PDA

View Full Version : Kenali Tanda dan Cara Mengobati Hewan Yang Kena Penyakit


Reza
28th March 2019, 08:46 PM
Warga mesti lebih hati-hati pada musim hujan lantaran banyak penyakit yg dapat menyerang anjing serta kucing. Hawa yg lembab pada musim hujan bakal menambah perkembangan jamur, bakteri, serta virus yang bisa sebabkan sejumlah penyakit.

Menurut Plt. Kepala Puskeswan Kota Cimahi, drh. Irfan Fajar, pada musim hujan muncul salah satunya penyakit Feline Rhinotracheiti, atau flu kucing yg diakibatkan oleh virus herpes yg sebabkan soal pada aliran napas sisi atas.

" Di Puskeswan ini, cukuplah banyak mengatasi perkara flu kucing. Dari mula Januari tempo hari, udah ada 141 perkara flu kucing yg diselesaikan, " pungkasnya, di Jalan Sukimun Kota Cimahi, Selasa 19 Februari 2019.

Bersin yg tak termonitor berubah menjadi satu diantara tanda-tanda yg di alami. Tidak hanya itu pun keluarnya lendir bening atau hijau dari hidung, hilang kapabilitas mencium berbau, mata keluarkan kotoran, radang mata, kerapkali kucing lebih sukai pejamkan mata, demam, lemas serta keguguran.

" Bila terlambat diselesaikan ya sebabkan kematian pada hewan. Satu diantara trik mencegahnya merupakan mengerjakan vaksinasi dengan cara teratur pada kucing peliharaan, " ujarnya.

Leptospirosis bisa menyerang anjing, kucing dan manusia. Pemicunya merupakan bakteri Leptospira sp. yg kebanyakan ada pada air seni tikus. Penebaran berlangsung lewat kontak langsung dengan urin anjing serta kucing yg infeksi, kontak kelamin ketika pacak atau musim kawin serta luka gigitan. Penebaran otomatis berlangsung lantaran terkontaminasinya sumber air, tempat makan minum serta kandang. Bakteri ini sebabkan rusaknya pada hati serta ginjal.

Tingkat kematian tinggi
Tanda-tanda yg kelihatan ialah kulit hewan menguning, muntah serta diare. " Tingkat kematian lantaran penyakit ini tinggi sekali hingga utama buat anjing serta kucing peliharaan divaksin, " ujarnya.

Penyakit pneumonia adalah radang pada paru-paru yg kebanyakan diakibatkan oleh bakteri. Penyakit ini kerapkali menyerang anak kucing atau anak anjing, walaupun hewan dewasa terus terdapat resiko terserang penyakit ini. Tanda-tanda yg muncul ialah batuk, penurunan nafsu makan, dan ada masalah bernapas.

" Adat hewan peliharaan kerap tidur dilantai tiada tempat tidur atau hewan peliharaan yg terserang angin dingin menambah efek munculnya penyakit ini, " ujarnya.

Gak cuma menjangkiti hewan peliharaan, hewan liar terlebih riskan terkena penyakit. Bahkan juga, hewan dapat berubah menjadi vektor penebar penyakit beresiko seperti rabies, skabies, serta cacingan yg dapat menjangkiti manusia (zoonosis) .

Penyakit yg sangat beresiko sampai sebabkan kematian apabila menyerang manusia ialah rabies. Di Kota Cimahi sampai sekarang belumlah sempat muncul perkara rabies, tetapi di daerah perbatasan di Kab. Bandung Barat muncul perkara gigitan anjing pada manusia yg diakibatkan virus rabies hingga mesti lekas diperkirakan.

" Semestinya rabies yang wajib sangatlah diawasi. Disaat terjangkit rabies, sukar dilaksanakan penyembuhan lantaran tak ada obatnya, " jelasnya.
Gak cuma anjing serta kucing, hewan beda yg mungkin saja yang menimbulkan rabies ialah kera serta musang. Semua hewan itu pun kerapkali berubah menjadi hewan peliharaan.

Karenanya, hewan liar atau yg dirawat mesti dapatkan vaksin 1 tahun sekali buat menambah ketahanan pada virus rabies.

" Hewan peliharaan mungkin saja penghubung rabies bila ada kontak langsung dengan hewan-hewan liar yg udah terserang rabies, jadi mesti divaksin pun, " paparnya.

Dan buat penyakit skabies serta cacingan yg terkena hewan terutama anjing serta kucing, gak hingga sebabkan kematian apabila menjangkiti manusia.

" Skabies itu penyakit kulit, jadi kebanyakan lantaran hewan yg tak dirawat. Tidaklah terlalu beresiko, namun mengganggu. Jadi penderitanya gatal-gatal serta iritasi, mungkin sepanjang 1 minggu. Turunkan produktifitas, " kata ia.