forumku.com logo Forumku Borobudur Budaya Indonesia
forumku  

Go Back   forumku > Indonesia > Indonesia Membangun! > Forum Militer dan Pertahanan | Defence and Military
Register Register
forumku.com kerja sama promosi forumku.com kerja sama promosi Pusat Cutting Sticker 5 December 2012 - 4 Maret 2013
Notices

Forum Militer dan Pertahanan | Defence and Military Forum Militer dan Pertahanan Indonesia.

Post New Thread  Reply
 
Thread Tools Search this Thread Display Modes
Old 12th August 2012, 09:08 PM   #1
Administrator
 
admin's Avatar
 
Join Date: 5 Jul 2012
Userid: 1
Posts: 5,254
Likes: 1,687
Liked 196 Times in 118 Posts
Default Transkrip Keterangan Pers Presiden Republik Indonesia Rapat Koordinasi Bidang Pertaha

sumber : http://www.kaskus.co.id/showthread.p...5924320&page=8

Quote:

Presiden Republik Indonesia:
Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,

Saudara-saudara,
Rapat Koordinasi untuk membahas prioritas, agenda, dan kegiatan di sektor pertahanan baru saja selesai kami laksanakan, dan saya ingin menyampaikan hal-hal penting yang kami hasilkan dalam Rapat Koordinasi tadi.

Sebagaimana yang saya sampaikan dalam pengantar Rapat Koordinasi ini kepada Saudara semua tadi, bahwa Menteri Pertahanan akan melaporkan semua yang sedang dilakukan oleh jajaran Kementerian Pertahanan dan TNI, termasuk isu-isu penting yang juga menjadi perhatian publik. Tadi telah dilaporkan dengan lengkap oleh Menteri Pertahanan.

Pokok-pokok yang ingin saya sampaikan, yang pertama, adalah kita terus menyesuaikan, memutakhirkan yang disebut dengan kebijakan dan strategi pertahanan. Kita ingin dokumen yang sangat penting ini benar-benar sesuai dengan perkembangan geopolitik yang ada di kawasan kita, juga sesuai dengan perkiraan lingkungan strategis.

Dari kebijakan dan strategi pertahanan ini akan mengalir, baik itu doktrin militer, kemudian juga rencana kampanye, rencana operasi, dan rencana contingency dalam bidang pertahanan, dalam bidang militer. Dan nantinya, juga akan diwujudkan dalam latihan-latihan gabungan berskala besar. Saya mengetahui bahwa dokumen strategis ini telah dirumuskan dan juga senantiasa dilakukan pemutakhiran.

Yang kedua, juga dilaporkan secara khusus permasalahan industri pertahanan. Saudara sudah mendengarkan beberapa kali penjelasan Pemerintah, bahwa kita ingin mengembangkan industri pertahanan kita, agar di bidang alutsista dan perlengkapan militer, Indonesia lebih mandiri. Tidak bagus kalau kita sangat tergantung pada kekuatan asing, menyangkut alutsista dan perlengkapan militer ini. Sementara, jajaran Kementerian Pertahanan dan TNI juga tetap mengacu pada kebijakan dasar kita, yaitu kalau bisa diproduksi dalam negeri, kita adakan di dalam negeri; kalau tidak bisa, baru kita beli dari negara lain; dan itu pun dalam kerangka kerja sama seperti alih teknologi, joint productions, joint research and development, dan sebagainya.

Kita ingin produk industri dalam negeri kita betul-betul berkelas dunia. Dan saya bangga banyak sekali yang dihasilkan di dalam negeri yang tidak kalah mutunya dengan produk industri pertahanan negara lain, misalnya payung udara orang untuk terjun, lantas panser, senapan, dan sebagainya.

Dan saya berpesan tadi, agar dalam mengembangkan industri pertahanan, tolong dipertimbangkan juga aspek ekonomi dan aspek bisnisnya, sehingga tidak terjadi karena hanya mengejar produksi, tanpa memperhatikan sisi-sisi ekonomi dan bisnisnya, lantas mengalami masalah. Dan, tentu kita belajar dari pengalaman masa lalu, kita pastikan semuanya dipertimbangkan dengan seksama.

Satu hal lagi, industri pertahanan akan berkembang, manakala Indonesia sendiri membeli barang-barang yang dihasilkan oleh industri kita. Jadi jangan sampai kita memproduksi perlengkapan militer, alutsista, kemudian TNI kita, Polri kita membeli dari negara sahabat, padahal sama atau bahkan barangkali lebih bagus produksi kita.

Saudara-saudara,
Yang berikutnya, militer, atau teknologi militer, atau industri pertahanan itu sangat ditopang oleh yang disebut penelitian dan pengembangan (research and development). Kita memberikan atensi khusus. Dan sebagai contoh, kita tengah melakukan penelitian dan pengembangan untuk membangun kendaraan tempur dan kendaraan taktis. Harapan saya, bisa kita produksi di dalam negeri. Dengan demikian, bisa lebih efisien dan kita bisa men-design kendaraan tempur dan kendaraan taktis yang sesuai dengan geografi, dengan sifat ancaman, dan kekhasan Indonesia.

Sementara itu, negara mana pun memiliki kekuatan yang disebut kekuatan nonmiliter. Biasanya, mereka dimobilisasi, ada konsep tentara cadangan, dan sebagainya. Indonesia juga menganut itu, dan sekarang sedang disusun undang-undangnya, aturannya. Dengan demikian, dalam keadaan damai, kita cukup memiliki kekuatan yang disebut Minimum Essential Force. Tetapi, dalam keadaan perang, bisa dengan cepat dibesarkan, dengan cara mobilisasi.

Nah, konsep bela negara inilah yang ingin kita hadirkan di negeri kita ini. Dengan demikian, siapapun, sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945, harus siap untuk membela negaranya.

Kita juga mengikuti yang dibicarakan oleh Kementerian Pertahanan dengan DPR menyangkut sejumlah undang-undang yang berkaitan dengan sektor pertahanan dan keamanan. Saya meminta kepada Menhan untuk melanjutkan pembahasannya dengan DPR. Jelaskan kepada rakyat mengapa undang-undang itu penting, karena itu juga berlaku di negara demokrasi dan juga berlaku bagi tentara-tentara yang profesional. Dengan demikian, kalau undang-undangnya ada, maka TNI atau Polri, itu akan jelas melaksanakan tugasnya, tidak perlu ragu-ragu, karena semua ada dalam undang-undang. Inilah contohnya, undang-undang yang diperlukan kehadirannya di negeri kita.

Kerja sama pertahanan atau kerja sama militer juga menjadi bahan bahasan tadi. Saudara tahu bahwa Indonesia menganut all direction foreign policy, tetap bebas aktif. Dan oleh karena itu, kerja sama pertahanan, kerja sama militer itu diperlukan dengan negara-negara sahabat, utamanya di kawasan kita, Asia Tenggara, Asia Timur, Asia Pasifik. Tapi tidak menutup kemungkinan, kerja sama dengan negara-negra yang lain. Dan, lebih-lebih, kita ingin kerja sama di bidang operasi militer selain perang, seperti tugas-tugas pemeliharaan perdamaian dunia ataupun menangani bencana alam.

Saudara-saudara,
Kita telah membangun yang disebut dengan Indonesian Peace and Security Center. Intinya adalah peacekeeping center, ditambah dengan fasilitas yang lain, juga kita bahas pembangunannya sesuai dengan rencana. Sekjen PBB sudah meninjau langsung, dan beliau senang karena Indonesia bisa berkontribusi untuk banyak hal di kawasan ini, bahkan di dunia, antara lain, dengan menyiagakan pasukannya untuk standby force, setiap saat bisa digerakkan ke negara mana pun.

Contohnya, tadi Panglima TNI melapor kepada saya, PBB meminta pelibatan satu batalion mekanis Indonesia untuk bisa ditugaskan di Darfur. Ini sedang kita olah. Dan manakala kita mampu untuk mengemban tugas itu, insya Allah mampu, maka ini juga menunjukkan bahwa kita siap untuk ikut memelihara perdamaian di seluruh dunia. Kehadiran peacekeeping center sangat penting untuk memenuhi permintaan yang segera seperti ini.

Saudara-saudara,
Juga dibahas sistem informasi pertahanan negara. Meskipun ada Undang-Undang Keterbukaan Informasi untuk Publik, tetapi rahasia militer (military secret) itu tentu ya dijaga kerahasiaannya. Akan hancur dan akan mengakibatkan korban bagi satuan militer, manakala operasi militernya harus bocor dan harus dijelaskan ke sana, ke mari. Oleh karena itu, ini juga perlu ditata dengan baik.

Kesejahteraan prajurit juga menjadi bahan bahasan yang penting tadi. Alhamdulillah, karena ekonomi kita tumbuh baik, anggaran negara kita makin besar, maka negara atau Pemerintah bisa meningkatkan gaji, ULP, tunjangan, sehingga terasa lebih layak bagi para prajurit kita.

Asuransi kesehatan, kalau tanggal 1 Januari tahun 2014, insya Allah akan kita berlakukan nanti jaminan sosial nasional di bidang kesehatan, maka TNI dengan keluarganya included di situ, dengan scheme asuransi kesehatan—masih ABRI istilahnya, ya?—Askes ABRI.

Kita juga membahas masalah perumahan dinas, perumahan prajurit. Saudara sering melihat ada masalah di lapangan, bahkan sampai ke DPR, urusan perumahan prajurit ini. Di satu sisi, banyak sekarang para perwira, bahkan bintara, tamtama yang harus bertugas 24 jam sehari, tapi tidak memiliki tempat tinggal. Di sisi lain, ada rumah dinas yang masih ditempati oleh mereka yang tidak aktif. Ini memerlukan pendekatan yang bijak, arif, tapi tepat.

Dan saya senang, sudah ada pembicaraan antara TNI-Polri dengan jajaran Pepabri, yang solusinya menurut saya baik. Bagi beliau-beliau yang sudah memiliki rumah yang lain, apalagi lebih dari satu, tentu bagus kalau rumah dinasnya diserahkan kepada TNI atau Polri, karena memang digunakan, akan digunakan. Tetapi bagi yang belum punya dan ekonominya tidak memungkinkan, tentu ada pertimbangan dan pendekatan khusus.

Tetapi yang jelas, atas dasar pengalaman itu, kita ingin menambah lagi perumahan dinas, perumahan prajurit, sehingga tugas tidak terganggu, dengan catatan, setelah kita tingkatkan dalam waktu dua tahun ini, dibikin aturan yang jelas dan tegas. Dengan demikian, di waktu yang akan datang tidak terjadi lagi polemik ataupun isu yang menyangkut penggunaan perumahan dinas TNI dan Polri ini.

Saudara-saudara,
Kemudian kita juga menyoroti perlunya dibangun sarana dan prasarana di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia, Indonesia-PNG, Indonesia-Timor Leste, bahkan pulau-pulau terdepan, di Pulau Miangas misalkan, perbatasan dengan Filipina. Dari kacamata pertahanan, memang perlu dibangun fasilitas itu, apakah pos militer, pos keamanan, dan lain-lain yang diperlukan. Sementara itu, saya melihat, perlu juga dibangun yang sifatnya nonmiliter, misalkan pasar lokal, Puskesmas, sekolah, dan sebagainya.

Oleh karena itu, saya telah memutuskan tadi, akan ada integrated development, disatukan antara yang menjadi kepentingan pertahanan kita, tentu security, sekaligus untuk urusan prosperity. Jadi kita satukan. Dengan demikian, lebih bagus, lebih terintegrasi, dan hasilnya tentu akan lebih baik dan nyata.
admin is offline   Reply With Quote
Old 12th August 2012, 09:19 PM   #2
admin
Administrator
 
admin's Avatar
 
Join Date: 5 Jul 2012
Userid: 1
Posts: 5,254
Likes: 1,687
Liked 196 Times in 118 Posts
Default

Lanjutannya ...
Quote:
Saudara-saudara,Khusus yang tadi, Pemerintah juga akan mengalokasikan anggaran yang tepat untuk segera, dalam waktu dua tahun ini, meningkatkan prasarana dan sarana di wilayah perbatasan, baik dari kacamata keamanan maupun kesejahteraan.Juga dilaporkan kepada saya progress dari Universitas Pertahanan yang terus berkembang dan maju. Kita ingin memiliki world-class defense university, tidak kalah dengan negara lain, dan kita punya kemampuan untuk itu. Oleh karena itu, saya berharap terus dijalankan. Dan pada saatnya, kampus yang baru, tentu dengan dukungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, itu bisa diwujudkan.Saudara-Saudara,Kita membahas secara mendalam tadi masalah anggaran pertahanan. Anggaran pertahanan kita dari tahun ke tahun meningkat, cukup besar, meskipun belum besar sekali. Sebagai contoh, pada tahun 2004 dulu, anggaran pertahanan kita berjumlah 21,7 triliun. Tahun 2009, meningkat menjadi 33,67 triliun. Tahun 2012, sekarang ini, telah mencapai 72,54 triliun. Dan insya Allah tahun depan, kita bisa mengalokasikan sekitar 77-koma sekian triliun. Ini peningkatan yang sangat signifikan dan tentu kita perlukan, Saudara-saudara.Oleh karena itu, saya berpesan tadi pada jajaran Kementerian Pertahanan dan TNI, agar mengelola anggaran ini dengan sebaik-baiknya, kemudian rencanakan dengan baik. Kalau ada perubahan rencana, lakukan sepanjang itu memang diperlukan. Dan kalau mengadakan alutsista, apa pun itu, harus ada yang disebut kehandalan sistemnya, sekaligus interoperability. Jadi, kalau operasi gabungan melibatkan Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, maka semua itu bisa saling berhubungan. Jadi, operasinya akan menjadi efektif.Saya juga mengingatkan agar pengadaan alutsista ini dilaksanakan dengan mekanisme dan prosedur yang benar. Cegah penyimpangan, karena kalau terjadi penyimpangan, akan menjadi masalah.Saya melihat jajaran TNI makin profesional, perencanaan dan pelaksanaannya makin baik, sistem makin dijalankan dengan benar, sehingga jangan sampai ada masalah apa pun apa yang sudah diraih hingga saat ini. Sekaligus, saya mendengar masih ada yang disebut dibintangi oleh DPR RI. Saya minta Menhan, Menteri Keuangan, bicaralah baik-baik dengan DPR. Kalau sudah kita rencanakan, uangnya ada, diperlukan oleh negara untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah, tentunya Pemerintah akan senang kalau implementasinya juga lancar.Saudara-saudara,Peningkatan alutsista dan modernisasi TNI, yang dalam kurun waktu lima tahun akan kita laksanakan secara besar-besaran ini, memang mengundang reaksi dari sejumlah pihak di tingkat internasional, tapi telah saya jelaskan berkali-kali, tidak ada niat Indonesia untuk melakukan tindakan yang tidak sepatutnya, tidak sesuai dengan semangat ASEAN misalnya, tidak ada niat untuk melakukan agresi. Semata-mata kita meningkatkan kemampuan pertahanan ini, karena tugas yang harus kami laksanakan, karena sudah lama tidak memodernisasi alutsista kita, karena banyak sekarang tugas-tugas militer selain perang, dan karena alhamdulillah, kemampuan negara, ekonomi kita memungkinkan untuk peningkatan dan pembangunan alutsista tersebut. Itulah hal-hal penting yang tadi kami bahas dalam Rapat Koordinasi. Dan sekarang, saya persilakan kepada para Wartawan yang ingin mengajukan pertanyaan kepada saya.
admin is offline   Reply With Quote
Old 12th August 2012, 09:19 PM   #3
admin
Administrator
 
admin's Avatar
 
Join Date: 5 Jul 2012
Userid: 1
Posts: 5,254
Likes: 1,687
Liked 196 Times in 118 Posts
Default

Teguh Sartono, Wartawan Radio Elshinta:Selamat sore, Pak Presiden.Presiden Republik Indonesia:Selamat sore.Teguh Sartono, Wartawan Radio Elshinta:Teguh dari Radio Elshinta, Pak. Sejak tahun 2009 lalu, sudah sering diwacanakan penggunaan hak pilih TNI-Polri, Pak, dalam pemilu sejak tahun 2009. Dan 2014, wacana itu tidak terwujud kembali dan banyak disayangkan oleh sejumlah pegiat LSM dan pengamat militer.Pertanyaannya, Pak, apakah hak itu akan digunakan pada tahun 2019 nanti? Dan pandangan Bapak Presiden terhadap wacana ini seperti apa, Pak? Terima kasih.Presiden Republik Indonesia:Ya. Saya sebagai pemimpin politik karena saya dipilih oleh rakyat, sehingga saya akan menyampaikan pandangan saya dalam konteks yang tepat. Karena yang lebih tepat menyampaikan jawaban ini, apakah sudah saatnya atau belum saatnya, TNI dan Polri menggunakan hak pilihnya dalam pemilu, adalah ya TNI dan Polri itu sendiri. Tentu karena oganisasi itu memiliki pemimpin, ya Panglima TNI dan Kapolri itu.Saya beberapa kali berbicara dengan, baik Panglima TNI maupun Kapolri, tentang hal ini, maka pandangan beliau-beliau yang saya anggap logis, meskipun saya tidak mencampuri, saya menghormati, karena domain TNI dan Polri. Dan itu hak masing-masing anggota TNI dan Polri, meskipun tolong dibedakan hak dengan kewajiban. Ada punya hak belum tentu digunakan haknya itu. Kecuali kalau wajib, mengikuti pemilu ini hak untuk mengikuti pemilu.Yang saya pandang logis dan jernih cara berpikir pimpinan TNI dan Polri, pada tingkat sekarang ini dan juga pada pemilu tahun 2014, dipandang belum cukup siap karena, kalau demokrasi ini belum kokoh benar, tradisi dan kulturnya juga belum mantap benar, maka TNI dan Polri yang harus dijaga soliditasnya, kekompakannya, persatuannya, seraya mengamankan dan mengawal pemilu itu. Manakala mereka sendiri juga ikut sebagai pemilih, dikhawatirkan ada ekses, dikhawatirkan ada masalah-masalah yang justru bisa mengganggu tugas mereka semua dan justru menimbulkan masalah baru intern TNI dan Polri. Kalau itu memang menjadi sikap, pandangan, dan posisi TNI dan Polri, tentu dengan mekanisme yang mesti disampaikan nanti kepada DPR, kepada siapapun, saya persilakan untuk menyampaikan seperti itu.Jadi, marilah, Saudara-saudara, kita pahami betul, betapa kalau belum siap, lantas ikut pemilu, apalagi kalau ikut berkampanye, saling berhadapan, kaosnya berbeda, benderanya berbeda, mungkin akan menjadi permasalahan di lingkungan TNI dan Polri. Saya menghormati, karena menurut saya cukup jernih, sampai pada saatnya nanti demokrasi kita sudah kokoh, tidak perlu ada masalah, manakala orang-seorang yang punya hak itu menggunakan hak pilihnya.
admin is offline   Reply With Quote
Old 12th August 2012, 09:20 PM   #4
admin
Administrator
 
admin's Avatar
 
Join Date: 5 Jul 2012
Userid: 1
Posts: 5,254
Likes: 1,687
Liked 196 Times in 118 Posts
Default

Etna, Wartawan SKH Kompas:Selamat sore, Pak Presiden.Presiden Republik Indonesia:Selamat sore.Etna, Wartawan SKH Kompas:Terima kasih. Nama saya Etna dari Kompas. Saya mau bertanya terkait dengan pengembangan alutsista untuk ke depan. Apakah kita masih akan konsisten mengikuti Minimum Essential Force? Karena terus terang saja ada ganjalan, seperti terkait kemarin, pengadaan Leopard. Menurut Buku Postur Pertahanan yang dikeluarkan Kemhan 2010-2024, itu tidak ada rencana pengadaan Main Battle Tank. Hal ini juga yang menimbulkan resistensi di DPR. Nah, seberapa jauh sebenarnya konsistensi kita? Karena memang diakui, seperti Bapak katakan tadi, ada pengembangan geopolitik di kawasan dan perubahan ekonomi dunia yang bisa dilihat sebagai kesempatan-kesempatan kita. Nah itu, bagaimana kebijakannya, Pak? Apakah akan ada perluasan dari MEF itu sendiri atau tetap seperti sekarang? Terima kasih, Pak.Presiden Republik Indonesia:Terima kasih. Kalau yang bisa menjelaskan secara detail, tentu TNI sendiri dan Menteri Pertahanan. Tetapi sebagai Presiden, saya, Kepala Pemerintahan tentu akan memberikan jawaban menyangkut hal ini.Namanya rencana jangka panjang, seperti RPJP, Rencana Pembangunan 25 tahun, setiap lima tahun, setiap periode, bisa saja ada penyesuaian, dikaitkan dengan kebutuhan kurun waktu itu. Dan saya ketahui, menurut penjelasan Panglima TNI dan Menhan, memang ada penyesuaian-penyesuaian dalam pengadaan alutsista atau menuju ke Minimum Essential Force.MEF itu sendiri sebetulnya kalau dipahami kan postur, kekuatan. Alutsista menjadi sangat penting. Jadi, Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, TNI dan Kementerian Pertahanan-lah yang bisa menentukan seperti apa implementasi dari rencana jangka panjang menuju MEF itu, dalam periode waktu-periode waktu yang ditentukan.Yang penting bagi saya, dari kacamata Pemerintah, apa yang akan diadakan itu betul-betul diperlukan oleh kita, melengkapi kekuatan tempur kita, kekuatan tangkal kita, menghadapi geopolitik baru, menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah kita. Yang kedua, dalam batas kemampuan anggaran kita, dan kemudian semuanya diimplementasikan dengan baik.Ini perhatian saya karena, meskipun saya tahu alutsista, tapi saya tidak akan mencampuri karena akan menjadi kacau. Biarkan, itu Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, TNI dan Kemhan sendiri yang merencanakan dan menetapkannya.Ya, saya mengikuti silang pendapat tentang itu semua. Tapi yang jelas, dalam planning sekarang ini, ada itu pengadaan MBT (Main Battle Tank). Main Battle Tank ini pilihannya banyak, bisa buatan Rusia, bisa buatan Jerman, bisa buatan Amerika karena kita belum bisa bikin. Kecuali kalau kita sudah bisa bikin Main Battle Tank, tentu kita akan adakan sendiri.Dan, saya juga mengikuti, memang banyak sponsornya, kalau pihak ini ingin tank jenis ini, pihak yang sana ingin tank jenis ini. Yang menentukan biarlah TNI, biarlah Angkatan Darat, sesuai dengan kemampuaan negara, bicarakan baik-baik dengan DPR, dan kalau ada pihak lain yang ada mungkin motif ekonomi, bisnis, ya sepanjang tidak bertabrakan dengan rencana negara, rencana Pemerintah, dan rencana TNI.Puspita Ayu, Wartawan RRI:Selamat sore, Pak.Presiden Republik Indonesia:Sore.Puspita Ayu, Wartawan RRI:Saya Puspita Ayu, dari RRI. Tadi di awal arahan, Bapak sempat mengatakan, masih terkait dengan Minimum Essential Force, Indonesia, khususnya di bidang pertahanan, itu masih di bawah standar. Yang ingin saya tanyakan kemudian, apa strategi yang akan dilakukan Pemerintah Pusat untuk mengembalikan kejayaan bangsa Indonesia? Karena, kalau tidak salah, beberapa puluh tahun yang lalu, Indonesia sempat dikenal sebagai Macan Asia. Kita bangsa dan negara yang cukup besar. Kemudian, apa yang akan dilakukan Pemerintah untuk mengembalikan kejayaan itu, tidak hanya dari pertahanan sendiri, maksudnya dari dalam negeri, tapi strategi untuk ke luar negerinya akan seperti apa, Pak? Demikian. Terima kasih.Presiden Republik Indonesia:Baik, kalau cita-cita dan semangat untuk Indonesia tampil sebagai Macan Asia, itu masih. Bung Karno dulu membawa Indonesia sebagai Macan Asia, dari kekuatan militer dan juga kekuatan politik. Insya Allah, kita semua melanjutkan cita-cita Bung Karno, ingin membawa Indonesia jadi Macan Asia, bukan hanya militer, politik, tapi juga ekonomi.Saya kira tidak akan lama lagi, dalam waktu 5-10 tahun, insya Allah ekonomi kita akan menjadi Macan Asia, sekarang sudah nomor 16 dunia, G20 terbesar di Asia Tenggara. Politik kita makin aktif. Kita aktif menangani masalah-masalah regional dan bahkan PBB, dan kemudian lima tahun mendatang, saya kira akan berubah, kita punya sistem persenjataan, kita punya postur, kita punya alutsista.Oleh karena itu, jawabannya iya. Sebenarnya bukan di bawah standar, tetapi kekuatan militer kita, utamanya alutsista, itu di bawah yang disebut Minimum Essential Force. Generasinya pun ada yang tertinggal, dibandingkan yang dimiliki negara-negara tetangga, jumlahnya juga demikian.Tapi, kita tidak boleh menyalahkan siapa-siapa karena memang anggaran kita kurang. Nah, sekarang saatnya tiba, maka kita lakukan pembangunan kekuatan dan modernisasi, sehingga saya yakin tidak akan lama lagi, kita juga kembali menjadi Macan Asia dalam bidang pertahanan.Tetapi, kita bukan negara agresor, kita tidak punya niat apa pun, kita bersama-sama ASEAN menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di kawasan ini. Tapi Indonesia siap melakukan apa pun untuk kedaulatan negerinya, untuk keutuhan wilayahnya, karena bangsa Indonesia cinta damai, tapi lebih cinta pada kedaulatan dan keutuhan NKRI.Itulah semangat kita, dan saya minta dukungan rakyat bahwa memang tidak boleh negara itu lemah dalam bidang pertahanan. Nanti kalau lemah, mohon maaf, suka disepelekan negara-negara lain. Kita harus kuat, tapi kuat teduh, kuat mengayomi.Bagus B. T. Saragih, Wartawan SKH The Jakarta Post:Selamat sore, Pak.Presiden Republik Indonesia:Sore.Bagus B. T. Saragih, Wartawan SKH The Jakarta Post:Saya Bagus, dari Jakarta Post, Pak. Masih terkait alutsista, tapi saya ingin menyoroti mengenai eksesnya secara politik, Pak, baik dalam negeri maupun di luar negeri. Sebagai contoh, misalnya kita tahu pengadaan MBT Leopard ini sebelumnya direncanakan ada dari Belanda. Tapi, kemudian ada terjadi pergolakan politik di sana atau mungkin semacam perdebatan di parlemen di sana. Kemudian akhirnya, kita beralih ke Jerman.Nah, hal-hal semacam ini kan sebenarnya memiliki persinggungan juga dengan posisi diplomatik kita, Pak, baik secara bilateral maupun juga secara regional. Misalnya juga, yang terakhir adalah mengenai kerja sama rudal dengan China misalnya, Pak. Itu reaksi yang muncul adalah gimana posisi kita terhadap China, apalagi kita baru-baru ini kan, di ASEAN ini, baru saja menyelesaikan, katakanlah “perpecahan” terkait isu Laut China Selatan, Pak. Dengan ada munculnya berita seperti itu, kita juga “dicurigai” begitu, Pak, kita punya hubungan khusus dengan China atau semacam itu.Nah, pertanyaan saya, bagaimana, Pak, strategi Bapak untuk mengelola hal-hal semacam ini, Pak?Presiden Republik Indonesia:Baik. Indonesia punya posisi, kita punya kebijakan. Kebijakan ini semata-mata untuk kepentingan Indonesia, seraya kita menjadi bagian dari komunitas global. Kritik, komentar akan selalu ada. Kita membeli alutsista yang memang belum bisa kita bikin dari Eropa, pihak lain tidak suka; membeli dari Amerika, yang lain tidak suka; membeli dari Tiongkok; yang lain juga tidak suka.Menurut saya, sepanjang kita kerja sama membeli atau mengadakan alutsista ini tanpa merusak apa yang menjadi komitmen ASEAN misalnya, apa yang menjadi kerja sama yang lebih luas lagi untuk international peace and security, saya kira kita bisa menjelaskan.Saya tahu, ketika pembicaraan awal dengan Belanda, ada unsur politik di situ yang tidak mempercayai Indonesia, mengait-ngaitkan pada hak asasi manusia, dan sebagainya. Saya tidak suka. Jangan menguliahi Indonesia tentang hak asasi. Era penjajahan dulu, itulah puncak pelanggaran HAM yang paling berat. Kita tahu, Indonesia tidak pernah menggunakan tank, saya ulangi lagi, helikopter, pesawat terbang, artileri untuk membunuh rakyatnya. Kita untuk mempertahankan negara kita.Waktu saya bertemu dengan Kanselir Angela Merkel, saya jelaskan juga posisi ini, dan bisa mengerti sepenuhnya. Selalu ada anasir-anasir di negara mana pun yang ya politik, begitulah. Tapi Indonesia punya posisi.Dan satu hal, dulu, Saudara-saudara ya, kita membeli alutista dari negara lain. Uang-uang kita sendiri, uang rakyat kita, mau kita gunakan untuk menjaga kedaulatan, diributkan oleh mereka yang menjualnya karena dulu ada persyaratan, ada conditionalities. Kita pernah mau menggunakan Scorpion dan kemudian Hawk untuk kepentingan dalam negeri kita, bukan untuk perang sebetulnya, tapi untuk memberikan efek tangkal, dilarang.Saya memiliki kebijakan, tidak akan pernah kita membeli alutsista dari mana pun, kalau itu memang belum bisa kita bikin, kalau ada persyaratan apa pun, apalagi persyaratan politik. Ini kemandirian, ini juga hak kita untuk mengadakan alutista itu.Tapi yang penting, Saudara-saudara, kita terus meningkatkan kemandirian kita, agar tidak terlalu banyak lagi di masa depan harus mengadakan dari luar negeri. Kalau politik, akan kita kelola. Di negara mana pun, selalu ada pro dan kontra. DPR di negara mana pun selalu juga ada masalah-masalah yang berkaitan dengan Pemerintah. Yang penting, konsep kami jelas, posisi kami jernih, rencana kami juga jelas, dan semuanya untuk kepentingan pertahanan kita.Saya kira begitu jawaban saya.Terima kasih.Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
admin is offline   Reply With Quote
Post New Thread  Reply

Bookmarks

Tags
hankam, rakor, transkrip



Similar Threads
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
NKRI Negara Kesatuan Republik Indonesia positifi Indonesia Bersatu! 26 12th August 2016 02:24 AM
Daftar Armada KRI [Kapal Perang Republik Indonesia] positifi Forum Militer dan Pertahanan | Defence and Military 15 23rd June 2013 01:41 AM
Gerakan Menjaga NKRI [Negara Kesatuan Republik Indonesia] positifi Forum Militer dan Pertahanan | Defence and Military 3 25th July 2012 10:51 AM


Currently Active Users Viewing This Thread: 1 (0 members and 1 guests)
 
Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Forum Jump


All times are GMT +7. The time now is 03:46 AM.


forumku.com is supported by and in collaboration with

forumku.com kerja sama promosi kiossticker.com 5 December 2012 - 4 Maret 2013 Web Hosting Indonesia forumku.com kerja sama promosi my-adliya.com forumku.com kerja sama promosi situsku.com

Peserta Kontes SEO Forumku :

kontes SEO: business review

Positive Collaboration :

positive collaboration: yukitabaca.com positive collaboration: smartstore.com positive collaboration: lc-graziani.net positive collaboration: Info Blog

Media Partners and Coverages :

media partner and coverage: kompasiana.com media partner and coverage: wikipedia.org media partner and coverage: youtube.com

forumku.com
A Positive Indonesia(n) Community
Merajut Potensi untuk Satu Indonesia
Synergizing Potentials for Nation Building

Powered by vBulletin® Version 3.8.7
Copyright ©2000 - 2016, vBulletin Solutions, Inc.
Google Find us on Google+

server and hosting funded by:
forumku.com kerja sama webhosting dan server
no new posts