PDA

View Full Version : Keberhasilan RGE Meningkatkan Taraf Hidup Petani Kecil


Danispratama
20th July 2018, 04:12 PM
Sejak awal berdiri di tahun 1973, sebuah perusahaan berbasis sumber daya yang diberi nama Raja Garuda Mas ini memang senantiasa memperhatikan keseimbangan lingkungan. Tak hanya itu, sebagai sebuah perusahaan berbasis sumber daya yang memanfaatkan alam untuk keberlanjutan usahanya, Raja Garuda Mas yang sekarang ini bernama RGE atau Royal Golden Eagle (https://www.wartaekonomi.co.id/tag12427/royal-golden-eagle.html) juga turut memperhatikan betul tentang taraf hidup petani kecil.
Hal ini yang sebenarnya juga menjadikan RGE senantiasa bisa berkolaborasi dengan baik bersama petani petani plasma atau petani petani kecil dalam setiap usaha yang dijalankan. Lantas seperti apa keberhasilan RGE selama ini dalam upaya peningkatan taraf hidup petani kecil sejak bernama Raja Garuda Mas?

Keberhasilan RGE Meningkatkan Taraf Hidup Petani Kecil
Keberhasilan RGE dalam upaya meningkatkan taraf hidup petani kecil memang tergambar jelas dari keseriusan grup yang dulu bernama Raja Garuda Mas ini. Menurut Asian Agri sendiri pihaknya saat ini sudah berhasil mengelola sekitar 100 ribu hektar lahan kebun kelapa sawit. Namun memang jumlah ini masih ditambah dengan sekitar 60 ribu hektar yang telah dikelola oleh para petani plasma. Dengan adanya kerja sama tersebut Asian Agri sudah memiliki mitra sampai dengan 30 ribu petani plasma yang terdapat di Riau dan Jambi. Mereka ini sudah berhasil mengelola sebanyak 60 ribu hektar lahan didalam suatu sistem PIR yang terjalin.

Kesuksesan ini tidak akan membuat Asian Agri kemudian berpuas diri. Sebaliknya malah berusaha keras untuk bisa menjaga komitmen untuk besar bersama dengan para petani plasma. Saat ini kurang lebih sekitar 50 persen bahan baku dalam produksi minyak kelapa sawit dari Asian Agri berasal dari petani plasma dimana jumlah tersebut tidak sembarangan juga karena tidak mudah untuk melakukannya. Selain itu, Royal Golden Eagle juga secara aktif untuk terus bisa mengembangkan kesejahteraan petani plasmanya. Jadi Asian Agri ketika itu membagikan premi kepada para petani plasma binaan yang terdapat di Jambi dan juga Riau.

Premi yang dikenal dengan nama Premium Sharing sendiri merupakan sebuah insentif dari penjualan kelapa sawit yang dilangsungkan secara berkelanjutan dan telah diserap oleh pasar internasional dalam kurun selama tahun penjualan 2015. Jumlah ini juga tidak sedikit karena telah mencapai sekitar angka 2,6 miliar. Nantinya dana ini juga akan dibagi kepada sebanyak 30.000 orang petani plasma yang berada dibawah naungan enam asosiasi Koperasi Unit Desa. Adapun keenam asosiasi KUD tersebut membawahi lebih dari sebanyak 71 KUD dengan jumlah petani plasma mencapai 30 ribu orang. Total lahan yang dikelola sendiri oleh petani plasma ini mencapai sekitar 60 ribu hektar. Diharapkan oleh Asian Agri agar dana yang dibagikan nantinya akan turut dimanfaatkan untuk peningkatan kualitas hidupnya. Jadi semisal untuk perbaikan infrastruktur desa, adanya pelatihan praktik ramah lingkungan, kegiatan untuk kesejahteraan petani dan juga upaya peningkatan kapasitas petani. Karena itu anak usaha dari Royal Golden Eagle mendapat pujian dari pemerintah juga. Mereka telah mengapresiasi komitmen grup yang dulu pernah bernama Raja Garuda Mas ini agar mereka terus menerus untuk menjalankan suatu upaya kemitraan dengan para petani plasma.

Sangat diharapkan oleh sebagian besar masyarakat agar nantinya RGE meningkatkan taraf hidup petani kecil seperti saat ini. Semoga informasi yang diberikan diatas juga menjadi informasi yang menginspirasi sebagian besar dari kita khususnya yang akan berkecimpung di dunia bisnis berbasis sumber daya alam.