View Single Post
Old 26th March 2022, 11:12 AM  
Sek Des
 
Join Date: 6 Jul 2021
Userid: 8780
Posts: 318
Likes: 0
Liked 0 Times in 0 Posts
Default Penentuan Awal Ramadan, Pemerintah, NU dan Muhammadiyah Bisa Beda



Masyarakat banyak bertanya-tanya apakah pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah akan sama atau berbeda dalam menentukan awal Ramadan kali ini.

Sejauh ini, Muhammadiyah sudah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1433 Hijriyah akan jatuh pada Sabtu 2 April 2022, berdasarkan metode hisab.

Namun, pemerintah dan NU belum menetapkan tanggal pasti, karena masih akan melakukan proses pengamatan atau rukyatul hilal yang dilaksanakan Jumat 1 April mendatang. Ada kemungkina, ketiga pihak justru berbeda dalam memutuskan awal Ramadan.

Menanggapi ini, Ketua Pengurus Wilayah Lembaga Falakiyah NU (LFNU) Jawa Timur KH Shofiullah atau Gus Shofi menyebut, penentuan awal Ramadan kali ini akan seru.

“Di Jawa Timur sendiri tim kami dari Lembaga Falakiyah NU akan melakukan pemantauan hilal di 27 titik,” kata Gus Shofi, Jumat 25 Maret.

Ia menjelaskan, jika pada saat pemantauan dilakukan ada tim yang melihat hilal, maka awal Ramadan 1443 Hijriyah jatuh pada 2 April 2022. Namun, apabila tidak terlihat, maka bulan Syakban disempurnakan 30 hari (istikmal) dan awal Ramadan diputuskan jatuh pada Minggu 3 April.

Meski menggunakan metode yang serupa, namun ada perbedaan kriteria yang diberlakukan pemerintah dengan NU, khususnya batasan ketinggian hilal.

NU memegang syarat ketinggian anak bulan atau hilal saat dipantau minimal dua derajat. Sementara pemerintah tahun ini memegang pendapat ketinggian hilal saat dipantau minimal tiga derajat dan elongasi minimal 6,4.

Secara astronomi, pada 1 April nanti ketinggian hilal diperkirakan tidak sampai tiga derajat dan hanya dua derajat lebih sedikit.

Gus Shofi menyebut, artinya, jika pun kemudian salah satu atau lebih tim LFNU di seluruh Indonesia melihat hilal, bisa jadi pemerintah tidak akan mempertimbangkan itu dan tetap memutuskan awal Ramadhan jatuh pada 3 April 2022.

"Alasannya itu tadi, minimal ketinggian hilal yang dipegang pemerintah yaitu tiga derajat dan minimal elongasi 6,4," ujarnya.

Bila itu yang terjadi, maka keputusan sidang isbat soal awal Ramadan yang diputuskan pemerintah sangat mungkin akan berbeda dengan NU, maupun Muhammadiyah.

sumber
akumahe is offline   Reply With Quote