forumku.com logo Forumku Borobudur Budaya Indonesia
forumku  

Go Back   forumku > Indonesia > Indonesia Membangun! > Forum Militer dan Pertahanan | Defence and Military
Register Register
forumku.com kerja sama promosi forumku.com kerja sama promosi Pusat Cutting Sticker 5 December 2012 - 4 Maret 2013
Notices

Forum Militer dan Pertahanan | Defence and Military Forum Militer dan Pertahanan Indonesia.

Post New Thread  Reply
 
Thread Tools Search this Thread Display Modes
Old 15th November 2014, 02:18 PM   #1
KaDes Forumku
 
Join Date: 2 Nov 2014
Userid: 2780
Posts: 711
Likes: 0
Liked 4 Times in 4 Posts
Default Memperkuat Armada Kapal Selam

Keteledoran beberapa rezim pemerintahan terdahulu dalam urusan pertahanan khususnya armada bawah laut adalah sikap mencla mencle dalam pengadaan alutsista strategis kapal selam. Sejak era reformasi yang berjalan 16 tahun baru pada rezim SBY diputuskan melakukan pengadaan kapal selam Changbogo dari Korsel yang merupakan teknologi fotocopy U-209 Jerman, kurang lebih sama dengan Cakra Class yang sudah dimiliki Indonesia.

Tidak ada rotan akar pun jadilah, setidaknya itulah ungkapan nyanyian untuk menyenangkan hati pada sebuah lagu berjudul “Changbogo”. Daripada tidak ada, ya diterima saja yang ada meski dapatnya pada tikungan terakhir. Karena bungkusan pengadaan itu berlabel transfer teknologi, sebuah paham baru dalam setiap pengadaan alutsista berteknologi modern.

Saat ini sedang didengungkan melalui gelombang FM siaran pemerintah bahwa negara ini resmi menganut paham “maritimiyah” dalam perjalanan sejarahnya lima tahun ke depan. Artinya akan memaksimalkan potensi kemaritiman termasuk menjaga kedaulatan, kebanggaan, naluri bahari dan keuntungan finansial yang ada di dalamnya. Laut dan kekayaan yang ada didalamnya adalah milik bangsa Indonesia dan akan dieksploitasi semaksimal mungkin, termasuk dijaga sekuat mungkin. Itulah tekad yang sudah didengungkan.

Ironi selama hayat dikandung badan negeri yang dua pertiga wilayahnya adalah perairan justru tidak pernah memaksimalkan potensi kelautan dan perikanan yang dimilikinya. Berpuluh tahun hanya berorientasi pada “tanah tok” padahal jelas-jelas disebut “tanah air” Indonesia. Sumber daya air, sumber daya kelautan, sumber daya perikanan dan sumber daya energi fosil di laut dibiarkan saja alias tidak dikelola dengan manajemen pemberdayaan.

Termasuk urusan pertahanan, yang diperkuat hanya matra darat sementara matra laut apalagi matra udara tak memiliki kekuatan pukul apalagi gebuk. Lima tahun terakhir ini ada pergeseran perkuatan. AL dan AU mulai diperkuat dengan mendatangkan berbagai alutsista berkualifikasi striking force. Khusus untuk AL perkuatan armada tempurnya mengabaikan kekuatan alutsista bawah air. Mengapa demikian, karena 3 kapal selam buatan Korsel yang sedang dibangun itu belum mampu menggaharkan secara kualitas apalagi kuantitas.

Ayo berhitung sederhana. Jika seluruh program pengadaan kapal selam itu rampung tahun 2018 termasuk pembuatan 1 kapal selam di PT PAL, artinya kita memiliki 5 kapal selam termasuk 2 kapal selam tua Cakra dan Nanggala. Tetapi banyak yang tak tahu ketika 3 kapal selam kelas Changbogo sudah operasional, 2 kapal selam Cakra Class mestinya sudah harus purna tugas. Saat ini hanya KRI Nanggala saja yang bisa beroperasi penuh sementara saudara kembarnya KRI Cakra lebih banyak istirahat karena sering demam, termasuk demam panggung melihat kapal selam jenis lain yang dimiliki tetangga.

Sejarah telah membuktikan bahwa dengan kekuatan 12 kapal selam yang dimiliki Indonesia pada saat Trikora, merupakan faktor penggentar yang membuat Belanda harus cabut dari bumi Papua berdasarkan rekomendasi AS. Soalnya pesawat mata-mata AS yang berpangkalan di Filipina waktu itu menangkap jelas kegiatan operasi kapal selam Indonesia di perairan Maluku. Tetapi setelah itu kita seperti melupakan faktor penggentar yang mampu mewibawakan teritori laut NKRI itu.

Tahun-tahun berikutnya satuan armada kapal selam seperti di bonsai bahkan sempat mati suri hanya dengan mengoperasikan KRI Pasopati di akhir tahun tujuh puluhan. Mulai tahun delapan puluh sampai saat ini praktis kita hanya punya 2 kapal selam, ya sikembar itu Cakra dan Nanggala. Bahu membahu mereka berdua menjalankan tugas rahasia dengan frekuensi tinggi. Dua-duanya telah melaksanakan overhaul di Korsel, dua-duanya telah menjelajah lekuk-lekuk bawah air negeri ini tanpa pernah mengeluh. Kasihan banget si kembar itu yang memang harus “tabah sampai akhir”, sesuai motto korps Hiu Kencana.

Era presiden “maritim” Jokowi, kita sangat mengharapkan adanya revisi cara pandang, revisi cara lihat betapa kita harus punya alternatif lain untuk menambah kapal selam tanpa harus menunggu Changbogo selesai dibangun. Tegasnya ada perolehan percepatan pengadaan kapal selam dari jenis lain untuk memperbanyak kuantitas dan meninggikan kualitas armada kapal selam.

Singapura sudah punya lima kapal selam dan pesan lagi 2 kapal selam teknologi Jerman terkini. Padahal negerinya cuma seluas Batam. Vietnam sudah punya 4 kapal selam Kilo dari Rusia, demikian juga Malaysia dengan 2 Scorpene. Negeri-negeri itu punya kapal selam dengan teknologi dan persenjataan gahar sementara RI meski unggul dalam jumlah kapal perang atas air, armada kapal selamnya kalah kelas, jelas kalah kelas. Itulah sebabnya memang harus “tabah sampai akhir”.

Harus ada penambahan minimal 4 kapal selam selain Changbogo. Bisa saja dari Jerman atau Rusia, terserah pengambil kebijakan. Kita butuh minimal 4 kapal selam selain Changbogo untuk menghadapi cuaca ekstrim yang diperkirakan akan terjadi di kawasan regional kita. Tahun 2020 armada angkatan laut Cina sudah menjelma menjadi srigala. Negara tetangga kita saja sudah bersiap dengan cuaca ekstrim dengan memperkuat armada kapal selam mereka.

Jangan sampai kita kembali “telat mikir” dengan membiarkan satuan kapal selam terlunta-lunta. Sudah seharusnya kita menjadikan satuan kapal selam setara dengan kekuatan di era Trikora dan Dwikora. Orientasi kemaritiman yang didengungkan dengan nada tinggi mestinya diimbangi dengan perkuatan armada laut khususnya satuan kapal selam. Bukankah ujung-ujung dari program kemaritiman itu adalah kewibawaan kedaulatan. Komponen utama penjaga nilai itu adalah armada KRI dengan kekuatan bawah laut yang disegani. Masih ada yang membantah ?
****
Jagvane/ 12 Nop 2014
supry is offline   Reply With Quote
Post New Thread  Reply

Bookmarks



Similar Threads
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
Kapal Selam PT.PAL Dan Pesawat Tempur PT.DI supry Forum Militer dan Pertahanan | Defence and Military 0 7th November 2014 08:38 AM
Indonesia Produksi Jet dan Kapal Selam supry Forum Militer dan Pertahanan | Defence and Military 0 7th November 2014 08:35 AM
Bakorkamla Tambah Enam Armada Kapal Patroli admin Forum Militer dan Pertahanan | Defence and Military 0 20th April 2014 07:54 PM
Daftar Armada KRI [Kapal Perang Republik Indonesia] positifi Forum Militer dan Pertahanan | Defence and Military 15 23rd June 2013 01:41 AM
Kapal Selam TNI AL Jadi Tontonan alnpr Forum Militer dan Pertahanan | Defence and Military 2 16th May 2013 10:03 PM


Currently Active Users Viewing This Thread: 1 (0 members and 1 guests)
 
Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Forum Jump


All times are GMT +7. The time now is 02:27 AM.


forumku.com is supported by and in collaboration with

forumku.com kerja sama promosi kiossticker.com 5 December 2012 - 4 Maret 2013 Web Hosting Indonesia forumku.com kerja sama promosi my-adliya.com forumku.com kerja sama promosi situsku.com

Peserta Kontes SEO Forumku :

kontes SEO: business review

Positive Collaboration :

positive collaboration: yukitabaca.com positive collaboration: smartstore.com positive collaboration: lc-graziani.net positive collaboration: Info Blog

Media Partners and Coverages :

media partner and coverage: kompasiana.com media partner and coverage: wikipedia.org media partner and coverage: youtube.com

forumku.com
A Positive Indonesia(n) Community
Merajut Potensi untuk Satu Indonesia
Synergizing Potentials for Nation Building

Powered by vBulletin® Version 3.8.7
Copyright ©2000 - 2016, vBulletin Solutions, Inc.
Google Find us on Google+

server and hosting funded by:
forumku.com kerja sama webhosting dan server
no new posts