forumku.com logo Forumku Borobudur Budaya Indonesia
forumku  

Go Back   forumku > Forumku My Lounge > Forumku the Lounge
Register Register
forumku.com kerja sama promosi forumku.com kerja sama promosi Pusat Cutting Sticker 5 December 2012 - 4 Maret 2013
Notices

Forumku the Lounge Welcome to Forumku the Lounge. Berita, Informasi Santai, Unik, Menarik, Menyenangkan, Memotivasi, Membanggakan. DAN POSITIF !!!

Post New Thread  Reply
 
Thread Tools Search this Thread Display Modes
Old 10th March 2014, 04:07 PM   #1
Warga Forumku
 
Join Date: 3 Jan 2014
Userid: 1673
Posts: 5
Likes: 0
Liked 0 Times in 0 Posts
Default Rumus Jitu Menang Oscar

Quote:

Film 12 Years a Slave yang memenangkan Film Terbaik Oscar tahun ini menjadi wujud nyata tentang rumus jitu untuk memenangkan Oscar.

Kemenangan film 12 Years a Slave menjadi Best Picture dalam ajang Academy Awards yang ditonton 43 juta orang (acara TV penonton terbanyak dalam 10 tahun terakhir) pada minggu lalu memang sudah diprediksi. Film garapan Steve McQueen peraih tiga Oscar (Film Terbaik, Skenario Adaptasi Terbaik, dan Aktris Pendukung Terbaik) ini membuat para produser Gravity harus mengikhlaskan penghargaan bergengsi itu.

Kutukan yang bilang bahwa film science-fiction tak bisa menang jadi Film Terbaik di Oscar pun makin terbukti. Walau setidaknya para filmmaker Gravity tetap bisa pulang dengan kepala tegak. Sebab film garapan Alfonso Cuaron itu menjadi peraih Oscar terbanyak, tujuh buah, yang hampir semuanya di kategori teknis (Sutradara Terbaik, Sinematografi, Editing, Efek Visual, Sound Mixing, Sound Editing dan Original Score).

Richard Corliss, redaktur senior majalah Time sekaligus penulis buku terkenal “Talking Pictures”, menganalisa dengan tajam soal pangkal penyebab gelar Film Terbaik gagal disabet Gravity, walau secara statistika film science fiction itu unggul di atas kertas. Penyebabnya adalah para anggota Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS), yang melakukan voting guna menentukan para pemenang Oscar, tak cocok untuk menonton Gravity.

"Yang tidak disukai para anggota Akademi (AMPAS): pergi ke bioskop (mereka biasanya menonton film-film nominasi di ruang nonton pribadi mereka) dan film 3D (karena orang berusia uzur tidak mau memakai kacamata 3D di depan kacamata mereka). Gravity, seperti halnya Avatar, lebih baik ditonton di layar bioskop dengan kualitas gambar dan suara yang bagus. Mereka yang menonton film itu di rumah kehilangan semua faktor keunggulan tersebut," tulis Richard dalam artikelnya di majalah Time.

Tapi, setua apa sebenarnya usia para anggota AMPAS yang kini total berjumlah 6.028 orang itu? Pihak AMPAS memang tidak pernah membuka secara gamblang perihal data keanggotaan mereka. Namun, survei terbaru koran Los Angeles Times menyebutkan, rata-rata usia anggota AMPAS adalah 63 tahun dan didominasi oleh pria sebanyak 76 persen.

Patut diketahui pula bahwa dalam dua tahun terakhir, ada 452 anggota baru bergabung di AMPAS, walau 20 di antaranya tak punya hak suara untuk voting di Oscar. AMPAS memang berupaya untuk memermak wajahnya jadi lebih muda. Awal tahun ini saja, ada 276 orang yang diundang AMPAS untuk menjadi anggota. Dua di antaranya aktris-penyanyi Jennifer Lopez dan aktor laga Danny Trejo (Desperado, Grindhouse, Machete Kills).

Tapi upaya itu tak gampang. Sebab anggota yang berusia tua masih lebih banyak ketimbang yang muda. Malahan, misalkan ada 200 anggota tertua AMPAS yang mangkat dan digantikan oleh orang-orang muda, komposisinya tak akan jauh berubah. Diprediksi pada tahun 2023, usia rata-rata anggotanya hanya turun menjadi 61 tahun.

Dengan demografi seperti itu, kekalahan Gravity dari 12 Years a Slave adalah keniscayaan. Seperti juga yang pernah terjadi pada tahun 2010, sewaktu Avatar dipermalukan oleh The Hurt Locker.

Selain itu, kehadiran para anggota baru ini diharapkan bisa mengubah AMPAS menjadi lebih plural serta menambah anggota wanita dan kalangan minoritas. Soalnya, dari tahun ke tahun isi AMPAS 'dikuasai' warga kulit putih. Tapi realitanya, anggota AMPAS dari ras kulit putih kini masih tetap dominan. Tepatnya 93 persen atau cuma turun 1 persen dari hasil survei serupa tahun 2012.

Derek Thompson, redaktur senior The Atlantic, iseng membandingkan persentase anggota AMPAS dari ras kulit putih dengan negara-negara bagian Amerika Serikat yang punya warga kulit putih terbanyak--alias The Whitest States, kata Derek. Hasilnya, AMPAS duduk di posisi kedelapan, berada di bawah Iowa dan di atas Utah.

Meningkatkan keragaman adalah tujuan yang dipegang teguh AMPAS. Begitu keyakinan Cheryl Boone Isaacs. Ia warga keturunan Afro-Amerika pertama yang menjadi Presiden AMPAS, jabatan yang baru diembannya selama delapan bulan. John Ridley, penulis skenario film 12 Years a Slave, seakan sepakat dengan Cheryl. Jawara Oscar kategori Skenario Adaptasi Terbaik tahun ini juga mengakui, "Ini masa luar biasa untuk warga kulit berwarna."

Pria kelahiran Milwaukee ini menjadi warga Afro-Amerika kedua yang memenangkan Oscar untuk kategori Skenario Adaptasi Terbaik. Yang pertama adalah Geoffrey Fletcher, si penulis skenario film Precious tahun 2009. Namun, John buru-buru menambahkan, orang-orang kulit hitam masih harus berjuang lebih lama agar anggota AMPAS berubah jadi plural. "Data hasil survei terbaru tak bisa berbohong," katanya.

Status quo soal 'dominasi' warga kulit putih dalam AMPAS ini lalu berimbas pada kecenderungan mereka untuk berpihak pada film-film yang menyoal diskriminasi ras, semisal isu perbudakan. Lebih tepatnya, film-film yang punya benang cerita, "Orang-orang kulit hitam ditekan oleh orang-orang kulit putih yang jahat. Mereka lalu meraih kemerdekaan dengan dibantu oleh orang-orang kulit putih yang baik dan punya jabatan. Happy ending," kata Noah Berlatsky.

Penulis artikel di The Atlantic, Slate dan Wired ini melihat bahwa itulah pola naratif yang disukai kebanyakan anggota AMPAS. Film 12 Years a Slave adalah bukti paling gres dari 'teori' Noah tersebut. Perhatikan saja apa jasa Bass (tokoh yang diperankan Brad Pitt) kepada Solomon Northup (Chiwetel Ejiofor) dalam film itu. Sedangkan kalau merunut ke belakang, ada beberapa film tentang diskriminasi ras dengan pola naratif serupa.

Sebut saja, Glory yang rilis tahun 1989. Film berdasarkan kisah nyata karya Edward Zwick itu memperlihatkan Kapten Robert Shaw (Matthew Broderick) berperang dengan pasukan tentara dari ras kulit hitam. Atau, ingatlah pidato John Quincy Adams (Anthony Hopkins) di pengadilan yang membela habis-habisan para budak ilegal asal Afrika dalam film Amistad karya Steven Spielberg tahun 1998.

Mau contoh lagi? Ingat juga upaya Presiden Abraham Lincoln (Daniel Day Lewis) untuk menghapus perbudakan di Amerika dalam film Lincoln (2012) karya Steven Spielberg. Pada tahun yang sama, film arahan Quentin Tarantino, Django Unchained, juga membeberkan peran Dr. King Schultz (Christoph Waltz) untuk membebaskan sekaligus membantu si budak jago tembak, Django (Jamie Foxx).

Dari benang cerita seperti itu, Noah berargumentasi, orang-orang kulit putih (yang direpresentasikan kebanyakan anggota AMPAS) merasa butuh dan harus mengonsumsi cerita-cerita soal sikap anti-rasisme orang-orang kulit putih. Tujuannya guna menginspirasi orang lain sekaligus menunjukkan kerendahan hati. Penebusan dosa? Bisa jadi, apalagi menilik praktek perbudakan lumayan menghitamkan buku sejarah bangsa Amerika.

Apabila setiap film yang merepresentasikan perbudakan umumnya memuja pengorbanan mulia orang-orang kulit putih yang punya kedudukan terhormat di masyarakat, maka secara sadar maupun tidak sadar, "Hal itulah yang sebenarnya diinginkan (orang-orang kulit putih)," kata Noah, yakin.

Sekalipun dicermati dari segala sisi, kualitas film 12 Years a Slave memang tak perlu diragukan lagi untuk membawa pulang gelar Film Terbaik di Academy Awards. Namun, sekali lagi, sajian 12 Years a Slave memang sesuai dengan 'teori' Noah perihal keberpihakan anggota AMPAS pada isu diskriminasi ras dan anti-rasisme. Film ini unggul di poin tersebut ketimbang Gravity maupun tujuh film pesaing lainnya.

Lagipula, ada satu lagi elemen penting dalam film-film tentang perbudakan yang dapat mencuri para anggota AMPAS: kisah yang happy ending. Sebab bagaimanapun, menonton film dengan diakhiri perasaan bahagia selalu punya kekuatan lebih untuk menginspirasi daripada cerita drama yang kelam dan pahit. Padahal, kata Noah, perbudakan jelas bukanlah sesuatu yang menyenangkan.

Dan memang dalam kenyataannya, setelah berkumpul lagi dengan keluarganya lalu menjadi aktivis anti perbudakan, keberadaan Solomon Northup akhirnya tak diketahui lagi pada tahun 1857. Ia seolah ditelan bumi. Lenyap tak berbekas. Tak ada catatan resmi yang mencatat kematiannya. Malah, ada yang bilang Solomon diculik dan dijadikan budak lagi.

Sumber
Percayakah kalian dengan rumus tersebut? Terbukti benarkah rumus tersebut?
DindaNurhapsari is offline   Reply With Quote
Sponsored Links
Post New Thread  Reply

Bookmarks



Similar Threads
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
Obat tradisional pelangsing | PALING CEPAT DAN JITU irhammujib Health Kesehatan 6 21st July 2014 01:31 PM
Jaden dan Will Smith "Menang" Aktor Terburuk lewat film After Earth AgumGumawan Forumku the Lounge 2 14th July 2014 10:19 PM
Forumker Vs Kaskuser Menang Mana ? admin Forumku the Lounge 0 17th December 2013 09:24 AM
Ini Dia.! 21 Film Animasi Yang BerebutMasuk Nominasi Oscar 2013 chizchax Forumku the Lounge 1 20th February 2013 08:29 AM
7 Penembak Jitu Terbaik Di Dunia andi.teguh Forum Militer dan Pertahanan | Defence and Military 0 12th October 2012 04:23 PM


Currently Active Users Viewing This Thread: 1 (0 members and 1 guests)
 
Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Forum Jump


All times are GMT +7. The time now is 11:39 AM.


forumku.com is supported by and in collaboration with

forumku.com kerja sama promosi kiossticker.com 5 December 2012 - 4 Maret 2013 Web Hosting Indonesia forumku.com kerja sama promosi my-adliya.com forumku.com kerja sama promosi situsku.com

Peserta Kontes SEO Forumku :

kontes SEO: business review

Positive Collaboration :

positive collaboration: yukitabaca.com positive collaboration: smartstore.com positive collaboration: lc-graziani.net positive collaboration: Info Blog

Media Partners and Coverages :

media partner and coverage: kompasiana.com media partner and coverage: wikipedia.org media partner and coverage: youtube.com

forumku.com
A Positive Indonesia(n) Community
Merajut Potensi untuk Satu Indonesia
Synergizing Potentials for Nation Building

Powered by vBulletin® Version 3.8.7
Copyright ©2000 - 2018, vBulletin Solutions, Inc.
Google Find us on Google+

server and hosting funded by:
forumku.com kerja sama webhosting dan server
no new posts