TEMPO.CO, Jombang - Pelaksanaan ujian nasional online sekolah menengah atas dan sederajat dibayangi sejumlah kendala, termasuk ketersediaan pasokan listrik. Sebab, ujian secara online mengandalkan sistem jaringan komputer yang bergantung pada mati-hidupnya listrik.
Untuk mengantisipasi listrik mati, sekolah terpaksa menyiagakan generator set (genset) listrik. Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Jombang, Jawa Timur, termasuk yang menyiapkan genset tersebut. "Saat terakhir kali uji coba UN online, voltase listrik tidak stabil, tiba-tiba turun. Makanya kami menyediakan genset," kata Wakil Kepala SMA Negeri 2 Jombang Bidang Kurikulum Sri Sulistyaningtyas, Kamis, 9 April 2015.
Selain itu, pihak sekolah sudah meminta Area Pelayanan dan Jaringan Perusahaan Listrik Negara Jombang untuk menjaga pasokan listrik serta tidak melakukan pemadaman selama pelaksanaan ujian. "Kami sudah mengirim surat ke PLN," ujarnya.
Harapan yang sama disampaikan Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang Fatkhurrohman. Ia mengaku juga sudah mengirim surat ke PLN. "Intinya meminta agar tidak ada pemadaman listrik saat pelaksanaan UN," tuturnya. Fatkhurrohman juga meminta sekolah-sekolah yang melaksanakan ujian secara online agar menyediakan genset sebagai langkah antisipasi bila tiba-tiba listrik padam.
Di Jombang, ada tiga sekolah yang melaksanakan ujian nasional secara online, yaitu SMA Negeri 2, SMK Negeri 1, dan SMA Darul Ulum. Adapun rincian jumlah peserta ujian yang akan dilakukan pada 13-15 April 2015 adalah SMA 5.686 siswa, SMK 7.513 siswa, dan MA 5.302 siswa.
Di Kabupaten Mojokerto, tidak ada sekolah yang melaksanakan ujian online lantaran kurang siap. "Tidak ada UN online karena tidak ada sekolah yang siap," kata Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto Sumarsono.
Jumlah peserta ujian nasional di Kabupaten Mojokerto tahun ini ialah SMA 3.764 siswa, SMK 6.060 siswa, dan MA 2.388 siswa. "Kami mengimbau agar belajar lebih giat, persiapkan fisik dan mental. Jangan terpengaruh isu kunci jawaban yang beredar," katanya.
http://www.tempo.co/read/news/2015/0...Saat-UN-Online