forumku.com logo Forumku Borobudur Budaya Indonesia
forumku  

Go Back   forumku > Indonesia > Indonesia Membangun! > Infrastructure, Transportation and Communication! > Sea Transport and Seaports
Register Register
forumku.com kerja sama promosi forumku.com kerja sama promosi Pusat Cutting Sticker 5 December 2012 - 4 Maret 2013
Notices

Sea Transport and Seaports Main Forum Description

Post New Thread  Reply
 
Thread Tools Search this Thread Display Modes
Old 17th July 2012, 05:57 PM   #11
endar.agustyan
[M]
Sek Cam
 
endar.agustyan's Avatar
 
Join Date: 16 Jul 2012
Userid: 17
Location: Bandung
Posts: 2,185
Real Name: Endar Agustyan
Likes: 43
Liked 85 Times in 51 Posts
Default

Pelindo I Teken MoU Pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung

bumn.go.id

Quote:
MedanBisnis – Belawan. PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) bersama PT Pembangunan Perumahan (PT PP) (Persero) dan PT Hutama Karya (Persero) melakukan penandatanganan Nota Kesepahamanan (memorandum of understanding/MoU) tentang Pengembangan Terminal Petikemas Pelabuhan Kuala Tanjung di Hotel Park Jakarta, pekan lalu .

Adapun tujuan MoU ini kata Humas Pelindo I Medan dalam relisnya yang dikirim ke MedanBisnis melalui surat elektronik, Minggu (17/6) adalah untuk melakukan studi kelayakan awal (preliminary feasibility study) mengenai potensi dan kegiatan operasional, rencana bisnis dan analisa kelayakan keuangan serta persiapan perizinan dan konsep kerja sama lebih lanjut.

Dalam sambutannya pada MoU tersebut, Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Pelindo I, Bambang Eka Cahyana mengatakan, Pelindo I Medan akan membangun terminal peti kemas bertaraf internasional dengan nilai investasi sebesar Rp 4 triliun dan terminal curah cair dengan nilai investasi Rp 567,5 miliar di Pelabuhan Kuala Tanjung Kabupaten Batubara.

“Pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung merupakan proyek besar yang membutuhkan dana investasi yang cukup besar. Sehingga Pelindo I menggandeng BUMN strategis lain untuk joint investment dalam proyek pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung,” kata Bambang.
Dijelaskannya, dalam mengembangkan terminal curah cair, Pelindo I akan bermitra dengan PT Perkebunan Nusantara III (Persero) dan PT PP (Persero) Tbk. Sedangkan pengembangan Terminal Petikemas, Pelindo I bermitra dengan PT PP (Persero) Tbk dan PT Hutama Karya (Persero).

“Pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung adalah hal yang urgent untuk perekonomian Indonesia, terutama Indonesia barat. “Untuk itu kami akan segera memulainya dalam waktu dekat dan penandatanganan MoU ini merupakan langkah penting,” tegas Bambang.

Sementara Humas PT Pelindo I, M Taufik Fadillah menjelaskan, Pelabuhan Kuala Tanjung saat ini ditetapkan menjadi Logistik Hub Transportasi Laut sesuai konsep Cetak Biru Pengembangan Sistem Logistik Nasional. Hinterland dominannya adalah kelapa sawit yang mempunyai basis industri di Kawasan Industri Sei Mangke yang merupakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) melalui PP No 29 Thn 2012.

“Pengembangan ini sejalan dengan program pemerintah Master Plan Percepatan dan Perluasan pembangunan Ekonomi Indonesia(MP3I) dalam mewujudkan Konektivitas Nasional,” jelas Taufik.

Pelabuhan Kuala Tanjung kata Taufik, adalah salah satu cabang pelabuhan yang dikelola Pelindo I. Lokasi geografis yang strategis, menghadap Selat Malaka, yang merupakan salah satu selat tersibuk di dunia dan merupakan jalur utama pelayaran perdagangan di dunia.

Pelabuhan Kuala Tanjung menjadi prioritas pengembangan sebagai pendukung Pelabuhan Belawan yang terbatas pengembangannya dan tinggi sedimentasinya. Pelabuhan Kuala Tanjung juga mempunyai draft kolam yang cukup dalam, yaitu -14 LWS sehingga tidak perlu melakukan pengerukan lagi. Saat ini Pelabuhan Kuala Tanjung satu kawasan dengan PT Inalum. (wismar simanjuntak)
endar.agustyan is offline   Reply With Quote
Old 17th July 2012, 05:58 PM   #12
endar.agustyan
[M]
Sek Cam
 
endar.agustyan's Avatar
 
Join Date: 16 Jul 2012
Userid: 17
Location: Bandung
Posts: 2,185
Real Name: Endar Agustyan
Likes: 43
Liked 85 Times in 51 Posts
Default

Pembangunan Pelabuhan Tanjung Sauh Terancam Tidak Jalan

tribun

Quote:
TRIBUNNEWSBATAM, BATAM - Komisi VI DPR RI minta revisi Peraturan Pemerintah (PP) mengenai kawasan Free Trade Zone (FTZ) kiranya bisa segera di selesaikan.

Mengingat akibat 'jalan ditempat' tersebut membuat proyek kawasan Pulau Tanjung Sauh yang akan dibuat menjadi pelabuhan internasional menjadi terhambat.

Hal tersebut diungkapkan secara langsung oleh Airlangga Hartarto Ketua Komisi VI DPR RI saat melakukan peninjauan di Pulau Tanjungsauh, Jumat (22/6/2012).

Ia juga mengatakan akibat hal tersebut, proyek dikawasan tersebut terancam tidak jalan karena Tanjung Sauh tidak termasuk dalam kawasan FTZ.

"Setelah dilihat, ternyata hambatannya PP mengenai FTZ yang menyebutkan pulau harus terhubung dengan jembatan. Sementara di situ tidak ada jembatan jadi nggak termasuk Tanjung Sauh ini," ujarnya kepada Tribun.
endar.agustyan is offline   Reply With Quote
Old 17th July 2012, 05:59 PM   #13
endar.agustyan
[M]
Sek Cam
 
endar.agustyan's Avatar
 
Join Date: 16 Jul 2012
Userid: 17
Location: Bandung
Posts: 2,185
Real Name: Endar Agustyan
Likes: 43
Liked 85 Times in 51 Posts
Default

Dishub Usulkan Pembangunan Pelabuhan Peti Kemas di Dumai

eksposnews

Quote:
DUMAI (EKSPOSnews): Untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor kepelabuhan, Dinas Perhubungan Kota Dumai saat ini tengah mengusulkan pembangunan peti kemas tahun anggaran 2012. Demikian disampaikan, Marwan, Kepala Dinas Perhubungan Kota Dumai, kepada sejumlah awak media, Jumat (29/6/12) diruang kerjanya.

"Usul itu dilatarbelakangi keinginan agar perusahaan daerah (Perusda) bisa menggali lebih banyak potensi penerimaan keuangan daerah. Pengadaan dermaga peti kemas ini sudah sejak jauh hari kami gagas guna mengoptimalkan pendapatan daerah dan membuka peluang baru bagi perusahaan daerah untuk melayani jasa di sektor kepelabuhanan," ungkap Marwan.

Dia menjelaskan, Pemkot juga sudah menyiapkan lahan di Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai. Untuk penyusunan Detail Engineering Design (DED), Pemkot setempat juga mengalokasikan dana pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan membentuk tim persiapan pembentukan pelabuhan tersebut.

"Penyusunan DED dan survei lapangan akan dilakukan tim yang sudah dibentuk. Sejauh ini mereka yang akan mempersiapkan perencanaan dan pengkajian mengenai rencana pembangunan dermaga peti kemas ini, Mudah-mudahan program ini segera terealiasasikan dan berdampak pada pembangunan Dumai menjadi lebih baik lagi," ungkapnya.

Sedangkan mengenai masalah ini, Kepala Bidang Lalu Lintas Laut pada Kantor Adpel Dumai Safaruddin menyebutkan, pembangunan dermaga peti kemas membutuhkan perencanaan yang matang dan biaya yang tidak sedikit. Bahkan sejauh ini, kata dia, pihak Adpel belum pernah diajak berkoordinasi oleh Pemkot terkait rencana pengadaan pelabuhan peti kemas. Namun, kendati begitu Adpel tetap tidak berwenang dalam hal pengawasan pelayaran diluar kawasan pelabuhan PT Pelindo.

"Kami belum mengetahui rencana pemerintah daerah untuk membangun pelabuhan peti kemas sendiri. Kami juga tidak memiliki kewenangan di luar lingkungan kerja areal pelabuhan Pelindo. Namun untuk memastikan program tersebut mari bersama-sama merembukan dalam mensukseskan program yang digaungkan oleh pemerintah setempat demi mensukseskan pembangunan," pungkasnya.
endar.agustyan is offline   Reply With Quote
Old 17th July 2012, 06:00 PM   #14
endar.agustyan
[M]
Sek Cam
 
endar.agustyan's Avatar
 
Join Date: 16 Jul 2012
Userid: 17
Location: Bandung
Posts: 2,185
Real Name: Endar Agustyan
Likes: 43
Liked 85 Times in 51 Posts
Default

Pengembangan dermaga Tanjung Priok habiskan USD 4 M

merdeka.com



Quote:
PT Pelindo II segera membangun sejumlah proyek infrastruktur dermaga di pelabuhan Tanjung Priok Baru. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja pelabuhan sekaligus sebagai upaya meningkatkan alur distribusi barang pada sistem logistik nasional dari sektor infrastruktur pelabuhan.

"Proyek senilai USD 4 miliar ini diusulkan sejak 2010 dan pada Juli 2012 nanti kita akan mulai membangun," kata Presiden Direktur PT Pelindo II R.J Lino di Menara Kadin, Jakarta, Selasa (26/6).

Pada tahap pertama, pihaknya akan membangun proyek senilai USD 2,5 miliar. Sedangkan pada tahap kedua yakni 2018 mendatang, pembangunan sejumlah proyek senilai USD 1,5 miliar.

Terkait dengan kapasitas bongkar muat, Lino menyebutkan, dalam 3 tahun terakhir kapasitas bongkar muat di Tanjung Priok meningkat cukup signifikan. Pada 2009 lalu kapasitas bongkar muat kontainer di Tanjung Priok mencapai 3,8 juta Teu's. Pada 2010 menjadi 4,7 juta Teu's dan 2011 meningkat menjadi 5,7 juta Teu's.

Namun, peningkatan tersebut dinilai belum maksimal. Pertumbuhan bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok diyakini bisa lebih besar lagi. "Harusnya pertumbuhan bongkar muat kontainer itu 3 kali dari pertumbuhan ekonomi," ujar Lino.
endar.agustyan is offline   Reply With Quote
Old 17th July 2012, 06:02 PM   #15
endar.agustyan
[M]
Sek Cam
 
endar.agustyan's Avatar
 
Join Date: 16 Jul 2012
Userid: 17
Location: Bandung
Posts: 2,185
Real Name: Endar Agustyan
Likes: 43
Liked 85 Times in 51 Posts
Default

Pembangunan Dermaga Terbengkalai

haluan kepri

Quote:
KUNDUR (HK)- Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri menyoroti proyek pembangunan dermaga Pelabuhan Syahbandar Tanjung Batu yang terbengkalai sejak enam bulan lalu.

ABDUL GANI/KARIMUN

Bahkan Anggota Komisi III dipimpin Joko Nugroho dan beberapa anggota masing-masing Yusuf Sirat, Haripinto, H.Darman, Alex Gusnardin dan Sofyan Samsir meninjau langsung ponton. Peninjauan ini sebagai bentuk keseriusan menyikapi pengerjaan proyek senilai Rp2,6 Milyar yang didanai APBD Provinsi Kepri tahun 2011, yang dilaksanakan kontraktor kemitraan / KSO PT Karimun Utama dengan PT Seloko Batam Shipyard .

Pengerjaan yang seharusnya selesai selama 180 hari kerja sejak 15 September 2011 itu, hingga saat ini belum rampung 50 persen. Dan ditinggal begitu saja oleh kontraktor.

Pengerjaan proyek baru pada tahap pemasangan tiang pancang serta ponton yang belum bisa dimanfaatkan. Bahkan kembali dilakukan pengerjaan dengan lelang ulang yang menghabiskan anggaran senilai Rp1,8 Milyar dari APBD Provinsi Kepri 2012.

Kepada wartawan Joko Nugroho mengaku, akan terus mendesak Dinas Perhubungan Provinsi Kepri segera menyelesaikan proyek ponton yang ditinggalkan sang kontraktor.

"Kita melihat kalau hal ini memang sangat penting dengan makin tingginya aktifitas di pelabuhan ini. Serta jadwal kapal pun semakin berbenturan dengan hanya satu ponton saja yang bisa dimanfaatkan. Padahal ponton yang saat ini terus digunakan secara antri oleh armada pelayaran dinilai sudah tidak memadai," ucapnya, Rabu kemarin (20/6).

Hal itu kata dia, harus secepatnya dilaksanakan, karena mengingat lebaran idul fitri sudah semakin dekat. Jika tidak, Joko memastikan aktifitas mudik dan arus balik lebaran akan terganggu.

Hal senada juga disampaikan h Sekretaris Komisi III DPRD Provins Kepri, Haripinto. Ia mengatakan, Komisi III sudah mendesak dinas terkait agar ponton di Pelabuhan Syahbandar Tanjung Batu segera dimanfaatkan. Hal ini didorong aktifitas pelabuhan saat ini sudah semakin padat.

"Menurut kepala syahbandar juga bahwa ponton yang satunya lagi saat ini sudah tidak memadai. Sehingga sudah seharusnya penyelesaian proyek ponton ini kita gesa. Dan hal ini akan terus kita desak dari Dishub Provinsi. Apalagi kan sudah mau lebaran," ucapnya.

Ia menjelaskan, dulu ada program rehab ponton di seluruh Kepri, dan Pelabuhan Tanjung Batu merupakan yang pertama kali mendapatkan program ini. Dan waktu itu perencanaannya adalah satu tahun anggaran namun pengerjaan proyek akhirnya terbengkalai. Ia berharap kedepan tidak terjadi lagi dan bisa menjadi bahan acuan atau pelajaran kedepannya.

Tidak hanya pelabuhan Syahbandar Tanjun Batu yang menurut para jajaran di komisi III DPRD Provinsi Kepri perlu mendapat perhatian, melainkan pelabuhan bongkar muat di Pulau Ungar Kelurahan Alai Kecamatan Kundur juga bakal direhab, selain itu pelabuhan penumpang menuju Kelurahan Alai dan Desa Sungai Buluh juga bakal diperbaharui. Yang lokasinya bersebelahan dengan pelabuhan bongkar muat Tanjung Batu.

Sementara itu, Kasi Pelabuhan Dinas Perhubungan Provinsi Kepri R. Dian Hamdianin ketika dikonfirmasi terkait permasalahan pelabuhan yang ditinjau oleh komisi III DPRD Provinsi Kepri menuturkan, Pelabuhan Syahbandar Tanjung Batu memang perlu sesegera mungkin ada tindakan.

Ia berharap mudah-mudahan pelabuhan bisa dimanfaatkan saat arus mudik dan arus balik lebaran tahun ini. Sedangkan pelabuhan bongkar muat di Kelurahan Alai akan segera dibangun dengan luas 6 kali 25 meter. Realisasinya belum bisa dipastikan tapi sudah melewati proses teken kontrak dan sudah ada pemenang tender.
endar.agustyan is offline   Reply With Quote
Old 17th July 2012, 06:03 PM   #16
endar.agustyan
[M]
Sek Cam
 
endar.agustyan's Avatar
 
Join Date: 16 Jul 2012
Userid: 17
Location: Bandung
Posts: 2,185
Real Name: Endar Agustyan
Likes: 43
Liked 85 Times in 51 Posts
Default

PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR: Pelabuhan Cilamaya ditender tahun depan

source



Quote:
JAKARTA: Kementerian Perhubungan menyatakan pembangunan Pelabuhan Cilamaya, Karawang, Jawa Barat, guna mengurangi beban Pelabuhan Tanjung Priok bakal ditender tahun depan dan mulai dibangun 2014 atau paling lambat 2015.
Direktur Pelabuhan dan Pengerukan Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub Kemal Heryandri mengatakan studi kelayakan pelabuhan tersebut masih dilakukan hingga saat ini.
“Sudah mulai studi kelayakan, mudah—mudahan 2013 tender dan 2014 sudah bisa dimulai, atau maksimal awal 2015, segalanya masih dalam upaya untuk itu,” katanya di sela—sela 10th ASEAN Ports and Shipping 2012 Exhibition and Conference di Jakarta, kemarin, 30 Mei 2012.
Dia memperkirakan biaya pembangunan proyek tersebut menghabiskan investasi antara Rp5 triliun—Rp10 triliun dengan bersumber dari dana APBN.
Jumlah investasi tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan proyek pembangunan terminal Peti Kemas Kalibaru atau New Priok Port yang akan dimulai Juli mendatang.
Biaya pembangunan terminal tahap pertama New Priok Port itu diproyeksikan menelan dana investasi hingga Rp22,66 triliun atau US$2,47 miliar meskipun akan disokong penuh oleh kemitraan dengan pihak swasta oleh PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II).

Kemal mengatakan Cilamaya diperuntukan bukan hanya sebagai pelimpahan dari Pelabuhan Tanjung Priok, melainkan nantinya memiliki akses tersendiri ke pengembangan Karawang mengingat berdekatan dengan sejumlah kawasan industri.
Pembangunan pelabuhan Cilamaya yang ditargetkan beroperasi 2017 itu sendiri membutuhkan lahan seluas 250 hektare baik untuk lahan di darat maupun laut.
endar.agustyan is offline   Reply With Quote
Old 17th July 2012, 06:04 PM   #17
endar.agustyan
[M]
Sek Cam
 
endar.agustyan's Avatar
 
Join Date: 16 Jul 2012
Userid: 17
Location: Bandung
Posts: 2,185
Real Name: Endar Agustyan
Likes: 43
Liked 85 Times in 51 Posts
Default

Pembangunan Pelabuhan Sebatik Akan Dilanjutkan

antara

Quote:
Nunukan (ANTARA News Kaltim) - Pembangunan Pelabuhan Sei Nyamuk Pulau Sebatik di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur, yang terbengkalai selama ini akan dilanjutkan.

Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah Kabupaten Nunukan Faridil Murad di Nunukan, Jumat, menyatakan penyelesaian pembangunan Pelabuhan Sei Nyamuk sudah mendesak mengingat pelabuhan ini satu-satunya di tapal batas Indonesia-Malaysia.

Anggaran yang akan digunakan untuk melanjutkan pembangunannya berasal dari Kementerian Perhubunagn (Kemhub) RI yang diserahkan oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Sosial (Menko Kesra) HR Agung Laksono di Pulau Sebatik beberapa waktu yang lalu.

Jumlah anggaran yang akan dicairkan kepada pemerintah Kabupaten Nunukan hanya sebesar Rp5 miliar lebih dari Rp38 miliar. Sementara sisanya diberikan kepada daerah lain di Provinsi Kalimantan Timur.

"Jadi dana yang diserahkan empat menteri di Pulau Sebatik dulu kepada Bupati Nunukan Drs Basri bukan untuk Kabupaten Nunukan semuanya. Tapi untuk se-Provinsi Kaltim," kata Faridil.

Padahal, bantuan tersebut disebutkan untuk percepatan pembangunan wilayah perbatasan di Kabupaten Nunukan.

Tetapi pada kenyataannya sesuai pemaparan di Jakarta yang dihadiri ke 18 kementerian yang memberikan bantuan itu, bantuan Kemhub RI tidak semuanya diperuntukkan bagi Kabupaten Nunukan.

"Kabupaten Nunukan hanya mendapatkan kurang dari Rp6 miliar, yang lainnya diberikan ke Bulungan, Kutai Barat, Berau dan lain-lainnya," kata Faridil.

Anggaran dari Kemhub RI itu hanya untuk membangun Pelabuhan Sei Nyamuk Pulau Sebatik.

Faridil mengatakan, anggaran tersebut diharapkan bisa merampungkan pembangunan seluruh fasilitas di pelabuhan yang panjangnya mencapai 1,7 kilometer itu
endar.agustyan is offline   Reply With Quote
Old 17th July 2012, 06:06 PM   #18
endar.agustyan
[M]
Sek Cam
 
endar.agustyan's Avatar
 
Join Date: 16 Jul 2012
Userid: 17
Location: Bandung
Posts: 2,185
Real Name: Endar Agustyan
Likes: 43
Liked 85 Times in 51 Posts
Default

Pelindo II Kebut Pembangunan Tiga Pelabuhan Baru

jurnas

Quote:
Jurnas.com | UPAYA PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II mengefektifkan Perpres tentang Sistem Logistik Nasional (Sislognas) guna menekan biaya logistik Indonesia direalisasikan melalui pembangunan tiga pelabuhan baru. Ketiganya dikebut pengerjaannya selama dua tahun ke depan.

Pelabuhan-pelabuhan itu ialah Terminal Peti Kemas Kalibaru Tanjung Priok dengan nilai investasi Rp22,6 triliun dan pelabuhan kontainer di Sorong, Papua (Rp10 triliun) yang mulai dibangun tahun ini. Selain itu ada pula pelabuhan bongkar muat di Tanjung Sawuh, Batam, berkapasitas 4 juta TEUs (twenty-foot equivalent units/ukuran standar sebuah kontainer) senilai Rp20 triliun mulai digarap tahun depan.

Proyek-proyek tersebut diharapkan bisa meningkatkan konektivitas antarwilayah di Indonesia. Utamanya untuk pelabuhan di Batam dan Sorong ditujukan guna mengintegrasikan wilayah Indonesia timur ke barat. Jika konektivitas jalur laut di Tanah Air berjalan efektif diyakini bisa menekan biaya logistik nasional.

Pasalnya, Bank Dunia mencatat biaya logistik dari kawasan industri ke pelabuhan di Indonesia bahkan lebih tinggi dari Malaysia. Henry Sandee selaku Perwakilan Bank Dunia dalam diskusi soal sistem logistik nasional (Sislognas) Indonesia, di Jakarta, Selasa (26/6), mencontohkan dari kawasan industri Cikarang menuju Pelabuhan Priok dengan jarak 55,4 km memerlukan biaya logistik sebesar US$750.

Sedangkan di Malaysia, dari kawasan industri Pasir Gudang ke Pelabuhan Tanjung Pelepas sejauh 56,4 km hanya memelukan ongkos logistik US$450. Ia berpendapat, sekalipun Indonesia berhasil menciptakan layanan kepelabuhan yang bagus takkan berarti jika tidak ada perbaikan dalam pembangunan infrastrukturnya.

Menyadari kondisi ini maka Pelindo II mengebut melaksanakan pembangunan ketiga pelabuhan tadi. Misalnya, dengan keberadaan Pelabuhan Sorong nantinya barang dari Australia bisa transit di sana sebelum dikirim ke negara lain daripada harus transit ke pelabuhan di Singapura. Dengan pembangunan pelabuhan peti kemas di tanah Papua maka perdagangan domestik antardaerah pun lebih berkembang.

Sementara untuk pelabuhan di Batam, keperluannya bukan untuk meningkatkan perdagangan, melainkan lebih kepada menggaet peluang kapal China ke Eropa. Pasalnya, terdapat enam pelabuhan di China bagian barat yang mengirimkan barang-barangnya ke Eropa melalui Selat Malaka.

Jika seluruh infrastruktur ini bisa tergarap dengan baik diyakini biaya logistik Indonesia dapat kian murah. Pada 2008, sekitar 65 persen peti kemas yang mau masuk ke RI harus transit dulu di Singapura kemudian pada 2011 tinggal 18 persen.

Sebagai catatan, sebelum Pelabuhan Batam yang ada saat ini dibangun maka kapal menuju Jakarta harus bongkar muat di Singapura dulu. Setelah Pelabuhan Batam dibangun pada 1970-an sampai sekarang, sejumlah 80 persen kapal langsung menuju Jakarta tanpa ada bongkar muat di Singapura
endar.agustyan is offline   Reply With Quote
Old 17th July 2012, 06:08 PM   #19
endar.agustyan
[M]
Sek Cam
 
endar.agustyan's Avatar
 
Join Date: 16 Jul 2012
Userid: 17
Location: Bandung
Posts: 2,185
Real Name: Endar Agustyan
Likes: 43
Liked 85 Times in 51 Posts
Default

INVESTASI PELABUHAN: RIP Tanjung Perak belum didukung RTRW Surabaya

bisnis



Quote:
SURABAYA: Otoritas Pelabuhan III menyatakan konsep Rencana Induk Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya telah memasuki tahap akhir meski rancangan pengembangan kawasan pelabuhan itu belum didukung Rancangan Tata Ruang Wilayah Kota Surabaya.


Padahal, dukungan keberadaan RIP telah masuk dalam RTRW Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Bangkalan yang ketiganya telah tuntas disahkan sebagai peraturan daerah.


Kepala Otoritas Pelabuhan III, I Nyoman Gde Saputra mengatakan RIP Tanjung Perak sudah hampir tuntas. ”Final report RIP sudah selesai, konsep pengembangan pelabuhan itu telah didukung oleh keberadaan Perda RTRW dari Jatim, Gresik dan Bangkalan. Namun, RIP belum didukung RTRW Kota Surabaya yang saat ini masih dibahas,” katanya kepada Bisnis, Senin, (9/7).


Gde Saputra menjelaskan pihaknya hingga kini mendapat informasi bila RTRW Kota Surabaya masih belum bisa diperdakan. ”Artinya konsep RIP saat ini masih menunggu dukungan dari proses perda RTRW Kota Surabaya. Pengembangan RIP Tanjung Perak meliputi tiga wilayah yaitu Surabaya, Gresik dan Bangkalan, sedangkan Gresik, Bangkalan dan Jatim telah memiliki RTRW dalam bentuk perda yang telah mengakomodir konsep RIP Tanjung Perak,” katanya.



Dia menegaskan dukungan penuh dari tiga wilayah itu termasuk Jatim dengan perda RTRW-nya yang mengakomodir RIP menjadi keniscayaan. ”Dukungan kelengkapan RTRW semua wilayah yang menjadi lokasi pengembangan Pelabuhan Tanjung Perak dalam skema RIP sangat diperlukan. Apabila itu semua [RTRW] sudah lengkap, konsep RIP bisa dilanjutkan untuk diajukan ke Kementerian Perhubungan spaya ditetapkan dengan regulasi nasional,” tegasnya.


Anggota Komisi D DPRD Jatim, Nizar Zahro menegaskan pihaknya sangat berkepentingan supaya RIP Tanjung Perak segera bisa diaktualisasikan dalam bentuk regulasi berskala nasional.



”Pelabuhan Tanjung Perak merupakan terbesar kedua, bahkan perannya sangat vital tidak saja bagi Jatim namun juga bagi Indonesia Timur. Artinya dengan RIP yang telah disahkan pemerintah, pengembangan Tanjung Perak lebih terarah dengan jangka waktu yang terukur mulai jangka pendek, menengah dan panjang,” katanya.



Keberadaan RIP, tegas Nizar, akan semakin membuat nilai tambah bagi keberadaan Jembatan Surabaya-Madura. ”Konsep RIP yang digagas oleh OP III, PT Pelindo III dan sejumlah stakeholder Tanjung Perak berdimensi jauh kedepan sehingga wilayah pengembangannya juga mencakup tiga daerah yaitu Kota Surabaya, Kab. Gresik dan Bangkalan. Artinya pengembangannya akan terintegrasi dengan dukungan ketiga wilayah dalam sektor pelabuhan maupun industri maritim,” ujarnya.


Bagi Madura, kata Nizar, RIP akan menjadi pedoman untuk mengarahkan Kabupaten Bangkalan menjadi lebih vital dengan menjadi wilayah pengembangan kawasan industri maritim termasuk pendirian pelabuhan skala internasional baik oleh pemerintah maupun swasta.


”Karena informasinya di wilayah Bangkalan, Pemerintah telah menyiapkan desain pembangunan pelabuhan petikemas skala besar di Tanjungbulu Pandan, Arosbaya. Untuk swasta, PT Lamicitra Nusantara telah memiliki proyek besar MISI [Madura Industrial Seaport City] di Socah. Ini akan memberikan nilai tambah bagi Bangkalan secara signifikan,” ungkapnya.
endar.agustyan is offline   Reply With Quote
Old 17th July 2012, 06:09 PM   #20
endar.agustyan
[M]
Sek Cam
 
endar.agustyan's Avatar
 
Join Date: 16 Jul 2012
Userid: 17
Location: Bandung
Posts: 2,185
Real Name: Endar Agustyan
Likes: 43
Liked 85 Times in 51 Posts
Default

Pemerintah Aceh Diminta Percepat Pembangunan Krueng Geukueh Jadi Pelabuhan Internasional

medan binis

Quote:
MedanBisnis – Banda Aceh. Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Aceh, Fariz Reza Fd, meminta Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Gubernur Zaini Abdullah – Muzakir Manaf (Zikir) mempercepat pembangunan Pelabuhan Krueng Geukueh di Lhokseumawe, sehingga harapan pelabuhan tersebut menjadi pelabuhan ekspor dan impor berkelas dunia segera terwujud.
Permintaan sama juga pernah disampaikan peserta Forum Konferensi Kakao dan Kopi Aceh, yang dilaksanakan di Hermes Hotel Maret 2012. Forum tesebut menelurkan rekomendasi terkait pembangunan pelabuhan ini dengan tujuan mendukung kelancaran ekspor hasil bumi Aceh.

“Pelabuhan ini kita harapkan menjadi pintu ekspor komoditas unggulan Aceh seperti kakao, kopi, pinang serta kelapa sawit, sehingga memberi dampak signifikan terhadap peningkatan ekonomi Aceh ke depan,” kata Fariz kepada MedanBisnis, Kamis (28/6). Sebelumnya untuk perluasan Pelabuhan Krueng Geukueh, direncanakan groundbreaking (peletakan batu pertama) tahun 2012 ini dan selesai pada 2014 dengan dana Rp 1,25 triliun.

Hipmi maupun Kadin Aceh juga meminta Pemerintah Aceh mendorong pengintegrasian komoditas kakao dan kopi sebagai aktivitas utama dalam koridor ekonomi Sumatera pada Master Plan Percepatan Perluasan dan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3I).

“Karena kami melihat, hal ini selaras dengan salah satu butir dari draf Rencana Pembangunan Jangka Menengah Aceh untuk pemantapan ketahanan pangan dan nilai tambah produk pertanian,” ujar Fariz.

Dukungan Menteri
Selain itu, pengusaha muda anggota Hipmi Aceh juga mengharapkan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) sebagai badan pelaksana program perlu lebih konkret mendukung produk unggulan kabupaten (Prubak).

“Utamanya komoditas kakao dan kopi di beberapa kabupaten di Aceh, seperti Kabupaten Pidie Jaya, Bireun, Aceh Utara dan Aceh Timur, sedangkan kopi di Kabupaten Benar Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues dan Aceh Jaya,” ungkap putra Ketua Kadin Aceh, H Firmandez ini.

Diutarakan, pemerintah juga dapat menfasilitasi perlindungan hukum indikasi geografis kakao dan kopi, yang dapat dilakukan melalui program sertifikasi.

Semua hal ini diperlukan untuk perluasan pengembangan dan nilai tambah komoditas hasil bumi Aceh terutama kakao dan kopi Aceh, dan sertifikasi di pasar internasional. Dan semua harapan pengusaha muda ini dapat menjadi upaya bagi peningkatan produktivitas dan profitabilitas komoditas kakao dan kopi Aceh ke depan
endar.agustyan is offline   Reply With Quote
Post New Thread  Reply

Bookmarks



Similar Threads
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
General Airports Project and Development endar.agustyan Airlines and Airports 75 27th November 2012 05:48 PM
Bandung | General Project and Development endar.agustyan Urban and City Development 111 5th November 2012 07:35 PM
Jakarta | General Project and Development endar.agustyan Urban and City Development 47 4th November 2012 08:06 PM
General Land Transportation, Highway and Bridges Project and Development endar.agustyan Land Transportation, Highway and Bridges 32 30th August 2012 03:44 PM
General Stadium and Sport Arena Project and Development endar.agustyan Olah Raga dan Organisasi! 22 27th August 2012 10:05 PM


Currently Active Users Viewing This Thread: 1 (0 members and 1 guests)
 
Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Forum Jump


All times are GMT +7. The time now is 04:23 AM.


forumku.com is supported by and in collaboration with

forumku.com kerja sama promosi kiossticker.com 5 December 2012 - 4 Maret 2013 Web Hosting Indonesia forumku.com kerja sama promosi my-adliya.com forumku.com kerja sama promosi situsku.com

Peserta Kontes SEO Forumku :

kontes SEO: business review

Positive Collaboration :

positive collaboration: yukitabaca.com positive collaboration: smartstore.com positive collaboration: lc-graziani.net positive collaboration: Info Blog

Media Partners and Coverages :

media partner and coverage: kompasiana.com media partner and coverage: wikipedia.org media partner and coverage: youtube.com

forumku.com
A Positive Indonesia(n) Community
Merajut Potensi untuk Satu Indonesia
Synergizing Potentials for Nation Building

Powered by vBulletin® Version 3.8.7
Copyright ©2000 - 2016, vBulletin Solutions, Inc.
Google Find us on Google+

server and hosting funded by:
forumku.com kerja sama webhosting dan server
no new posts