam) di seluruh Indonesia. Dari setiap Batalyon Infanteri Raider ini terdapat sekitar 50 personelnya memiliki kepampuan penanggulangan masalah teror termasuk penguasaan penjinak bahan peledak atau bom. Penguasaan ini didapat dari pendidikan secara khusus di Pusat Pendidikan Pasukan Khusus dari Grup 3 Kopassus yang berada di Batujajar Jawa Barat. Dari pelatihan inilah maka lahir Pasukan Anti Teror dari Batalyon Raider yang ada di berbagai wilayah Kodam di seluruh Indonesia.



a. Sejarah Pembentukannya

Batalyon Infanteri Raider merupakan Batalyon Pasukan Elit Infanteri dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat yang dibentuk pada tanggal 2 2 Desember 2003. Dasar pembentukan ini mengacu pada surat keputusan Kasad dengan nomor Skep/44/X/2003 tertanggal 20 Oktober 2003. Pembantukan Pasukan Batalyon Raider ini dengan membekukan 10 Batalyon Infanteri (Yonif) yang sudah terbentuk sebelumnya. 10 Batalyon Infanteri ini terdiri dari 8 Batalyon Infanteri dibawah beberapa Komando Daerah Militer (Kodam) yang ada di seluruh Indonesia dan 2 Batalyon Infanteri dari Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat atau Kostrad. Batalyon Infantri ini sebelumnya merupakan pasukan pemukul dibawah perintah Panglima Kodam (Pangdam) setempat dan beberapa tugasnya selain operasi tempur yang ditugaskan di berbagai tempat dan misi militer, juga pasukan yang diperbantukan kepada Polri untuk mengendalikan kerusuhan atau tindakan anarkis di beberapa tempat dalam wilayah Kodam di berbagai wilayah Indonesia yang dikenal dengan nama Pasukan Huru-Hara dan ada juga yang menyebutnta Pengendali Huru Hara atau disingkat dengan (PHH). Sebelumnya juga ada nama lainnya yaitu Pasukan Pemukul Bereaksi Cepat (PPRC) sewaktu Panglima TNI dijabat oleh Jendral Wiranto, untuk mengatasi situasi genting pada waktu meletusnya awal-awal reformasi yang banyak terjadi unjuk rasa dan beberapa unjuk rasa tersebut menimbulkan bentrok fisik dan terkadang menimbulkan tindakan anrkis. Kejadian ini sering terjadi sebagai respon masyarakat terhadap isu politik di berbagai wilayah Indonesia.
andi.teguh is offline   Reply With Quote