forumku.com logo Forumku Borobudur Budaya Indonesia
forumku  

Go Back   forumku > Indonesia > Indonesia Membangun! > Infrastructure, Transportation and Communication! > Airlines and Airports
Register Register
forumku.com kerja sama promosi forumku.com kerja sama promosi Pusat Cutting Sticker 5 December 2012 - 4 Maret 2013
Notices

Airlines and Airports Main Forum Description

Post New Thread  Reply
 
Thread Tools Search this Thread Display Modes
Old 27th September 2013, 03:14 PM   #1
Administrator
 
admin's Avatar
 
Join Date: 5 Jul 2012
Userid: 1
Posts: 5,254
Likes: 1,687
Liked 196 Times in 118 Posts
Default R-80 Pesawat Kebanggaan Indonesia akan digunakan oleh NAM Air

Nam Air pesan 100 pesawat, Habibie kembali bersemangat

http://www.merdeka.com/uang/nam-air-...rsemangat.html#

Reporter : Idris Rusadi Putra
Jumat, 27 September 2013 09:17:00

Presiden ketiga Indonesia BJ Habibie tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya atas rencana maskapai Nam Air yang akan menggunakan pesawat yang tengah dirancangnya yaitu R-80. Habibie mengaku sangat bersyukur. Sebab, pembelian 100 unit pesawat ini akan meneruskan perjuangannya yang dulu sempat mati.

"Saya sebagai orang tua syukur alhamdulillah mereka (Nam Air) meneruskan perjuangan tidak mengenal lelah. Oleh karena itu saya datang ke sini dalam tanda tangan jual beli pesawat," kata Habibie di Jakarta, Kamis (26/9) malam.
Habibie mengaku sangat bersemangat mengembangkan pesawat tipe R-80. Burung besi tersebut merupakan buatan PT RAI yang tak lain adalah perusahaan milik Habibie. Pesawat ini bisa mengangkut 80 penumpang. Kemampuannya mendarat di landasan pendek membuat pesawat ini cocok untuk menembus pelosok tanah air.

Habibie mengaku api semangatnya untuk mengembangkan industri kedirgantaraan kembali menyala setelah ada maskapai yang mau menggunakan pesawat buatan dalam negeri. "Saya sekarang umurnya 77 tahun sebentar lagi tinggal 3 tahun sudah 80. Tapi dengan ini semangat saya sama seperti saya 17 tahun," katanya.

Dengan tegas Habibie menjanjikan bahwa pesawat R-80 sudah bisa mengudara di langit Indonesia pada 2017. "Semangat ini saya temukan kembali dari kerjasama ini, anak dan cucu saya yang intelektual. Pesawat terbang R-80 tahun 2016 atau 2017 akan mengudara. Ini surprise sekali," tutupnya.



Menanti aksi Nam Air unjuk gigi di langit Indonesia

Reporter : Wisnoe Moerti
Jumat, 27 September 2013 08:04:00

http://www.merdeka.com/uang/menanti-...indonesia.html

Bisnis sektor penerbangan di Indonesia seolah tak terganggu dengan turbulensi terhadap sistem perekonomian nasional yang terjadi akhir-akhir ini. Cerahnya bisnis kedirgantaraan nasional sudah diprediksi sebelumnya oleh International Air Transport Association atau IATA.
Lembaga ini memprediksi Indonesia akan menjadi pasar terbesar kesembilan di dunia untuk penerbangan domestik pada 2014 nanti. Selain itu, Indonesia juga diprediksi menjadi pasar dengan pertumbuhan tercepat keenam di dunia untuk penerbangan internasional.
Tidak terbantahkan bahwa besarnya ceruk bisnis penerbangan dalam negeri tidak lepas dari kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari beberapa pulau yang dipisahkan oleh lautan. Otomatis, pesawat terbang menjadi salah satu alat transportasi utama untuk pergerakan manusia dari satu pulau ke pulau lain.
Kementerian Perhubungan juga mengatakan pasar penerbangan nasional masih terus tumbuh sekitar 15-20 persen per tahun, seiring pertumbuhan ekonomi nasional yang masih cukup positif.
Menggeliatnya pasar penerbangan nasional pada akhirnya turut membidani beberapa maskapai penerbangan baru yang bakal menghiasi langit Indonesia. Pada tahun ini saja sudah ada 2 maskapai baru yang bergerak dalam penerbangan pelayanan penuh dan eksekutif, terbang di langit Indonesia.
Salah satunya adalah Batik Air. Maskapai ini adalah milik PT Lion Mentari Airlines. Batik Air sudah resmi terbang perdana pada mei 2013. Maskapai kedua yang sebentar lagi bakal ikut meramaikan penerbangan Indonesia adalah Nam Air. Nam Air adalah anak usaha maskapai penerbangan Sriwijaya Air yang akan bergerak dalam bisnis penerbangan layanan medium.
Kemarin, Nam Air resmi memperkenalkan diri ke publik. Di bawah bendera Sriwijaya Air, maskapai ini bakal fokus untuk menggarap pasar penerbangan perintis atau antar kabupaten/kota. Dengan tampilan yang tidak jauh berbeda dengan Sriwijaya Air, Nam Air siap menantang maskapai lain yang menggarap pasar yang sama semisal Merpati Airlines maupun Garuda Indonesia.
"Nam Air diproyeksikan untuk penerbangan ke wilayah lebih dalam, seperti tingkat kabupaten dan Kotamadya di wilayah Indonesia," kata Presiden Direktur Sriwijaya Air Chandra Lie saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (26/9).
Untuk tahap awal, Nam Air akan menggunakan armada pesawat Boeing 737-500 dengan kapasitas 120 penumpang. Yang terdiri atas dua kelas yakni eksekutif dan ekonomi. Untuk selanjutnya, Nam Air bakal menggunakan 100 pesawat R-80 yang merupakan pesawat buatan Presiden ketiga Indonesia BJ Habibie.
Chandra mengaku sudah lama berkomitmen untuk menggunakan pesawat karya Habibie tersebut. Namun, pesawat tersebut hingga saat ini masih dalam tahap pra desain. Dia mengklaim, dengan menggunakan pesawat buatan anak bangsa, Nam Air bangga dengan produk dalam negeri.
Terlebih, kata dia, dari segi keselamatan, pesawat buatan anak bangsa juga cukup terjamin dan tidak perlu diragukan. "Mudah-mudahan 2018 sudah bisa didatangkan dan dipakai," ucapnya.
Selain akan menggunakan pesawat buatan Habibie, Nam Air juga telah menyiapkan armada lain yang diyakini bisa memperkuat barisan pesawat yang digunakan untuk menjelajah nusantara. Sebelum menggunakan pesawat buatan Habibie, Nam Air terlebih dahulu menggunakan pesawat jenis ATR dan Bombardier. Proposal pemesanan pesawat-pesawat tersebut akan segera disampaikan kepada dua perusahaan yang memproduksi pesawat jenis itu.
Untuk penerbangan perdana, Nam Air telah menyiapkan dua unit pesawat yang akan beroperasi untuk rute-rute pendek. Rute jarak jauh yang bakal dijelajahi Nam Air antara lain Jakarta-Sorong (pp), Jakarta-Kupang (pp), Jakarta-Pangkal Pinang (pp), Jakarta-Pontianak (pp), Surabaya-Luwuk (pp), Surabaya-Pangkalanbun (pp).
Sementara rute jarak pendek meliputi Surabaya-Biak (pp), Surabaya-Denpasar (pp), Denpasar-Waingapu (pp), Denpasar-Maumere (pp), Denpasar-Kupang (pp).
Kapan maskapai ini mulai menjelajah langit Indonesia? Rencana awal, Nam Air mulai take off pada 1 Oktober 2013, bertepatan dengan hari kesaktian Pancasila. Namun ternyata maskapai anak usaha Sriwijaya Air tersebut belum mempunyai AOC (Air Operator Certificate). Padahal, izin ini mutlak dikantongi setiap maskapai penerbangan.
Padahal, manajemen maskapai sangat berambisi bisa mulai terbang sesuai jadwal. "Kita masih tahap berjalan mengerjakan itu. Saya ingin mengejar mimpi saya 1 Oktober, hari kesaktian Pancasila kita go," kata Chandra.
Pihaknya hanya bisa berharap keinginannya untuk menerbangkan Nam Air bertepatan dengan hari kesaktian Pancasila bisa terwujud. Saat ini Nam Air baru mengantongi izin SIAU (Surat Izin Usaha Angkutan Udara) Niaga berjadwal dengan nomor SIUAU/NB - 031 tanggal 2 Agustus 2013.
Menarik untuk menantikan aksi Nam Air berhadapan dengan maskapai penguasa langit Indonesia semacam Lion Air, Garuda Indonesia, Air Asia, Merpati Airlines.
admin is offline   Reply With Quote
Old 27th September 2013, 03:18 PM   #2
admin
Administrator
 
admin's Avatar
 
Join Date: 5 Jul 2012
Userid: 1
Posts: 5,254
Likes: 1,687
Liked 196 Times in 118 Posts
Default Re: R-80 Pesawat Kebanggaan Indonesia akan digunakan oleh NAM Air

Habibie: Pesawat R-80 Akan Buat "Surprise" Dunia!

Penulis :
Estu Suryowati
Jumat, 27 September 2013 | 07:40 WIB



http://bisniskeuangan.kompas.com/rea...Surprise.Dunia.

JAKARTA, KOMPAS.com — Bacharuddin Jusuf Habibie atau yang lebih familiar dengan BJ Habibie mengatakan tidak ada jalan lain agar orang-orang mudah berpindah tempat di benua maritim seperti Indonesia, selain menggunakan pesawat terbang. Oleh karenanya, ia menyambut positif kehadiran NAM Air, yang rencananya mayoritas akan menggunakan pesawat buatan dalam negeri. Artinya, kehadiran maskapai anak Sriwijaya Airlines tersebut turut mendorong industri pesawat terbang di Indonesia.
"Insya Allah R-80 tahun 2016 atau 2017 akan mengudara dan dunia akan surprise," ungkap Habibie dengan bangga penuh haru dalam Grand Launching NAM Air, di Jakarta Teater, pada Kamis malam (27/9/2013).
Sekadar informasi, R-80 adalah pesawat terbang produksi PT Regio Aviasi Industri (RAI), tempat BJ Habibie duduk sebagai komisaris.
Dalam peluncuran tersebut ditandatangani perjanjian kerja sama (MoU) antara Presiden Direktur NAM Air Jefferson Jauwena dengan BJ Habibie, berkaitan dengan pengadaan 100 unit pesawat R-80, terdiri dari 50 unit firm, dan 50 unit pesawat pilihan.
Pesawat R-80 merupakan pengembangan dari pesawat N250 yang dibuat BJ Habibie. Pesawat N250 merupakan pesawat yang dikendalikan secara elektronik atau dikenal dengan istilah fly by wire kedua, setelah pesawat keluaran Airbus yakni A-300.
"Pesawat terbang yang pernah dibuat menusia yang dikendalikan secara elektronik yang dikenal dengan fly by wire pertama kali adalah Airbus di Hamburg di mana saya kerja dulu. Di situ, saya pernah menjadi direktur dan executive vice president," kata mantan Presiden RI ketiga itu.
"Fly by wire pertama A-300, fly by wire kedua N250, dan ketiga triple seven (B-777). Dalam skala regional, N250 merupakan fly by wire pertama," jelasnya.
Bahkan, saking semangatnya, Habibie yang kini menginjak usia 77 tahun mengaku memimpin sendiri diskusi desain engineering, financing, sampai sheduling dari R-80 selama dua hingga lima jam sebelum datang ke acara peluncuran.
"Biar on schedule dan the best, jadi saya harus tahu," tuturnya.
Industri strategis dibubarkan
Jauh sebelum R-80, Indonesia pernah hampir memiliki industri pesawat terbang sebagai industri strategis yang kuat, tetapi kandas. Habibie mengatakan, ide membuat pesawat terbang bukan idenya, bukan juga ide Soeharto. Akan tetapi, ide bangsa Indonesia, sesaat setelah mendeklarasikan kemerdekaan.
Jika ditanya siapa yang pertama kali memiliki inisiatif membuat pesawat terbang, menurut Habibie, jawabannya adalah Angkatan Udara RI (AURI). "Jadi kalau ada suatu bangsa di mana saja dia berada yang mengerti pentingnya teknologi itu, maka itu adalah angkatan bersenjata, angkatan udara, angkatan darat, dan angkatan laut. Oleh karena itu yang mengembangkan teknologi itu adalah mereka dan khususnya AU terus mendorong untuk membuat pesawat terbang," aku Habibie.
Pada Januari 1950, Presiden Soekarno memutuskan mengirim putra-putri terbaik untuk belajar di luar negeri dalam pilihan bidang pembuatan kapal terbang penumpang atau pembuatan kapal laut untuk mengangkut barang-barang.
Waktu itu Habibie baru menginjak kelas tiga SMP. Ia pun menjadi pelajar Indonesia gelombang empat yang belajar di bidang pesawat terbang pada 1954. Habibie berhasil menyelesaikan strata 1 pada usia 22 tahun dan strata dua pada usia 24 tahun.
"S-3 konstruksi pesawat terbang 28 tahun di Jerman. Di tempatnya Teodhore Von Karman, guru besar yang pertama dalam konstruksi pesawat terbang, yang mendirikan NASA. Saya asisten di situ, dan bisa dibaca di Google," kisah dia.
Lepas menyelesaikan pendidikan, Habibie bekerja untuk sebuah perusahaan di Hamburg, di mana ia pernah menjadi direktur dan executive vice president. "Di situ lahir Airbus, yang sekarang membuat A-380 di situ. Waktu saya mulai ke situ 3.000 (karyawan), waktu saya tinggalkan 4.500, sekarang 16.000. Saudara-saudara, waktu 'nanjak' begini saya tiba-tiba disuruh pulang untuk membangun industri pesawat terbang jadi industri strategis," kenang Habibie.
"Dan saya ditugaskan membangun industri strategis. Tidak banyak yang tahu waktu saya jadi wakil presiden terpilih, saya harus meletakkan jabatan-jabatan yang saya miliki, dan industri stategis yang saya pimpin itu memiliki 48.000 karyawan dan turnover 10 miliar dollar AS," lanjut dia.
Seusai pemilu, Habibie mengatakan bersedia melanjutkan kepemimpinan Indonesia, jika pertanggungjawabannya diakui. Jika tidak, lanjutnya, ia memberikan posisi kepresidenan kepada orang lain. "Belum lagi saya bicara tuntas, saya tidak diterima. Tapi tidak mengapa," tuturnya.
"Saya sampaikan kepada yang ganti, perhatikan dua hal. Satu, jangan lemahkan TNI karena itu adalah tulang punggung perjuangan bangsa Indonesia. Dua, jangan korek-korek industri strategis karena industri strategis adalah keinginan seluruh bangsa Indonesia sejak kemerdekaan. Putra putra terbaik yang memberikan apa saja yang dia miliki," tuturnya.
Namun, tiba-tiba industri strategis tersebut dibubarkan. "Saya sampai bilang ke Ibu Ainun 'Is that the price I have to pay to get my freedom? Kita akan kembali dan bangkit melaksanakan perjuangan yang sementara terhenti'," kenangnya.
Kini, di hadapan direksi NAM Air, direksi Sriwijaya Air, dan Kementerian Perhubungan, Habibie mengatakan memanjatkan doa, dan bersyukur karena ada yang meneruskan perjuangan membangun industri strategis.
"Saya ini orang tua, usia saya 77 tahun tapi semangat saya sama seperti waktu saya umur 17 tahun. Dan semangat ini saya temukan kembali pada yang hadir di sini anak-anak intelektual saya, cucu-cucu intelektual saya. Saya yang mewakili generasi yang fading out, melihat ini semua saya bersyukur," ucap Habibie.
admin is offline   Reply With Quote
Old 27th September 2013, 03:21 PM   #3
admin
Administrator
 
admin's Avatar
 
Join Date: 5 Jul 2012
Userid: 1
Posts: 5,254
Likes: 1,687
Liked 196 Times in 118 Posts
Default Re: R-80 Pesawat Kebanggaan Indonesia akan digunakan oleh NAM Air

Nam Air akan gunakan 100 pesawat buatan Habibie

Maskapai Sriwijaya Air baru saja meluncurkan maskapai baru, Nam Air yang bakal menjelajah kabupaten/kota di Indonesia. Maskapai Nam Air rencananya akan menggunakan 100 pesawat R-80 yang merupakan pesawat buatan Presiden ketiga Indonesia BJ Habibie.
Menurut President Direktur Sriwijaya, Chandra Lie, dia sangat berambisi mendatangkan 100 pesawat R-80 dengan alasan ingin menggunakan produk dalam negeri. Dia meyakini, produk dalam negeri tidak kalah dengan produk asing.
Untuk mendatangkan pesawat tersebut, pihaknya sudah mengantongi komitmen dari lembaga pembiayaan. "Kami komitmen 100 pesawat R-80 dan untuk pembiayaannya lembaga keuangan mampu membiayai produk ini," kata Chandra tanpa menyebutkan jumlah investasinya saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (26/9).
Untuk merealisasikan ini, maskapai penerbangan medium class ini juga melakukan penandatangan MoU dengan BJ Habibie berkaitan dengan pengadaan pesawat R-80.
"Kami yakin ini bisa merajut negara kepulauan ini menjadi satu. Kami akan menerbangkan dari Sabang sampai Merauke. Ini akan memperkokoh barisan armada sebelumnya yaitu Boeing 737-500," kata Presiden Director Nam Air, Jefferson Jauwena.
(Sumber: merdeka.com)

http://iberita.co/view.php?id=385&je...-x42k0.twitter
admin is offline   Reply With Quote
Old 28th September 2013, 08:49 PM   #4
totongmeong
Sek Des
 
totongmeong's Avatar
 
Join Date: 27 Aug 2012
Userid: 131
Location: jogjakarta-kudus
Posts: 219
Real Name: muhammad bintang pahlawan
Likes: 0
Liked 8 Times in 5 Posts
Default Re: R-80 Pesawat Kebanggaan Indonesia akan digunakan oleh NAM Air

Tahun lalu gue padahal mau diangkat jadi moderator,tapi karena mungkin adminnya "sibuk" jadi gak direspon deh..

akhirnya setaun ini ane vakum dari forumku,padahal tahun lalu semangat ane membara bener dehh dimari.
__________________
totongmeongwashere
budayakan post yang bermutu dan tidak asal-asalan
totongmeong is offline   Reply With Quote
Old 29th September 2013, 01:09 PM   #5
admin
Administrator
 
admin's Avatar
 
Join Date: 5 Jul 2012
Userid: 1
Posts: 5,254
Likes: 1,687
Liked 196 Times in 118 Posts
Default Re: R-80 Pesawat Kebanggaan Indonesia akan digunakan oleh NAM Air

^ mau semangat lagi juga boleh oom,
mau dianggkat berikutnya juga boleh ... tapi scan KTP / Kartu ID ... tetap jadi prasyarat .. he he he
admin is offline   Reply With Quote
Old 29th September 2013, 01:52 PM   #6
admin
Administrator
 
admin's Avatar
 
Join Date: 5 Jul 2012
Userid: 1
Posts: 5,254
Likes: 1,687
Liked 196 Times in 118 Posts
Default Re: R-80 Pesawat Kebanggaan Indonesia akan digunakan oleh NAM Air

Habibie: R-80 Terbang Tiga Tahun Lagi
Minggu, 29-09-2013

BATAM---Prof Dr Ing H Bacharuddin Jusuf Habibie menyatakan pesawat R-80 buatan PT Regio Aviasi Industri (RAI) dimana mantan Prsesiden RI itu duduk sebagai Komisaris akan bisa terwujud dalam kurun waktu tiga tahun mendatang."R-80 yang merupakan buatan anak-anak didik saya akan terbang tiga tahun lagi," kata BJ Habibie yang juga mantan Menristek RI itu di Batam, Sabtu.
Ia mengatakan, saat ini ada 15 anak bangsa yang mendesain pesawat tersebut.

Mereka mantan karyawan PT Dirgantara Indonesia yang memiliki pengalaman lebih 20 tahun dan sempat bekerja di Boeing atau Airbus. Menurut BJ Habibie, pesawat R-80 itu sudah dipesan oleh salah satu maskapai penerbangan nasional dengan jumlah mencapai 100 unit. Pesawat R-80 merupakan pengembangan dari N250 yang dibuat oleh BJ Habibie dan sempat diperkenalkan pada 1997 sebelum Indonesia mengalami krisis.

Dijelaskan bahwa pesawat R-80 itu didesain untuk jarak tempuh kurang dari 600 kilometer, karena itu dapat dipastikan akan semakin irit bahan bakar. "Alat transportasi yang cocok untuk Indonesia memang pesawat. Berkat kerja keras kami, maskapai nasional sangat mempercayai dan sudah memesan 100 unit," kata dia.

Habibie mengatakan, pada 2012 jumlah penumpang pesawat Indonesia mencapai 71 juta orang. Angka tersebut masih tergolong minim jika dibanding dengan jumlah penduduk Indonesia yang melebihi 230 juta jiwa. "Dengan R-80 maka akan semakin banyak masyarakat yang bisa menikmati perjalanan dengan pesawat terbang," kata Habibie.
admin is offline   Reply With Quote
Old 10th January 2015, 04:57 AM   #7
forsaFX
Sek Des
 
forsaFX's Avatar
 
Join Date: 22 Nov 2014
Userid: 2919
Location: XThree
Posts: 317
Real Name: SS
Likes: 0
Liked 29 Times in 28 Posts
Default Re: R-80 Pesawat Kebanggaan Indonesia akan digunakan oleh NAM Air

Sekarang kita ada di tahun 2015. Indonesia perlu berbangga karena pesawat buata Indonesia sudah digunakan oleh negara-negara di seberang. Secara bisnis kita sudah bisa ikut bersaing secara internasional loch. Ini motivasi untuk para pebisnis. Kalau pesawat saja kita bisa mengapa yang kecil-kecil tidak bisa?
forsaFX is offline   Reply With Quote
Post New Thread  Reply

Bookmarks

Tags
airbus, bj habibie, boeing, iptn, pt di, r80



Similar Threads
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
Gambar Indah Indonesia di Waktu Malam oleh Nasa admin Indonesia Indah! 6 3rd September 2014 04:42 PM
Panser Anoa produksi kebanggaan Indonesia dari PT Pindad admin Forum Militer dan Pertahanan | Defence and Military 9 12th February 2013 08:03 AM
Fasilitas Hanggar Pesawat Tanpa Awak Siap Digunakan andi.teguh Forum Militer dan Pertahanan | Defence and Military 2 11th February 2013 10:01 PM
HEBATNYA Indonesia diPimpin Oleh Bung SOEKARNO DI MATA DUNIA andi.teguh Indonesia Bangga! 3 12th December 2012 07:47 AM
7 Menara/Monumen Terkenal Kebanggaan Indonesia andi.teguh Indonesia Bangga! 1 16th October 2012 06:09 AM


Currently Active Users Viewing This Thread: 1 (0 members and 1 guests)
 
Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Forum Jump


All times are GMT +7. The time now is 06:44 PM.


forumku.com is supported by and in collaboration with

forumku.com kerja sama promosi kiossticker.com 5 December 2012 - 4 Maret 2013 Web Hosting Indonesia forumku.com kerja sama promosi my-adliya.com forumku.com kerja sama promosi situsku.com

Peserta Kontes SEO Forumku :

kontes SEO: business review

Positive Collaboration :

positive collaboration: yukitabaca.com positive collaboration: smartstore.com positive collaboration: lc-graziani.net positive collaboration: Info Blog

Media Partners and Coverages :

media partner and coverage: kompasiana.com media partner and coverage: wikipedia.org media partner and coverage: youtube.com

forumku.com
A Positive Indonesia(n) Community
Merajut Potensi untuk Satu Indonesia
Synergizing Potentials for Nation Building

Powered by vBulletin® Version 3.8.7
Copyright ©2000 - 2016, vBulletin Solutions, Inc.
Google Find us on Google+

server and hosting funded by:
forumku.com kerja sama webhosting dan server
no new posts