forumku.com logo Forumku Borobudur Budaya Indonesia
forumku  

Go Back   forumku > >
Register Register
forumku.com kerja sama promosi forumku.com kerja sama promosi Pusat Cutting Sticker 5 December 2012 - 4 Maret 2013
Notices

Forum BukuKuBaca Main Forum Description

Post New Thread  Reply
 
Thread Tools Search this Thread Display Modes
Old 27th May 2019, 11:03 PM   #1
Ketua RT
 
Join Date: 17 Oct 2018
Userid: 7491
Location: Bandung
Posts: 140
Real Name: Steven Andreas
Likes: 0
Liked 1 Time in 1 Post
Default Ini Dia Tips Mengasah Pemikiran Kritis Akademisi Sebagai Agen Perubahan

Dr. Berbudi Jauhan Tontowi, ST, MT adalah salah seseorang penulis produktif pendapat di Radar Tarakan. Dalam kurun waktu satu tahun, udah terkumpul sekitar 101 pendapat yang udah dibukukannya. Tetapi, buat tingkatkan peraturan tulisan dalam opininya itu. Karena itu, dibutuhkan bedah buku.

RACHMAD RHOMADHANI

KAMIS (9/5) lalu, jadi peristiwa bersejarah untuk penulis 101 pendapat di Radar Tarakan. Bagaimana tak? Dari beberapa ratus karya tuliskan yang dibuatnya serta dirangkai berbentuk buku sudah tiba di tingkat pembedahan.

Didapati, pembedahnya terdiri dalam Dedi Suhendra, Amd. Kom sebagai Jurnalis Radar Tarakan, Aslan, Ec. , Dev sebagai Dosen Unikaltar serta Hariyadi Hamid, SE, MM jadi penulis buku. Selanjutnya uraiannya.

Berarti, ini adalah satu langkah positif dalam satu karya supaya yang akan datang buku itu punyai beribu kegunaan untuk pembaca. Ditambah lagi, objek yang diusung dari bedah buku itu yaitu “Mengasah Pikiran Krusial Akademisi Jadi Agen Perubahan”.

Ya, dari objek itu semestinya begitu menarik untuk kelompok akademisi supaya yang akan datang lebih krusial pada semua hal yang berlangsung di lapangan. Tetapi, pastinya didasari pada keilmuan. Serta dengan dimoderatori oleh Muh. Arfan, SE. Yang mana, waktu itu satu-satu pembedah mulai lakukan pekerjaannya.
Simak Juga :*teori stakeholder

Dedi Suhendra sebagai Jurnalis Radar Tarakan jadi pembedah pertama mengatakan, dari tulisan 101 pendapat di Radar Tarakan. Hal demikian punyai satu nilai yang tinggi. Bahkan juga, untuk dunia jurnalis sendiri jika dari opini-opini yang dibikin oleh intelektual serta akademisi juga bisa jadi satu bahan input spesifik. Mengingat, dari pendapat yang dibikin itu termasuk sangatlah krusial.

“Saya begitu kenal dengan beliau (penulis) . Dia memang produktif saat menulis pendapat di Radar Tarakan. Serta seluruhnya termasuk opininya begitu krusial, ” bebernya memulai proses bedah buku itu.

Sambungnya, dari satu pendapat yang sekarang jadi lembaran buku ini. Dia mengatakan itu dapat jadi rumor yang baik yang akan datang dalam kesulitan akademisi yang ikut menggerakkan perkembangan satu wilayah. Kenapa? Lantaran dari tulisan itu bisa jadi referensi di dalamnya.

“101 pendapat di Radar Tarakan ini di dalamnya tertuang bergagai inspirasi serta inspirasi. Berarti, ini sangatlah menarik buat selalu didalami, ” katanya.

Di lain bagian, dia dalam soal ini menilai satu karya yang tertuang dalam pendapat di Radar Tarakan. Karena, menurut dia sepandai-pandainya seorang saat tak menulis. Karena itu, bisa jadi jejaknya bakal hilang. Itu kenapa menulis ini sangat penting. Sama seperti sobat serta ulama dulu yang sampai sekarang jadi satu rekomendasi.

“Saya rasa kurang banyak buat dibedah dalam 101 pendapat di Radar Tarakan ini. Pokoknya, dari karya ini udah punyai satu nilai yang tinggi. Seperti ada satu diantaranya yang menarik saya baca tentang pendidikan menanggung seorang tak jadi miskin, ” ujarnya.

Tetapi, dia terus memberi pesan jika saat menulis terusnya seperti wartawan. Dimana mesti berani buat selalu krusial pada suatu hal yang memang dirasa menyelimpang. Ditambah lagi, itu buat khalayak umum negara serta bangsa. “Ini seperti apa yang terbersit dalam pengutaraan pendapat di sini, ” tutupnya.

Aslan, Ec. , Dev sebagai Dosen Unikaltar jadi pembedah ke dua mengimbuhkan, dari buku 101 pendapat di Radar Tarakan ini dikehendaki nantinya dapat menjadiriset. Sampai-sampai selanjutnya bisa berkembangan yang semakin lebih baik.

Ditambah lagi, ada sekian banyak dalam isi buku itu di ceritakan tentang evaluasi arahan skripsi yang tak sesuai langkah sesungguhnya. Menurut dia, ini begitu menarik buat kwalitas skripsi–skripsi yang akan datang supaya lebih berkualitas .

“Saya begitu tertarik dengan bermacam opini-opini ini. Kenapa? Lantaran ini sesuai objek mempertajam pikiran krusial akademisi jadi agen pergantian, ” bebernya.

Tetapi, sambungnya, dalam usaha capai pikiran krusial akademisi. Dimana semestinya butuh satu study lebih dahulu. Tetapi, satu kali lagi dia menilai dari buku ini semua rerata udah tersampaikan. Ditambah, dalam bukunya ini coba menyertakan mahasiswa dalam risetnya.

“Secara pribadi saya setuju bila adik-adik mahasiswa terlatih lakukan study. Sampai-sampai mahasiwa bertambah krusial. Mengingat, mahasiwa adalah agent of change, ” tuturnya.

Ditambahkannya , mahasiswa dengan punyai satu study. Karena itu, tatakala berdemo mereka dalam menyampaikannya punyai satu landasan. Sampai-sampai kritikan terhadap stakeholder atau pemerintah langsung mengena. Serta di percayai dengan skema itu bakal tumbuh semangat baru dalam perkuliahan. “Ketika satu perkuliahan di percayai kelak mahasiwa banyak yang aktif ajukan pertanyaan. Sampai-sampai suasan perkualiahan bakal bertambah hidup, ” tuturnya.

Cuma, dari bedah buku ini. Karena itu, diharapkannya ke depan terdapatnya satu pengelompokan. Sampai-sampai opini-opini yang ada bisa lebih jelas terdiri mengenai tujuan serta arahnya. Atau istilahnya punyai objek yang semakin lebih kuat. “Saya meyakini dari buku itu dapat jadi buku rekomendasi untuk kelompok akademisi serta mahasiswa, ” katanya.

Sesaat, pembedah paling akhir dari penulis buku Hariyadi Hamid, SE, MM menyampaikan, dari 101 pendapat di Radar Tarakan menurut dia ada benang merah yang penting dibukanya dalam sesion bedah buku ini.

Karenanya dalam buku yang ada ini ada kekurangan fundamental. Meskipun, dari segi positifnya jika sederhananya penulis ini adalah orang yang produktif menulis. Lantaran memang menulis itu tak sukar sesungguhnya.

Kenapa? Lantaran menulis itu cuma tuangkan inspirasi serta inspirasi. Seperti apa yang ada pada buku 101 pendapat di Agak Tarakan ini. Menurut dia, dalam buku ini menggambarkan mengenai isi hati serta sekaligus juga cari dan mengaitkan satu pembawaan. Cuma, catatanya dalam tentukan satu study alangkah lebih baik lebih jauh diperiksa dulu baru mengaitkan.
Artikel Terkait* :*contoh implementasi

“Dalam buku ini ada kemarahan. Ada rasa sukai. Perumpamaannya banyak tulisan serta kata dan kalimat yang retoris. Nah, dari situlah pembawaan dapat kita bicara kemarahan. Termasuk juga, bicara mengenai jabatan atau jadi pelanggaran publik. Dimana itu semua mesti lewat satu study yang jauh mendalam, ” terangnya.

Mengenai, buat tehnik berdasar pada catatan pribadinya. Menulis itu laksana seperti up-date status. Tuangkan isi pemikiran dalam tulisan. Pokoknya, janganlah menganggapnya menulis itu sukar. Menganggapnya itu adalah catatan pribadi. Cuma, saat menulis satu buku mesti dikemas dalam beberapa kaidah yang ada.

“Dalam buku ini saya berikan catatan penting. Apa sich kekurangan paling fundamental? Bahkan juga kekurangan ini memiliki pengaruh relevan. Ya, ini dipicu tak terdapatnya editor. Kenapa? Lantaran editor ini tidak cuma memilah tulisan. Tetapi, tata bahasa serta peraturan tulisan juga ada, ” katanya.

“Ini kekurangan penulis. Ditambah, minimnya tentang SPOK (subyek, predikat, objek, info) . Meskipun sebenarnya, SPOK ini penting dalam satu tulisan. Contoh seperti tulisan bapak Dahlan Iskan. Ia itu dalam kalimat tak panjang. Tetapi, pembicaraannya udah tentang tujuannya. Tak semacam ini cukuplah panjang serta berulang kali, ” sambungnya.

Sambungnya, perlu juga supaya tak kebanyakan kalimat penting. Yang mana, mesti pendek, singkat serta berisi. Meskipun, dari tulisan-tulisan pendapat yang ada tiap judulnya ada perbaikan-perbaikan dari segi tulisan.

“Tapi, kalau mau tulisan itu semakin lebih baik. Karena itu, pakailah piramida terbalik. Ini biar punyai inspirasi. Kita bicara ada basic teori. Dimulai dengan definisinya sampai pada paragraf akhir, ” pesannya.

Dan, Dr. Berbudi Jauhan Tontowi, ST, MT waktu ditemuai selesai proses bedah buku serta bertanya jawab menyampaikan jika tentang input dari beberapa pembedah itu pasti ditindaklanjutinya. Dia jadi penulis semestinya mengaku dari segi kekurangan karya-karya yang dibuatnya. Termasuk juga, tentang keinginan terdapatnya desai merek dalam buku ini. Sampai-sampai yang akan datang buku itu semakin lebih berbobot.

“Tapi, sesungguhnya bab pembagian itu saya udah lama memikirkanya. Cuma, itu menanti banyaknya penerbitannya lebih banyak. Sampai-sampai simpel dalam pengelompokannya. Serta sekarang memang beraneka dari segi buku itu, ” bebernya.

Sambungnya, termasuk juga input pada pembedah paling akhir. Yang mana, memang dia mesti semakin banyak mempertajam kapabilitas menulisnya. Serta tentang tak terdapatnya editor hal demikian dipicu kesulitan waktu penerapan bedah buku. Karenanya kalau mesti ada editor saatnya bakal kelamaan.

“Hanya, buat yang akan datang akan ada editor. Ini seperti buku-buku karya yang lain. Saya begitu ucapkan terima kasih atas semua sarannya, ” tangkisnya.
steven99 is offline   Reply With Quote
Sponsored Links
Post New Thread  Reply

Bookmarks

Tags
buku, dalam, ini, itu, yang



Similar Threads
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
Kegiatan Mengasah Perkembangan Otak Anak ayuanggraeni Forum Kesehatan 1 8th June 2019 01:21 AM
Inilah Tips Memilih Susu Formula Terbaik Sebagai Pengganti ASI TheFairyWoman Bayi dan Balita 0 3rd October 2018 12:07 PM
Akademisi Nilai Kereta Cepat Jakarta-Bandung Jadi Alternatif karena Padatnya Tol Cipularang partisusanti Land Transportation, Highway and Bridges 0 4th October 2015 03:34 PM
4.000 Hektar Hutan di Kudus Kritis akiyamashinichi Pembangunan Daerah 0 17th November 2014 07:40 AM
7 Game Android&iOs yang mengasah otak bisnis kalian gdfrediyana Forumku the Lounge 0 8th November 2014 06:21 AM


Currently Active Users Viewing This Thread: 1 (0 members and 1 guests)
 
Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Forum Jump


All times are GMT +7. The time now is 05:13 AM.


forumku.com is supported by and in collaboration with

forumku.com kerja sama promosi kiossticker.com 5 December 2012 - 4 Maret 2013 Web Hosting Indonesia forumku.com kerja sama promosi my-adliya.com forumku.com kerja sama promosi situsku.com

Peserta Kontes SEO Forumku :

kontes SEO: business review

Positive Collaboration :

positive collaboration: yukitabaca.com positive collaboration: smartstore.com positive collaboration: lc-graziani.net positive collaboration: Info Blog

Media Partners and Coverages :

media partner and coverage: kompasiana.com media partner and coverage: wikipedia.org media partner and coverage: youtube.com

forumku.com
A Positive Indonesia(n) Community
Merajut Potensi untuk Satu Indonesia
Synergizing Potentials for Nation Building

Powered by vBulletin® Version 3.8.7
Copyright ©2000 - 2019, vBulletin Solutions, Inc.
Search Engine Optimisation provided by DragonByte SEO v2.0.37 (Lite) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2019 DragonByte Technologies Ltd.
Google Find us on Google+

server and hosting funded by:
forumku.com kerja sama webhosting dan server
no new posts