View Single Post
Old 21st December 2018, 12:36 PM  
Sek. RT
 
Join Date: 16 Jul 2018
Userid: 7290
Posts: 28
Likes: 0
Liked 1 Time in 1 Post
Default Kenali dan Ketahui Ciri-Ciri Perkembangan Anak yang Sehat



Ibu, memiliki anak yang sehat juga aktif merupakan impian semua orangtua.Tidak ada orangtua di dunia ini yang ingin anaknya dalam keadaaan sakit dan sebagainya. Oleh sebab itu banyak upaya yang dilakukan orang tua agar anak-anak mereka dapat tumbuh dengan sehat dan baik, sesuai dengan perkembangan anak pada umumnya.

Ibu perlu tahu, bahwa proses tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh factor genetik dan lingkungan. Menurut Ketua Unit Kerja Kelompok Tumbuh Kembang, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. dr. Rini Sekartini, SpA(K), mengatakan bahwa untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak yang sehat, sebagai orang tua Ibu dan Ayah harus memenuhi kebutuhan dasar anak, seperti; nutrisi, stimulasi, imunisasi, aktivitas bermain, dan cukup tidur.

Dan pertumbuhan dan perkembangan anak merupakan dua hal yang berbeda, tetapi selalu berkaitan dan sulit dipisahkan, rumit tapi wajib ketahui. Pertumbuhan (growth) itu sendiri merupakan perubahan yang bersifat kuantitatif atau dapat diukur. Dan ciri dari pertumbuhan ini biasanya menyangkut ukuran dan struktur biologis pada tubuh anak. Sedangkan yang dimaksud dengan perkembangan (development) adalah perubahan kuantitatif dan kualitatif, di mana pertumbuhan anak meliputi bertambahnya kemampuan (skill) struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks. Tidak perlu khawatir akan perkembangan anak, karena perkembangan terjadi dalam pola yang teratur seiring dengan proses pematangan/maturitas anak, ya Bu.

Berikut adalah beberapa ciri perkembangan anak sehat yang dapat Ibu lihat:

Pertumbuhan Fisik
Pada tahapan ini perkembangannya meliputi bentuk tubuh, dan dapat dengan mudah dilihat oleh mata. Ukuran tubuh anak mulai bertambah, mulai dari berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, lingkar dada, lingkar lengan, dan lain sebagainya. Berikut adalah rumus perkiraan berat badan dari Richard E. Behrman, yaitu:
Lahir : 3,25 kg
3-12 bulan : umur (bulan) + 9) : 2
1-6 tahun : umur (tahun) x 2 + 8
Sedangkan, perkiraan tinggi badan anak, adalah:
1 tahun : 1,5 x tinggi badan saat lahir
4 tahun : 2 x tinggi badan saat lahir
6 tahun : 1,5 x tinggi badan saat umur 1 tahun

Perkembangan Motorik
Pada perkembangan ini dibagi menjadi dua di antaranya motorik kasar dan motorik halus. Motorik kasar meliputi gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan anak. Contoh dari perkembangan motorik kasar seperti kemampuan anak untuk berguling, telungkup, duduk, menendang, berlari, naik-turun tangga, melompat, dan sebagainya. Sedangkan motorik halus merupakan gerakan yang menggunakan otot-otot halus atau sebagian anggota tubuh tertentu. Contohnya seperti kemampuan anak untuk memegang erat benda, memindahkan benda dari tangan, mencorat-coret, menggunting, menyusun balok, dan lain sebagainya.

Perkembangan Kognitif
Yang menarik dari perkembangan ini adalah berkaitan dengan pengetahuan, atau bagaimana anak belajar untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Proses ini ternyata sudah berlangsung saat anak dilahirkan ke dunia ini. Di mana anak memiliki kemampuan menyimpan informasi yang berasal dari penglihatan, pendengaran, dan melalui indera lainnya. Tidak hanya itu saja bahkan anak juga mampu merespon berbagai informasi tersebut secara sistematis.

Perkembangan Bahasa
Pada tahap tumbuh kembang anak ini meliputi kemampuan berbicara dan berbahasa. Informasi pentingnya adalah kemampuan berbahasa ini yang dapat menjadi indicator seluruh perkembangan anak. Melalui kemampuan berbahasa pada anak di usianya yang masih kecil, Ibu dapat mendeteksi keterlambatan ataupun kelainan yang terjadi pada anak pada system lain, seperti kemampuan kognitif, sensori motor, psikologis, emosi, dan lingkungan yang ada di sekitar anak.

Perkembangan Psikososial
Perkembangan psikososial ini sangat berkaitan dengan aspek-aspek psikologis, seperti emosi, motivasi, perkembangan diri pribadi, juga hubungan yang dijalin oleh anak dengan lingkungannya. Pada fase tumbuh kembang anak di perkembangan ini, anak mulai belajar untuk bertanggung jawab dan mengendalikan perasaannya dengan kata lain akan berpikir sebelum bertindak.

Tumbuh kembang dan perkembangan anak pada usia dini berjalan sangat cepat, bila Ibu tidak memiliki waktu untuk turut memantau dan turut mengambil peran maka akan ada penyesalan yang tidak dapat dihindari. Oleh sebab itu pastikan Ibu selalu memantau proses ini agar tidak ada perkembangan yang terlewatkan, salah satunya adalah sinyal hambatan pada proses tumbuh kembang anak. Yang dapat Ibu lakukan adalah segera mencari tahu permasalahannya dan melakukan penanganan untuk mengatasinya sejak dini. Semoga bermanfaat ya, Bu.
PenghuniForum is offline   Reply With Quote