PDA

View Full Version : Istimewa. . . Inilah Sepeda Gunung Bertenaga Listrik, Mau Coba?


Reza
1st December 2018, 10:38 AM
Sepeda gunung bertenaga listrik? Ini bisa saja terdengar aneh. Tetapi sebetulnya, beberapa orang yg pingin nikmati jalan off road pegunungan dengan sepeda, akan tetapi tidak kuat mengayuh di tanjakan serta tidak mampu menggowes di jalan berbatu.

Karena itu sepeda gunung dengan dukungan tenaga listrik dapat berubah menjadi jalan keluar buat membabat medan yg pada awalnya " mengerikan " untuk dengkul kita. Satu diantaranya yg keluarkan sepeda type ini merupakan Polygon. Sebelumnya setelah keluarkan seri Pedelec (pedal electric bicycle) bernama Path-E, produsen sepeda tanah air itu keluarkan seri mountainbike-nya, yaitu Entiat-E.

Pedelec mempunyai kegunaan yg seperti sama sepeda kayuh konvensional biasanya - yg memperbedakan merupakan sepeda bekerja hasil dari kombinasi tenaga pedaling yg dikerjakan oleh pesepeda serta daya listrik yg dibuat oleh baterei partisan pada sepeda. " Metode ini didatangkan buat mengirit tenaga rider hingga rider dapat menjajahi lebih jauh serta bertambah cepat, " kata Devina Susilo, Head of Global Marketing Communications Polygon Bikes.

Read More : harga sepeda polygon (http://bikestreak.com/sepeda-polygon/)

Menurut Devina, seri sepeda gunung pedelec ini dikeluarkan buat menjawab permohonan produk dalam versus MTB, selesai April 2018 lantas Polygon meluncurkan Pedelec pertamanya, Path-E sebagai sepeda komuter buat jalan raya. Lihat juga : Bersepeda Lebih Jauh serta Lebih Cepat dengan Simpel Polygon Entiat-E (polygon) Dengan dukungan technologi metode power assist pada sepeda, pedelec bisa menolong pesepeda dari beraneka umur serta kebolehan, hingga kala bersepeda bersama-sama mereka tdk tertinggal.

Dengan tekhnis Entiat-e bekerja hasil dari kombinasi tenaga pedaling yg dikerjakan oleh pesepeda dapat dukungan dengan motor listrik yg dibuat oleh baterei. Sepeda type hardtail ini diperlengkapi beberapa model jelajah buat sesuaikan medan. Pemakai umpamanya dapat memakai model Eco buat jalanan datar, trail buat medan yg lebih berat, serta boost buat tanjakan. Model yg dapat dirapikan serta dimonitor melalui monitor kecil ini akan tentukan berapa besar tenaga listrik yg dialirkan ke pedal buat menunjang mengayuh.

Metode motor pada pedelec ini tdk menyebabkan nada bising kala dikayuh, serta mempunyai kecepatan maximum 25 km/jam - hampir sama juga dengan kecepatan rata-rata mobil di kota besar. Yg lebih khusus, dia memakai baterei yg water resistant hingga aman dipakai dalam situasi hujan atau melalui genangan air. " Dengan Entiat - E menjajahi medan curam, tanjakan yg berat, jarak bersepeda yg jauh bisa dilibas dengan gampang serta cepat, " tutur Devina. Sepeda yg ada bulan mei 2018 ini di pasarkan pada harga Rp 50 juta.