forumku.com logo Forumku Borobudur Budaya Indonesia
forumku  

Go Back   forumku > >
Register Register
forumku.com kerja sama promosi forumku.com kerja sama promosi Pusat Cutting Sticker 5 December 2012 - 4 Maret 2013
Notices

Forumku Europe Eropa Main Forum Description

Post New Thread  Reply
 
Thread Tools Search this Thread Display Modes
Old 1st March 2018, 01:35 PM   #1
Sek Des
 
Join Date: 20 Jan 2018
Userid: 6851
Posts: 256
Likes: 0
Liked 2 Times in 2 Posts
Default Investigasi Rusia: Trump Tantang Jaksa Agung Jeff Sessions Selidiki Obama dan Demokrat

Trump memendam dendam terhadap Sessions sejak mantan senator Alabama itu memutuskan untuk mengundurkan diri dari semua investigasi Departemen Kehakiman untuk fokus pada kampanye tahun 2016, termasuk penyelidikan Rusia yang sedang berlangsung.

Oleh: Dan Merica (CNN)

Presiden Donald Trump, setelah dikritik karena tanggapannya terhadap campur tangan Rusia dalam pemilu, menantang Jaksa Agung Jeff Sessions untuk melancarkan penyelidikan terhadap pemerintahan Obama karena gagal melakukan cukup upaya untuk menghentikan campur tangan asing tersebut pada tahun 2016.

Tweet ini adalah yang terbaru dalam rangkaian di mana Trump menyalahkan mantan Presiden Barack Obama karena tidak berbuat cukup banyak untuk menghentikan campur tangan Rusia, namun ini adalah pertama kalinya Trump mengatakan bahwa Sessions—pria yang ditunjuknya untuk memimpin Departemen Kehakiman, namun Trump telah menyimpan dendam lama terhadapnya—tidak melakukan cukup banyak.

“Pertanyaan: Jika semua campur tangan Rusia terjadi selama Pemerintahan Obama, sampai tanggal 20 Januari, mengapa mereka tidak menjadi subjek penyelidikan?” Trump menulis tweet pada Rabu (21/2) pagi. “Mengapa Obama tidak melakukan sesuatu terkait campur tangan itu? Mengapa kejahatan Partai Demokrat tidak diselidiki? Tanya Jeff Session!”

Trump salah mengeja nama pendukung lamanya itu: Seharusnya Sessions, bukan Session. Dia kemudian menghapus tweet asli dan memperbaiki kesalahan ejaannya.

Departemen Kehakiman ditugaskan untuk menyelidiki kejahatan yang dilakukan di Amerika Serikat, yang membuat Trump menulis tweet yang mengatakan bahwa mantan pemerintahan Obama melakukan kejahatan karena tidak menghentikan Rusia.

Departemen Kehakiman menolak berkomentar mengenai tweet Trump.

Trump dan Sessions berada di Kantor Oval pada Selasa (20/2), dalam sebuah acara untuk menghormati para pejabat penegak hukum. Keduanya, menurut seorang sumber, tidak banyak berinteraksi saat pengambilan foto.

DENDAM TERHADAP SESSIONS
Trump telah memiliki dendam terhadap Sessions sejak mantan senator Alabama itu memutuskan untuk mengundurkan diri dari semua investigasi Departemen Kehakiman untuk fokus pada kampanye tahun 2016, termasuk penyelidikan Rusia yang sedang berlangsung.

Tahun lalu, dia mengecam Sessions di Twitter karena mengambil “posisi yang SANGAT lemah terhadap kejahatan Hillary Clinton (di mana server E-mail & Konvensi Nasional Demokrat) & pembocor intel”, dan menyebutnya “terkepung” dalam sebuah tweet Trump yang menanyakan mengapa Sessions tidak “menyelidiki kejahatan Hillary dan hubungannya dengan Rusia?”

Meski begitu, Sessions tetap berada di pemerintahan meski secara rutin memicu kemarahan Trump.

Sudah jelas bagi semua orang yang diajak bicara oleh Trump pada akhir pekan lalu, dan sumber-sumber yang mengetahui tentang perasaannya, bahwa ketidaksukaan Trump terhadap Sessions belum hilang.

Satu orang mengatakan bahwa pengumuman yang diumumkan oleh Wakil Jaksa Agung Rod Rosenstein pada Jumat (16/2), atas dakwaan terhadap 13 warga negara Rusia dan tiga badan Rusia karena diduga ikut campur dalam pemilihan presiden 2016, menghidupkan kembali kemarahan Trump terhadap Sessions.

“Dia tidak akan pernah melupakan Sessions yang menantang dirinya,” kata seseorang yang akrab dengan pemikiran Presiden tersebut.

Presiden itu juga percaya bahwa Sessions melewati wewenangnya di Departemen Kehakiman, kata sumber ini.

Akan tetapi, tidak mungkin Sessions akan pergi dari jabatannya sesaat lagi, mengingat bagaimana pertempuran konfirmasi untuk jaksa agung yang baru akan menjadi pertarungan yang berkepanjangan dan sangat partisan.

Trump dan para ajudan utamanya—dalam upaya untuk melindungi Presiden dan Gedung Putih dari serangkaian cerita oleh penasihat khusus Robert Mueller mengenai campur tangan dalam pemilu—telah mulai menyalahkan pemerintahan Obama karena tidak berbuat cukup banyak, ketika mantan presiden tersebut berkuasa.

“Trump telah lebih keras terhadap Rusia di tahun pertamanya, dibandingkan Obama selama delapan tahun jika digabungkan,” kata sekretaris pers Gedung Putih Sarah Sanders, dalam konferensi pers di Gedung Putih pada Selasa (20/2).

Walau Trump dan bahkan beberapa anggota Partai Demokrat telah mengkritik pemerintahan Obama karena tidak cukup banyak berbicara mengenai tindakan Rusia sebelum pemilu, namun Obama sebenarnya telah mengambil beberapa tindakan untuk menegur negara tersebut.

Obama menghadapi Presiden Rusia Vladimir Putin di sela-sela pertemuan G20 di China pada tahun 2016—sesuatu yang belum pernah dilakukan Trump dalam pertemuan dengan pemimpin Rusia tersebut. Trump dan Putin membahas campur tangan pemilu tersebut di Hamburg, Jerman, pada bulan Juli 2017. Trump kemudian mengatakan bahwa dia berpikir bahwa pemimpin Rusia itu sungguh-sungguh, ketika Putin membantah campur tangan dalam pemilu.

Selama dua tahun terakhirnya menjabat, Obama juga menjatuhkan sanksi terhadap individu dan badan Rusia karena campur tangannya dalam pemilu, mengusir 35 diplomat Rusia, dan menutup dua kompleks Kremlin di Amerika Serikat.

Trump belum memberlakukan sanksi yang dikeluarkan oleh Kongres pada tahun lalu, dan melewatkan tenggat waktu untuk menentukan individu dan badan Rusia mana yang akan berada dalam daftar sanksi. Bulan lalu, pemerintah Trump memutuskan untuk tidak menerapkan sanksi terhadap Rusia, dan justru menerbitkan daftar oligarki Rusia yang sudah terkemuka.

Sanders mengatakan pada Selasa (20/2), bahwa lebih banyak tindakan akan segera dilakukan untuk menghadapi Rusia.

Jeff Zeleny, Kaitlan Collins, dan Laura Jarrett dari CNN berkontribusi dalam laporan ini.



Sumber : Investigasi Rusia: Trump Tantang Jaksa Agung Jeff Sessions Selidiki Obama dan Demokrat
Itsaboutsoul is offline   Reply With Quote
Sponsored Links
Post New Thread  Reply

Bookmarks

Tags
rusia



Similar Threads
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
Investigasi Rusia Mueller: Pengacara Mengaku Bohongi FBI Terkait Pejabat Kampanye Trump Itsaboutsoul Forumku USA dan Canada 0 1st March 2018 12:26 PM
Investigasi Rusia: Bagaimana Trump Melemahkan Kekuasaannya Sendiri Itsaboutsoul Forumku USA dan Canada 0 1st March 2018 12:07 PM
Saat Penyelidikan Rusia, Pengacara Trump Ingin Dia Menolak Wawancara Itsaboutsoul Forumku USA dan Canada 0 9th February 2018 10:01 PM
Trump Tuding FBI dan Departemen Kehakiman AS Pro-Demokrat copycat Forumku USA dan Canada 1 2nd February 2018 10:07 PM
JK: Jaksa Agung Baru Dipilih karena Kapasitas, Bukan Pilihan Partai akiyamashinichi Indonesia Membangun! 0 21st November 2014 01:14 PM


Currently Active Users Viewing This Thread: 1 (0 members and 1 guests)
 
Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Forum Jump


All times are GMT +7. The time now is 05:58 AM.


forumku.com is supported by and in collaboration with

forumku.com kerja sama promosi kiossticker.com 5 December 2012 - 4 Maret 2013 Web Hosting Indonesia forumku.com kerja sama promosi my-adliya.com forumku.com kerja sama promosi situsku.com

Peserta Kontes SEO Forumku :

kontes SEO: business review

Positive Collaboration :

positive collaboration: yukitabaca.com positive collaboration: smartstore.com positive collaboration: lc-graziani.net positive collaboration: Info Blog

Media Partners and Coverages :

media partner and coverage: kompasiana.com media partner and coverage: wikipedia.org media partner and coverage: youtube.com

forumku.com
A Positive Indonesia(n) Community
Merajut Potensi untuk Satu Indonesia
Synergizing Potentials for Nation Building

Powered by vBulletin® Version 3.8.7
Copyright ©2000 - 2018, vBulletin Solutions, Inc.
Search Engine Optimisation provided by DragonByte SEO v2.0.37 (Lite) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2018 DragonByte Technologies Ltd.
Google Find us on Google+

server and hosting funded by:
forumku.com kerja sama webhosting dan server
no new posts