forumku.com logo Forumku Borobudur Budaya Indonesia
forumku  

Go Back   forumku > Indonesia > Indonesia Membangun! > Forum Militer dan Pertahanan | Defence and Military
Register Register
forumku.com kerja sama promosi forumku.com kerja sama promosi Pusat Cutting Sticker 5 December 2012 - 4 Maret 2013
Notices

Forum Militer dan Pertahanan | Defence and Military Forum Militer dan Pertahanan Indonesia.

Post New Thread  Reply
 
Thread Tools Search this Thread Display Modes
Old 15th June 2013, 01:34 PM   #1
[M]
newbie
 
andi.teguh's Avatar
 
Join Date: 22 Sep 2012
Userid: 285
Location: http://www.forumku.com
Posts: 1,697
Real Name: andi teguh
Likes: 0
Liked 232 Times in 171 Posts
Default Kopassus; Kebanggaan, Kehormatan, Kesetiakawanan

Kopassus; Kebanggaan, Kehormatan, Kesetiakawanan



Seluruh tentara di dunia ini niscaya menganut tradisi yang sama, yaitu menjunjung tinggi kebanggaan, kehormatan dan kesetiakawanan. Mengapa? Karena mereka dipersiapkan untuk berperang. Tiga hal itu merupakan aspek psikologis penting untuk menyatukan kekuatan untuk mendapatkan daya pukul, selain aspek fisik dan keterampilan teknis lainnya. Musuh mesti dihancurkan dan kemenangan mesti diraih. Itulah mengapa tentara memelihara semboyan-semboyan dramatik seperti; lebih baik mandi keringat dalam latihan daripada mandi darah di pertempuran, pantang mundur, bertempur sampai titik darah penghabisan, menang atau mati…., dan sebagainya. Itu pula penyebabnya unit-unit tentara itu diberi nama-nama yang sangar; Batalyon Macan Kumbang, Kompi Ular Kobra, Unit Kala Hitam, Batu Buaya, dan lain-lain.

Setiap personil tentara mesti bangga pada dirinya, bangga pada seragamnya, senjatanya, kesatuannya dan reputasinya. Bangga akan bangsanya, negaranya, lambang-lambangnya. Pancasila, UUD 45, NKRI harga mati. Ini penting karena jika kebanggaan berkait erat dengan semangat menjaganya. Tanpa kebanggaan seseorang akan loyo, pemalas, sulit berbaur, akhirnya tak dapat berkontribusi maksimal kepada kelompoknya.

Berikutnya tentara pun mesti ketat memelihara kehormatan dirinya, kesatuannya dan korps-nya. Kehormatan adalah segala-galanya. Kehormatan tertinggi dalam pandangan tentara adalah meraih kemenangan, dan penghinaan paling tandas adalah menderita kekalahan. Sudah menjadi tradisi tentara, batalyon tempur yang menderita kekalahan dalam pertempuran akan segera dibubarkan, lalu dilebur ke kesatuan lain. Sebab semua unit tidak boleh memiliki riwayat kekalahan.

Yang terakhir, semua anggota mesti saling membantu, saling asah, asih, asuh. Sebab di medan peperangan hanya mereka-lah yang saling menyelamatkan, saling bergantung satu sama lain. Jika ada anggota yang sakit, terkilir, terluka, maka tergantung temannya untuk menyelamatkannya. Jika tidak ia akan tertinggal sendiri di dalam jurang. Kemalanganlah yang menghadang. Karena itu kesetiakawanan di kalangan tentara dianggap sebagai harga mati. Pemahaman ini telah ditanam sejak seseorang diterima bergabung dengan kesatuan tentara, dan akan terus ditanamkan melalui doktrinasi sehingga menjadi pemahaman di alam bawah sadar.

Hal lain yang penting diketahui mengenai tentara adalah, sekitar 85% mereka itu adalah golongan prajurit berpangkat rendah, disebut Golongan Tamtama. Dalam bahasa kampung mereka ini kerap diplesetkan sebagai ‘umpan peluru’ karena mereka inilah yang berada di garis terdepan jika terjadi pertempuran. Seluruh Tamtama adalah penembak, dan setiap orang diwajibkan menguasai salah satu ilmu bela diri. Ini untuk mewaspadai situasi jika kehabisan peluru terpaksa menggunakan batu, habis batu gunakan tinju. Golongan Tamtama merupakan ujung tombak tentara, dan merupakan kekuatan utama. Sedangkan prajurit berpangkat lebih tinggi, Golongan Bintara dan Perwira, tugasnya adalah melatih, mengorganisir dan merancang strategi.

Pada era sebelum reformasi, kualitas SDM untuk penerimaan Tamtama adalah lulusan Sekolah Dasar (SD). Lulus SD pun tak mengapa, yang penting bisa baca-tulis dan sehat jiwa-raga. Setelah reformasi (sekarang ini) kualitas SDM-nya dinaikkan sedikit menjadi lulusan SMP. Kalaupun si Calon adalah lulusan SMA, tetapi yang digunakan untuk mendaftar adalah ijazah SMP. Kecuali untuk Golongan Bintara dan Perwira, diwajibkan minimal lulusan SLTA, dengan nilai ijazah yang baik pula.

Timbul pertanyaan, mengapa untuk Golongan Tamtama diprioritaskan dari lulusan SMP? Ini terkait dengan proyeksi penugasannya kelak setelah bergabung dengan TNI, selain untuk memberi kesempatan kepada putera-putera bangsa lainnya yang putus sekolah. Masalahnya, untuk menjadi penembak, petarung terdepan, perkelahian pisau, tak diperlukan pendidikan akademik yang tinggi amat. Naluri perang itu dimiliki setiap orang secara alamiah. Yang penting sehat jiwa-raganya, kuat berlari dan pemberani pula. Malahan personil yang terlalu tinggi pendidikannya, sarjana hukum misalnya, bisa-bisa menjadi masalah, selain tak sesuai baginya menempati jabatan setara pegawai negeri golongan I/a.

Itulah mengapa timbul kelucuan-kelucuan ketika TNI masih aktif menghadapi gelombang demonsrtrasi pra-reformasi dahulu. Para mahasiswa berteriak-teriak di depan barisan TNI, bicara soal reformasi, soal demokrasi, soal kebebasan berekspresi, sosial politik, hukum universal dan segala macam. Mahasiswa itu tidak sadar bahwa yang mereka teriaki itu cuma setumpuk daging yang hanya tahu berkelahi. Tampak gagah karena memakai seragam dan helm, sedangkan di dalamnya hanyalah laki-laki lulusan SD. Ujungnya, sama-sama bingung!

Peristiwa terakhir di Lapas Cebongan, pemimpin penyerbuan itu adalah seorang Bintara lulusan SMA, dan yang lainnya adalah Tamtama lulusan SMP. Mereka memang pintar dan cerdas, tetapi hanya di bidang perkelahian, pengintaian, lempar pisau dan perkelahian satu lawan satu. Mereka tak tahu soal hukum humaniter dan segala cabang-cabangnya. Yang mereka tahu adalah salah satu temannya dibunuh oleh preman, dan tindakan berikutnya adalah membalas. Ini bukan soal dendam, bukan soal pamer kekuatan. Ini soal harga diri dan kehormatan satuan. Ini menyangkut indoktrinasi yang sudah tertanam sejak awalnya. Menyangkut kesetiaan yang hanya mereka dapat rasakan!

Salahkah mereka?

Ya, tentu saja bersalah. Tetapi kalau mau sama-sama jujur, bukan mereka saja yang bersalah. Termasuk bersalah adalah pelatihnya, komandannya, panglimanya, sumpah-setianya, Sudirman dengan ajaran-ajarannya, Sukarno dengan ajaran-ajarannya, dan seluruh bangsa ini. Mengapa kita sebegitu bodoh menjadikan putera-putera kita menjadi mesih pembunuh yang buta-tuli, menjadikannya seonggok daging yang dijejali doktrinasi perang yang tak berkesudahan. Menjadikannya menghamba pada kalimat hampa: Mati dalam peperangan adalah kebanggaan!

Betapa lalainya kita ini, betapa egoisnya!

Bagi Anda yang terus-menerus mencaci-maki 11 orang Prajurit Kopassus itu, silakan saja, itu hak Anda. Tetapi bagiku mereka adalah putera-putera kesayangan. Bahwa mereka berkelahi melawan preman itu menjadi fakta yang membuatku bangga. Aku akan menyertai mereka, mendoakannya, menjaganya sedapat aku bisa.

sumber
__________________


andi.teguh is offline   Reply With Quote
Post New Thread  Reply

Bookmarks



Similar Threads
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
Kopassus Pernah Pecundangi SAS afterburner Forum Militer dan Pertahanan | Defence and Military 39 30th March 2015 12:39 PM
Dirut Mandiri: Ada Kebanggaan Tersendiri dari Redenominasi alnpr Business and Economy! 1 26th May 2013 07:21 PM
Panser Anoa produksi kebanggaan Indonesia dari PT Pindad admin Forum Militer dan Pertahanan | Defence and Military 9 12th February 2013 08:03 AM
Kebanggaan Indonesia - Mbaru Niang Raih Penghargaan Tertinggi dari UNESCO andi.teguh Indonesia Bangga! 1 16th October 2012 06:34 AM
7 Menara/Monumen Terkenal Kebanggaan Indonesia andi.teguh Indonesia Bangga! 1 16th October 2012 06:09 AM


Currently Active Users Viewing This Thread: 1 (0 members and 1 guests)
 
Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Forum Jump


All times are GMT +7. The time now is 11:01 AM.


forumku.com is supported by and in collaboration with

forumku.com kerja sama promosi kiossticker.com 5 December 2012 - 4 Maret 2013 Web Hosting Indonesia forumku.com kerja sama promosi my-adliya.com forumku.com kerja sama promosi situsku.com

Peserta Kontes SEO Forumku :

kontes SEO: business review

Positive Collaboration :

positive collaboration: yukitabaca.com positive collaboration: smartstore.com positive collaboration: lc-graziani.net positive collaboration: Info Blog

Media Partners and Coverages :

media partner and coverage: kompasiana.com media partner and coverage: wikipedia.org media partner and coverage: youtube.com

forumku.com
A Positive Indonesia(n) Community
Merajut Potensi untuk Satu Indonesia
Synergizing Potentials for Nation Building

Powered by vBulletin® Version 3.8.7
Copyright ©2000 - 2016, vBulletin Solutions, Inc.
Google Find us on Google+

server and hosting funded by:
forumku.com kerja sama webhosting dan server
no new posts