forumku.com logo Forumku Borobudur Budaya Indonesia
forumku  

Go Back   forumku > Indonesia > Indonesia Membangun! > Infrastructure, Transportation and Communication! > Airlines and Airports
Register Register
forumku.com kerja sama promosi forumku.com kerja sama promosi Pusat Cutting Sticker 5 December 2012 - 4 Maret 2013
Notices

Airlines and Airports Main Forum Description

Post New Thread  Reply
 
Thread Tools Search this Thread Display Modes
Old 17th July 2012, 04:51 PM   #31
endar.agustyan
[M]
Sek Cam
 
endar.agustyan's Avatar
 
Join Date: 16 Jul 2012
Userid: 17
Location: Bandung
Posts: 2,185
Real Name: Endar Agustyan
Likes: 43
Liked 85 Times in 51 Posts
Default

Pembangunan Bandara Rokot Menunggu Rekomendasi Gubernur

berita daerah



Quote:
(Berita Daerah - Sumatera), Pembangunan Bandar Udara (Bandara) Rokot di Pulau Sipora, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar) belum dapat dilaksanakan karena terdapat kekurangan persyaratan yakni belum adanya rekomendasi dari gubernur Sumbar.

Hal itu diketahui setelah dilakukan pertemuan antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan para anggota DPRD Sumbar dari daerah pemilihan Sumbar-I (Padang dan Kepulauan Mentawai) dalam kunjungan ke Mentawai baru-baru ini, kata Koordinator anggota DPRD dari dapil-I Sumbar, Zailis Usman di Padang, Kamis.

Ia menjelaskan, pembangunan lanjutan berupa pengembangan dan peningkatan sarana prasarana bandara termasuk penambahan panjang landasan pacu pesawat (runway) di Bandara Rokok telah direncanakan sejak 2008.

Namun, permasalahan terkait pelaksanaan dari perencanaan yang dibuat itu hingga saat ini belum kunjung tuntas, tambahnya.

Padahal, telah beberapa kali dilakukan pembicaraan dan pembahasan intensif antara pemerindah daerah Mentawai dengan Kementerian Perhubungan RI termasuk mencukupi semua persyaratan yang ditetapkan pemerintah pusat.

Semua persyaratan itu telah dipenuhi, namun masih ada satu kekurangan yakni belum adanya rekomendasi dari Gubernur Sumbar, katanya.

Untuk itu, melalui para anggota DPRD Sumbar dari daerah pemilihan Sumbar-I, Pemda Mentawai menyampaikan aspirasi kepada gubernur untuk segera mengeluarkan rekomendasi tersebut sehingga pembangunan Bandara Rokot dapat dilaksanakan.

Sementara itu, pascagempa diikuti tsunami di Mentawai 2010, telah disusun dokumen Rencana Aksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi pascatsunami Mentawai oleh Bappenas, BNPB, Pemprov dan BPBD Sumbar, Pemkab dan BPBD Mentawai yang isinya antara lain, pemerintah akan membenahi dan menambah bandara perintis di Kepulauan Mentawai.

Pembenahan itu dilakukan pada tiga bandara perintis yang sudah ada dan pembangunan satu bandara baru.

Pembenahan bandara yang akan dilakukan meliputi, perbaikan dan pengerasan landasan pacu (airstrip) di bandara perintis Kecamatan Pagai Selatan dan penambahan panjang landasan pacu Bandara Rokot, Pulau Sipora dari sebelumnya 650 meter menjadi 750 meter dan lebar 23 meter.

Kemudian, perpanjangan airstrip Bandara Siberut di Pulau Siberut menjadi 650 meter dan lebar 23 meter.

Sedangkan pembangunan landasan pacu /airstrip baru akan dilakukan di Pulau Pagai Utara dengan panjang landasan 1.500 meter dan lebar 25 meter.

Pembenahan dan pembangunan baru empat bandara perintis itu akan menjadi bagian dari upaya strategi mitigasi di daerah kepulauan berpenduduk sekitar 60 ribu jiwa itu.

Sebelumnya, Ketua DPRD Mentawai, Hendri Satoko menyebutkan, DPRD sudah menganggarkan melalui APBD Mentawai 2011 dana sebesar Rp1,5 miliar untuk perencanaan pembenahan dan pembangunan empat bandara tersebut.

Ia mengatakan, dalam perencanaannya masing-masing bandara memiliki landasan pacu sepanjang 600 meter dan biaya diperkirakan Rp50 miliar/bandara sehingga dibutuhkan dana total Rp200 miliar.

Biaya pembangunan bandara dari Departemen Perhubungan, sedangkan DPRD dan Pemkab mentawai hanya mendukung dengan biaya untuk perencanaan, tambahnya.
endar.agustyan is offline   Reply With Quote
Old 17th July 2012, 04:52 PM   #32
endar.agustyan
[M]
Sek Cam
 
endar.agustyan's Avatar
 
Join Date: 16 Jul 2012
Userid: 17
Location: Bandung
Posts: 2,185
Real Name: Endar Agustyan
Likes: 43
Liked 85 Times in 51 Posts
Default

BANDAR UDARA—Pemerintah & Angkasa Pura Didesak Bangun Bandara

bisnis-kti



Quote:
JAKARTA: Pemerintah dan perusahaan pengelola bandara di Tanah Air harus secepatnya menyiapkan infrastruktur bandara untuk dapat menampung serbuan maskapai penerbangan yang terus menambah armadanya.

Sekjen Indonesia National Air Carriers Association (INACA), Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional, Tengku Burhanuddin mengatakan pemerintah harus secepatnya mengejar ketertinggalan penyediaan infrastruktur pendukung penerbangan di Tanah Air khususnya soal bandara yang mayoritas sudah kelebihan muatan atau over capacity.

“Pemerintah harus tanggap agar ekonomi yang dihasilkan dari transportasi udara berkembang. Jangan terlambat, itulah risiko ekonomi Indonesia yang growthnya (pertumbuhannya) membaik terus,” kata Tengku kepada Bisnis, Selasa (12/6).

Dia menambahkan diharapkan bandara-bandara di Tanah Air dalam dua-tiga tahun kedepan sudah berkembang, diantaranya Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Bandara Kuala Namu Medan, Ngurah Rai Denpasar dan Sepinggan Balikpapan.

“Kunci pertumbuhan ekonomi yaitu pemerintah harus perhatikan bandara. Kalau tidak akan stagnan. Kasihan maskapai, mau maju tetapi terhambat, mau parkir dimana pesawat-pesawat yang terus bertambah itu,” tuturnya.

Menurutnya, pemerintah harus cepat melakukan pengembangan bandara, karena bukan hanya Lion Air yang menambah pesawat, juga Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Sky Aviation, Indonesia Air Asia. “Lebih cepat lebih baik, jangan lambat. Pada 2015 saat penerapan Asean Open Sky, kita harus sudah ready to take off. Kalau pemerintah beralasan karena keterbatasan anggaran, dapat mencari investor dari bank lokal,” ucapnya.

Soal pengembangan bandara ini, pemerintah sudah mengeluarkan Peraturan Pemerintah No.40/2012 tentang Pembangunan dan Pelestarian Lingkungan Hidup Bandara, didalamnya diatur kalau bandara yang sudah diusahakan (yakni oleh Angkasa Pura), pengembangannya diserahkan kepada pengelola termasuk untuk sisi udara seperti runway (landasan pacu).

Menurut Tengku, dengan keluarnya PP No.40 ini artinya pengelola bandara, yakni PT Angkasa Pura I dan II harus melaksanakannya. “Kalau tidak untuk apa peraturan itu. Makanya, jangan cari untung besar-besar dulu, uangnya dipakai untuk pengembangan bandara, diinvestasikanlah,” imbuh Tengku.

Bangun 45 bandara

Untuk mengatasi keterbatasan bandara di Tanah Air ini, Kementerian Perhubungan sudah memprogramkan untuk membangun 45 bandara periode 10 tahun ke depan. Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Herry Bakti S Gumay mengatakan total 45 bandara tersebut akan tersebar di seluruh Indonesia dan untuk tahap pertama akan bangun 24 bandara baru sampai 2017, kemudian sisanya akan dibangun bertahap hingga 2022.

“Pembangunan bandara-bandara tersebut sebagai langkah antisipasi pertumbuhan industri penerbangan Tanah Air yang terus melonjak drastis. Tidak hanya dalam jumlah penumpang, pertumbuhan industri juga dipicu oleh aktifnya pembelian armada oleh maskapai serta ekspansi rute,” tuturnya.

Dia menjelaskan hingga kini sudah ada delapan bandara baru yang pembangunan sudah menunjukkan kemajuan, yakni Bandara Muara Bungo (Jambi), Bandara Tual Baru (Maluku), Bandara Waisai Raja Ampat (Papua Barat), Bandara Enggano (Bengkulu), Bandara Sumarorong Tahap II (Mamasa), Bandara Waghete Baru (Papua), Bandara Kamanap Baru (Papua) dan Bandara Pekonserai (Lampung Barat). Bahkan Bandara Muara Bungo Jambi sudah diresmikan pada akhir pekan lalu.

Bandara-bandara baru tersebut umumnya memiliki panjang dan lebar landas pacu (runway) 900 meter x 300 meter atau 1.400 meter x 300 meter yang masing-masing hanya bisa didarati oleh pesawat ATR-42, DHC-7, dan Cassa 212, atau pesawat Hercules 130 dan ATR-72.

Menurut Herry, diperlukan dana minimal Rp200 miliar membangun bandara baru yang kondisi tanahnya bagus. Untuk tahun ini Kemenhub memperoleh alokasi Rp3 triliun untuk pembangunan infrastruktur bandara.

Kemenhub mencatat jumlah penumpang pesawat udara sepanjang 2011 naik 13% dari 2010 menjadi 66 juta orang. Pada kuartal I/2012, Badan Pusat Statistik mencatat jumlah penumpang pesawat udara domestik naik 5,7% menjadi 17,1 juta orang dari posisi yang sama tahun lalu yang masih 16,2 juta orang. Jumlah penumpang internasional baik yang menggunakan penerbangan nasional maupun asing mencapai 3,8 juta orang atau naik 13,98% dibanding periode yang sama tahun lalu yang masih 3,3 juta orang.

INACA bahkan memprediksi jumlah penumpang udara pada 2015 mencapai 100 juta dengan pertumbuhan 11%-12% per tahun. Ketua INACA Emirsyah Satar mengatakan pertumbuhan per tahun ini sedikit lebih rendah dari tahun-tahun sebelumnya yang 15% karena ada pengaruh dari krisis di Eropa
endar.agustyan is offline   Reply With Quote
Old 17th July 2012, 04:54 PM   #33
endar.agustyan
[M]
Sek Cam
 
endar.agustyan's Avatar
 
Join Date: 16 Jul 2012
Userid: 17
Location: Bandung
Posts: 2,185
Real Name: Endar Agustyan
Likes: 43
Liked 85 Times in 51 Posts
Default

Bandara Lambar Dikucur Rp200 Miliar

rakyatlampung.com

Quote:
LIWA–Kabar baik bagi masyarakat Lampung Barat. Itu setelah Kementerian Perhubungan (Kemhub) menyatakan siap membangun dan merelokasi 45 bandara baru dalam kurun waktu 10 tahun ke depan. Termasuk di Lampung Barat. Langkah ini dilakukan untuk mendukung pertumbuhan industri penerbangan di Indonesia.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemhub Herry Bakti S Gumay mengungkapkan, total 45 bandara tersebut akan tersebar di seluruh Indonesia. Untuk tahap pertama, akan bangun 24 bandara baru sampai tahun 2017, kemudian sisanya akan dibangun bertahap hingga tahun 2022.

“Pembangunan bandara-bandara tersebut sebagai langkah antisipasi pertumbuhan industri penerbangan tanah air yang terus melonjak drastis. Tidak hanya dalam jumlah penumpang, pertumbuhan industri juga dipicu oleh masifnya pembelian armada oleh maskapai serta ekspansi rute,” ujar Herry.

Rencana Kemhub ini, kata dia, sudah dimulai sejak tahun 2011 lalu, namun sebelumnya hanya akan dibangun dan direlokasi 24 bandara. Hingga saat ini, sudah ada 8 bandara baru yang perkembangan pembangunannya cukup signifikan, yakni Bandara Muara Bungo (Jambi), Bandara Tual Baru (Maluku), Bandara Waisai Raja Ampat (Papua Barat), Bandara Enggano (Bengkulu), Bandara Sumarorong Tahap II (Mamasa), Bandara Waghete Baru (Papua), Bandara Kamanap Baru (Papua) dan Bandara Pekon Serai (Lampung Barat).

Bandara-bandara baru tersebut umumnya memiliki panjang dan lebar landas pacu (runway) 900 meter x 300 meter atau 1.400 meter x 300 meter yang masing-masing hanya bisa didarati oleh pesawat ATR-42, DHC-7, dan Cassa 212, atau pesawat Hercules 130 dan ATR-72.

Menurut Herry, diperlukan dana minimal Rp200 miliar, dengan kondisi tanah yang bagus, untuk membangun satu bandara baru. Untuk tahun ini Kemhub memperoleh alokasi Rp3 triliun untuk pembangunan infrastruktur.

Potensi bandara-bandara baru sangat bagus untuk menarik para wisatawan lokal maupun mancanegara. Ia mencontohkan Bandara Waisai Raja Ampat bisa beroperasi maksimal, maka bisa menarik pendapatan dari wisatawan asing. Selama ini mereka menggunakan kapal pesiar. Harapannya, dengan beroperasinya bandara, para turis bisa tinggal dan menggunakan uang mereka di darat
endar.agustyan is offline   Reply With Quote
Old 17th July 2012, 04:56 PM   #34
endar.agustyan
[M]
Sek Cam
 
endar.agustyan's Avatar
 
Join Date: 16 Jul 2012
Userid: 17
Location: Bandung
Posts: 2,185
Real Name: Endar Agustyan
Likes: 43
Liked 85 Times in 51 Posts
Default

Bandara Baru di Raja Ampat sampai Togean

kompas



Quote:
JAKARTA, KOMPAS.com – Beberapa bandara baru maupun perluasan bandara lama diharapkan dapat mempermudah masuknya wisatawan ke suatu destinasi wisata di Indonesia. ”Calon bandara-bandara baru ini membantu aksesibilitas wisata,” kata Direktur Pengembangan Wisata Minat Khusus dan MICE, Achyaruddin, di Jakarta, Senin (16/4/2012).

Bandara-bandara baru ini, menurut Achyaruddin, terbagi dua yaitu bandara di destinasi utama dan bandara di remote area (daerah terpencil). ”Keduanya akan menunjang pariwisata dan bisa dibuatkan pola perjalanan wisata,” katanya.

Acharuddin menuturkan salah satunya adalah bandara di ibu kota Raja Ampat. Nantinya dapat dibuatkan rute wisata misalnya Bali langsung Raja Ampat atau Bali-Wakatobi-Raja Ampat.

Bandara baru lainnya adalah Bandara Kuala Namu di Deli Serdang, Sumatera Utara. Bandara ini diproyeksikan akan menggantikan Bandara Polonia, Medan, dan akan menjadi bandara internasional terbesar kedua di Indonesia.

”Dipastikan 2012 harus sudah buka. Akses tolnya juga sudah siap. Bandara Polonia sudah terbatas,” katanya.

Dengan dibukanya bandara ini, maka diharapkan akan makin menggaet pasar wisatawan ASEAN. Selain itu, jarak ke Parapat akan lebih mudah melalui Bandara Kuala Namu. ”Ini untuk kepentingan Parapat juga. Karena lebih deket dari Kuala Namu daripada dari Polonia,” tuturnya.

Selain itu, Bandara Kalimarau di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur juga tengah diperluas. Selama ini, bandara tersebut menjadi akses untuk ke Derawan, Kakaban, Sangalaki, dan Maratua. Gugusan Kepulauan Derawan menjadi daya tarik wisatawan mancanegara untuk wisata bahari.

”Bandara Kalimarau itu seperti miniaturnya Bandara di Makassar,” katanya.

Selain itu, menurut Achyaruddin, rencana pembangunan bandara baru lainnya adalah Bandara Saumlaki di Ambon yang dekat dengan tujuan wisata diving. Selanjutnya bandara baru di Ampana. Bandara di Ampana tersebut akan memudahkan wisatawan menuju Togean.
endar.agustyan is offline   Reply With Quote
Old 17th July 2012, 04:58 PM   #35
endar.agustyan
[M]
Sek Cam
 
endar.agustyan's Avatar
 
Join Date: 16 Jul 2012
Userid: 17
Location: Bandung
Posts: 2,185
Real Name: Endar Agustyan
Likes: 43
Liked 85 Times in 51 Posts
Default

Bandara Soetta Mulai Berdandan

bea-indonesia.org



Quote:
ANDARA SOETTA. ANGKASA PURA. bea-indonesia.org _ Jakarta. PT Angkasa Pura (AP) II akan segera melakukan pengembangan Bandar Udara Soekarno Hatta (Soetta). Rencananya, pembangunan ini akan dilakukan bulan depan.

Direktur Utama PT Angkasa Pura 2, Tri S Sunoko menyebutkan pihaknya akan melakukan ground breaking pembuatan lahan parkir untuk pesawat pada bulan depan.

"Soekarno Hatta ini kita akan lakukan grand design. Bulan depan kita mulai ground breaking untuk membangun apron 3," ungkap Tri saat ditemui di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (26/6/2012).

Pembangunan apron terminal 3 ini, lanjut Tri, merupakan titik awal pengembangan terminal 3 Bandara Soetta.

"Itu sebagai miles stone menandakan dimulai pembangunan terminal Soekarno Hatta. Selanjutnya setelah apron terminal 3 baru terminal 3-nya, sekarang sedang tahap finalisasi gambar," ujarnya.

Selain Bandara Soetta, Tri menuturkan pada tahun ini, proses pembangunan Bandara Kuala Namu bisa rampung. Kemudian pada Bulan Maret tahun 2013, bandara baru di Medan akan mulai beroperasi.

"Kuala Namu 80 persen progresnya, tapi kita akan targetkan selesai akhir tahun ini, dan bulan maret 2013 akan dilakukan launching," tutupnya.
endar.agustyan is offline   Reply With Quote
Old 17th July 2012, 05:03 PM   #36
endar.agustyan
[M]
Sek Cam
 
endar.agustyan's Avatar
 
Join Date: 16 Jul 2012
Userid: 17
Location: Bandung
Posts: 2,185
Real Name: Endar Agustyan
Likes: 43
Liked 85 Times in 51 Posts
Default

Kemenhub Desak Pembangunan Bandara di Bali Utara

kompas



Quote:
DENPASAR, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mendesak pembangunan bandar udara di Bali bagian utara untuk mengatasi pertumbuhan penerbangan menuju Pulau Dewata itu yang mencapai 20 persen per tahun.
"Kami menyiapkan kawasan Bali utara untuk bandara yang sangat mendesak untuk dibangun karena penumpang di Bandara Internasional Ngurah Rai, Kuta, sekarang saja sudah 12 juta orang per tahun. Pada 2017 bisa mencapai 20 juta orang," kata Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Herry Bakti di Denpasar, Selasa (1/5/2012).

Dalam diskusi pariwisata bertajuk "Akses Udara Ke Bali, Peluang dan Tantangan" itu Herry mengemukakan bahwa jika pertumbuhan ekonomi Bali bisa dipertahankan 6,5 persen seperti sekarang atau bahkan ditingkatkan, maka pertumbuhan penerbangan akan meningkat menjadi 15 sampai 20 persen.

Apalagi Bali ditetapkan sebagai salah satu dari lima bandara di Indonesia untuk menghadapi liberalisasi penerbangan di kawasan Asia Tenggara (ASEAN Open Sky) pada 2015. Lima bandara yang ditetapkan dalam program ASEAN Open Sky adalah Soekarno-Hatta (Jakarta), Ngurah Rai (Denpasar), Juanda (Surabaya), Hasanuddin (Makassar), dan Kualanamu (Medan).

"Dengan ditetapkan sebagai open sky, otomatis menjadikan penerbangan dari luar negeri ke Bali juga semakin banyak," ucapnya dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali itu.

Herry menambahkan, di Ngurah Rai, hanya ada satu landasan pacu dan itu tidak bisa ditambah lagi. Sedangkan untuk rencana pembangunan bandara di Bali utara, tepatnya di Kabupaten Buleleng, kapasitas maupun landasan pacu masih terbuka untuk dikembangkan.

"Idealnya lebih cepat dibangun akan lebih baik karena hasil studinya sudah ada, kini tinggal komitmen. Dari hasil studi, dipilih kawasan Buleleng bagian timur sebagai tempat pembangunan bandara yang baru, tetapi untuk keputusannya masih menunggu hasil studi berikutnya," ujarnya.

Sebelumnya, kata Herry, telah ada investor dari India yang berminat untuk berpartisipasi dalam pembangunan bandara tersebut. "Kapasitas bandaranya, bisa sama dengan Bandara Ngurah Rai, bisa juga lebih tergantung kapasitas pasarnya nanti," tambah Herry.
endar.agustyan is offline   Reply With Quote
Old 17th July 2012, 05:04 PM   #37
endar.agustyan
[M]
Sek Cam
 
endar.agustyan's Avatar
 
Join Date: 16 Jul 2012
Userid: 17
Location: Bandung
Posts: 2,185
Real Name: Endar Agustyan
Likes: 43
Liked 85 Times in 51 Posts
Default

Pengembangan Bandara Stagen Kota Baru Tertunda Pembebasan Lahan

jarrakonline



Quote:
Kota Baru (JarrakOnline), Pengembangan landasan pacu Bandara Gusti Syamsir Alam Stagen di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, terkendala lahan, demikian Kepala Bandara Gusti Syamsir Alam Stagen Kotabaru Junikar Pakondo diruang kerjanya.

Saat ini bandara belum bisa dikembangkan dan belum bisa melayani pesawat berbadan besar, karena lahan bandara sudah habis dan berbatasan langsung dengan permukiman penduduk. Kecuali, apabila pemerintah daerah menyediakan dana untuk pembebasan lahan permukiman warga.

Idealnya, kata Junikar, Bandara Gusti Syamsir Alam Kotabaru bisa melayani pesawat berbadan besar Boeing 737 untuk membuka rute penerbangan ke luar Kalimantan. Namun landasan pacu harus ditingkatkan kualitasnya, minimal tiga kali pelapisan dengan ketebalan sekitar 21 cm serta perpanjangan landasan pacu dari 1.650 meter menjadi 2.250 meter.

"Jadi pemerintah daerah harus menyediakan dana untuk pembebasan lahan bandara yang masih kurang panjangnya sekitar 600 meter dengan lebar sesuai kondisi saat ini," ujarnya.

Bupati Kotabaru H Irhami Ridjani mengatakan, pihaknya bertekad untuk menjadikan bandara Stagen mampu melayani pesawat berbadan besar. Masyarakat Kotabaru tidak perlu lagi ke Banjarmasin, karena bisa langsung naik pesawat dari Stagen ke Surabaya, Sulawesi dan daerah-daerah lain di Indonesia.Bandara Stagen saat ini baru mampu melayani pendaratan pesawat jenis ATR 42 atau pesawat dengan kapasitas penumpang sekitar 40-50 orang.

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, kami berencana menutup dan merelokasi ruas jalan dan kantor Polsek Pulau Laut Utara dan sejumlah permukiman yang ada di sekitar bandara ke arah daratan, jelas Bupati.
endar.agustyan is offline   Reply With Quote
Old 17th July 2012, 05:06 PM   #38
endar.agustyan
[M]
Sek Cam
 
endar.agustyan's Avatar
 
Join Date: 16 Jul 2012
Userid: 17
Location: Bandung
Posts: 2,185
Real Name: Endar Agustyan
Likes: 43
Liked 85 Times in 51 Posts
Default

BANDARA: Masterplan Bandara Kulonprogo rampung Agustus

bisnis

Quote:
YOGYAKARTA: Pembangunan Bandara Internasional di Kulonprogo memasuki babak baru. Pembuatan masterplan (rencana induk) sudah dimulai (kick off) sejak seminggu lalu dan diharapkan akan rampung maksimal Agustus mendatang.

Ketua Tim Fasilitasi Pembangunan Bandara Internasional, Triyono mengatakan, pihaknya akan melibatkan pemerintah desa dan masyarakat terkait pembangunan bandara internasional tersebut.

Dia menepis dugaan selama ini, bila Pemkab menutup-nutupi informasi perkembangan pembangunan bandara tersebut kepada pemerintah desa.

“Kami tidak menutup-nutupi informasi terkait perkembangan bandara. Sebab, kami masih menunggu pembuatan masterplan selesai. Apabila masterplan selesai dibuat, maka semuanya akan gamblang. Akan diketahui wilayah mana saja yang akan dijadikan lokasi pembangunan bandara,” ujarnya hari ini.

Dia yang juga menjabat Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kulonprogo itu menuturkan saat ini pihaknya terus melakukan persiapan-persiapan penyelesaian masterplan bandara.

Dia mengharapkan agar masyarakat bersabar hingga tahapan proses selesai dilakukan. “Pembuatan masterplan sendiri dilakukan oleh PT Angkasa Pura dengan investor asal India, GVK Group dan consulting dari Universitas Gadjah Mada,” tuturnya.

Rencana pembangunan bandara baru tersebut tidak menggunakan bantuan dana dari pemerintah pusat, karena murni kesepakatan bisnis antara PT Angkasa Pura dan investor asal India, GVK Group. Dalam tiga bulan ke depan antara Juni hingga Agustus, hasil masterplan proyek tersebut ke Kementrian Perhubungan (Kemenhub) untuk proses perijinan.

Setelah rencana induk selesai dilanjutkan dengan tahap detail engineering design (DED), pembebasan lahan, dan baru dibangun

Triyono meminta masyarakat akan tetap mendukung terus proses rencana pembangunan bandara tersebut, terutama dari ulah spekulan tanah. Meski sampai saat ini masih belum ada gejala para spekulan tanah masuk ke wilayah Kulonprogo, namun hal itu masih menjadi kekhawatiran.

Bbila harga spekulan melambungkan harga tanah bisa mengancam rencana pembangunan bandara di Kulonprogo. Masyarakat pun diminta mewaspadai upaya masuknya para spekulan tanah tersebut.

Pembentukan Tim Fasilitasi sendiri, lanjutnya, selain bertugas untuk merampungkan rencana pembangunan bandara juga memantau keberadaan spekulan tanah di wilayah Kulonprogo.

“Itu yang perlu kami dan masyarakat waspadai. Jangan sampai spekulan tanah masuk dan mempermainkan harga tanah, yang tidak sesuai dengan tawaran PT Angkasa Pura. Meski masterplane selesai dibuat, karena ulah spekulan pembangunannya bisa tidak jadi,” ujarnya.

Hingga selesainya pembuatan masterplan pembangunan bandara, tim masih berkomunikasi dengan pihak Kecamatan (Temon). Bila pembuatan masterplan selesai, tim baru akan melakukan komunikasi intensif dengan pemerintah desa dan masyarakat yang dijadikan lokasi pembangunan bandara.

Menurut rencana awal, terdapat empat desa yang akan dijadikan lokasi bandara meliputi Desa Jangkaran, Sindutan, Palihan dan Glagah dengan luasnya sekitar 5.400 meter dengan lebar 1.400 meter
endar.agustyan is offline   Reply With Quote
Old 17th July 2012, 05:08 PM   #39
endar.agustyan
[M]
Sek Cam
 
endar.agustyan's Avatar
 
Join Date: 16 Jul 2012
Userid: 17
Location: Bandung
Posts: 2,185
Real Name: Endar Agustyan
Likes: 43
Liked 85 Times in 51 Posts
Default

Pembangunan 24 Bandara Baru Terkendala Dana

tribun



Quote:
Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan menyatakan, proyek pembangunan 24 bandara udara baru yang dimulai tahun 2011 lalu masih terkendala dana. Pada tahun 2011, pemerintah mencanangkan pembangunan, rehabilitasi dan pemeliharaan prasarana Bandar Udara, yang mencakup pembangunan bandara-bandara baru yang mayoritas terletak di Indonesia bagian timur seperti Sulawesi, Maluku dan Papua dengan anggaran Rp 2,3 triliun.

Namun hingga saat ini, dari rencana 24 bandara tersebut baru ada 9 bandara baru yang perkembangan pembangunannya cukup signifikan, yakni Bandara Muara Bungo (Jambi), Bandara Saumlaki Baru (Maluku), Bandara Tual Baru (Maluku), Bandara Waisai Raja Ampat (Papua Barat), Bandara Enggano (Bengkulu), Bandara Sumarorong Tahap II (Mamasa), Bandara Waghete Baru (Papua), Bandara Kamanap Baru (Papua) dan Bandara Pekonserai (Lampung Barat). Hal ini diungkapkan oleh Direktur Kebandarudaraan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, Ignatius Bambang Tjahjono. "Kesembilan bandara udara tersebut yang sudah bisa digunakan untuk pesawat-pesawat ukuran kecil," ujarnya.

Bandara-bandara baru tersebut umumnya memiliki panjang dan lebar landas pacu (runway) 900 meter x 300 meter atau 1.400 meter x 300 meter yang masing-masing hanya bisa didarati oleh pesawat ATR-42, DHC-7, dan Cassa 212, atau pesawat Hercules 130 dan ATR-72.

Bambang menjelaskan, dana yang ada di tahun 2011 sudah terpakai untuk pembangunan Bandar Udara Medan Kuala Namu. "Kami sudah menggunakan Rp 500 miliar untuk Kuala Namu," ujarnya. Sedangkan sekitar Rp 165 miliar juga sudah digunakan untuk pembangunan Gedung Jakarta Automation Air Traffic System (JAATS). Sehingga sisa dana yang ada pun tidak mencukupi untuk membangun ke-24 bandara baru.

Menurutnya, diperlukan dana minimal Rp 200 miliar, dengan kondisi tanah yang bagus, untuk membangun satu bandara baru. Oleh karena itu, pihak pemerintah berharap bisa segera menyelesaikan Kuala Namu hingga bisa fokus membangun bandara baru yang memang belum komersil. "Kuala Namu selesai di tahun ini, sehingga pemerintah bisa menyelesaikan ke-24 bandara baru paling cepat tahun 2014," ujar Bambang.

Ia berharap bisa menyelesaikan di tahun 2014, karena di tahun ini pihak Kemenhub memperoleh tambahan anggaran sebesar Rp 3 triliun untuk mempercepat pembangunan bandara-bandara baru dan rehabilitasi prasarana bandar udara. "Pembangunan bandara-bandara baru memang komitmen dari pemerintah pusat dan dananya dari APBN
endar.agustyan is offline   Reply With Quote
Old 17th July 2012, 05:09 PM   #40
endar.agustyan
[M]
Sek Cam
 
endar.agustyan's Avatar
 
Join Date: 16 Jul 2012
Userid: 17
Location: Bandung
Posts: 2,185
Real Name: Endar Agustyan
Likes: 43
Liked 85 Times in 51 Posts
Default

Bakrie Capital Bantu Pembangunan Bandara Samarinda Baru

jurnalisia



Quote:
Jakarta - Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Direktur Utama Bakrie Capital Indonesia, Triana Mas'un terkait pembangunan sisi udara Bandara Samarinda Baru (BSB), di Jakarta, Kamis (8/3/12) kemarin.

Gubernur mengatakan, kebutuhan masyarakat kota Samarinda dan sekitarnya akan trasnportasi udara sudah tidak bisa terbendung lagi. Untuk itu pembangunan BSB merupakan dambaan seluruh masyarakat Samarinda dan Kaltim pada umumnya, diharapkan bisa menjadi satu solusi utama permasalahan tersebut.
"Bandara Temindung yang ada saat ini sudah tidak mungkin lagi bisa dikembangkan karena berada dalam kawasan kota. Sementara itu keperluan akan jasa angkutan udara semakin meningkat sejalan dengan kian maju dan berkembangnya perekonomian di Samarinda yang juga merupakan Ibukota Propinsi Kaltim," ujarnya.

Pembangunan BSB yang terakhir Ground Breaking-nya dilakukan Gubernur pada tanggal 23 November 2011 lalu, rencananya akan dibangun dengan panjang landasan pacu 2.100 x 45 meter, dengan kebutuhan biaya Rp 2,4 triliun. Pemprop Kaltim bersama Pemkot Samarinda telah menganggarkan melalui APBD sebesar Rp 818 miliar untuk pembangunan sisi darat.
"Sedangkan untuk pembangunan sisi udara diharapkan bersumber dari APBN dan pihak investor seperti yang dijajaki melalui kerjasama dengan Konsorsium Bakrie Group ini," kata Gubernur.

Hadir dalam acara penandatangan MoU itu antara lain perwakilan Kemenhub, Dirut Bakrie Capital Indonesia, Sekdaprop Kaltim, Dr. H. Irianto Lambrie, Asisten II, HM Sa'bani, Kepala Dinas Perhubungan, H. Zairin Zain dan Kepala SKPD di lingkungan Pemprop Kaltim. (Her/humprop)
endar.agustyan is offline   Reply With Quote
Post New Thread  Reply

Bookmarks



Similar Threads
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
Bandung | General Project and Development endar.agustyan Urban and City Development 111 5th November 2012 07:35 PM
Jakarta | General Project and Development endar.agustyan Urban and City Development 47 4th November 2012 08:06 PM
General Land Transportation, Highway and Bridges Project and Development endar.agustyan Land Transportation, Highway and Bridges 32 30th August 2012 03:44 PM
General Sea Transport and Seaports Project and Development endar.agustyan Sea Transport and Seaports 37 27th August 2012 10:29 PM
General Stadium and Sport Arena Project and Development endar.agustyan Olah Raga dan Organisasi! 22 27th August 2012 10:05 PM


Currently Active Users Viewing This Thread: 1 (0 members and 1 guests)
 
Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Forum Jump


All times are GMT +7. The time now is 07:00 AM.


forumku.com is supported by and in collaboration with

forumku.com kerja sama promosi kiossticker.com 5 December 2012 - 4 Maret 2013 Web Hosting Indonesia forumku.com kerja sama promosi my-adliya.com forumku.com kerja sama promosi situsku.com

Peserta Kontes SEO Forumku :

kontes SEO: business review

Positive Collaboration :

positive collaboration: yukitabaca.com positive collaboration: smartstore.com positive collaboration: lc-graziani.net positive collaboration: Info Blog

Media Partners and Coverages :

media partner and coverage: kompasiana.com media partner and coverage: wikipedia.org media partner and coverage: youtube.com

forumku.com
A Positive Indonesia(n) Community
Merajut Potensi untuk Satu Indonesia
Synergizing Potentials for Nation Building

Powered by vBulletin® Version 3.8.7
Copyright ©2000 - 2016, vBulletin Solutions, Inc.
Google Find us on Google+

server and hosting funded by:
forumku.com kerja sama webhosting dan server
no new posts