PDA

View Full Version : RGE Berhasil Meningkatkan Taraf Hidup Petani Kecil Sejak Masih Bernama Raja Garuda Mas


Danispratama
1st August 2018, 02:07 PM
Royal Golden Eagle menjadi sebuah grup yang berdiri di tahun 1973 dengan nama awal yaitu Raja Garuda Mas. Pada awalnya Raja Garuda Mas menekuni industri kayu lapis, kemudian seiring dengan berjalannya waktu ada banyak bidang bisnis berbasis sumber daya yang ditekuni oleh Raja Garuda Mas (http://www.qerja.com/company/salary/raja-garuda-mas-group). Hingga kini menjadikan Raja Garuda Mas memiliki suatu cakupan bisnis yang semakin kompleks mulai dari industri kelapa sawit, pulp dan kertas, selulosa spesial, energi serta juga bisnis viscofe fibre. Dan belakangan ini semua bidang tersebut kemudian menjadi sebuah bidang bisnis yang digeluti oleh Raja Garuda Mas.
Karena itu kemudian menjadikan Royal Golden Eagle (https://www.wartaekonomi.co.id/tag12427/royal-golden-eagle.html)berkembang bahkan menjadi korporasi di kelas internasional. Hal ini juga ditandai dengan adanya cabang atau anak perusahaan yang tersebar di berbagai negara seperti Singapura, Filiphina, Tiongkok, Kanada, Brazil, Malaysia dan juga tentunya Finlandia. Sejak saat itu juga, di awal berdirinya RGE dengan nama Raja Garuda Mas visi dan misi mereka memang sangat baik. Yaitu membantu turut serta meningkatkan taraf hidup bagi petani kecil dan hal itu dilakukan sampai dengan sekarang menjadi bukti konsekuensi mereka.

Peningkatan Taraf Hidup Petani Kecil RGE Sejak Masih Bernama Raja Garuda Mas
Peningkatan taraf hidup yang dilakukan oleh RGE memang sangat berujung sangat baik bagi petani kecil. Petani kecil tersebut dikenal dengan nama petani plasma yang sebenarnya merupakan program yang dilakukan oleh pemerintah bersama dengan swasta untuk berupaya meningkatkan hajat hidup petani kecil. Dalam upaya tersebut RGE sebagai pihak swasta memberikan kontribusi yang nyata dan maksimal pada akhirnya.
Mereka kemudian menamainya sebagai perkebunan inti rakat (PIR). Hal ini juga merupakan suatu langkah perwujudan secara konkret dari trilogi pembangunan yang telah dicanangkan oleh pemerintah Indonesia. Didalamnya kemudian berisi pernyataan bahwa perkebunan rakyat telah menjadi tulang punggung pembangunan perkebunan dengan dukungan peran strategis BUMN perkebunan dan juga pelayanan atas pengembangan usaha perkebunan besar swasta.

Pada sektor kelapa sawit sendiri, Asian Agri memang merupakan perusahaan inti. Asian Agri memiliki tanggung jawab yang sangat besar dalam melakukan upaya pendampingan dan pengembangan petani plasma. Lini usaha dari RGE sendiri untuk membina petani plasma dalam rangka pengelolaan lahan sebanyak dua hektar yang diberikan oleh pemerintah kepada masing masing keluarga. Mereka turut mengajarinya bagaimana cara untuk mengembangkan lahan agar dapat menjadi areal perkebunan yang baik untuk tanaman kelapa sawit. Langkah ini sendiri juga turut dilakukan sebagai bentuk respons atas berbagai masalah sosial yang muncul sebagai akibat dari kepadatan Pulau Jawa. Selain itu adanya program transmigrasi juga turut serta dimaksudkan untuk dapat menekan angka kemiskinan dengan membantu menyediakan lahan dan suatu kesempatan baru yang menjadi bagian dari sumber mata pencaharian masing masing orang.

Modal yang cukup dan bisa didapatkan para petani plasma memang sangatlah membantu. Kemudian juga ada sebuah tandan buah segar kelapa sawit yang ada di kebun mereka nyatanya dapat dijual di perkebunan inti seperti halnya Asian Agri dengan nilai harga yang sudah ditetapkan oleh pihak pemerintah. Dengan adanya kemitraan seperti ini tentu cukup menjadikan banyak petani plasma agar bisa mengalami perubahan hidup secara positif. Taraf ekonomi mereka juga meningkat secara drastis bahkan tak sedikit yang pada akhirnya mampu mengembangkan perkebunannya secara lebih luas.

Diharapkan ke depan kiprah yang diberikan oleh RGE akan jauh lebih baik lagi dari sekarang. Semoga informasi yang bisa diberikan diatas juga menjadi sebuah informasi yang menginspirasi.