forumku.com logo Forumku Borobudur Budaya Indonesia
forumku  

Go Back   forumku > Indonesia > Indonesia Membangun! > Business and Economy! > Financial World > Islamic Finance
Register Register
forumku.com kerja sama promosi forumku.com kerja sama promosi Pusat Cutting Sticker 5 December 2012 - 4 Maret 2013
Notices

Islamic Finance Main Forum Description

Post New Thread  Reply
 
Thread Tools Search this Thread Display Modes
Old 6th October 2012, 10:47 PM   #1
[M]
Sek Cam
 
endar.agustyan's Avatar
 
Join Date: 16 Jul 2012
Userid: 17
Location: Bandung
Posts: 2,185
Real Name: Endar Agustyan
Likes: 43
Liked 85 Times in 51 Posts
Default Islamic Economic News

talking about Islamic Economic, both from Indonesia or International


keep share



Indonesia Butuh 200.000 Tenaga Ekonomi Syariah
http://finance.detik.com/read/2012/0...konomi-syariah



Quote:
Jakarta - Pertumbuhan industri keuangan dan perbankan syariah rupanya belum diiringi dengan ketersediaan sumber daya manusia di bidang tersebut.

Ketua Dewan Pakar Ekonomi Syariah Indonesia Aries Mufti menyatakan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap perbankan syarih berdampak pada tingginya pertumbuhan industri keuangan dan perbankan syariah. Pertumbuhan rata-ratanya sebesar 30-40 persen, jauh di atas rata-rata pertumbuhan bisnis keuangan dan perbankan konvensional yang hanya tumbuh sekitar 10 persen. Sayangnya, pertumbuhan bisnis tersebut tidak dibarengi dengan ketersediaan sumber daya manusia.

"Kenyataan di lapangan 90 persen SDM di sektor perbankan dan keuangan dan keuangan syariah berlatar belakang ekonomi konvensional," ujarnya dalam acara peresmian Sekolah Tinggi Ekonomi dan Perbankan (STEBANK) Islam Sjafruddin Prawiranegara di Jalan Kramat Pulo Gundul, Jakarta, Minggu (30/9/2012).

Aries menambahkan sebagai negara dengan pemeluk Islam terbesar di dunia dan populasi mencapai 240 juta jiwa, Indonesia masih memiliki lulusan di bidang keuangan dan perbankan syariah yang masih minim.

Institusi pendidikan tinggi yang menyelenggarakan program studi ekonomi syariah baru mencapai 25-30 perguruan tinggi. Dengan jumlah tersebut, hanya sekitar 1.000 lulusan tercetak setiap tahun. Angka itu msih jauh dari kebutuhan SDM pada perbankan dan keuangan syariah.

"Untuk mencapai market share 5 persen, Bank Indonesia memperkirakan dibutuhkan sekitar 200 ribu tenaga kerja," ungkapnya.

Untuk itu, lanjut Aries, dibangunlah STEBANK ini guna melahirkan generasi muslim intelektual di bidang ekonomi dan perbankan Islam.
__________________
endar.agustyan is offline   Reply With Quote
Old 6th October 2012, 10:49 PM   #2
endar.agustyan
[M]
Sek Cam
 
endar.agustyan's Avatar
 
Join Date: 16 Jul 2012
Userid: 17
Location: Bandung
Posts: 2,185
Real Name: Endar Agustyan
Likes: 43
Liked 85 Times in 51 Posts
Default

Pesantren, Kunci Keberhasilan Ekonomi Syariah
Ini terwujud jika kurikulum pendidikan pesantren dapat fleksibel.

http://bisnis.news.viva.co.id/news/r...konomi-syariah



Quote:
VIVAnews - Peningkatan kualitas pendidikan pesantren menjadi kunci utama perkembangan ekonomi syariah ke depannya. Dengan jumlah santri yang terus meningkat, pesantren akan menjadi pendorong perekonomian Islam.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Agus Martowardojo di Jakarta, Jumat 7 September 2012. Dia mengatakan, menurut data Kementerian Agama, saat ini terdapat 3,65 juta santri dari 25.000 pesantren di Indonesia.

"Jika dikelola dengan baik, akan menjadi tulang punggung ekonomi Islam," kata Agus.

Namun, hal ini hanya akan terwujud jika ke depannya kurikulum pendidikan pesantren dapat fleksibel. Dia mengatakan, pendidikan di pesantren harus mampu merespons perkembangan isu-isu yang terjadi di masyarakat.

Agus menegaskan, pemerintah terus berupaya mengakselerasi peningkatan kualitas pendidikan pesantren tersebut. Upaya ini dimaksudkan agar ekonomi syariah dapat menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Kuncinya adalah penggunaan anggaran untuk pengembangan kurikulum dan tenaga pendidik," paparnya. (art)
__________________
endar.agustyan is offline   Reply With Quote
Old 6th October 2012, 10:51 PM   #3
endar.agustyan
[M]
Sek Cam
 
endar.agustyan's Avatar
 
Join Date: 16 Jul 2012
Userid: 17
Location: Bandung
Posts: 2,185
Real Name: Endar Agustyan
Likes: 43
Liked 85 Times in 51 Posts
Default

Indonesia Dinilai Terlambat Kembangkan Ekonomi Syariah
http://www.hidayatullah.com/read/250...i-syariah.html



Quote:
Hidayatullah.com--Pangsa pasar ekonomi keuangan syariah khususnya dari sektor perbankan syariah masih sangat minim. Hal ini karena, Indonesia terlambat dalam mengembangkan ekonomi syariah. UU perbankan syariah baru dikeluarkan tahun 2008. Sedangkan, Inggris sebagai negara non Muslim, sudah sejak tahun 2004. Demikian disampaikan Deputi Pemimpin Bank Indonesia (BI) Solo, Suryono dalam dalam “Seminar Nasional Ekonomi Islam Prospek, Tantangan Ekonomi Islam dan Penyelesaian Sengketa Bisnis Syariah”, di The Sunan Hotel Solo, Senin (24/09/2012) kemarin.

“Di Inggris, sudah ada 11 universitas yang membuka program PhD untuk ekonomi syariah. Di Indonesia, masih sangat minim sekali. Ini artinya, konsep-konsep ekonomi Islam sudah dimiliki terlebih dahulu oleh orang lain,” kata Suryono dikuti RRI.

Menurutnya, upaya mendukung pertumbuhan dan perkembangan ekonomi syariah, menjadi tanggung jawab bersama. Di tingkat internasional, pangsa pasar perbankan syariah Indonesia, hanya sekitar 0,7%, atau berada di peringkat 16 atau 17. Sementara, Inggris bisa mencapai 30% atau peringkat 8, Arab Saudi 13% dan Malaysia 12%.

Meski demikian, lanjut Suryono, Indonesia tidak perlu pesimis, dimasa yang akan datang ekonomi keuangan syariah akan lebih maju dan pesat. Sebab ada beberapa keunggulan yang dimiliki ekonomi syariah di Indonesia.

"Kalau di Timur Tengah dan Inggris keuangan syariah dimiliki orang-orang kaya dari hasil penjualan minyak,kemudian Malaysia 53% dana di perbankan syariah merupakan milik pemerintah.Di Indonesia uang di perbankan syariah murni milik masyarakat, artinya lembaga keuangan syariah memang muncul dari dorongan masyarakat atau bottom up," imbuhnya.

Sementara itru, dosen Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Surakarta, Dwi Condro Triono PhD, Indonesia masih membutuhkan waktu sangat lama sekitar 1.000 tahun untuk mencapai pangsa pasar 100% keuangan syariah. Hal ini mengacu pada pencapaian pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia yang saat ini tercatat hanya sekitar 4%.

“Sejak perbankan syariah di Indonesia didirikan tahun 1992 pertama di Indonesia, hingga 2002 atau 10 tahun kemudian, market sharenya baru 1%. Kemudian 2012, mencapai 4%. Artinya, untuk mencapai pangsa pasar 100% membutuhkan waktu yang sangat lama,” ungkapnya.*
Rep: Panji Islam
__________________
endar.agustyan is offline   Reply With Quote
Old 6th October 2012, 10:53 PM   #4
endar.agustyan
[M]
Sek Cam
 
endar.agustyan's Avatar
 
Join Date: 16 Jul 2012
Userid: 17
Location: Bandung
Posts: 2,185
Real Name: Endar Agustyan
Likes: 43
Liked 85 Times in 51 Posts
Default

Mungkinkah Libya Terapkan Ekonomi Syariah?
http://www.republika.co.id/berita/ek...konomi-syariah



Quote:
REPUBLIKA.CO.ID, Libya saat ini tengah dalam proses peralihan menuju negara demokrasi melalui pemilihan pada Kongres Nasional 2012. Kongres ini akan menjadi tantangan sekaligus keuntungan bagi industri dan regulasi keuangan Libya di masa depan. Akan tetapi tidak adanya stabilitas politik adn keamanan akan menyulitkan penerapan keuangan syariah di negara tersebut.

Dalam kongres ini akan ditunjung pemerintah sementara dan konstituen untuk merancang konstitusi negara sebagai yang pertama selama beberapa dekade. Kongres akan diikuti oleh sekitar 40 persen orang liberal dan 17 persen islamis. Sebelumnya kaum liberal telah setuju untuk menambah prinsip-prinsip syariah ke dalam konstitusi. Hal ini akan berdampak pada peraturan perundang-undangan perbankan di Libya.

Pengacara SNR Denton Mesir LCC, Sameh Kamal, mengungkapkan sebelum pemberontakan 2011 perekonomian Libya telah lama terisolasi. Pada masa itu tidak ada lagi sistem kelembagaan demokrasi, meskipun inisiatif reformasi yang diambil oleh rezim sebelumnya sangatlah terlambat untuk meliberalisasi perekonomian.

"Sebuah negara dengan cadangan minyak yang besar seharusnya bisa melakukan liberalisasi ekonomi lebih baik," kata Kamal, seperti dilansir laman The Africa Report, Rabu (12/9).

Hingga saat ini ekonomi Libya belum begitu berkembang dan pasar yang ada belum seluruhnya dimanfaatkan. Ada kebutuhan untuk memperkenalkan perbankan dengan aturan yang tepat untuk mempromosikan semua aspek bisnis yang dimiliki Libya, bukan hanya minyak bumi. Produk syariah yang harmonis serta produk konvensional lain dapat berjalan beriringan membangun perekonomian Libya ke depan.

Namun ada beberapa opini berbeda tentang bagaimana perbankan Libya harus bertindak untuk mendorong perekonomian. Beberapa tampaknya mendukung pengembangan perbankan syariah yang isunya akan didukung oleh Gulf Cooperation Council (GCC). Di sisi lain banyak yang berpikir skeptis tentang penerapan perbankan syariah alih-alih konvensional. Ada pula yang melihat kemungkinan kerja sama dengan Barat, sebagai salah satu pendorong pembebasan Libya, untuk merumuskan masa depan keuangan.

Hukum perdata Libya akan menelusuri akar prinsip syariah. Secara perdata hukum ini melarang transaksi yang menyerempet pada spekulasi, perjudian, dan hal-hal buruk lain. Prinsip ini juga menekankan tidak diperbolehkannya riba.

Ada harapan bagi perkembangan bank syariah di Libya. Pemerintah diharapkan lebih berfokus untuk mencairkan ketegangan dan menciptakan stabilitas politik yang berkelanjutan. Undang-undang diperlukan untuk mendamaikan perbankan dan hukum syariah. "Reformasi legislatif harus bergerak perlahan tapi pasti untuk melayani kapasitas pasar," tegas Kamal.
__________________
endar.agustyan is offline   Reply With Quote
Old 6th October 2012, 10:55 PM   #5
endar.agustyan
[M]
Sek Cam
 
endar.agustyan's Avatar
 
Join Date: 16 Jul 2012
Userid: 17
Location: Bandung
Posts: 2,185
Real Name: Endar Agustyan
Likes: 43
Liked 85 Times in 51 Posts
Default

Mencari Maslahah Dengan Ekonomi Syariah
http://lpminstitut.com/rilis/lapsus/...konomi-syariah

Quote:
Teater 2 FEB, INSTITUT – Perkembangan ekonomi syariah yang masih terkesan lamban mendorong Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UIN Jakarta untuk mengembangkan ekonomi syariah. Pada Sabtu (15/09) lalu, FEB melaksanakan conference 2012 dengan tema “Islamic Economy Revivalism: Between Theory and Practice”

Dalam sambutannya Pudek 1 Akademik FEB, Prof. Ahmad Rodoni yang mewakili dekan mengatakan, kekuatan UIN terdapat pada perbankan syariah, maka untuk mendukung perkembangan ekonomi syariah ditahun ini FEB membuka dua jurusan baru yakni perbankan syariah dan ekonomi islam. Rodoni juga berharap acara ini dapat menjadi agenda rutin.



Senada dengan Pudek 1, Matsna Purek 1 menyatakan harapannya agar conference ini dapat berlanjut setiap tahun, “Dari pertemuan semacam ini dapat memunculkan gagasan-gagasan baru sehingga dapat memajukan perbankan syariah di Indonesia yang saat ini asetnya masih 4%,” ujarnya.

Acara berlanjut dengan key note speech yang dibawakan Prof. Mustafa Edwin Nasution, Dosen UI dan ahli ekonomi syariah. Diselenggarakannya The First International Conference di Mekah pada tahun 1976 merupakan cikal bakal pengembangan ekonomi syariah di era modern ini. Di Indonesia sendiri ekonomi syariah banyak dikembangkan di perguruan tinggi islam dengan konsen muamalah di Fakultas Syariah dan Hukum. Sedangkan di perguruan tinggi negeri Universitas Erlangga mengklaim pada tahun 1996 menjadi universitas negeri yang pertama mengembangkan ekonomi syariah.

Pernyataan Ayatullah Khomeini tentang bebasnya iran dari riba menjadikan ekonomi syariah banyak diperbincangkan di dunia barat. Ditambah ketika itu ekonomi konvensional sulit untuk dijinakan, pada akhirnya ahli ekonomi barat menyadari ekonomi syariah adalah solusi dan sejak itu pula banyak kajian diberbagai universitas barat seperti di Universitas Darhn dan Harvard yang menjadikan conferensi ekonomi syariah sebagai agenda rutin.

Sejauh ini perbankan syariah adalah lembaga yang paling menonjol di ekonomi syariah karena menawarkan jasa tanpa riba. Ediwin menuturkan perbankan syariah itu sebagian kecil dari ekonomi syariah, maka perlu juga dikembangkan lembaga yang lainnya seperi zakat dan wakaf.

“Saat ini Lazis baru mampu mengumpulkan Rp.1 trilliun, padahal kalau dikaji potensinya sampai Rp. 111 triliun. Dan kalau kita melihat dari sejarah keberhasilah Khalifah Utsman 70% berasal dari wakaf,” ucapnya meyakinkan.

Diakhir pembicaraanya Edwin menjelaskan kekurangan ekonomi syariah yakni keterbatasan pengajar, kurikulum yang belum baku, keterbatasan riset, dan belum ada likuid antara perguruan tinggi dan industri. “Perkembangan industri harus ada keterikatan, di Indonesia masih belum ada korelasi antara industri dan perguruan tinggi,” menutup perbincangan.

Pemateri pertama disampaikan Prof. Abdul Ghafar Ismail, dosen Universitas Kebangsaan Malaysia yang konsen dibidang syariah banking and financial. Ghafar menyoroti ekonomi syariah dari segi kelembagaan berupa prinsip, teori dan praktis yang menurutnya masih terdapat kerancuan.

Perspektif lain di sampaikan Dr. Mukhrohim Misanam, dosen Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta yang melihat ekonomi syariah dari mikro dan makro ekonomi, ia membahas tentang konsep kemaslahatan yang diringkas dengan rumus M = U*B. “M artinya maslahah, U berarti utilitas, dan B adalah berokah. Jadi kalau hanya utilitas tanpa barokah tidak akan maslahah.”

Muh. Som Bin Sujimon, CEO Kolej Pengajian Islam Johor dan peneliti Australian Center For Islamic Financial Studies (ACIF) mengatakan, dalam praktek perbankan syariah yang dikembangkan oleh para ahli masih ada yang bersebrangan dengan kitab yang ditulis ulama terdulu, ia menyarankan untuk mempelajari perbankan syariah harus juga mempelajari maqasid syariah seperti tarih dan fiqih.

Conference tersebut kemudian dilanjutkan dengan diskusi. Dalam penutupan ada beberapa poin yang dapat disimpulkan dari keseluruhan acara yakni, bank syariah lebih didudkung oleh akad-akad syariah, bank konvesional hanya mengenal utility tapi bank syariah mengenal utility dan barkah, dan ekonomi islam berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi. (Egi Fajar)
__________________
endar.agustyan is offline   Reply With Quote
Old 6th October 2012, 10:57 PM   #6
endar.agustyan
[M]
Sek Cam
 
endar.agustyan's Avatar
 
Join Date: 16 Jul 2012
Userid: 17
Location: Bandung
Posts: 2,185
Real Name: Endar Agustyan
Likes: 43
Liked 85 Times in 51 Posts
Default

Ini 5 Strategi Dongkrak Ekonomi Syariah di Indonesia
Wiji Nurhayat - detikfinance
Kamis, 04/10/2012 15:06 WIB

http://finance.detik.com/read/2012/1...h-di-indonesia



Quote:
Jakarta - Pertumbuhan ekonomi syariah yang masih kalah jauh dibandingkan dengan konvensional membuat gerah sebagian kalangan. Pengamat ekonomi syariah, Syakir Sula memandang pengembangan industri syariah harus digerakan salah satunya dengan meningkatkan market share.

Oleh karena itu, Syakir memberikan 5 pilar strategi yang harus digerakan untuk menumbuhkembangkan syariah di Indonesia.

"Tingkatkan market share industri keuangan syariah mencerminkan meningkatnya pemahaman dan kemampuan para stakeholders untuk menerapkan prinsip syariah dalam kegiatan ekonomi," ungkapnya kepada detikFinance di Hotel Borobuddur Jakarta, Kamis (4/10/2012).

Menurut Syakir, ada 5 prinsip yang harus diijalankan untuk menumbuhkembangkan market share syariah di Indonesia. "Ada 5 prinsip yang harus dilakukan oleh para stakeholders," katanya.

Dikatakan Syakir, 5 prinsip tersebut antara lain Sumber Daya Insani, Regulasi, Institusi, Supervisi dan Teknologi.

"Sumber daya insani maksudnya adalah memberikan edukasi dan sosialisasi yang giat tentang prinsip dasar keuangan syariah yang jelas berbeda dengan konvensional. Jadi sosialisasi harus disampaikan dari mulai pasar modal, produk syariah dan asuransi," katanya.

Faktor kedua yaitu regulasi, menurut pendapat Syakir, regulasi penting agar tidak terjadi gap antara regulator dengan industri keuangan. "Salah satunya adalah insentif pajak, Malaysia 20 tahun pertama menerapkan sistem syariah, diberikan insentif pajak, kalo kita 20 tahun pertama diberikan double pajak," katanya.

Terkait regulasi menurut Syakir, peristiwa 1997-1998 jelas memberikan sebuah pengertian bank konvensional disapih dengan gelontoran dana Rp 650 triliun. "Apakah menjadi haram jika saat ini pemerintah memberikan keberpihakan pada bank syariah?" terangnya.

Kemudian prinsip ketiga yaitu institusi, ini penting sebagai struktur atau organ khusus yang menangani industri keuangan syariah di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sehingga strategi pengembangan syariah terintegrasi dengan lembaga itu sendiri.

"Tidak hanya OJK, masing-masing Kementerian juga harus mengembangkan ini, masih ada supervisi dan teknologi, yang penting sinergitas diantara ke 5 nya harus kuat," imbuhnya.

Selain itu, Pemerintah harus mengkonversi sedikitnya 1 BUMN dan I Perusahaan Asuransi untuk ditarik kedalam industri keuangan syariah murni. Ini penting untuk meningkatkan market share syariah di Indonesia.

"Pemerintah harus konversi 1 BUMN dan 1 Asuransi ke syariah murni, serahkan semuanya pada konsultan. memang butuh sekitar 2 tahun untuk memproses itu, Dengan sinergi itu semua, saya yakin market share syariah tumbuh 15% dalam 2 tahun kedepan," tutupnya.
__________________
endar.agustyan is offline   Reply With Quote
Old 6th October 2012, 10:59 PM   #7
endar.agustyan
[M]
Sek Cam
 
endar.agustyan's Avatar
 
Join Date: 16 Jul 2012
Userid: 17
Location: Bandung
Posts: 2,185
Real Name: Endar Agustyan
Likes: 43
Liked 85 Times in 51 Posts
Default

Ekonomi Islam Condong ke Sektor Riil
http://www.republika.co.id/berita/ek...ke-sektor-riil



Quote:
REPUBLIKA.CO.ID,LEBAK -- Sistem ekonomi Islam lebih condong pada pemberdayaan sektor riil. “Pemerintah Indonesia harus menumbuhkan sektor riil di masyarakat sebagai konsep ekonomi dan keuangan Islam, seperti Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) maupun industri rumahan yang bergerak di bidang makanan, kerajinan, serta jasa,” kata Muhamad Abduh, dosen ekonomi International Islamic University Of Malaysia, di Lebak, Jumat (21/9).

Berbicara dalam seminar “Globalization and Its Challanges in Islamic Financial (globalisasi dalam tantangan dalam perspektif keuangan Islam)” di Kampus Latansa Mashiro Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Abduh mengatakan, sektor riil bisa tahan banting terhadap krisis keuangan global. Jika sektor tersebut diterapkan, ke depan, Indonesia tidak akan mengalami krisis keuangan.

Dia mengatakan, pengalaman krisis keuangan yang melanda Indonesia 1997-1998 akibat spekulan melakukan jual-beli yang bermain di pasar mata uang internasional. Awalnya, Thailand Bank dan Kuala Lumpur mengalami hal yang sama. Tetapi, kebijakan Mahathir Mohammad mematok dolar terhadap ringgit sehingga Malaysia bisa keluar dari krisis tersebut.

Kebijakan pemerintah dengan menjual nilai rupiah ke pasaran mengakibatkan nilai rupiah lemah terhadap dolar, bahkan mencapai level Rp 20 ribu per dolar. Akibatnya, katanya, banyak pengusaha ekspor-impor dalam negeri hancur karena jatuhnya nilai rupiah. Pada masa krisis tersebut, sektor ekonomi riil terbukti mampu bertahan. “Jadi, ke depan harus dijadikan alternatif dalam pengembangan ekonomi di Indonesia,” ujarnya.

Hendri Tanjung, dosen Universitas Ibnu Khaldun Bogor, pembicara lain dalam seminar tersebut mengatakan, pemerintah harus membangun ekonomi berkonsep Islam sebagai alternatif mengantisipasi krisis keuangan. Salah satunya, berdirinya bank syariah.

Selama ini, katanya, perkembangan bank syariah sudah tumbuh di masyarakat, tapi masyarakat masih banyak yang belum mengetahui manfaat bank syariah. Padahal, bank syariah bisa tahan krisis keuangan dengan konsep ekonomi Islam. “Kami berharap, pengelola pendidikan perguruan tinggi membuka jurusan ekonomi syariah agar masyarakat bisa paham terhadap ekonomi syariah,” katanya.
Hendri mengatakan, ke depan, bank syariah akan mampu menyaingi bank konvensional. Saat ini, perkembangan bank syariah membaik. “Saya yakin, ke depan akan dapat bersaing dengan bank konvesional,” katanya.
__________________
endar.agustyan is offline   Reply With Quote
Old 6th October 2012, 11:11 PM   #8
retired
Sek Des
 
Join Date: 6 Aug 2012
Userid: 76
Location: "Silent Reader"
Posts: 206
Likes: 0
Liked 5 Times in 5 Posts
Default

nice info mod
__________________
"retired was here"
retired is offline   Reply With Quote
Old 6th October 2012, 11:15 PM   #9
endar.agustyan
[M]
Sek Cam
 
endar.agustyan's Avatar
 
Join Date: 16 Jul 2012
Userid: 17
Location: Bandung
Posts: 2,185
Real Name: Endar Agustyan
Likes: 43
Liked 85 Times in 51 Posts
Default

^ thanks sob


kalo ada berita tentang ekonomi syariah, post disini juga, supaya saling berbagi
__________________
endar.agustyan is offline   Reply With Quote
Old 6th October 2012, 11:17 PM   #10
endar.agustyan
[M]
Sek Cam
 
endar.agustyan's Avatar
 
Join Date: 16 Jul 2012
Userid: 17
Location: Bandung
Posts: 2,185
Real Name: Endar Agustyan
Likes: 43
Liked 85 Times in 51 Posts
Default

WORLD HOT ISSUE

West to lose economic battle against Iran: Iran cleric
Date and Time:5 October 2012 - 18:19

http://www.islamicinvitationturkey.c...n-iran-cleric/

Quote:
Tehran’s interim Friday Prayers Leader Ayatollah Ahmad Khatami says the global arrogance will fail in its ‘all-out economic war’ against Iran as the Islamic Republic has proven that it will not yield to pressure.

Ayatollah Khatami noted that the Iranian nation would continue to resist pressure and emerge victorious as it did during the eight-year Iraqi-imposed war on the country.

“These pressures won’t last. The Iranian nation has proven that it will not be worn down by pressures and has experienced how to live with problems, but they (Western powers) don’t have this experience,” he said.

The Iranian cleric stressed that the Iranian nation would defeat its enemies with the help of God.

The US and European Union have imposed financial sanctions on Iran over its nuclear energy program, claiming that Iran is pursuing non-civilian objectives in its nuclear energy program.

Iran rejects the allegations, arguing that as a signatory to the nuclear Non-Proliferation Treaty and a member of the International Atomic Energy Agency it is entitled to develop and acquire nuclear technology for peaceful purposes.

On the US government’s removing of the terrorist Mujahedin-e Khalq Organization (MKO) from its blacklist of terrorist organizations, Khatami said the move showed US animosity towards the Islamic Republic.

The senior Ayatollah added that by delisting MKO, they want to convey this message that they have stood up against the Islamic Revolution and the whole world knows today that the US is the command center in the fight against the Islamic Revolution.

The MKO is responsible for carrying out numerous acts of terror and violence against Iranian officials and civilians as well as the people of Iraq.

The US formally removed the MKO from its list of terror organizations last Friday; one week after Secretary of State Hillary Clinton sent the US Congress a classified communication about the move.
^ continue

Saturday, 06 October 2012 04:13
‘Iran to win West's economic war’


http://english.irib.ir/news/politica...mic-war’

Quote:
Tehran’s interim Friday Prayers Leader Ayatollah Ahmad Khatami says the global arrogance will fail in its ‘all-out economic war’ against Iran as the Islamic Republic has proven that it will not yield to pressure.



Ayatollah Khatami noted that the Iranian nation would continue to resist pressure and emerge victorious as it did during the eight-year Iraqi-imposed war on the country.
He said, “These pressures won’t last. The Iranian nation has proven that it will not be worn down by pressures and has experienced how to live with problems, but they (Western powers) don’t have this experience”.
Ayatollah Khatami stressed that the Iranian nation would defeat its enemies with the help of God.
On the US government’s removing of the terrorist Mujahedin-e Khalq Organization (MKO) from its blacklist of terrorist organizations, Khatami said the move showed US animosity towards the Islamic Republic.
The senior Ayatollah added that by delisting MKO, they want to convey this message that they have stood up against the Islamic Revolution and the whole world knows today that the US is the command center in the fight against the Islamic Revolution.
__________________
endar.agustyan is offline   Reply With Quote
Post New Thread  Reply

Bookmarks



Similar Threads
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
Airlines and Airports News positifi Airlines and Airports 12 1st August 2016 06:47 PM


Currently Active Users Viewing This Thread: 1 (0 members and 1 guests)
 
Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Forum Jump


All times are GMT +7. The time now is 07:48 AM.


forumku.com is supported by and in collaboration with

forumku.com kerja sama promosi kiossticker.com 5 December 2012 - 4 Maret 2013 Web Hosting Indonesia forumku.com kerja sama promosi my-adliya.com forumku.com kerja sama promosi situsku.com

Peserta Kontes SEO Forumku :

kontes SEO: business review

Positive Collaboration :

positive collaboration: yukitabaca.com positive collaboration: smartstore.com positive collaboration: lc-graziani.net positive collaboration: Info Blog

Media Partners and Coverages :

media partner and coverage: kompasiana.com media partner and coverage: wikipedia.org media partner and coverage: youtube.com

forumku.com
A Positive Indonesia(n) Community
Merajut Potensi untuk Satu Indonesia
Synergizing Potentials for Nation Building

Powered by vBulletin® Version 3.8.7
Copyright ©2000 - 2016, vBulletin Solutions, Inc.
Google Find us on Google+

server and hosting funded by:
forumku.com kerja sama webhosting dan server
no new posts