forumku.com logo Forumku Borobudur Budaya Indonesia
forumku  

Go Back   forumku > Indonesia > Indonesia Membangun! > Business and Economy!
Register Register
forumku.com kerja sama promosi forumku.com kerja sama promosi Pusat Cutting Sticker 5 December 2012 - 4 Maret 2013
Notices

Business and Economy! Main Forum Description

Post New Thread  Reply
 
Thread Tools Search this Thread Display Modes
Old 12th October 2015, 10:20 AM   #1
Wakil Camat
 
Join Date: 31 Oct 2014
Userid: 2758
Location: SmovieX.com | Tempat nonton dan download Film | Sering-sering berkunjung yah!
Posts: 3,641
Likes: 41
Liked 5 Times in 5 Posts
Default Aksi Nyentrik Susi Pudjiastuti Basmi Maling Ikan

Quote:
JAKARTA Pemerintah Indonesia mempunyai seorang menteri yang dikenal nyentrik dalam Kabinet Kerja kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakni Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.


Sejak awal menjadi menteri, dirinya sudah memperlihatkan berbagai kinerjanya yang selalu diapreasiasi oleh banyak pihak. Tak segan-segan, bahkan pemerintah di beragam negara pun menyanjung Susi atas kinerjanya dalam memberantas Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing.

Berikut ragam aksi nyentrik Susi Pudjiastuti membasmi maling ikan, pekan lalu. Pada awal pekan, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, putusan praperadilan yang diajukan pemilik kapal MV Silver Sea 2 (SS2) yang ditangkap di perairan Sabang, Banda Aceh pada 13 Agustus 2015 silam, ditolak oleh pengadilan negeri Sabang, Aceh.

"Pada tanggal 5 Oktober 2015, pengadilan Negeri Sabang telah menolak permohonan praperadilan diajukan oleh Supachai Singkalvanch melalui kuasa hukum Venus Pomrarest selaku Direktur Silver Sea Reefer Co.Ltd," kata Susi di kantornya, Selasa 6 Oktober 2015

Susi menyebutkan, dalam permohonan yang dibacakan di persidangan pertama pada 28 September 2015 di hadapan Hakim Denie Arsan Fatrika, pemohon yaitu Supachai Singkalvanch telah memohon kepada hakim pengadilan negeri Sabang agar menyatakan penangkapan, penahanan dan penyitaan dokumen kapal Silver Sea 2 tidak sah.

Adapun kasus MV Silver Sea 2, kata Susi, menunjukkan illegal fishing masih tetap marak terjadi di perairan Indonesia. Khususnya wilayah perbatasan dengan negara tetangga yang minim pengawasan. Bahkan, kapal MV Silver Sea 2 merupakan salah satu bagian kecil dari ratusan kapal ikan illegal yang masih leluasa mencuri ikan dari perairan laut Arafuru Indonesia.

"Pelaku IUU Fishing melakukan segala cara dan upaya untuk tetap dapat mencuri ikan di Indonesia, seperti beroperasi di wilayah yang sulit dijangkau oleh penegak hukum, menggunakan izin kapal perikanan dari berbagai negara sekitar Indonesia dan mematikan segala sarana komunikasi dan informasi untuk menghindari pelacakan dari instansi penegak hukum," ujarnya.

Oleh sebab itu, dalam waktu dekat dirinya akan melakukan penenggelaman terhadap 16 kapal pelaku illegal fishing yang telah berhasil ditangkap. Penenggelaman 16 kapal ini bisa dilakukan usai mendapatkan perintah dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mana perintah penenggelaman tidak harus menunggu proses pengadilan.

Pada hari yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Kementerian Koordinator Kemaritiman Arif Havas Oegroseno mengatakan, pemerintah Indonesia akan melakukan hukum laut internasional terhadap kasus illegal fishing yang dilakukan oleh kapal MV Hai Fa.

Pasalnya, kasus ilegal fishing yang dilakukan kapal Hai Fa di Wanam Merauke, Papua hanya didenda Rp200 juta, atau masih tidak sebanding dengan illegal fishing yang telah dilakukan kapal berbendera Panama tersebut.

Havas menyebutkan, penindaklanjutan pemerintah Indonesia melalui mahkamah konstitusi internasional menjadi yang pertama di dunia. "Kita harapkan hasilnya menjadi prosedur baru, Indonesia akan menjadi leader," tambahnya.

Pada Rabu 7 Oktober, Susi Pudjiastuti menerima kedatangan Menteri Pertanian dan Sumber Daya Air Australia, Barnaby Joyce MP guna membahas mengenai kerjasama Indonesia-Australia dalam bersatu memberantas tindakan illegal, unreported and unregulated (IUU) fishing. Kerjasama keduanya ditandai dengan penandatangan joint communique antara Indonesia-Australia di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Susi menjelaskan, kerjasama bertujuan untuk memperluas pengawasan di wilayah perbatasan. Menurutnya, Australia bersedia membantu Indonesia dalam mengawasi laut perbatasan Timur Leste dan Papua Nugini terhadap pelanggar IUU Fishing.

"Kerjasama sangat baik. Memastikan enggak ada bisa curi ikan di perbatasan Australia, Papua Nugini dan Timor Leste," kata Susi.

Dalam kerja sama ini, Indonesia melalui Menteri Susi mengusulkan beberapa poin kerja sama, antara lain:

1. Indonesia mengajak Australia untuk melakukan patroli dekat perbatasan.

2. Indonesia mendorong Australia untuk menyediakan segala keperluan bantuan dan pengawalan dalam melawan IUUF, serta mempromosikan perikanan yang berkelanjutan.

3. Indonesia dan Australia masuk dalam anggota dari aksi perencanaan regional untuk mendorong praktek perikanan bertanggung jawab termasuk melawan IUUF di wilayah regional.

4. Indonesia mengapresiasi Australia yang terus mendukung budi daya coral dan terumbu karang perikanan dan ketahanan pangan sebagai partner pengembang.

Usai menanda tangani perjanjian kerja sama, Menteri Barnaby pun melontarkan pujian kepada Susi Pudjiastuti. Barnaby bilang, Menteri yang berani menenggelamkan kapal ilegal ini terkenal di Australia dan membuat perairan Indonesia terlindungi dengan baik dengan diperlihatkan foto-foto kapal illegal yang ditangkap oleh Susi. Menurut Barnaby, langkah seperti itu penting untuk melindungi wilayah perairan. "Susi perempuan yang kuat dan melaksanakan pekerjaan luar biasa," imbuhnya.

Dalam pertemuan ini, Susi memberikan kenang-kenangan sehelai kain batik kepada Barnaby dan Barnaby yang datang ke kantor Susi mengenakan setelan jas merasa tersanjung dengan pemberian kain batik dari Susi. Layaknya kerja sama yang telah terjalin dengan baik, Susi pun mendapat kenang-kenangan dari Barnaby dengan membawa kain limited edition yang hanya ada empat di dunia.

Pada hari yang sama, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan telah menggagalkan upaya penyeludupan 320 ribu bibit lobster. Pencegahan tersebut berhasil dilakukan di Bandara Yogyakarta.

"320 ribu bibit lobster kecil-kecil sekali dari Airport Jogjakarta, saya ucapkan terima kasih kepada Bea Cukai yang telah bantu bersama Polda," papar Susi.

Susi mengatakan, 320 ribu bibit lobster tersebut akan dilepas di Laut Yogyakarta Selatan. Tindakan ekspor ini dinilai merugikan nelayan Indonesia. Kalau saja lobster 320 ribu itu ditaruh di alam, 30 persennya saja bisa menghasilkan jutaan dolar. Sedangkan jika dijual dalam bentuk bibit. Nelayan hanya dibayar USD1 untuk satu ekor. Sehingga uang yang dihasilkan dengan menjual bibit hanya USD320 ribu.

"Ini merugikan nelayan, kita menangkap eksportirnya di airport Jogja dan ini mereka pasti akan coba di semua airport yang transit ke Singapura," imbuh Susi.

Menjelang akhir pekan, pada Jumat 9 Oktober, Susi Pudjiastuti membawa kabar gembira bagi peternak budidaya ikan. Susi bilang, peternak tidak akan diberatkan lagi lantaran akan ada pakan ikan budidaya dengan harga Rp5.000 per kg. Pakan murah tersebut, akan diproduksi oleh PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA). Meskipun murah, kualitas pakan ikan ini sudah terjamin. Pasalnya Susi bilang, dari hasil penelitian laboratorium pakan ini sudah memenuhi kriteria SNI.

Selama ini, harga pakan ikan di pasaran masih berkisar antara Rp8.000 sampai Rp9.000 per kg.

"Saya terima kasih untuk terobosan dari pabrik pakan yang bisa mengadakan pakan yang harga begitu murah, saya apresiasi terobosan ini dari grup Japfa dan kawan di Asosiasi Gabungan pakan ternak ikan," imbuh Susi.

Tak hanya pakan, Susi pun tengah gencar mengembangkan komoditas rumput laut di Indonesia. Pasalnya, usaha budi daya rumput laut dinilai memberikan kontribusi nyata pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir khususnya di wilayah perbatasan dan pulau kecil. Di sisi lain, budi daya rumput laut dipilih sebagai prioritas. Apalagi Susi menargetkan Indonesia tidak lagi menjadi ekspor rumput laut dalam bentuk bahan mentah. Diharapkan tahun 2020, target tersebut bisa dicapai.

Indonesia saat ini memiliki 555 jenis rumput laut. Dengan beragamnya jenis rumput laut, separuh dari total produk rumput laut dunia dimiliki Indonesia. Sebanyak 50 persen produk rumput laut hasil budi daya dunia tersebut merupakan jenis Eucheuma cottonii, Eucheuma spinosum dan Glacillaria sp.

Namun, produksi rumput laut di Indonesia saat ini belum maksimal. Tercermin dari lahan rumput yang dimanfaatkan baru 2,68 persen atau 352.825,12 hektare. "Potensi lahan yang dimiliki Indonesia cukup besar, 12,1 juta hektare," kata Susi.

Akan tetapi, penggunaan lahan tersebut tidak maksimal. Padahal, biaya pemeliharaan rumput laut bisa dikatakan gratis. Dengan begitu, petani tidak harus mengeluarkan biaya banyak. Susi mengatakan, pada 2014 volume ekspor rumput laut Indonesia sudah mencapai 206.452 ton senilai USD279.540.000. "Naik dari produksi 2013 sebesar 181.924 ton seharga USD209.701.000," jelasnya.

Oleh sebab itu, Susi menaikkan anggaran budi daya rumput laut hingga delapan kali lipat. Tahun ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengalokasikan anggaran Ditjen Perikanan Budidaya untuk budi daya rumput laut sebesar Rp40 miliar.

"Dan tahun depan kita anggarkan Rp330 miliar untuk rumput laut saja, untuk meningkatkan jumlah petani rumput dan kualitas rumput laut," papar Susi.

Dari anggaran tersebut, sekira Rp216 miliar akan digunakan Ditjen Peningkatan Daya Saing Produk KP untuk pembangunan delapan unit gudang rumput laut dan 10 pabrik rumput laut. Diharapkan dengan naiknya anggaran ini, bisa menggenjot produksi rumput laut.

Ditargetkan pada 2016 produksi rumput laut mencapai 12 sampai 13 juta ton. Sebelumnya, produksi rumput laut (basah) di Indonesia pada 2013 mencapai 9,2 juta ton dan pada 2014 10,2 juta ton.

Susi menilai, ekspor bahan mentah rumput laut tidak menghasilkan keuntungan yang besar. Dengan diolah terlebih dahulu rumput laut bisa menjadi bahan siap pakai untuk berbagai industri.

Keinginan Susi ini sejalan dengan surat Sekretaris Kabinet nomor B-16/Seskab/3/2015 sebagai tindak lanjut arahan presiden memfokuskan pengembangan spesies rumput laut yang bagus untuk dioleh lebih lanjut (kosmetik, sabun, obat dan makanan).

"Keuntungan yang terbesar adalah dari pengolahan, dari menjadikan rumput laut ini bahan yang sudah jadi untuk kosmetik, industri, jangan sampai kita hanya mendapatkan nilai yang terendah, ini untuk kesejahteraan masyarakat, ya kita harus tingkatkan value," papar Susi.

Oleh sebab itu, Susi menantang pengusaha sektor pengolahan rumput laut untuk meningkatkan investasi, meningkatkan produksi olahan rumput laut dan serapan rumput laut di kalangan petani.

"Kalau asosiasi enggak mau ketinggalan sama investor asing, Anda harus lari, ayo investasi!" kata Susi kepada Asosiasi Rumput Laut.

Menurut Susi, dengan kekayaan alam Indonesia bisa menjadi penentu pasokan dunia. Namun perlu kerjasama antar stakeholder dan pemerintah untuk mewujudkannya.

"Sebaiknya, pengusaha lokal Indonesia kencangkan ikat pinggang, investasi investasi, investasi. Kita harus mulai persiapan," imbuhnya bersemangat.

Mantan bos Susi Air ini berharap tahun depan produksi rumput laut dalam bentuk Karegenan dan Alkali Treated Cottoni (ATC) Chips bisa meningkat 20 persen.

"Ke depannya kita tidak lagi ekspor bahan baku, kalau anda enggak bisa (meningkatkan investasi) berhenti jadi pengusaha saja, kesempatan untung besar kok," tukas Susi.

Menindaklanjuti pemberitaan mengenai turunnya harga rumput laut di masyarakat, pada tanggal 7 Oktober 2015, Kementerian yang dipimpin Susi telah melakukan rapat dengan asosias dan diungkapkan beberapa hasil dari rapat tersebut, salah satunya adalah penetapan batas bawah harga beli rumput laut di petani. Pemerintah bersama seluruh asosiasi rumput laut sepakat bahwa para pembudidaya rumput laut harus mendapatkan manfaat ekonomi.

Rapat tersebut menyepakati, pembelian jenis rumput laut Glacilaria sp. akan dilakukan dengan harga minimal Rp6.000 per kg dengan kadar air 18 persen, dan jenis Eucheuma cottonii Rp8.000 per kg dengan kadar air 36-38 persen, dan kotoran 3 persen berlaku untuk kedua jenis rumput laut tersebut.

"Ini kesepakatan, dolar AS ini tinggi, kasihlah Rp7 ribu sama Rp9 ribu, yang bayar segitu buka pabrik saya yang resmikan," kata Susi.

Susi mengatakan, pembuatan batas bawah harga ini dilakukan untuk melindungi petani dari permainan (kartel) harga.

Kesepakatan lain dalam rapat, pemerintah dalam hal ini KKP bersama Kementerian/Lembaga terkait akan memanfaatkan sistem resi gudang Kementerian Perdagangan sebagai salah satu instrumen penyangga harga produk rumput laut masyarakat.

Susi juga mengingatkan pengusaha untuk tidak menyalahgunakan kepemilikan uangnya. Apalagi berpikir untuk melakukan tindak kolusi atau menyogok aparat dan pemerintah daerah dengan tujuan memonopoli pasar. Hal ini dilakukan agar sebesar-besarnya keuntungan untuk masyarakat dan petani akan lebih semangat menanam rumput laut.

Tidak hanya itu, Susi juga mengingatkan pengusaha untuk membeli langsung komoditas ke petani. Jangan melalui tengkulak yang biasanya menentukan harga lebih tinggi.

"Saya lihat sendiri di NTT itu tengkulak bisa mendapatkan nilai seperempat dari harga rumput laut, saya pikir itu kurang fair dan kurang baik kondisi para petani," tambah Susi.
SUMBER : Okezone.com
sucyresky is offline   Reply With Quote
Post New Thread  Reply

Bookmarks



Similar Threads
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
Pencuri Ikan Makin Ganas, Susi Pudjiastuti Harus Putar Otak sucyresky Business and Economy! 0 5th October 2015 10:58 AM
Susi Pudjiastuti Janjikan Insentif untuk Pengusaha Pakan Ikan nonasakamoto Business and Economy! 0 13th February 2015 06:05 PM
Pencuri Ikan Bisa Bersatu Gulingkan Susi Pudjiastuti sucyresky Business and Economy! 0 8th February 2015 10:32 AM
Susi Pudjiastuti Bakal Bom Kapal Asing Ilegal Yang Mencuri Ikan kloningan.gue Forumku the Lounge 0 9th November 2014 04:18 AM
Cerita Sukses Susi Pudjiastuti Berbisnis Ikan sucyresky Business and Economy! 0 2nd November 2014 11:01 AM


Currently Active Users Viewing This Thread: 1 (0 members and 1 guests)
 
Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Forum Jump


All times are GMT +7. The time now is 12:58 AM.


forumku.com is supported by and in collaboration with

forumku.com kerja sama promosi kiossticker.com 5 December 2012 - 4 Maret 2013 Web Hosting Indonesia forumku.com kerja sama promosi my-adliya.com forumku.com kerja sama promosi situsku.com

Peserta Kontes SEO Forumku :

kontes SEO: business review

Positive Collaboration :

positive collaboration: yukitabaca.com positive collaboration: smartstore.com positive collaboration: lc-graziani.net positive collaboration: Info Blog

Media Partners and Coverages :

media partner and coverage: kompasiana.com media partner and coverage: wikipedia.org media partner and coverage: youtube.com

forumku.com
A Positive Indonesia(n) Community
Merajut Potensi untuk Satu Indonesia
Synergizing Potentials for Nation Building

Powered by vBulletin® Version 3.8.7
Copyright ©2000 - 2016, vBulletin Solutions, Inc.
Google Find us on Google+

server and hosting funded by:
forumku.com kerja sama webhosting dan server
no new posts