View Single Post
Old 26th October 2012, 08:27 PM   #6
andi.teguh
[M]
newbie
 
andi.teguh's Avatar
 
Join Date: 22 Sep 2012
Userid: 285
Location: http://www.forumku.com
Posts: 1,697
Real Name: andi teguh
Likes: 0
Liked 232 Times in 171 Posts
Default Uraian Tentang Pasukan Elite Indonesia

3. DETASEMEN JALA MANGKARA KORPS MARINIR TNI-AL (DENJAKA)




Detasemen Jala Mangkara atau disingkat dengan DENJAKA, adalah Sebuah Detasemen Pasukan Elit dari Korps Marinir Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL). Detasemen Jala Mangkara dibentuk dalam rangka menanggulangi masalah tindak kejahatan berkadar tinggi dengan menggunakan senjata ali dan bahan peledak, khususnya masalah pembajakan dan terorisme dalam aspek kelautan di wilayah Indonesia. Munculnya ide pembentukan organisasi Pasukan Khusus Angkatan Laut atau disingkat dengan Pasusla bertugas menangani masalah terorisme dan sabotase dalam aspek kelautan pada 4 November 1982 oleh Kepala Staf Tentara Nasioanal Indonesia Angkatan Laut atau KSAL yang dijabat pada waktu itu oleh Laksamana M. Ramli. Keanggotaan dari Pasukan ini adalah diambil dari Batalyon Intai Amfibi (Taifib) dan Komando Pasukan Katak (Kopaska), dimana dalam pengendalian operasinya dibawah Panglima Armada Barat dan Komandan Korps Marinir. Seiring dengan berjalannya waktu dsan perkembangan zaman serta ancaman masalah terorisme semakain komplek, maka melalui keputusan KSAL pada tanggal 13 November 1984 dibentuklah Pasukan Elit Anti Teror dalam aspek Kelautan dengan nama Detasemen Jala Mangkara atau disingkat dengan DENJAKA dari Korps Marinir TNI-AL. Pasukan ini bertugas untuk menangani segala macam ancaman bentuk terorisme kelautan, meskipun demikian pasukan ini bisa juga diandalkan kemampuannya dalam menanggulanri teror dalam wilayah daratan. Para personelnya berkualifikasi tinggi, karena diambil melalui seleksi dari anggota Batalyon Intai Amfibi dan Komando Pasukan Katak dan menempuh pendidikan selama 6 Bulan dengan materi masalah Penaggulangan Teror Aspek Laut.



a. Sejarah Pembentukannya

Melihat perkembangan situasi terhadap ancaman gangguan keamanan di wilayah perairan Indonesia khususnya masalah terorisme dan sabotase dalam aspek kelautan, maka Tentara Nasional Indonesia Angkatan laut (TNI-AL) , Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (KASAL) yang dijabat pada waktu itu oleh Laksamana M. Ramli membentuk organisasi Pasukan Khusus Angkatan Laut yang disingkat dengan PASUSLA, dimana keberadaan dari pasukan ini merupakan kebutuhan yang mendesak atas pembentukan Pasukan Khusus dari TNI-AL yang secara khusus menangani masalah terorisme dan sabotase dalam aspek kelautan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pada proses pembentukannya telah memilih 70 personel dari satuan-satuan khusus yang sudah terbentuk sebelumnya di lingkungan TNI-AL diantaranya personel dari Batalyon Intai Amfibi (Taifib) dan Komando Pasukan Katak (Kopaska). Dalam operasionalisasinya Pasukan Khusus Angkatan Laut ini dikendalikan dibawah Panglima Armada Barat dan diasisteni oleh Komandan Korps Marinir berdasarkan perintah pengendali utama Kepala Staf TNI-AL atau KASAL. Sebagai Markas Komandonya ditetapkan di Komando Armada Indonesia Kawasan Barat .

Seiring dengan perkembangan zaman dan tuntutan masalah keamanan wilayah semakin kompleks, maka perlu adanya pasukan khusus dengan kualifikasi tertentu hingga pasukan ini sanggup mengatasi segala macam bentuk ancaman khususnya masalah terorisme. Merujuk TNI-AD telah membentuk Pasukan Penanggulangan Teror (Gultor) Satuan 81 Kopassus sebagai antisipasi dalam menanggulangi masalah terorisme. Terkait kepentingan yang sama khususnya bentuk ancaman terorisme dalam aspek kelautan, maka Kepala Staf TNI-AL (KASAL) Laksamana M. Ramli mengirim surat kepada Panglima ABRI pada waktu itu dijabat oleh Jendral TNI LB. Moerdani, isi surat mengenai keinginan TNI-AL membentuk Pasukan Khusus Anti Teror. Berdasarkan isi surat tersebut, pada dasarnya Panglima ABRI menyetujuinya dan berdasarkan keputusan KASAL maka pada tanggal 13 November 1984 terbentuk Detasemen Jala Mangkara atau disingkat dengan DENJAKA dibawah Korps Marinir TNI-AL.



b. Logo Kesatuan

Korps Marinir Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL) merupakan induk dari Kesatuan dari Detasemen Jala mangkara atau DENJAKA.





Korps Marinir TNI-AL mempunyai semboyan yang tercantum dalam logonya bertuliskan JALESU BHUMYAMCA JAYAMAHE dengan makna DI LAUT DAN DI DARAT KITA JAYA

Korps Marinir TNI-AL mempunyai Visi dan Misi diantaranya :

1) Visi

“MEWUJUDKAN PRAJURIT KORPS MARINIR SEBAGAI PASUKAN PENDARAT YANG BERMORAL, PROFESIONAL DAN DICINTAI RAKYAT”



2) Misi

Untuk mewujudkan visi Korps Marinir dan memberikan peluang untuk perubahan sesuai tuntutan lingkungan strategis serta atas dasar kewenangan yang dimiliki organisasi ditetapkan misi Korps Marinir sebagai berikut:

a) Terwujudnya organisasi Korps Marinir yang kokoh dan dinamis sebagai wadah kegiatan pembinaan dan pengembangan kesatuan untuk senantiasa siap melaksanakan tugas operasi terhadap setiap bentuk ancaman militer dan ancaman bersenjata dari luar dan dari dalam negeri terhadap kedaulatan, keutuhan wilayah dan keselamatan NKRI.

b) Mewujudkan kualitas sumber daya manusia prajurit Korps Marinir yang disiplin, bermoral dan bermartabat melalui program pendidikan yang sistematis, terukur, berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan.

c) Meningkatkan jiwa korsa dan moril prajurit Marinir melalui pembinaan perilaku dan tradisi korps, agar dapat menjadi contoh dan tauladan dimanapun berada.

d) Terwujudnya prajurit Marinir yang bermoral, professional dan dicintai rakyat baik perorangan maupun satuan melalui system pembinaan latihan secara bertingkat dan berlanjut serta latihan gabungan TNI AL / TNI maupun latihan bersama dengan Negara lain.

e) Meningkatkan kepemimpinan militer dalam tubuh organisasi Korps Marinir yang berwawasan ke depan melalui system penilaian yang selektif.

f) Meningkatkan kesejahteraan prajurit beserta keluarganya, berupa pemenuhan hak-hak prajurit, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi kinerja prajurit.

g) Terpenuhinya perlengkapan dan material tempur yang modern, sesuai dengan standar Korps Marinir guna melengkapi kebutuhan serta mengganti material tempur / alutsista yang sudah melampaui batas usia pakai.

h) Peningkatan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sesuai dengan perkembangan tuntutan Korps Marinir melalui kerjasama pendidikan pengkajian dan penilaian internal maupun eksternal




c. Tugas Pokok

Tugas pokok dari Detasemen Jala Mangkara Korps Marinir Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL) adalah melaksanakan pembinaan kemampuan dan pengerahan kekuatan sebagai satuan pasukan anti teror dalam rangka melaksanakan tugas operasi penanggulangan masalah terorisme, sabotase dalam aspek kelautan di wilayah Negara kesatuan republik Indonesia. Selain sebagai pasukan anti teror dalam kewilayahan kelautan, pasukan ini juga dapat diandalkan kemampuannya di wilayah daratan, dalam berbagai macam bentuk terorisme dengan sasaran obyek gedung perkantoran, mall, kereta api, bandara penerbangan, terminal bus.
















* Tugas yang dibebankan pada pasukan Detasemen Jala Mangkara Korps Marinir TNI-AL adalah memukul dan melumpuhkan setiap ancaman terorisme dalam aspek kelautan di wilayah perairan Negara Kesatuan Republik Indonesia, tidak hanya wilayah laut saja kemampuan pasukan Denjaka dalam wilayah daratanpun tindakan terorisme mampu dilumpuhkannya *
andi.teguh is offline   Reply With Quote