View Single Post
Old 26th October 2012, 08:27 PM   #7
andi.teguh
[M]
newbie
 
andi.teguh's Avatar
 
Join Date: 22 Sep 2012
Userid: 285
Location: http://www.forumku.com
Posts: 1,697
Real Name: andi teguh
Likes: 0
Liked 232 Times in 171 Posts
Default Uraian Tentang Pasukan Elite Indonesia

d. Keanggotaan

Keanggotaan dari Detasemen Jala Mangkara Korps Marini Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL) adalah para prajurit terpilih dari pasukan Intai Amfibi dan Pasukan Katak dimana para personelnya mempunyai kualifikasi yang tinggi seperti ketahanan fisik yang prima hingga mampu berenang dan menyelam di bawah laut. Dan yang paling hebat adalah mampu berenang dalam kondidi tangan dan kaki terikat. Para calon yang mau masuk menjadi anggota Detasemen Jala mangkara harus lulus terlebih dahulu sebagai pasukan intai amfibi, baru kemudian digembleng mental dan fifiknya melalui pendidikan selama enam bulan meliputi materi penanggulangan masalah teror dalam aspek kelautan seperti intelijen rahasia, Teknik anti teror dan anti sabotase, spesialisasi penyerbuan didalam laut dan permukaan laut, Komando kelautan serta diteruskan dengan tingkat lanjut berupa pembinaan dan latihan secara berkala.

Pada pendidikan tingkat lanjut lanjut para calon akan mendapat materi tentang peningkatan kemampuan berkualifikasi Intai Amfibi dan Kopaska melalui latihan menembak dengan akurasi tinggi, berenang dan menyelam dalam kaki dan tangan terikat, penguasaan taktik dan teknik penetrasi rahasia darat, laut dan udara, taktik dan teknik perebutan dan penguasaan instalasi laut, kapal dan pelabuhan, penyelamatan penyandraan obyek vital disekitar perairan, taktik dan teknik klandestin aspek kelautan, taktik dan teknik penyergapan terorisme dan sabotase, penjinakan bahan peledak/bom, sampai teknik meloloskan diri dari kepungan dan penyandraan oleh musuh.

Secara berkala untuk menguji kemampuan dalam mengantisipasi masalah terorismedi wilayah Negara kesatuan Republik Indonesia Detasemen Jala Mangkara Korps Marinir TNI-AL secara berkala melakukan kerjasama latihan bersama penaggulangan teror dengan kesatuan lain sesama TNI dan Polri diantarannya Satuan 81 Gultor Kopassus TNI-AD, Detasemen Bravo 90 Korps KoPaskhas TNI-AU, Satuan 1 Gegana Korps Brimob Polri dan Densus 88 Mabes Polri serta satuan unit anti teror dari negara lain misalnya US Nevy Seal dari Amerika Serikat.



















* Keanggotaan Detasemen Jala Mangkara adalah berkualifikasi tinggi meliputi seleksi personel bersertifikasi pasukan Intai Amfibi dan Paukan Katak melalui pendidikan dengan gemblengan mental dan fisik selama enam bulan menghasilkan pasukan elit dari Korps Marinir TNI- AL dengan tugas operasi segala macam bentuk penaggulangan teror baik dalam wilayah kelautan maupun wilayah daratan. Secara berkala pasukan ini menjalin kerjasama dengan satuan laian baik dari lingkungan TNI-Polri maupun dengan negara lain nya *



e. Senjata yang Digunakan

Detasemen Jala Mangkara Korps Marinir TNI-AL dilengkapi dengan berbagai macam senjata standard militer sesuai dengan bentuk dari operasi yang dijalankan. Senjata yang digunakan seperti Submachine gun MP5, Senapan Serbu G36, Senapan HK416 dalam varian, Daewoo K7, Daewoo K3, Senapan M60 dan Pistol Baretta. Senjata-senjata tersebut digunakan kerena musuh yang dihadapi adalah tindak kejahatan berkadar tinggi dengan mempergunakan senjata api dan bahan peledak atau bom.











* Senjata yang digunakan seperti Submachine gun MP5, Senapan Serbu G36, Senapan HK416 dalam varian, Daewoo K7, Daewoo K3 dan Pistol Baretta. Senjata-senjata tersebut digunakan kerena musuh yang dihadapi adalah tindak kejahatan berkadar tinggi dengan mempergunakan senjata api dan bahan peledak atau bom *

f. Kendaraan Operasi

Dalam melaksanakan tugas operasi Detasemen Jala Mangkara Korps Marinir TNI-AL dilengkapi fasilitas pendukung operasi berdasarkan situasi dan kondisi target sasaran. Fasilitas kendaraan operasi tersebut seperti Pesawat berbadan lebar untuk segala macam angkutan baik personel maupun peralatan lainnya pesawat Hercules, Tank Amfibi, Kapal Motor, Helicopter, Panser, Mobil Khusus Tempur dan Truck Angkut Pasukan.























* Fasilitas kendaraan operasi seperti Pesawat berbadan lebar untuk segala macam angkutan baik personel maupun peralatan lainnya pesawat Hercules, Tank Amfibi, Kapal Motor, Helicopter, Panser, Mobil Khusus Tempur dan Truck Angkut Pasukan merupakan sarana pendukung atas terselenggaranya tugas operasi yang dijalankan *



g. Komandan dan Kepangkatan

Korps Marinir TNI-AL dipimpin oleh Komandan berpangkat Mayor Jendral (Mayjen) dengan simbol kepangkatan bintang dua dan atasnnya yang memberi perintah dan memerima pertanggung jawabannya adalah Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) berpangkat Laksmana dengan simbol kepangkatan bintang empat. Sementara komandan Detasemen Jala Mangkara berpangkat Letnan kolonel (Letkol) dengan simbol kepangkatan melati dua. Komandan Detasemen Jala Mangkara mendapat perintah dan mempertanggung jawabkan kepada Komandan Korps marinir TNI-AL.



h. Markas Komando

Markas komando Detasemen Jala Mangkara korps marinir TNI-AL berkedudukan di Markas besar Pasukan Marinir 2 di Cilandak Jakarta Selatan.



4. DETASEMEN BRAVO 90 KORPASKHAS TNI-AU (DENBRAVO 90)



Detasemen Bravo 90 Korps Pasukan Khas Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara atau disingkat dengan DENBRAVO 90 KORPASKHAS TNI-AU, merupakan Pasukan Anti Teror yang dibentuk secara terbatas setingkat dengan Detasemen, dimana tugas pokoknya menangani masalah terorisme dalam aspek kedirgantaraan diantaranya mengatasi pembajakan pesawat udara, pembajakan bandara penerbangan, perebutan pangkalan udara yang dikuasai oleh musuh, dimana kesemuanya itu merupakan tindak kejahatan berkadar tinggi dengan menggunakan senjata api dan bahan peledak oleh jaringan teroris. Detasemen Bravo 90 merupakan Pasukan Anti Teror dikalangan lingkungan Tentara Nasional Indonesia yang paling muda pembentukannya dibandingkan dengan satuan di lingkungan TNI lainnya. Para anggota dari pasukan ini merupakan prajurit berkualifikasi terbaik dari beberapa Skadron atau Wing dari Paskhas TNI-AU dan menempuh pendidikan selama 6 bulan dalam pembekalan Taktik dan teknik pertempuran dalam beragam medan mulai dari combat free fall, scuba diving, pendaki serbu, teknik terjun HALO (High Altitude Low Opening) atau HAHO (High Altitude High Opening), dalpur trimedia (darat, laut, udara), menyelam dalam laut dengan kedalaman tertentu, menembak kelas 1, komando lanjut serta mampu menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dengan sarana multimedia. Dalam melaksanakan operasinya, Detasemen Bravo 90 dapat juga bergerak tanpa identitas, sehingga bisa mencair di satuan-satuan Korps Paskhas TNI-AU dengan misi khusus, atau secara berkelompok ataupun juga dengan seorang diri menyusup dalam misi-misi rahasia bagai intelijen bergentayangan yang tak terdeteksi oleh lawan.
andi.teguh is offline   Reply With Quote