forumku.com logo Forumku Borobudur Budaya Indonesia
forumku  

Go Back   forumku > >
Register Register
Notices

Forumku USA dan Canada Main Forum Description

Post New Thread  Reply
 
Thread Tools Search this Thread Display Modes
Old 23rd January 2018, 09:25 PM   #1
KaDes Forumku
 
Join Date: 20 Jan 2018
Userid: 6851
Posts: 671
Likes: 0
Liked 4 Times in 4 Posts
Default Pawai Perempuan di Berbagai Negara Tuntut Kesetaraan dan Keadilan

Ribuan wanita berkumpul di Las Vegas pada Minggu (21/1), untuk mengakhiri pawai perempuan global yang dilaksanakan selama akhir pekan, dimana para pesertanya menuntut kesetaraan dan keadilan, serta berakhirnya pelecehan seksual. Demonstrasi ini juga dilaksanakan di berbagai kota di seluruh dunia, termasuk London, Paris, Sydney, Madrid, dan Buenos Aires.

Oleh: Haven Daley dan John Locher (Associated Press)

LAS VEGAS (AP)—Ribuan wanita berkumpul di sebuah stadion sepak bola di Las Vegas pada Minggu (21/1)—yang menjadi hari peringatan pawai perempuan di seluruh dunia—untuk mengakhiri demonstrasi global akhir pekan, yang diharapkan oleh para pesertanya akan terus membangun momentum untuk kesetaraan, keadilan, dan berakhirnya pelecehan seksual.

“Ini adalah pesta ulang tahun untuk sebuah gerakan yang baru dimulai, dalam memperbesar kekuatannya untuk mengubah demokrasi ini,” ujar Anna Galland, direktur eksekutif kelompok progresif moveon.org, kepada kerumunan yang riuh.

Setelah unjuk rasa yang menarik banyak orang di Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (20/1)—satu tahun setelah pelantikan Presiden Donald Trump—para peserta protes berkumpul pada Minggu (21/1) di beberapa benua, termasuk di London, Paris, Sydney, Madrid, dan Buenos Aires.

Peristiwa tersebut berpuncak pada demonstrasi Las Vegas, yang meluncurkan upaya untuk mendaftarkan 1 juta pemberi suara, dan menargetkan negara bagian besar seperti Nevada, dalam pemilu paruh waktu AS pada akhir tahun ini, yang dapat mengalihkan kontrol Kongres. Penyelenggara pawai mengatakan bahwa mereka merencanakan acara-acara mendatang di Pennsylvania, Ohio, dan Texas.

Paula Beaty (53 tahun), seorang pekerja teknologi dari Durham, Carolina Utara, menghadiri demonstrasi di Las Vegas tersebut dengan mengenakan pakaian yang mengingatkan kembali pada gerakan hak pilih perempuan pada awal abad ke-20. Dia mencontohkan perbedaan yang dibuat perempuan dalam membantu anggota Partai Demokrat Doug Jones untuk membuat marah anggota Partai Republik Roy Moore yang konservatif, di kursi Senat di Alabama pada bulan Desember.

“Bagi kami, ini semua tentang hak perempuan, dan kami melihat hak-hak tersebut terkikis dengan adanya Trump yang menjabat sebagai presiden,” kata Beaty. “Para wanita membuat perubahan di Alabama, dan kami berharap bisa mengubah Parlemen dan Senat dengan kekuatan wanita.”

Terdapat pula dorongan agar wanita tidak hanya mendaftar sebagai pemilih, tapi juga sebagai kandidat. Perwakilan negara bagian Idaho dari Partai Demokrat, Paulette Jordan—yang merupakan anggota Suku Coeur d’Alene—sangat bersemangat ketika mengatakan kepada kerumunan, bahwa dia bukan hanya menjadi gubernur wanita pertama Idaho, tapi wanita suku asli Amerika pertama yang menjadi gubernur di negara bagian mana pun. Dia memohon agar wanita lain bergabung dengannya untuk mencalonkan diri.

“Ini adalah masa depan Idaho, ini adalah masa depan Amerika,” katanya.

Demonstrasi tersebut terjadi di tengah tuntutan terhadap pria yang ada di Hollywood, media, dan industri lainnya, di saat wanita berbicara tentang pelecehan seksual dan ketidaksetaraan pada umumnya. Salah satu pembicara di Las Vegas adalah penyanyi dan aktris, Cher.

“Ini adalah salah satu saat-saat terburuk dalam sejarah kami, dan itulah mengapa saya benar-benar percaya bahwa wanita yang akan memperbaikinya,” kata Cher kepada kerumunan. “Tetaplah kuat dan ingat, jika anda tidak bisa memberikan suara, berarti anda tidak punya suara.”

Mereka yang terlibat dalam acara tahun ini mengatakan, bahwa mereka dibangkitkan oleh merosotnya isu politik dan gender selama tahun lalu, dan juga gerakan #MeToo, yang dikaitkan dengan perlawanan terhadap pelecehan dan kekerasan seksual yang meluas.

Banyak peserta protes yang tidak hanya mendukung hak-hak perempuan, tapi juga mengecam pandangan Trump mengenai isu-isu termasuk imigrasi, aborsi, dan hak LGBT. Para demonstran mengecam pandangan Trump dengan mengangkat papan dan tanda warna-warni, dan bahkan bahasa yang lebih kasar.

Donald Trump membantah bahwa kepresidenannya buruk bagi wanita. Ia menulis tweet pada Sabtu (20/1), yang mengatakan bahwa ini adalah “hari yang sempurna” bagi para wanita untuk melakukan pawai untuk merayakan “kesuksesan ekonomi dan penciptaan kekayaan” dalam tahun pertamanya menjabat.

“Turunlah ke jalan hari ini untuk merayakan tonggak bersejarah dan kesuksesan ekonomi dan penciptaan kekayaan yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang telah terwujud dalam 12 bulan terakhir,” ujar politisi dari Partai Republik tersebut. “Jumlah pengangguran perempuan terendah dalam 18 tahun!”

Di Palm Beach, Florida—yang merupakan lokasi rumah Mar-a-Lago Trump—beberapa ratus orang melakukan pawai pada Sabtu (20/1), dengan membawa papan dan penanda anti-Trump. Sekelompok wanita mengenakan jubah merah dan topi putih seperti karakter dalam buku dan acara televisi “The Handmaid’s Tale”—yang menggambarkan masa depan dimana hak-hak wanita sangat dibatasi—dan mereka berjalan bersamaan, dengan kepala ditundukkan.

Di ibu kota Inggris pada Minggu (21/1), para demonstran membawa papan yang bertuliskan “Kami Kuat” dan “Waktu Habis”, dan berteriak di luar kantor Perdana Menteri Theresa May, dimana mereka meneriakkan kemarahan, dari soal ketidaksetaraan di tempat kerja, hingga kekerasan misoginik (ketidaksukaan atau kebencian terhadap perempuan) di media sosial.

“Hari ini adalah panggilan untuk melakukan perubahan,” kata salah satu penyelenggara protes di London, Shola Mos-Shogbamimu. “Panggilan ini jauh lebih besar dari Trump.”

Acara di London menarik ribuan orang, meskipun hujan es dan salju. Hujan lebat turun di saat para peserta protes Paris berkumpul di dekat Menara Eiffel, yang bisa dibilang jumlah pesertanya sedikit, bila dibandingkan dengan demonstrasi di AS pada Sabtu (20/1).

“Tidak masalah jika cuaca seperti ini,” ujar Maggie Kim, yang merupakan salah satu dari lebih dari 100 orang, yang tidak membiarkan hujan dan dingin menghalangi mereka. “Kami masih akan datang bersama-sama, dan kami akan tetap berjuang melawan Trump dan agendanya.”

Gene Johnson di Seattle, Danica Kirka di London, Sylvie Corbet di Paris, Chris Blake di Sydney dan Jo Kearney di London berkontribusi dalam tulisan ini.

Sumber : Pawai Perempuan di Berbagai Negara Tuntut Kesetaraan dan Keadilan
Itsaboutsoul is offline   Reply With Quote
Sponsored Links
Post New Thread  Reply

Bookmarks

Tags
amerika serikat



Similar Threads
Thread Thread Starter Forum Replies Last Post
[Fashion Perempuan]Kenali Fungsi Berbagai Macam Bra ridwanyoga Forum Wanita dan Perempuan 0 29th October 2016 07:57 AM
Busyro: Penangkapan Novel Menyengat Rasa Keadilan supry Forum Militer dan Pertahanan | Defence and Military 0 2nd May 2015 08:31 PM
Kurniawan Dwi Yulianto: Pemain Harus Tuntut Hak Mereka agung209 Olah Raga dan Organisasi! 0 31st January 2015 10:02 AM
Negara Negara yang Menerima Warga Negara Indonesia VOA Visa on Arrival admin Tanya Forumku 0 24th July 2013 02:12 PM
6 Hal Aneh yang di Larang di Berbagai Negara andi.teguh Forumku the Lounge 0 17th December 2012 07:55 PM


Currently Active Users Viewing This Thread: 1 (0 members and 1 guests)
 
Thread Tools Search this Thread
Search this Thread:

Advanced Search
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Forum Jump


All times are GMT +7. The time now is 11:47 PM.


forumku.com is supported by and in collaboration with

forumku.com kerja sama promosi kiossticker.com 5 December 2012 - 4 Maret 2013 Web Hosting Indonesia forumku.com kerja sama promosi my-adliya.com forumku.com kerja sama promosi situsku.com

Promosi Forumku :

CakeDefi Learn to Earn

Positive Collaboration :

positive collaboration: yukitabaca.com positive collaboration: smartstore.com positive collaboration: lc-graziani.net positive collaboration: Info Blog

Media Partners and Coverages :

media partner and coverage: kompasiana.com media partner and coverage: wikipedia.org media partner and coverage: youtube.com

forumku.com
A Positive Indonesia(n) Community
Merajut Potensi untuk Satu Indonesia
Synergizing Potentials for Nation Building

Powered by vBulletin® Version 3.8.7
Copyright ©2000 - 2022, vBulletin Solutions, Inc.
Search Engine Optimisation provided by DragonByte SEO v2.0.37 (Lite) - vBulletin Mods & Addons Copyright © 2022 DragonByte Technologies Ltd.
Google Find us on Google+

server and hosting funded by:
forumku.com kerja sama webhosting dan server
no new posts