forumku.com logo Forumku Borobudur Budaya Indonesia
forumku  

Go Back   forumku > >
Register Register
forumku.com kerja sama promosi forumku.com kerja sama promosi Pusat Cutting Sticker 5 December 2012 - 4 Maret 2013
Notices

Forumku USA dan Canada Main Forum Description

Post New Thread  Reply
 
Thread Tools Search this Thread Display Modes
Old 9th February 2018, 12:16 PM   #1
Sek Des
 
Join Date: 20 Jan 2018
Userid: 6851
Posts: 241
Likes: 0
Liked 2 Times in 2 Posts
Default Aktivis Hentikan Tekanan untuk Menutup Pemerintahan Amerika

“Masyarakat menyadari apa yang terjadi saat kita mengalami situasi kritis.” Sebuah jajak pendapat CBS baru-baru ini menemukan bahwa 87 persen orang Amerika mengatakan bahwa DREAMers harus diizinkan tinggal di AS selama mereka terus bekerja atau pergi ke sekolah. Sementara para aktivis mencoba untuk menghentikan tekanan agar pemerintahan Amerika tidak ditutup.

Oleh: Ella Nilsen (Vox)

Dengan datangnya banyak tenggat untuk pembiayaan rancangan undang-undang (RUU) jangka pendek di akhir minggu ini, nampaknya semangat untuk kembali menutup pemerintahan Amerika di Capitol Hill mulai memudar.

“Masyarakat menyadari apa yang akan terjadi jika kita melompat ke jurang.” kata Carlos Paz, juru bicara untuk Kaukus Dewan Hispanik.

Mengikuti janji Pemimpin Senat Mayoritas Mitch McConnel (R-KY) untuk membahas RUU imigrasi di meja dewan pada minggu-minggu mendatang untuk menarget pengesahannya sebelum pengesahan RUU pada 8 Februari, Majelis dan Dewan yang sama-sama dari Partai Demokrat waspada akan pemungutan suara yang hasilnya menentang RUU tersebut dan mendorong ditutupnya kembali pemerintahan Amerika.

Beberapa mengatakan itu bukanlah cara terbaik untuk menarik perhatian publik Amerika berkaitan dengan nasib imigran gelap.

Seruan suara menekan Senat Demokrat untuk berdiri teguh dan memilih untuk menentang setiap pembiayaan RUU yang tidak mengatasi permasalahan progam Tindakan Penangguhan untuk Kedatangan Anak (DACA), yang melindungi imigran muda yang tidak berdokumen. Namun melihat ke belakang, banyak yang setuju bahwa Demokrat tidak siap menghadapi apa yang akan terjadi selanjutnya.

“Semua orang menekan mereka untuk mengambil langkah itu,” kata Paz. “Setelah itu, kami berada di tempat yang akan membuat kami berpikir lebih lama mengenai pesean apa yang ada didalamnya.”

Pesan imigrasi yang bergeser

Ketika Senat menutup pemerintahan Amerika pada 19 Januari dan dengan cepat kembali memilih untuk membukanya lagi beberapa hari kemudian, kelompok progresif dan akivis hak-hak imigran menanggapinya dengan tegas: Anggota Senat Demokrat telah menyerah. Mereka telah menerima janji McConnell untuk memperbolehkan debat terbuka jika belum terdapat kesepakatan sampai tanggal 8 Februari—Namun siapa yang tahu apa yang sebenernya dimaksudkan McConnell?

Oleh karena itu, menjadi tuntutan Demokrat untuk meminta pertanggungjawaban McConnell atas janjinya, bahkan jika hal tersebut berarti mengancam penutupan pemerintahan Amerika kembali pada bulan Februari.

Sekarang, banyak pihak yang mengajukan tuntutan berbeda. Meskipun mereka masih mempertahankan tekanan dengan demonstrasi dan pengerahan massa, para aktivis sementara waktu masih menahan tuntutan penutupan. Sebagai gantinya, mereka menunggu untuk melihat apa yang keluar dari perdebatan di ruang dewan setelah 8 Februari.

Tuntutan untuk menutup kembali pemerintahan Amerika mungkin akan terdengar kembali bulan depan, saat Kongress akan melawan tuntutan Presiden Donald Trump untuk mengakhiri program DACA sebelum tanggal 5 Maret, yang akan menyebabkan ratusan ribu imigran terancam dideportasi.

“Tidak masuk akal bagi kita untuk menuntut hal tersebut,” kata Angel Padilla, Direktur Kebijakan untuk Indivisible, sebuah kelompok aktivis nasional. “Pada bulan Maret nanti, kita dapat saja menghadapi skenario yang berbeda.”

Meskipun Demokrat tidak ingin membahas perkara penutupan pemerintah minggu ini, Presiden Trump nampaknya yakin gagasan itu akan terwujud.

“Jika kita tidak merubahnya, ayo tutup pemerintahan Amerika,” Kata Trump kepada pembuat kebijakan pada hari Selasa (6/2). “Kita akan menutup pemerintahan Amerika karena itu layak bagi negara kita. Saya akan dengan senang hati melihat penutupan pemerintahan Amerika jika kita tidak dapat menyelesaikan permasalahan ini.”

Seperti apa wujud kebijakan imigrasi?

Aktivis tidak banyak menuntut penutupan pemerintahan Amerika bulan ini karena McConnell telah berjanji akan mengizinkan debat terbuka dalam membahas RUU imigrasi. Seperti apa RUU tersebut masih belum diketahui kejelasannya.

Ada sejumlah proposal imigrasi yang lebih lengkap yang beredar di sekitar Majelis dan Senat minggu ini. Mereka dapat dengan mudah dibagi menjadi dua kelompok: bipartisan Majelis dan RUU Senat yang dapat disetujui Demokrat, serta RUU konservatif yang ditentang oleh Demokrat dan para aktivis.

Usulan Bipartisan di antaranya:

Aksi Menyatukan dan Mengamankan Amerika (USA), diusulkan oleh Anggota Dewan Will Hurd (R-TX) an Pete Aguilar (D-CA), RUU dewan yang akan memberikan jalan bagi penerima DACA untuk memiliki kewarganegaraan dan meningkatkan keamanan perbatasan.

RUU yang diusulkan oleh Senator Chris Coons (D-DE) dan John McCain (R-AZ), yang mana serupa dengan aksi USA dimana peraturan akan menerima usulan pendanaan pembuatan tembok perbatasan oleh Gedung Putih, namun anggota Kongres harus memiliki wewenang untuk mengawasi penganggaran dana yang berikan. (McCain saat ini tidak berada di Washington, karena dia sedang menjalani perawatan kanker otak parah.)

Usulan Graham-Dublin, sebuah kerangka kerja untuk kesepatakan imigrasi yang dikembangkan oleh Senator Lindsey Graham (R-SC), Dick Durbin (R-IL), dan Jeff Flake (R-AZ). Ini merupakan kerangka kerja yang lebih luas mengenai kesepakatan imigrasi, namun belum ada RUU tertulisnya.

Usulan Konservatif di antaranya:

Usulan Goodlatte, yang dirancang oleh Anggota Dewan Bob Goodlatte (R-VA), yang termasuk peraturan pengamanan perbatasan tingkat tinggi, kewajiban pemeriksaan identitas terhadap para pekerja, dan peningkatan interior pengawasan imigrasi.

Aksi RAISE, oleh Senator Tom Cotton (R-AR) dan David Perdue (R-GA), yang dengan ketat membatasi imigrasi legal ke AS sebagai ganti dari DACA.

McConnell masih mengontrol RUU mana yang akan dibahas dalam sidang, dan para aktivis khawatir bila hasil akhir UU mengandung kententuan-ketentuan yang diusulkan oleh pihak konsetfatif. Ada ketakutan terhadap kondisi dimana Demokrat dan Republik moderat mulai lelah dengan perdebatan mengenai imigrasi kemudian akan dengan mudah setuju terhadap usulan yang tidak diinginkan pihak sayap kiri.

Oleh karenanya, para aktivis menyerukan aksi DREAM yang “bersih,” usulan memberikan jalan untuk kepemilikan kewarganegaraan bagi para imigiran muda tanpa dokumen yang dikenal sebagai pemimpi (DREAMers) tanpa perlu memberi kelonggaran terhadap kebijakan pembuatan tembok dan pemberhentian program imigrasi legal. Usulan tersebut memiliki kemungkinan kecil untuk dibahas di dalam sidang, namun para aktivis ingin memperjelas kemungkinan tersebut di minggu-minggu akhir sebelum debat mengenai imigrasi dimulai di dalam Senat.

“Beberapa usulan buruk itulah yang saya khawatirkan. Kamu dapat mengaitkan RUU imigrasi dengan pendanaan kemudian menantang Demokrat jika mereka masih mau mendukungnya,” kata Padilla. “Hal tersebut, ditambah dengan kemungkinan debat terbuka mengenai imigrasi yang akan dipimpin oleh Anggota Kongres dari Partai Republik, yang menjadi ketakutan terbesar saya dalam permasalahan imigrasi.”

“Padilla dan aktivis lainnya mengatakan bahwa kesediaan Senat Demokrat untuk kembali menutup pemerintahan seperti yang terjadi bulan lalu dengan sangat cepat menunjukkan tekad yang mengkhawatirkan dalam memperjuangkan masa depan imigrasi. Dengan hasil itu, para aktivis sekarang mengalihkan strategi mereka dari kepemimpinan Demokrat untuk lebih condong kepada melobi moderat Demokrat dan Republikan, berusaha membuat mereka membela kepentingan kita melalui usulan imigrasi yang diajukan bipartisan.

“Saat ini kita berupaya mengejar Demokrat, berupaya mengejar Republik,” kata Greisa Martinez, seorang penerima DACA yang merupakan direktur advokasi untuk United We Dream, kelompok advokasi terbesar di negara itu.

Meskipun banyak pesan politik yang terpolarisasi berkaitan dengan imigrasi, sebagian besar masyarakat Amerika mendukung perbaikan permanen untuk program DACA dan menginginkan para imigran muda yang diproteksi untuk dapat tinggal di Amerika Serikat, menurut jajak pendapat baru-baru ini.

Sebuah jajak pendapat CBS baru-baru ini menemukan bahwa 87 persen orang Amerika mengatakan bahwa DREAMers harus diizinkan tinggal di AS selama mereka terus bekerja atau pergi ke sekolah.

“Keindahan momen ini adalah bahwa gerakan besar partai Demokrat dan partai Republik berada di pihak kita,” kata Martinez. “Akan ada konsekuensi pemilihan, semuanya akan dinilai berdasarkan, ‘Apakah kamu menyetujui aksi DREAM, iya atu tidak?'”

Realitas politik dari penutupan pertama terlihat rumit. Namun realitas kemungkinan adanya penutupan kedua lebih rumit.

Paling tidak diawal penutupan pemerintah bulan lalu, Trump dan Partai Republik lebih banyak disalahkan. Jajak pendapat Washington Post/ABC News yang dilakukan sebelum pemungutan suara pada 19 Januari yang mengenai penutupan tersebut menemukan bahwa Amerika menyalahkan Trump dan anggota Partai Kongres dengan selisih 20 poin.

Namun angka tersebut menjadi kurang jelas setelah penutupan dimulai, dengan polling NBC News/SurveyMonkey menemukan bahwa pemilih Demokrat kebanyakan menyalahkan Trump karena dimatikan, sementara pemilih Partai Republik menyalahkan Demokrat di Kongres. Pemilih independen juga lebih cenderung menyalahkan Trump daripada Demokrat kongres, dengan selisih 17 poin, 48 persen menjadi 31 persen.

Karena penutupan pemerintah hanya bertahan tiga hari (dua di antaranya merupakan akhir pekan), hal itu tidak menjadi masalah politik. Tapi kelompok progresif mengatakan bahwa mereka pikir Trump akan memikul lebih banyak kecaman jika Demokrat tidak menyerah saat itu.

“Semakin lama berlanjut, semakin menyakitkan hal ini bagi Trump dan Trump akan merasa dia harus melakukan sesuatu,” kata Navin Nayak, direktur eksekutif Center for American Progress Action Fund kepada Vox bulan lalu. “Penutupan itu diselesaikan dengan cepat sehingga sumber sebenarnya dari masalah itu dan rasa sakit politik yang sebenarnya tidak dibebankan kepada presiden.”

Nayak percaya jika penetupan itu berlangsung lebih lama, kejadian itu akan mulai merefleksikan disfungsionalitas pemerintahan Trump dan ketidakmampuan presiden untuk merangkul Partai Republik dan Demokrat bersama-sama untuk mencapai kesepakatan.

Kini setelah Senat Demokrat menyerah dalam tiga hari, Partai Republik mungkin tidak akan mempercayai mereka lagi, jika mereka mengancam penutupan pemerintah lagi bulan depan.

“Anda hanya memiliki pengaruh jika Anda mau menggunakannya dan jika pihak lain yakin Anda akan menggunakannya,” kata Padilla.

Sumber : Aktivis Hentikan Tekanan untuk Menutup Pemerintahan Amerika
Itsaboutsoul is offline   Reply With Quote
Sponsored Links
Post New Thread  Reply

Bookmarks

Tags
amerika serikat



Similar Threads
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
Anda Telah Diblokir: Bagaimana Facebook Membungkam Para Aktivis Mesir Itsaboutsoul Forumku Afrika 0 27th January 2018 02:34 PM
Sudah sampai tahap ke berapa kamu dalam menutup aurat? :) positifi Forumku Hijabers Community 10 10th October 2015 10:17 AM
Aktivis Lingkungan: Hentikan Proyek Trotoar Granit di Bandung partisusanti Jawa Barat 0 9th September 2015 01:13 PM
Raja Yordania Turun Tangan untuk Hadapi Israel yang Menutup Mesjid Al-Aqsa kloningan.gue Forumku the Lounge 0 3rd November 2014 04:01 AM
Mari Jilbabers, Hijabers, Menutup aurat Secara Syar'i admin Forumku Hijabers Community 2 17th June 2014 11:38 AM


Currently Active Users Viewing This Thread: 1 (0 members and 1 guests)
 
Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Forum Jump


All times are GMT +7. The time now is 09:32 PM.


forumku.com is supported by and in collaboration with

forumku.com kerja sama promosi kiossticker.com 5 December 2012 - 4 Maret 2013 Web Hosting Indonesia forumku.com kerja sama promosi my-adliya.com forumku.com kerja sama promosi situsku.com

Peserta Kontes SEO Forumku :

kontes SEO: business review

Positive Collaboration :

positive collaboration: yukitabaca.com positive collaboration: smartstore.com positive collaboration: lc-graziani.net positive collaboration: Info Blog

Media Partners and Coverages :

media partner and coverage: kompasiana.com media partner and coverage: wikipedia.org media partner and coverage: youtube.com

forumku.com
A Positive Indonesia(n) Community
Merajut Potensi untuk Satu Indonesia
Synergizing Potentials for Nation Building

Powered by vBulletin® Version 3.8.7
Copyright ©2000 - 2018, vBulletin Solutions, Inc.
Search Engine Optimisation provided by DragonByte SEO v2.0.37 (Lite) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2018 DragonByte Technologies Ltd.
Google Find us on Google+

server and hosting funded by:
forumku.com kerja sama webhosting dan server
no new posts