View Single Post
Old 7th March 2015, 08:22 AM   #1
Wakil Camat
 
Join Date: 31 Oct 2014
Userid: 2758
Location: SmovieX.com | Tempat nonton dan download Film | Sering-sering berkunjung yah!
Posts: 3,641
Likes: 41
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Pria Papua Ubah Sampah Jadi Barang Berharga Jutaan

Quote:
JAKARTA - Berawal dari keprihatinan pada sampah gelas air mineral yang berserakan, Korinus Yenusi memiliki cara untuk mengubah sampah tersebut menjadi sesuatu yang berharga. Impiannya mengubah persepsi masyarakat terhadap sampah.
Di wilayah Jayapura, Papua, Korinus menceritakan usai pesta rakyat atau keagamaan sampah gelas plastik bekas air mineral selalu berceceran. Melihat sampah gelas plastik di sudut jalan, kreativitasnya muncul untuk membuat pohon natal.

"Konsepnya daur ulang, ide ini muncul karena melihat penanganan sampah di Jayapura, coba untuk mengeluarkan dan membuat pohon natal dan ternyata laku terjual," kisahnya kepada Okezone.

"Kita mau sampah bukan hal yang menjijikkan itu, sebabnya supaya tidak bertebaran sampah kita mulai dengan aksi peduli lingkungan, kita proses sampah jadi barang yang punya nilai jual," sambungnya.

Pria berdarah Papua ini, pertama kali menjual pohon natal dan tas daur ulang di gereja. Tak disangka, Korinus mendapat sambutan positif dari masyarakat.

"Coba untuk mengeluarkan, buat pohon dan ternyata laku terjual, banyak ibu-ibu yang minat dan kita mulai secara khusus dapat pesanan untuk buat tas daur ulang, tempat pensil," papar dia.

Harganya pun terjangkau, dipatok mulai dari Rp50.000 hingga Rp300.000. Namun dia mengaku pernah menjual pohon natal seharga Rp1.500.000 dan Rp1.000.000. Hasil produksinya dipasarkan di acara-acara besar Jayapura dan pameran-pameran.

"Kita jual di pameran, hari-hari besar, ulang tahun Jayapura, event penting kita gunakan itu, kami belum jangkau outlet luar Papua tapi kami sedang kerjasama dengan toko-toko di Bandara Sentawai," tambahnya.

Saat ini, Korinus telah memiliki omzet Rp8.000.000 per bulan. Dengan karyawan tetap berjumlah lima orang yang merupakan kelompok masyarakat sekitar yang turut membantu produksinya.

"Karyawan ada lima orang itu dalam tim, tapi ada kelompok-kelompok masyarakat di setiap RT dan RW yang koordinasi dengan kami, jadi mereka boleh masukkan barang juga dengan syarat barang tersebut punya nilai jual," pungkas dia.
SUMBER : Okezone.com
sucyresky is offline   Reply With Quote
Sponsored Links