forumku.com logo Forumku Borobudur Budaya Indonesia
forumku  

Go Back   forumku > >
Register Register
forumku.com kerja sama promosi forumku.com kerja sama promosi Pusat Cutting Sticker 5 December 2012 - 4 Maret 2013
Notices

Forumku Middle East Timur Tengah Main Forum Description

Post New Thread  Reply
 
Thread Tools Search this Thread Display Modes
Old 1st March 2018, 10:44 AM   #1
KaDes Forumku
 
Join Date: 20 Jan 2018
Userid: 6851
Posts: 665
Likes: 0
Liked 4 Times in 4 Posts
Default Konflik Suriah: Mampukah Amerika Membujuk Turki?

Memberikan apa yang diinginkan Turki berarti meninggalkan SDF, yang telah melakukan pertempuran dan mati demi melawan ISIS. Bahkan jika AS siap untuk melakukan tindakan amoral tersebut atas nama politik praktis, hasilnya akan lebih banyak kekacauan di Suriah, bukannya berkurang. Oleh karena itu, mampukah Amerika membujuk Turki?

Oleh: David Ignatius (The Manila Times)

Betapa pun anehnya hambatan terbesar dalam menyelesaikan perang melawan ISIS dan memulai stabilisasi di Suriah, tapi yang lebih aneh adalah negara yang seharusnya menjadi teman dan sekutu NATO Amerika, Turki.

Menteri Luar Negeri Amerika Rex Tillerson melakukan upaya terakhir untuk meredakan kemarahan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, dalam sebuah pertemuan selama tiga jam di Ankara, pada Kamis (15/2). Tapi ini mungkin adalah salah satu cara Amerika membujuk Turki yang tidak mungkin: Memberikan apa yang diinginkan Turki akan membuat Suriah lebih tidak stabil, dan memperpanjang ancaman terorisme jihad di sana.

Tujuan Amerika membujuk Turki adalah untuk “mencapai kesepakatan” dengan Erdogan, kata seorang pejabat pemerintah senior. Untuk itu, Amerika membujuk Turki dengan paket tentatif yang dimaksudkan untuk menenangkan Turki, dengan menawarkan zona penyangga di wilayah Kurdi Afrin, patroli gabungan Turki-Amerika di wilayah Manbij—di mana Erdogan telah mengancam akan memberi sebuah “tamparan Ottoman” jika tentara AS tidak pergi—dan pemutusan hubungan AS secara bertahap dengan milisi yang dipimpin oleh Kurdi yang dibenci Erdogan.

Untuk mencapai kesepakatan, Amerika membujuk Turki dengan menyiapkan seperangkat diagram Venn, yang menunjukkan seberapa dekat kepentingan Amerika dan Turki untuk dapat tumpang tindih di wilayah ini—kecuali dalam masalah Kurdi. Hal ini seperti mengatakan bahwa sebuah pasangan memiliki ketertarikan untuk tetap menikah, namun terdapat fakta bahwa satu pihak menuduh yang lainnya melakukan perselingkuhan. Tentu, kepentingan Amerika dan Turki harus bertemu; Tapi jika demikian, mengapa Turki memenjarakan warga negara Amerika, menuduh Washington memicu kudeta, dan melanggar sanksi AS terhadap Iran?

Tidak ada yang menginginkan perpecahan dan kekerasan dengan Turki. Tapi tujuh tahun setelah memasuki perang Suriah yang mengerikan, para pengamat perlu mengakui beberapa kebenaran dasar: Turki mengizinkan ribuan jihadis asing untuk masuk ke Suriah, dan menciptakan basis di mana mereka mengancam Eropa dan Amerika; Para teroris ini pasti masih berada di ibu kota Raqqa dan merencanakan serangan, jika AS tidak bermitra dengan milisi Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi, yang sangat dibenci Turki.

Memberikan apa yang diinginkan Turki berarti meninggalkan SDF, yang telah melakukan pertempuran dan mati demi melawan ISIS. Bahkan jika Amerika membujuk Turki, maka Negeri Paman Sam itu harus siap untuk melakukan tindakan amoral tersebut atas nama politik praktis, hasilnya akan lebih banyak kekacauan di Suriah, bukannya berkurang. Turki tidak memiliki kekuatan militer yang cukup disiplin dan dapat diandalkan untuk menstabilkan area yang sekarang dikendalikan SDF. AS akan menciptakan kekacauan, yang membuat Lebanon terlihat rapi jika dibandingkan.

Inilah serangkaian pertempuran udara di Suriah selama bulan lalu: al-Qaida telah menembak jatuh jet Rusia, menggunakan rudal buatan China; Pasukan Kurdi telah menembak jatuh sebuah helikopter Turki, menggunakan rudal buatan Iran; Iran telah menerbangkan pesawat tanpa awak ke Israel, melintasi wilayah udara Suriah yang dipantau Rusia; Israel telah mengebom 12 lokasi di Suriah sebagai bentuk balas dendam; dan tanggapan AS terhadap serangan diam-diam yang didukung Rusia di ladang minyak dan gas di dekat Deir al-Zour, mungkin membunuh sejumlah tentara bayaran Rusia, yang memenuhi kamar mayat setempat.

Suriah sekarang terbelah oleh “berbagai kekuatan dengan kepentingan yang berbeda,” seperti yang diperingatkan oleh seorang pejabat senior Pentagon. Staffan de Mistura, utusan khusus PBB, mengatakan pada Rabu (14/2), bahwa ini adalah peristiwa yang paling dipenuhi “kekerasan, yang paling mengkhawatirkan dan berbahaya”, sejak dia menjabat empat tahun lalu.

Apa jawaban atas masalah campuran yang mematikan ini? Tidak mendorong campur tangan Turki lebih dalam, tentu saja. Jalan keluarnya adalah kemajuan yang tegas dan sabar, dari perundingan Jenewa yang goyah, untuk memperluas kekuasaan dan wewenang pemerintah dan militer Suriah yang telah direformasi. Bagi AS, itu berarti melakukan yang tidak diinginkan, yaitu bekerja sama dengan Rusia dan rezim Suriah—dua mitra yang tidak dapat dipercaya namun penting.

Rusia benar-benar mengambil langkah maju pada bulan ini, dengan merancang sebuah konstitusi baru Suriah yang akan memberikan otonomi terbatas untuk wilayah Kurdi di negara bagian yang baru terdesentralisasi di Suriah. Rancangan Rusia tersebut akan mempertemukan tuntutan Kurdi dan Arab, dan beberapa pejabat AS melihatnya sebagai dasar perundingan yang serius. Namun pejabat pemerintah lainnya memandang Rusia sebagai perusak yang menggunakan taktik “memancing”, untuk memajukan kepentingannya dan kepentingan Iran, dengan mengorbankan Amerika dan sekutu-sekutunya. Apa yang disukai Presiden Trump sangat sulit ditebak.

Masalah utama dalam fase terakhir kekacauan Suriah ini serupa dengan apa yang menyebabkan semua ini: AS memiliki kekuatan militer terkuat, namun tidak tahu apa yang diinginkannya, secara politis. Turki melakukan protes dan menuntut dukungan Amerika, namun tidak memiliki kekuatan untuk menstabilkan area yang ingin dikontrolnya. Rusia memiliki roda kemudi, secara diplomatis, namun tidak memiliki kepercayaan dari penumpangnya, dan tidak ada bahan bakar di tangkinya.

Inilah eksperimen yang bisa dibayangkan: Haruskah SDF yang dipimpin Kurdi dibubarkan, seperti yang diinginkan Turki? Tidak! Itu akan menciptakan kekosongan kekuasaan dan lebih tidak stabil. Justru, SDF harus menjadi bagian dari tentara nasional Suriah yang baru—bekerja sama dengan Damaskus, Washington, Moskow, dan ya, bahkan Ankara.

Pandangan yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis sendiri dan tidak mencerminkan kebijakan editorial Mata Mata Politik.

Sumber : Konflik Suriah: Mampukah Amerika Membujuk Turki?
Itsaboutsoul is offline   Reply With Quote
Sponsored Links
Post New Thread  Reply

Bookmarks

Tags
suriah



Similar Threads
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
Konflik Suriah: Perempuan 'dieksploitasi secara seksual dengan imbalan bantuan kemanusiaan' copycat Forumku Middle East Timur Tengah 1 28th February 2018 02:54 PM
Lindungi Pengungsi, Turki Didesak Buka Perbatasan dengan Suriah copycat Forumku USA dan Canada 1 4th February 2018 02:50 AM
Cara membujuk anak agar mau makan resa.nuranisa Healthy Food 6 1st November 2016 03:39 PM
Mampukah Pengusaha Hotel & Restoran Manfaatkan Kesempatan? sucyresky Business and Economy! 0 9th July 2015 03:48 PM
Kompensasi 'Sakti' Jokowi, Mampukah Atasi Imbas Kenaikan BBM? akiyamashinichi Indonesia Membangun! 0 19th November 2014 08:22 AM


Currently Active Users Viewing This Thread: 1 (0 members and 1 guests)
 
Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Forum Jump


All times are GMT +7. The time now is 04:43 PM.


forumku.com is supported by and in collaboration with

forumku.com kerja sama promosi kiossticker.com 5 December 2012 - 4 Maret 2013 Web Hosting Indonesia forumku.com kerja sama promosi my-adliya.com forumku.com kerja sama promosi situsku.com

Peserta Kontes SEO Forumku :

kontes SEO: business review

Positive Collaboration :

positive collaboration: yukitabaca.com positive collaboration: smartstore.com positive collaboration: lc-graziani.net positive collaboration: Info Blog

Media Partners and Coverages :

media partner and coverage: kompasiana.com media partner and coverage: wikipedia.org media partner and coverage: youtube.com

forumku.com
A Positive Indonesia(n) Community
Merajut Potensi untuk Satu Indonesia
Synergizing Potentials for Nation Building

Powered by vBulletin® Version 3.8.7
Copyright ©2000 - 2019, vBulletin Solutions, Inc.
Search Engine Optimisation provided by DragonByte SEO v2.0.37 (Lite) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2019 DragonByte Technologies Ltd.
Google Find us on Google+

server and hosting funded by:
forumku.com kerja sama webhosting dan server
no new posts