forumku.com logo Forumku Borobudur Budaya Indonesia
forumku  

Go Back   forumku > Indonesia > Indonesia Membangun! > Business and Economy!
Register Register
forumku.com kerja sama promosi forumku.com kerja sama promosi Pusat Cutting Sticker 5 December 2012 - 4 Maret 2013
Notices

Business and Economy! Main Forum Description

Post New Thread  Reply
 
Thread Tools Search this Thread Display Modes
Old 5th December 2014, 08:59 PM   #221
nonasakamoto
KaDes Forumku
 
Join Date: 3 Nov 2014
Userid: 2791
Location: Indonesia
Posts: 723
Real Name: Secret. lol.
Likes: 0
Liked 2 Times in 2 Posts
Default Pertamina Target Produksi Kilang Sampai 1,6 Juta BHP

Pertamina Target Produksi Kilang Sampai 1,6 Juta BHP
http://www.tribunnews.com/bisnis/201...ai-16-juta-bhp



Quote:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) berencana meningkatkan produksi kilang nasional dari 800 ribu barel per hari (KBD) menjadi 1,6 Juta barel per hari (KBD). Peningkatan produksi kilang tersebut guna mengantisipasi pertumbuhan konsumsi energi nasional yang mengalami peningkatan signifikan dimana diperkirakan 2025 permintaan energi nasional diprediksi mencapai 7,7 juta barel setara minyak perhari.
Target produksi kilang nasional ini diharapkan dapat terwujud dari program Refining Development Master Plan (RDMP) dan Grass Root Refinery (GRR) yang sudah berjalan hingga saat ini. Kedua program ini akan menjadi acuan Pertamina untuk meningkatkan kapasitas 5 kilang yakni Balongan, Cilacap, Balikpapan, Dumai dan Plaju. Senior Vice President Business Development Pertamina, Iriawan Yulianto.
“Tahap pertama tiga kilang yakni Balongan, Cilacap, dan Balikpapan ditargetkan akan beroperasi pada 2020-2021. Sementara tahap kedua Kilang Dumai dan Plaju direncanakan pada 2025”, ujar Senior Vice President Business Development Pertamina, Iriawan Yulianto, Kamis (4/12/2014).
Untuk merealisasikan rencana tersebut Pertamina membutuhkan dana mencapai USD 20 miliar atau sekitar Rp 240 triliun. Iriwawan memaparkan hal tersebut diawali dengan tender EPC mulai tahun depan.
Saat ini Pertamina mengoperasikan 6 (enam) unit kilang dengan total kapasitas 1.046 ribu barel per hari. Beberapa kilang minyak seperti Kilang UP III Plaju dan Kilang UP-IV Cilacap terintegrasi dengan kilang petrokimia.
Selain menghasilkan produk petrokimia seperti Purified Terapthalic Acid (PTA) dan Paraxylene, beberapa kilang Pertamina juga memproduksi LPG yang dioperasikan terpisah dari kilang minyak dengan bahan baku gas alam seperti Pangkalan Brandan dan Mundu.

Selain kilang minyak, Pertamina juga memiliki 2 (dua) operating company, yakni PT Arun LNG yang akan mengeoperasikan kilang regasifikasi Arun dengan kapasitas 12,5 Juta Ton Per Tahun dan PT Badak LNG yang mengoperasikan kilang LNG Bontang berkapasitas 22,5 juta ton per tahun.
nonasakamoto is offline   Reply With Quote
Old 5th December 2014, 09:06 PM   #222
nonasakamoto
KaDes Forumku
 
Join Date: 3 Nov 2014
Userid: 2791
Location: Indonesia
Posts: 723
Real Name: Secret. lol.
Likes: 0
Liked 2 Times in 2 Posts
Default RI Didorong Jadi Pusat Pengolahan Perikanan Dunia

RI Didorong Jadi Pusat Pengolahan Perikanan Dunia
http://ekbis.sindonews.com/read/9311...nia-1417405829



Quote:
JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat pengolahan perikanan dunia.

“Kami optimistis, dengan menjadikan Indonesia sebagai pusat pengolahan perikanan dunia, nilai ekspor nasional akan meningkat dari USD4,1 miliar pada 2013, menjadi USD40 miliar,” kata Wakil Ketua Umum Kelautan dan Perikanan Kadin Indonesia Yugi Prayanto dalam rilisnya di Jakarta, Senin (1/12/2014).

Menurut dia, langkah menjadikan Indonesia sebagai pusat pengolahan perikanan dunia harus dilakukan segera karena besarnya potensi kelautan dan perikanan yang dimiliki Indonesia.

Adapun sejumlah langkah penting yang harus dilakukan pemerintah untuk mewujudkan itu, yakni melakukan standarisasi semua produk perikanan dalam negeri, sehingga sektor perikanan nasional bisa terdaftar secara resmi pada tingkat nasional dan internasional.

Selain itu, mulai melakukan prosesing perikanan dunia di Indonesia berdasarkan standarisasi yang dimiliki. Pembuatan prosesing ikan dunia di Indonesia, dia mengatakan, harus melibatkan berbagai negara. Misalnya, ikan salmon didatangkan dari Australia dan Norwegia, lalu diproses di dalam negeri.

"Standar kebersihan, kualitas, dan packaging juga dijaga ketat. Intinya, quality control pengolahan perikanan dunia itu harus mengikuti standarisasi nasional yang telah diintegrasikan dengan standar internasional," ujarnya.

Langkah berikutnya, menyediakan tenaga kerja lokal yang terampil dan bersaing dibanding tenaga kerja asing. Proyek tersebut, kata dia, bisa mempekerjakan masyarakat lokal secara signifikan, yang pada akhirnya akan membantu menurunkan tingkat pengangguran.

Pemerintah juga harus mendorong perbankan nasional untuk meningkatkan dan memacu investasi industri pengolahan yang berbasis (reprocessing). Dengan bahan baku dari luar negeri, lalu diolah menjadi produk-produk siap saji dan di diekspor ulang ke negara-negara maju.

Selanjutnya, mendorong kerja sama dengan negara-negara maju, seperti Amerika Serikat (AS), Norwegia, Australia, Kanada dan Jepang sebagai sumber bahan baku ikan salmon, kepiting Alaska, Alaskan lobster, herring, trout, smelt dan segala jenis hasil penangkapan di laut air dingin (cold water fish).

“Intinya, pemerintah didorong untuk aktif membuka kesempatan bagi Indonesia sebagai basis pengolahan dan membuka pasar hasil-hasil olahan tersebut dan dijadikan produk siap saji (consumer pack) ke pasar retail negara-negara itu,” papar Yugi.

Dengan menjadikan Indonesia sebagai pusat pengolahan perikanan dunia, menurut dia, akan mendorong peningkatan kinerja ekspor perikanan domestik. Selain itu, akan terjadi peningkatan nilai tambah produk perikanan dalam negeri. Misalnya, produk-produk perikanan bisa diolah menjadi baso ikan, fillet ikan, dan berbagai produk perikanan lainnya.

Berdasarkan hitungan Kadin, peningkatan nilai tambah dari produk-produk olahan perikanan itu akan meningkatkan penerimaan negara mencapai USD40 miliar pada 2019.

(rna)
nonasakamoto is offline   Reply With Quote
Old 5th December 2014, 09:10 PM   #223
nonasakamoto
KaDes Forumku
 
Join Date: 3 Nov 2014
Userid: 2791
Location: Indonesia
Posts: 723
Real Name: Secret. lol.
Likes: 0
Liked 2 Times in 2 Posts
Default Pasokan Ikan Impor ke Palembang Naik Jadi 150 Ton

Pasokan Ikan Impor ke Palembang Naik Jadi 150 Ton
http://ekbis.sindonews.com/read/9332...ton-1417707402



Quote:
PALEMBANG - Sebagian besar pasokan ikan impor yang masuk ke Palembang khususnya dan Sumsel pada umumnya rata-rata mengalami kenaikan, baik dari sisi jumlah maupun harga. Kenaikan pasokan ikan impor tersebut sudah terjadi sejak awal November lalu.

“Saat ini pasokan ikan impor Sumsel capai 150ton per bulan. Padahal sebelumnya hanya 80ton per bulan. Banyaknya pasokan impor ini lantaran tingginya demand masyarakat terhadap ikan yang diimbangi dengan konsumsi yang tinggi,” kata Direktur Utama CV Lima Bersaudara (agen penjualan ikan) H Badarudin, Kamis (4/12/2014).

Menurut dia, angka 150ton ikan impor itu diperoleh dari 10 agen atau suplier atau pemasok skala besar serta ditopang oleh agen atau pemasok kecil mencapai 60 agen dengan pasokan capai 50kg per hari.

Dari angka itu pula, masih kata dia, didominasi ikan sarden, tongkol, ikan tenggiri, sarden, salem, cumi, dan ikan kembong. Sedangkan khusus untuk ikan tenggiri hanya digunakan untuk pembuatan pempek.

“Ikan impor ini didatangkan dari rekanan yang ada di Jakarta. Kalau kami melihat ada peningkatan sekitar 25-30% kuantitas pasokan yang diimbangi dengan demand yang tinggi. Semua ikan impor ini disuplai ke 33 pasar di aplembang, seluruh daerah dalam Sumsel hingga Jambi,”terangnya.

Kendati pasokan ikan impor melimpah, kata dia, namun tidak diimbangi dengan harga ikan yang stabil. Saat ini harga ikan impor mengalami peningkatan yang terjadi sejak awal November lalu.

Dia mengilustrasikan ikan tenggiri dari Rp40.000 per kg menjadi Rp50.000 per kg. Ikan sarden dan tongkol dari Rp11.000 per kg menjadi Rp16.000 per kg, ikan kembong dari Rp17.000 menjadi Rp25.000 per kg, ikan

“Harga itu tergantung dipasaran. Kenaikan harga ikan impor disebabkan cuaca yang tidak bersahabat yang ditunjukkan dengan adanya gelombang tinggi sehingga nelayan tidak melaut. Kan pasokan ikan impor melimpah, bisa jadi itu kesepakatan pedagang. Bukan saja ikan impor, ikan lokal pun juga mengalami eknaikan,” katanya.

Terkait dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, lanjut dia, pihaknya mendukung penuh langkah strategis menteri baru yang cenderung lebih mengangkat derajat nelayan dan penyelamatan perikanan Indonesia.

“Untuk tahun pertama ini gebrakan yang dilakukan beliau sangat luar biasa. Ini menjadi pertanda baik buat para nelayan di Indonesia. Bahkan beliau mengeluarkan kebijakan akan menenggelamkan kapal illegal yang menangkap ikan di wilayah Indonesia. Tentunya kami sangat support dengan langkah-langkah beliau,” jelasnya.
nonasakamoto is offline   Reply With Quote
Old 5th December 2014, 09:16 PM   #224
nonasakamoto
KaDes Forumku
 
Join Date: 3 Nov 2014
Userid: 2791
Location: Indonesia
Posts: 723
Real Name: Secret. lol.
Likes: 0
Liked 2 Times in 2 Posts
Default Wujudkan Swasembada Gula, JK Kunjungi PG Subang

Wujudkan Swasembada Gula, JK Kunjungi PG Subang
http://ekbis.sindonews.com/read/9329...ang-1417626000




Quote:
SUBANG - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf kalla (JK) mengunjungi pabrik gula (PG) Subang milik PT PG Rajawali II, anak perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).

Direktur Utama (Dirut) PT RNI Ismed Hasan Putro mengatakan, kunjungan ini bentuk komitmen pemerintah mempersiapkan industri gula demi terwujudnya swasembada gula di tanah air.

Pihaknya mengaku sangat mendukung upaya pemerintah mewujudkan swasembada gula. Sebagai salah satu pemain utama industri gula tanah air dengan 10 pabrik gula di Pulau Jawa, ditambah masuknya RNI ke dalam industri hilir, RNI siap berkontribusi penuh dalam mewujudkan program pemerintah.

Namun, tidak hanya melalui dukungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Perkebunan, pemerintah pun dituntut komitmen tehadap tujuan itu.

Ismed menegaskan, industri gula nasional tidak akan pernah maju jika pemerintah masih ambigu dalam mengeluarkan regulasi terkait gula rafinasi.

"Pemerintah perlu tegas membatasi pasokan dan melarang gula rafinasi masuk ke pasar konsumsi rumah tangga. Tanpa itu kemajuan industri gula nasional sulit tercapai dan harapan swasembada pangan semakin jauh," papar dia dalam rilisnya, Kamis (4/12/2014).

Ismed, menjelaskan, realitasnya industri gula saat ini menghadapi tantangan yang kompleks. Serbuan gula impor rafinasi dan pasar bebas ASEAN yang akan diberlakukan 2015, mengharuskan industri gula menggenjot efisiensi jika ingin mampu bersaing dengan produk luar, tidak dapat dipungkiri HPP gula lokal masih tinggi.

Terkait hal itu, Ismed menegaskan, pengembangan teknologi di kebun dan pabrik gula menjadi salah satu kuncinya.

Hal itu membutuhkan dukungan konkret pemerintah. Selain kebijakan menekan impor gula mentah, kebijakan pengembangan teknologi perlu didorong agar pembenahan terjadi secara ekternal dan internal.

LPada tahun ini masih terjadi gap antara target swasembada gula yang dicanangkan pemerintah dengan produktivitas RNI di lapangan.

Dari sisi produktivitas per hektar, target pemerintah 88,7 ton/ha, sementara saat ini perkebunan tebu RNI mampu menghasilkan 82,2 ton/ha. Masih kurang 6,4 ton/ha. Hal itu berkorlasi dengan masih minimnya lahan perkebunan tebu.

Berdasarkan data, industri gula nasional masih membutuhkan 5.870 ha lahan tambahan. Dari total luas lahan yang ditargetkan tahun ini seluas 70.735 ha, RNI telah menyumbang sebesar 64.865 ha.

Mengenai kandungan rendemen, pemerintah menargetkan kandungan rendemen pada 2014 8,53%, sementara rendemen rata-rata RNI tahun ini masih di angka 7,77%, artinya masih kurang 0,75%.

Ismed melihat munculnya gap tersebut disebabkan beberapa faktor. Di antaranya lahan yang masih minim. Perlu ada regulasi yang menjamin ketersediaan lahan dalam rangka menjamin ketersediaan bahan baku tebu.

Selain itu terkait peningkatan teknologi, perlu lebih banyak lagi penelitan dan pengembangan varietas bibit unggul dan optimalisasi proses kinerja pabrik.

Agar keluar dari situasi itu, saat ini RNI terus mendorong mekanisasi dan otomatisasi dalam proses pengolahan tebu.
nonasakamoto is offline   Reply With Quote
Old 6th December 2014, 02:35 AM   #225
forsaFX
Sek Des
 
forsaFX's Avatar
 
Join Date: 22 Nov 2014
Userid: 2919
Location: XThree
Posts: 317
Real Name: SS
Likes: 0
Liked 29 Times in 28 Posts
Default Re: PT Pos Optimistis Raih Pendapatan Rp4,3 T Tahun Ini

Informasi di koran dan internet tentang sektor kelautan di tanah air dalam beberapa bulan terakhir ini memang keren ya...tidak lepas dari peran bu Susi menterinya yang gayanya menarik sekali dibandingkan dengan para pejabat lainnya yang butuhkan formalitas. Benar bu...bukannya tidak penting formalitas itu tetapi segala sesuatu itu ada waktunya. Nyentrik juga ada waktunya he he he
forsaFX is offline   Reply With Quote
Old 6th December 2014, 07:53 PM   #226
nonasakamoto
KaDes Forumku
 
Join Date: 3 Nov 2014
Userid: 2791
Location: Indonesia
Posts: 723
Real Name: Secret. lol.
Likes: 0
Liked 2 Times in 2 Posts
Default Pasar Bebas MEA Tak Melulu Negatif

Pasar Bebas MEA Tak Melulu Negatif
http://economy.okezone.com/read/2014...melulu-negatif



Quote:
BALI – Indonesia memiliki peluang yang besar untuk mengambil keuntungan dari pasar bebas atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Namun peluang tersebut juga sejalan dengan meningkatnya produktivitas.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro berpendapat bahwa besarnya pasar yang dimiliki Indonesia bisa menjadi modal bagi negara kepulauan ini dalam menghadapi MEA. “Pasar yang besar itu tidak melulu negatif, bisa menjadi hal positif asalkan produktivitas dapat ditingkatkan," tuturnya saat ditemui di Bali Nusa Dua Convention Center, Sabtu (6/12/2014)

Kalau kita bisa benahi segala aspek, lanjutnya, misal infrastruktur dan SDM, maka pasar yang besar akan menjadi keuntungan untuk kita. Lebih lanjut pihaknya menyebutkan, dari sisi regulator, seluruh kebijakan pemerintah saat ini mengarah pada peningkatan produktivitas.

"Kita perlu perbaiki hubungan pengusaha dengan pekerja, perbaikan logistik dan infrastruktur, kemampuan SDM, serta fokus pada pengembangan sektor-sektor unggulan kita di ASEAN," tukasnya.
nonasakamoto is offline   Reply With Quote
Old 6th December 2014, 08:01 PM   #227
nonasakamoto
KaDes Forumku
 
Join Date: 3 Nov 2014
Userid: 2791
Location: Indonesia
Posts: 723
Real Name: Secret. lol.
Likes: 0
Liked 2 Times in 2 Posts
Default Januari 2015 Pemerintah Terapkan Subsidi Tetap

Januari 2015 Pemerintah Terapkan Subsidi Tetap
http://economy.okezone.com/read/2014...-subsidi-tetap



Quote:
BALI– Pemerintah akan mulai menerapkan subsidi tetap per Januari 2015. Namun mengenai besaran subsidi tetap masih terus dikaji.
"Enggak usah dibikin-bikin, kita akan terapkan subsidi tetap bulan Januari dalam konteks kita cermati perkembangan dan dinamika harga internasional, besarannya belum," ujar Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, di Bali, Nusa Dua Convention Center, Sabtu (6/12/2014). Seperti diketahui, pemerintah berencana mengubah Indonesia Crude Price (ICP) dalam draf Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan. Namun pemerintah belum menentukan penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Bambang menyatakan, harga BBM bisa mengikuti harga minyak dunia jika sudah diberlakukan subsidi tetap.

"Kita harus terapkan subsidi tetap baru BBM bisa bergerak mengikuti dinamika internasional," pungkas dia.
nonasakamoto is offline   Reply With Quote
Old 6th December 2014, 08:33 PM   #228
nonasakamoto
KaDes Forumku
 
Join Date: 3 Nov 2014
Userid: 2791
Location: Indonesia
Posts: 723
Real Name: Secret. lol.
Likes: 0
Liked 2 Times in 2 Posts
Default PGN-Pertamina Akan Bangun Sekitar 50 SPBG

PGN-Pertamina Akan Bangun Sekitar 50 SPBG
http://www.tribunnews.com/bisnis/201...ekitar-50-spbg



Quote:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) diperkirakan akan ada sekitar 50 tempat yang akan dijadikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG). Adapun lokasinya nanti akan berdekatan dengan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) PT Pertamina (Persero).
"Kami identifikasi ada 50 titik di Jawa bagian Barat. Lokasinya itu sejalur pipa gas milik perseroan," kata Vice President Corporate Communication PGN, Ridha Ababil, Jakarta, Sabtu (6/12/2014).
Hal ini dilakukan perseroan, guna menindaklanjuti arahan pemerintah yang meminta kedua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) antara Pertamina dan PGN, untuk bersinergi membangun SPBG dalam rangka konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG).
Menurutnya, perseroan selama ini mengalami kesulitan pengadaan lahan dalam membangun SPBG. Sebab, tempatnya harus diberada di jalan utama yang mayoritas sudah ada pemilikinya. Sehingga, diharapkan dengan sinergi ini dapat mempercepat proses pembangunan SPBG.
Di sisi lain, adanya perizinan yang sulit di masing-masing daerah ikut memperlambat pembangunan SPBG. Apalagi, margin dari SPBG lebih kecil dibandingkan SPBU. "Kalau kondisinya begini kemungkinan pihak yang di sana akan kesulitan untuk bekerja sama," ujarnya.
Lebih jauh dia mengatakan, pemerintah pun harus mendorong kendaraan untuk menggunakan bahan bakar gar, agar ketika SPBG sudah ada tidak sepi peminat alias tidak ada yang menggunakan gas.
Saat ini perseroan memiliki 14 SPBG yang tersebar di beberapa daerah. Namun, dari 14 hanya tiga yang milik PGN, sementara sisanya merupakan kerjasama dengan pihak lain.
nonasakamoto is offline   Reply With Quote
Old 6th December 2014, 08:37 PM   #229
nonasakamoto
KaDes Forumku
 
Join Date: 3 Nov 2014
Userid: 2791
Location: Indonesia
Posts: 723
Real Name: Secret. lol.
Likes: 0
Liked 2 Times in 2 Posts
Default JK: Indonesia Butuh 10 Pabrik Gula Baru

JK: Indonesia Butuh 10 Pabrik Gula Baru
http://www.tribunnews.com/bisnis/201...brik-gula-baru



Quote:
TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla mengungkapkan Indonesia butuh banyak pabrik gula baru. Sebab menurutnya pabrik-pabrik gula yang ada rata-rata umurnya sudah di atas 100 tahun, dan sudah tidak efektif lagi memproduksi gula sehingga keuangannya bermasalah.
Kepada wartawan disela kunjungannya ke Surabaya, Jawa Timur, JK mengatakan sejumlah pabrik gula yang umurnya di atas 100 tahun berlokasi di tengah kota. Sangat tepat bila pabrik-pabrik tersebut dijual, lalu didirikan pabrik baru di lokasi yang lebih strategis, dan dengan teknologi yang memadai.
"Kita jangan tergantung neraca. Kalau hanya lihat neraca tidak akan pernah diperbaiki. Kita pindah saja pabriknya untuk dapat dana," ujarnya. Ia menghitung setidaknya dibutuhkan sepuluh pabrik baru, dengan berbagai teknologi barunya, sehingga tingkat rendemennya mencapai 10 persen. Selain itu Indonesia juga butuh bibit-bibit tebu yang lebih unggul. Untuk urusan bibit, JK hari ini berencana untuk menyambangi pusat bibit di Pasuruan, Jawa Timur.
"Dengan itu dua-tiga tahun yang akan datang, kita bisa memenuhi produksi dalam negeri," katanya.
Dengan meningkatnya produksi gula dalam negri, menurut JK hal itu juga bisa menekan dominasi gula rafinasi yang sebagian besarnya merupakan hasil impor.
Selain itu kata dia pemerintah juga sudah mengeluarkan kebijakan untuk menekan dominasi gula rafinasi yang harganya relatif lebih murah, yakni dengan memperketat penggunaannya.
"Gula rafinasi itu jangan berlebihan, memang tahun lalu itu izinnya berlebihan. Kita tidak bisa mengatasi masalah itu dengan main main harga, kalau kita naikkan harga itu yang untung adalah penyelundup," tandasnya.
nonasakamoto is offline   Reply With Quote
Old 6th December 2014, 08:42 PM   #230
nonasakamoto
KaDes Forumku
 
Join Date: 3 Nov 2014
Userid: 2791
Location: Indonesia
Posts: 723
Real Name: Secret. lol.
Likes: 0
Liked 2 Times in 2 Posts
Default Pemerintah Akui BNI Berperan Penting di Sektor Perikanan

Pemerintah Akui BNI Berperan Penting di Sektor Perikanan
http://www.tribunnews.com/bisnis/201...ktor-perikanan



Quote:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menjadi satu-satunya bank yang meraih penghargaan Adibakti Mina Bahari dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, pada acara malam penghargaan Adibakti Mina Bahari Tingkat Nasional Tahun 2014.
Penghargaan yang secara khusus diberikan kepada BNI Cabang Tegal ini merupakan bentuk apresiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan RI kepada pihak yang berperan aktif, peduli, dan berprestasi dalam pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya di sektor kelautan dan perikanan.
Penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti, kepada Irwansyah Kusuma Putera, Pemimpin BNI Sentra Kredit Kecil (SKC) Pekalongan.
"Kementerian Kelautan dan Perikanan menilai BNI perbankan teladan dalam mendukung usaha pengelolaan sumberdaya kelautan secara meluas dan terintegrasi," ujar Corporate Secretary BNI, Tribuana Tunggadewi, Jumat (5/12/2014).
Selain menyalurkan pembiayaan pada usaha penangkapan ikan, BNI Cabang Tegal juga menyalurkan pembiayaan pada bidang usaha terkait, seperti perdagangan ikan, pengolahan ikan, perdagangan garam, perdagangan es, pabrik es balok, cold storage, dan stasiun pengisian BBM untuk nelayan (SPBN).
Hingga September 2014, jumlah fasilitas kredit yang disalurkan BNI Cabang Tegal di sektor perikanan mencapai Rp 27,83 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp 6,175 miliar di antaranya adalah berbentuk Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Selama ini, penyaluran kredit sektor perikanan oleh BNI Cabang Tegal dilakukan secara langsung kepada debitor perorangan. Saat ini tengah dijajaki peluang kerjasama penyaluran kredit secara channeling atau linkage melalui koperasi nelayan kepada para anggotanya.
"Program Kampoeng BNI berbasis perikanan diharapkan juga segera terealisasi di daerah ini," ungkap Tribuana.
nonasakamoto is offline   Reply With Quote
Post New Thread  Reply

Bookmarks



Similar Threads
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
Google Ads Memiliki Pendapatan Melebihi Pendapatan Seluruh Media Cetak Se-Amerika admin Internet Advertising 4 27th July 2015 12:45 PM
8 Penulis Fenomenal dengan Pendapatan Terkaya di Indonesia andi.teguh Forumku the Lounge 12 19th March 2014 05:54 AM
Hatta Optimistis Ekonomi Tumbuh 6% Meski BBM Naik alnpr Business and Economy! 0 1st June 2013 08:48 PM
Ketika Wanita TNI Raih Medali alnpr Forum Militer dan Pertahanan | Defence and Military 0 29th May 2013 05:45 PM
Parlemen Korsel Optimistis Proyek Jet KF-X Akan Dilanjutkan alnpr Forum Militer dan Pertahanan | Defence and Military 0 18th May 2013 09:56 AM


Currently Active Users Viewing This Thread: 1 (0 members and 1 guests)
 
Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Forum Jump


All times are GMT +7. The time now is 07:32 AM.


forumku.com is supported by and in collaboration with

forumku.com kerja sama promosi kiossticker.com 5 December 2012 - 4 Maret 2013 Web Hosting Indonesia forumku.com kerja sama promosi my-adliya.com forumku.com kerja sama promosi situsku.com

Peserta Kontes SEO Forumku :

kontes SEO: business review

Positive Collaboration :

positive collaboration: yukitabaca.com positive collaboration: smartstore.com positive collaboration: lc-graziani.net positive collaboration: Info Blog

Media Partners and Coverages :

media partner and coverage: kompasiana.com media partner and coverage: wikipedia.org media partner and coverage: youtube.com

forumku.com
A Positive Indonesia(n) Community
Merajut Potensi untuk Satu Indonesia
Synergizing Potentials for Nation Building

Powered by vBulletin® Version 3.8.7
Copyright ©2000 - 2016, vBulletin Solutions, Inc.
Google Find us on Google+

server and hosting funded by:
forumku.com kerja sama webhosting dan server
no new posts