View Single Post
Old 26th October 2012, 08:25 PM   #4
andi.teguh
[M]
newbie
 
andi.teguh's Avatar
 
Join Date: 22 Sep 2012
Userid: 285
Location: http://www.forumku.com
Posts: 1,697
Real Name: andi teguh
Likes: 0
Liked 232 Times in 171 Posts
Default Uraian Tentang Pasukan Elite Indonesia

Pembentukan Batalyon Infanteri Raider ini merupakan usaha untuk meningkatkan kemampuan yang tinggi dari beberapa Batalyon Infanteri yang dimilki oleh Tentara Nasional Indonesia khususnya TNI-AD. Penunjukan Batalyon ini tidak asal tunjuk saja, tetapi berdasarkan kualifikasi dari Batalyon Infanteri yang dalam operasi militerya mengalami beberapa prestasi tinggi. Kesepuluh Batalyon Infanteri terbaik ini selanjutnya menempuh pendidikan berat untuk mendapatkan predikat setara pasukan komando, dimana calon pasukan prajurit Raider ini dibentuk dan dilatih di Pusat Pendidikan Kopassus di Batujajar selama 6 bulan dengan materi data intelijen tempur, infiltrasi, eksfiltrasi, pertempuran kota, pertempuran jarak dekat, operasi penyerbuan, pembebasan tawanan, penghacuran sasaran hingga mobilitas udara dengan memakai helicopter.

Dari setiap Batalyon Infanteri Raider ini terdapat sekitar 50 hingga 75 personelnya atau setingkat Peleton, telah memiliki kepampuan penanggulangan masalah teror termasuk penguasaan penjinak bahan peledak atau bom. Penguasaan ini didapat dari pendidikan secara khusus di Pusat Pendidikan Pasukan Khusus dari Grup 3 Kopassus yang berada di Batujajar Jawa Barat yang telah mendidik Pasukan Penanggulangan Teror (Gultor) Kopassus. Dari pelatihan inilah maka lahir Pasukan Anti Teror dari Batalyon Raider yang ada di berbagai wilayah dibawah komando Kodam di seluruh Indonesia.

Awal berdirinya Batalyon Infanteri Raider dengan membekukan Kesepuluh Batalyon Infanteri nama lamamya dan diganti dengan nama barunya menjadi Batalyon Infanteri Raider. Pada tahap perjalanannya Batalyon ini mengalami pemekaran dengan menambah 2 Yonif lagi, satu dari Kodam dan satunya lagi dari Kostrad. Jumlah Batalyon Infanteri Raider Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat sebanyak 12 Batalyon Infanteri seperti dalam uraian berikut ini :

NAMA BATALYON RAIDER TNI-AD DI SELURUH INDONESIA

No.


Nama Lama


Nama Baru


Komando Wilayah


Markas Besar
1 Yonif Linud 100/ Prajurit Setia Yonif 100/Raider Kodam Bukit Barisan Sumut
2 Yonif 145/Bhakti Nagara laga Utama Yonif 200/Raider Kodam Sriwijaya Sumsel
3 Yonif 327/ Brajawijaya Yonif 300/Raider Kodam Siliwangi Cianjur Jabar
4 Yonif 401/ Banteng Raider Yonif 400/Raider Kodam Diponegoro Semarang Jateng
5 Yonif 507/ Sikatan Yonif 500/Raider Kodam Brawijaya Surabaya Jatim
6 Yonif Linud 612/ Modang Yonif 600/Raider Kodam Tanjungpura Pontianak Kaltim
7 Yonif Linud 700/Wira Yudha Sakti Yonif 700/Raider Kodam Wirabuana Makasar Sulsel
8 Yonif 741/ Satya Bhakti Yonif 900/Raider Kodam Udayana Bali
9 Yonif 323/ Buaya Putih Yonif 323/Raider Divisi Inf. 1 Kostrad Banjar Jabar
10 Yonif 412/ Bharata Eka Sakti Yonif 412/Raider Divisi Inf. 2 Kostrad Purworejo Jateng
11 Yonif 514/ Sabadda Yudha Yonif 514/Raider Divisi Inf. 2 Kostrad Bondowoso Jatim
12 Yonif 733/ Masariku Yonif 733/Raider Kodam Patimura Ambon Maluku


b. Logo Kesatuan





Seperti Satuan lain dalam lingkup Tentara Nasional Indonesia selalu mempunyai logo kesatuan sebagai simbol atau ciri khas dari setiap pasukan dan sekaligus menjadi filosofi dari para setiap prajurit bersikap. Demikian juga dengan Batalyon Infanteri Raider yang tersebar di berbagai wilayah Kodam itu mempunyai logo kesatuan bergambar pisau komando atau sangkur dan kilatan petir berlatar belakang bendera merah putih dibingkai dengan sebuah perisai. Dalam logo tersebut terkandung makna seperti dalam uraian berikut :



1) Sangkur Terhunus bermata Dua

Melambangkan bahwa setiap prajurit Raider memiliki ketajaman dalam berpikir dan berolah yudha, sehingga setiap prajurit Raider selalu siap mengemban tugas sebagai pasukan terdepan

2) Lintas Kilat atau Petir

Melambangkan bahwa setiap prajurir Raider adalah prajurit yang mampu bergerak dan bertindak dengan cepat dan senyap di segala bentuk medan dalam pertempuran.

3) Warna Merah Putih

melukiskan bahwa jiwa nasionalisme dimiliki oleh setiap prajurit Raider yang mengedepankan kepentingan tugas dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia .

Sedangkan semboyan Pasukan Raider adalah CEPAT SENYAP TEPAT memberikan filosofi bahwa Pasukan Raider dalam operasinya selalu bertindak cepat dan dalam bergerakannya tidak benimbulkan suara sehingga tidak terdeteksi oleh lawan dan melakukan ketepatan dalam mencapai taget sasaran.



c. Tugas Pokok

Tugas Pasukan Penanggulangan Teror dari Batalyon Infanteri Raider adalah sebagai unsur penindak dan pemukul bereaksi cepat ditingkat Komando Daerah Militer (Kodam) di seluruh wilayah Indonesia. Pasukan ini adalah dikhususkan untuk menanggulangi masalah keamanan khususnya masalah teror di tingkat propinsi di bawah komando Panglima Kodam (Pangdam). Dengan kemampuan tiga kali lipat yang lebih dari Batalyon Infanteri biasa lainnya, diharapakan segala macam bentuk ancaman yang ada disekitar wilayah Kodam dapat dituntaskan dengan cepat senyap dan tepat pada sasaran, khususnya masalah-masalah yang terkait dengan keamanan bersifat terorisme. Dalam keadaan tertentu Pasukan ini siap diterjunkan untuk membantu Polri dalam mengatasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di tingkat provinsi berdasarkan perintah Panglima Kodam yang diteruskan pada Komandan Batalyon Raider setempat.










* Batalyon Infanteri Raider sebagai Pasukan Penanggulangan Teror merupakan unsur penindak dan pemukul cepat di tingkat wilayah Kodam dalam menumpas tindakan terorisme dalam berbagai bentuk dan sekaligus mencegah terjadinya perang jarak dekat atau perang kota *



d. Keanggotaan

Karena Batalyon Infanteri Raider merupakan Pasukan Elit Infanteri dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) sekelas Pasukan Komando, maka dalam pencarian personel keanggotaan melalui penyeleksian dari Batalyon Infanteri di lingkup TNI-AD dengan kualifikasi penyelesaian tugas dalam misi-misi operasi mengalami prestasi yang tinggi. Sejak awal berdirinya Pasukan Infanteri Raider dengan melibatkan 10 Batalyon Infanteri untuk dibentuk dan dilatih setara dengan Pasukan komando. Pembentukan karakter pasukan ini mengharuskan setiap prajurit Raider memiliki kemampuan tiga kali lipat lebih baik dari Pasukan Infanteri biasa, oleh karena itu pendidikan yang ditempuh melalui Pusat Pendidikan Kopassus di Batujajar selama 6 bulan dengan materi data intelijen tempur, infiltrasi, eksfiltrasi, pertempuran kota, pertempuran jarak dekat, operasi penyerbuan, pembebasan tawanan, penghacuran sasaran hingga mobilitas udara dengan memakai helicopter. Sekain itu setiap Batalyon Infanteri Raider, terdapat sekitar 50 hingga 75 personelnya memiliki kepampuan penanggulangan masalah teror termasuk penguasaan penjinak bahan peledak atau bom. Penguasaan ini didapat dari pendidikan secara khusus di Pusat Pendidikan Pasukan Khusus dari Grup 3 Kopassus yang berada di Batujajar Jawa Barat. Dari pelatihan inilah maka lahir Pasukan Penanggulangan Teror atau anti Teror dari Batalyon Raider yang ada di berbagai wilayah Kodam di seluruh Indonesia.

Dengan mempunyai kemampuan setara dengan pasukan komando itu maka setiap prajurit Batalyon Raider mempunyai kualifikasi seperti :

1) Kemampuan sebagai Pasukan Anti Teroris untuk pertempuran jarak dekat.

2) Kemampuan sebagai Pasukan Lawan Gerilya dengan mobilitas tinggi.

3) Kemampuan untuk melakukan Pertempuran-Pertempuran Berlanjut (panjang).















* Keanggotaan dari Batalyon Infanteri Raider adalah pilihan terbaik dari beberapa batalyon yang berprestasi, kemudian dilatih sebagai prajurit yang tangguh dalam menghadapi segala macam tugas sehingga predikatnya setara dengan Pasukan komando, Dari kemampuan inilah Batalyon Infanteri Raider mampu menunjukkan fungsinya sebagai pasukan penindak dan pemukul cepat di tingkat Kodam untuk menangani segala macam gangguan masalah keamanan yang berkadar tinggi termasuk terorisme dan perang kota *
andi.teguh is offline   Reply With Quote